
Chapter 17
"Ah hari ini cape banget, papa kejam banget nyuruh aku kerja sampai lembur semalam ini, mana manajer kantor juga sebagian ada yang ngikut papa ke bali buat menangi tender, aku deh yang kena getah nya gantiin pekerjaan papah yang ke tunda," nasya menoleh kearah mobilnya.
"Noval pasti belum pulang kerja, kalo dipikir-pikir lagi, nggak jauh sih sebenarnya perusahaan papa sama perusahaan milik om arga, nggak usah pakai mobil deh jalan kaki aja, sekalian beliin makan buat suamiku, siapa tau sibuk kerja nggak sempat makan," nasya berjalan menuju salah satu restoran chicken yang ada diujung jalan.
Seusai memesan dua porsi ayam goreng, nasya melanjutkan perjalannya menuju kantor suaminya yang sudah tak jauh dari tempat ia lalui
Saat tiba di gedung yang megah itu, nasya menatap pintu yang tertutup dengan ruangan yang sudah terlihat kosong didalamnya.
Saat itu nasya masih berpikir positif mungkin saja, hanya beberapa para pekerja saja yang lembur mala mini, karena bagaimana pun, nasya juga memiliki pengalaman kerja bersama ayah nya di kantor pribadinya.
Nasya mencoba masuk ke kantor tampa perlu memanggil pegawai kantor mana pun Perusaan yang sedang dikelola oleh suaminya memiliki gedung bertingkat, rungan pribadi noval sendiri berada di lantai palingan atas Nasya mengharuskan memakai lif untuk sampai keruangan suaminya, dengan wajah cerah dan gembira ia menatap ayam yang sedang ia bawa.
Pintu lif terbuka.
Saat keluar dari lif, lagi-lagi tak terdapat pegawai mana pun yang bekerja lembur malam ini, padahal jam masih menunjukan pukul 09:05 menit.
"Apa para pegawai kantor sudah pulang, ya mungkin saja, karena beberapa minggu ini mereka selalu pulang larut, suamiku juga sering pulang larut, jadi bisa saja mereka mempercepat waktu pulang kerjanya."
Saat nasya hampir tiba di pintu rungan kerja noval, langkah nya terhenti seketika
"Ah sayang udah dong geli."
Tubuhnya mematung sesaat.
Apa-apaan itu tadi, ada suara perempuan, apa ada orang lain selain noval di ruangan ini
Nasya berdiri menghadap pintu, mencoba memastikan pendengaran nya kembali, dengan gerakan tangan yang ragu, ia mencoba memutar kenop pintu mengintip apa yang sedang terjadi didalam.
__ADS_1
Diiringi suara hujan yang turun, pemandangan disekelilingnya membuat suasana hati menjadi semakin pilu, gemuruh yang mulai terdengar di langit malam.
"Sayang di luaran hujan, kamu nggak pulang ya, udah malem loh."
"Jangan berbicara, buka mulut mu."
Sia membuka mulutnya mengikuti arahan noval.
Cup.
Kecupan diawal dan akhirnya melanjutkan dengan ******* penuh hasrat yamg berkencabuh.
Air mata menetes membasahi pipi yang kering, mata nya melotot tak percaya dengan apa yang sedang ia lihat Nasya mengepalkan tangan. Tak tergambarkan perasaanya sekarang. Marah, sedih, benci, kesal, jengkel,.semua bercampur aduk dengan nafas yang sudah mulai sesak menatap suami yang ia cintai, yang ia perjuangkan sedang bercumbu mesra bersama wanita yang tak dikenalnya.
Nasya memalingkan wajahnya kasar dan pergi menjauh dari pintu
Dengan isak tangis yang tertahan nasya berlari menuju lif, dengan kasar nya ia menekan tombol lif lantai satu.
Saat sampai di mulut pintu, langkahnya tertahan menatap langit yang sudah menuruni hujan dengan derasnya, tampa pikir panjang nasya melaju masuk menerobos butiran juan yang jatuh.
Tiap langkah nya, nasya terus memikirkan tentang apa yang baru saja terjadi, hari demi hari ia berusaha menjadi istri yang baik bagi suami nya, tetapi tak di hiraukan oleh sang suami.
Kini ia tau sekeras apapun ia mencoba, suami nya tetap tak akan pernah mencintai nya.
"Aku tau hidup ku ini tak berarti bagi mu, sejak awal kau tak pernah menginginkan ku, kau selalu bersikap acuh pada ku, tapi aku mencoba menerima sikap mu yang dingin, aku mencoba mencari perhatian mu. Tapi kamu, hiks .., bodoh sekali aku ini, apa yang ku harap kan dari nya. Cinta? sejak awal hingga detik ini aku tak memiliki rasa cinta apapun dari nya."
"Apa kurang nya aku dimata kamu mas, kamu yang mengajak aku menikah, lalu kamu yang menjauh dari kehidupan yang kamu pilih, apa mas... hiks... apa yang salah dari ku mas... " tangis nasya pecah bercampur butiran air yang jatuh dari langit.
Nasya terjatuh ke tanah dengan posisi terduduk, air mata yang mengalir tak terlihat lagi karena bercampur deras nya hujan yang membasahi wajah cantik nya. "Aku akan pergi dari hidup mu,jika ini yang kau ingin kan aku akan pergi."
__ADS_1
Nasya menatap langit malam, mata nya kemudian ia tutup dengan suara tangis yang mulai mengeluarkan seluruh emosi nya, nasya meremas rambut nya kuat, suara tangis yang tak henti henti nya membuat diri nya tampak begitu tersiksa.
Nasya kembali berdiri dan berjalan menyusuri jalanan yang sepi, tangis nya mulai mereda, namun menyisakan tatapan kosong dimata nya, nasya terus berjalan hingga sampai pada halaman rumah nya, tanpa aba-aba ia masuk dengan keadaan baju yang masih terlihat basah, nasya melangkah menyusuri tiap anak tangga nya, kemudian masuk kedalam kamar nya dengan cepat.
Nasya mengganti baju nya dan kemudian merebahkan tubuh nya di atas ranjang nya, kini nasya sudah kembali pada rumah lama nya, rumah yang dimana tempat ia lahir dan tinggal dulu bersama ibu dan ayah nya
Suasana di dalam begitu sepi, nasya menutupi tubuh nya dengan selimut , dengan tubuh yang sudah mulai lelah. nasya kemudian tertidur dengan cepat.
Disisi lain, noval yang masih berada di posisi yang sama hanya sibuk bersenang senang dengan kekasih gelap nya, ruangan kerja yang seharusnya dipakai nya sebagai tempat berbisnis kini tak lagi digunakan sebagaimana mesti nya, di situ hanya terjadi berbagai adegan panas yang terus mereka lakukan.
"Sudah cukup, aku lelah aku ingin pulang."
"Apa kah kau merindukan istri mu," tanya sia pacar noval.
"Bukan seperti itu, ini sudah terlalu larut, aku lelah, sebaik nya kau juga pulang lah, aku akan mengantar mu," jelas noval lagi sembari mengusap usap pucuk rambut sia.
"Baiklah, aku kan pulang," jawab sia yang sudah beranjak dari duduk nya.
Kini kedua nya berjalan menuju pintu ruangan itu, sebelum gadis itu memutar kenop pintu nya, pintu itu sudah terbuka sedikit, tampak nya, ia lupa untuk menutupi pintu nya rapat rapat.
"Ada apa?" tanya noval yang melihat sia berhenti di depan nya secara tiba-tiba.
"Bukan apa-apa seperti nya aku lupa untuk menutupi pintu nya, lihat lah ini sedikit terbuka, apa pegawai kantor di sini ada yang bekerja sif malam."
"Tidak ada, hari ini aku tidak memberikan mereka izin untuk bekerja lembur, tampak nya pintu nya hanya lupa di kunci kan saja, " jelas noval sembari menatap sia.
"Seperti nya begitu."
"Di luar sedang hujan jadi ayo kita pulang."
__ADS_1
"Baiklah."