Sebatas Status

Sebatas Status
Chapter 7


__ADS_3

Chapter 7


Kini Nasya kembali ke rumah nya, terlihat segerombolan pria sedang sibuk menata tempat dengan berbagai alat dekorasi, kain yang berwarna merah mudah, sudah terlihat melingkar di antara tiang tiang yang tinggi itu


"Nasya, sedang apa di sini, kamu seharusnya tidak boleh berada di luar, cepat masuk kamar mu," perintah sang ayah pada Nasya yang terlihat berada di depan pintu.


"Maaf kan aku ayah, aku akan segera masuk," Nasya bergegas melangkah ke depan, dengan berlari kecil, ia menuju tiap anak tangga itu, dan kemudian bergegas ke arah kamar nya.


Ayah Nasya yang masih berada di mulut pintu kini sudah beralih memandangi kesibukan para pelayan yang sedang menata barang- barang yang di hias, namun sesaat kemudian, terdengar bunyi deringan ponsel berasal dari saku celana nya.


"Halo Arga."


"Ya halo Ronal ada apa?"


"saya hanya menanyakan bagaimana keadaan Nasya?" tanya Ronal.


"Dia baik baik saja, seperti nya kau begitu cepat dengan calon menantu mu rupanya," tutur Arga dengan tawa kecil nya.


"Hahahaha tentu saja saya mengkhawatirkan calon menantu ku, karena bagaimanapun pernikahan ini terjadi begitu cepat, awal nya saya meragukan putra ku, namun dengan keberanian nya, ia mau memutuskan pernikahan ini berlangsung dengan cepat" jelas Ronal lagi.


"Ya kau benar sekali, walau begitu, tampak nya putri ku sama bahagia nya karena pernikahan ini berlangsung dengan cepat,"


"Ya seperti nya begitu."


"Saya harap mereka selalu bahagia," tutur Arga dengan senyuman lebar nya.


****************


Hari pernikahan akhirnya tiba, banyak tamu undangan yang datang di acara pernikahan Nasya dan noval, terlihat dari pakaian- pakaian tamu undangan begitu mewah dan menawan.


Di sisi lain, Nasya yang masih berada di kamar nya, tampak gugup dan gelisah, sesekali ia berdiri dan berputar putar seperti alat setrika.


Tok...tok...tok....

__ADS_1


Terdengar bunyi ketikan dari arah pintu, Nadya yang mendengar hal itu langsung membuka pintu nya dengan cepat.


"Syela.. Maya," tutur Nasya terkejut.


"Widih yang mau nikah emang beda banget ya, lu cantik banget sya, gue sampai nggak menyangka kalo ini elu," jelas Maya pada Nasya yang sudah tersipu malu dengan candaan Maya.


"Aura lu jadi beda banget deh sya, gue jadi pingin nikah juga," tutur syela yang sedang memegang gaun Nasya.


"Ih apaan sih lu syela, pacar aja nggak ada lu mau nikah apa siapa ha?" canda Maya sambil menepuk nepuk punggung syela.


"Hahaha udah- udah ngapain sih pada berantem, lu berdua datang ke sini cuman mau muji gue aja ni, nggak mau ngasih apa apa gitu," tanya Nasya dengan senyuman lebar di bibir nya.


"Ye Nasya, emang lu masih butuh sesuatu dari kita, lu aja lebih mapan dari kita-kita, gue lagi kere ni," jawab Maya dengan garukan kepala.


"Idih terus kedatangan lu ke sini ngapain , pulang sana kalo nggak mau ngasih gue apa apa" Nasya mendorong Maya keluar ruangan, walau begitu kedua nya tampak tersenyum dengan candaan yang mereka berikan.


"Hahaha apaan sih si Maya, ada ada aja, jangan pernah sama mulut si Maya sya, dia bawa kado besar tu, udah di sempet juga sama pelayan yang lain," jelas syela lagi mengehentikan tingkah kedua sahabat itu yang sudah tidak mengenal keadaan.


"Ya syela ngapain di kasih tau, biarin aja ni anak penasaran, ku malah bocorin kado gue."


"Eh kado gue istimewa tau nggak," tutur Maya lagi sambil menyentil jidat Nasya.


"Btw lu sendirian aja di sini sya, nggak ada para pelayan yang nemenin gitu?" tanya Maya lagi.


"Tadi ada, tapi udah gue suruh keluar setelah wajah gue dirias, gue lagi gugup banget tadi, tapi karena kedatangan lu berdua, gue jadi rileks sekarang, thanks ya," senyum muncul di wajah nya.


"Aman aja sya, kita tau ko lu pasti dek dekan banget kan sekarang, itu sebab nya kita datang ke kamar lu, pastikan lu baik-baik aja," jawab syela mengusap usap Punggung Nasya.


Tok...tok...tok....


Terdengar lagi bunyi ketukan dari arah pintu, ketiga gadis yang berada di ruangan yang sama itu dengan cepat beralih memandangi pintu yang terdengar bunyi ketikan itu


Syela kemudian membuka pintu itu perlahan " maaf nona, saya ingin menyampaikan bahwa pernikahan akan dimulai 5 menit lagi, pengantin wanita diminta untuk duduk di tempat pelaminan yang sudah di siapkan" jelas seorang pelayan yang berbicara sembari menunduk itu.

__ADS_1


"Baiklah saya akan segera ke sana," jawab Nasya dengan nada yang sopan.


Ketiga gadis itu kemudian keluar dari kamar Nasya,kini mereka berjalan mengarah pada sekumpulan para tamu undangan yang sedang duduk berjejer diantara kursi yang tersedia, syela dan Maya berjalan mendampingi Nasya yang berada tepat ditengah tengah.


Sepasang mata menatap ketiga gadis cantik yang sedang berjalan itu, Nasya yang berjalan dengan anggun nya terlihat seperti putri kerajaan yang sedang memasuki singgah sana nya, ia terlihat tampak cantik dengan gaun yang ia kenakan, gaun pengantin yang berwarna putih, tampak cocok pada tubuh nya yang ramping.


Dari kejauhan terlihat Noval yang memakai jas berwarna hitam tampak gagah dan mempesona, topi peci yang ia kenakan juga terlihat cocok dengan paras nya, Noval yang sedang duduk diantara para saksi pernikahan tampak begitu lama menatap Nasya yang sedang berjalan.


Nasya akhirnya sampai pada tempat pelaminan, kini ia berjalan mendekati Noval yang sudah duduk berhadapan dengan wali mempelai wanita yaitu ayah Nasya sendiri


Kini suasana nya berubah hening, tak ada lagi bisikan bisikan yang terdengar saat Nasya telah duduk di sisi Noval, ijab dan kobul pun di mulai.


"Saya nikahkan dan saya kawin kan saudara Muhammad noval bin Ronal dengan anak saya bernama Nasya santia dengan maskawin berupa emas 500 gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Nasya santia binti Arga dengan maskawin emas 500 geram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai," lantang Noval menjawab.


"Para saksi sah?"


"SAH."


" SAH," teriak para tamu undangan yang mendengar pernyataan pemimpin ijab tersebut.


Nasya tersenyum saat mendengar teriakan para tamu undangan termasuk ayah nya, ia sangat bahagia hari ini dengan pernikahan yang telah ia nanti -nantikan dari kemarin, air mata hari keluar dari mata nya, walau begitu ia mencoba menahan tangis nya


Semua orang bersama menunduk dan mengangkat tangan untuk berdoa, setelah mendengar kata amin,Nasya kemudian mencium tangan Noval yang kini menjadi suami nya, dan begitu pula noval mencium kening Nasya lembut.


Semua orang tersenyum dan tertawa bahagia, di sisi lain Jay yang merupakan orang yang mencintai Nasya menatap kecewa dengan pernikahan yang baru saja ia lihat, ia menatap seduh Nasya dari kejauhan.


Sahabat Jay yaitu syela datang menghampiri Jay yang sudah tak bersemangat itu " Jay gue tau perasaan lu sekarang tuh kata gimana, tapi Nasya udah sama yang lain, lu harus bisa ikhlaskan dia," tutur syela lembut sembari memegang bahu Jay.


"Ya gue ngerti, gue duluan ya."


"Lu mau kemana?" tanya seyla.

__ADS_1


"Gue mau balik," Jay berpaling dari tatapan syela kini ia pergi menuju pintu rumah Nasya.


"Gue ngerti perasaan lu Jay, gue harap lu bisa hilangin rasa cinta lo sama Nasya, karena Nasya udah lebih milih orang lain ketimbang lu."


__ADS_2