
Chapter 18
Pagi hari nya, pukul 06:00
Seorang pelayan terkejut melihat pintu utama terbuka hingga pagi hari tiba, padahal tuan rumah sedang berada diluar negri, pelayan itu menengok kearah tangga, melihat jejak kaki air yang menetes pelayan itu pun bergegas mengikuti jejak itu berakhir.
Saat jejak tetesan air itu menghilang, pelayang itu menengok kesalahan satu pintu yang merupakan kamar pribadi nona nasya
Dengan ragu, pelayan itu mencoba membuka kenop pintu pelan-pelan hingga akhirnya menatap sesosok gadis berbaju putih tertidur dikasur dengan lelap nya.
"Nona, nona sudah pulang," tanya sang pelayan namun tak dibalas jawaban dari nasya sedikit pun.
"Nona, apa nona baik baik saja, " ucap pelayan itu lagi memastikan, namun kali ini tangan nya ia letakan pada wajah nasya lembut namun diraih kembali dengan cepatnya.
"Astaga nona badannya panas sekali, saya harus membawa nona kerumah sakit."
Pelayan itu berlari menyusuri tangga yang panjang dan kemudian berteriak meminta tolong pada para pelayan yang ada di mansion itu.
"Ada apa elisa berteriak seperti itu, " tanya sang sopir yang terbangun dari tidurnya
"Iya elisa ada apa, apa ada maling yang masuk?" tanya nuan sang pelayan yang bekerja bersama elisa.
"Anu nona ... nona celsa badannya panas sekali, nona sepertinya pulang dengan keadaan basa kuyup tadi malam, nona ada dikamar nya, kita harus membawa nona kerumah sakit sekarang juga... "Keluh sang pelayang dan akhir nya dengan cepat berlari kembali menuju kamar nasya berada
"Astaga nona benar sudah pulang, tapi dimana tuan noval, seharusnya dia juga pulang bersama nona bukan?" tanya nuan bingung melihat keadaan nasya sendiri dikamarnya.
"Nuan .. ini bukan waktu nya untuk menanyakan perihal itu, sekarang kita harus mengantarkan nona kerumah sakit terlebih dahulu," jelas pa yuda sang sopir pribadi papa nasya.
"Baik maaf kan saya."
"Kalian minggir lah biar bapa yang angkat nona nasya kembali dulu, nuan tolong ambil kan kunci mobil dikamar saya," pinta pa yuda meminta tolong.
__ADS_1
"Iya pa saya ambil kan dulu."
Nuan bergegas berlari menuju kamar pa yuda untuk mengambil kunci mobil, sedang kan pa yuda perlahan mengangkat nona nasya menuju luar ruangan, karena letak kamar nasya yang berada dilantai dua, pa yuda terpaksa menggendong nasya dengan bantuan bu elisa pelayan dirumah itu untuk membantu nya menuruni tangga.
Tak butuh waktu lama, kedua nya sudah berada diparkiran mobil dan sudah diletakan nasya dibelakang kursi mobil bersama bu elisa yang memangku nya agar tak terjatuh Pa yuda yang masih memakai pakaian rumahnya tampa pikir pajang Iangsung menyalakan mesin mobil dan bergegas menuju rumah sakit terdekat 7 menit perjalanan menuju rumah sakit akhirnya sampai.
Pa yuda memarkirkan mobilnya serampangan. dengan cekatan ia membuka pintu mobil dan bergegas kembali menggendong nasya menuju rumah sakit
Saat sampai di pintu masuk para suster pengurus menoleh dengan cepat kearah pintu masuk, melihat seorang kadis dengan wajah pucat dan tak sadarkan diri mereka menghampiri pa yuda dan meminta nya untuk meletakan nasya pada ranjang rumah sakit.
Tanpa aba-aba, ketiga suster itu mengarahkan nya pada ruangan tempat para pasien diperiksa, diikuti seorang dokter yang juga siap memeriksa pasien didalamnya, Pa yuda yang tidak di perbolehkan masuk hanya duduk diluar lorong rumah sakit. dengan sepasang wajah yang masih terlihat cemas, bu elisa yang sempat sibuk mengurus administrasi biaya rumah sakit nya kini kembali menemui pa yuda yang sudah duduk menyamping di bawa lantai.
"Pa yuda duduk di kursi saja pa, dilantai dingin, itu disebelah sana ada kursi pa, duduk saja disana," pinta bu elisa dengan nada khawatir.
"Tidak perlu bu, apa beda nya saya duduk dikursi sama dilantai, sama saja bagi saya, ngelihat nona nasya seperti ini udah buat hati saya nyesek bu."
"Saya juga pa, saya tidak pernah ngelihat nona seperti ini, nona anak nya sangat ceria, nona sangat jarang sakit, baru kali ini saya ngelihat nona seperti ini, apa nona punya masalah sama suaminya ya pak, sejak nona menikah, nona jarang berkunjung kerumah papah nya, apa terjadi sesuatu sama nona."
"Saya juga tidak tau bu, saya harap, hubungan pernikahan nona nasya baik-baik saja."
****
"Ah sayang kamu mau kemana?" tanya bela dari arah Rajang.
"Aku akan pulang pagi ini, " ucap noval sembari mengancing baju berkemeja nya.
"Kan bisa nanti siang aja pulangnya, biarin aku berduaan dulu sama kamu," bella memeluk erat tubuh noval yang kemudian dibalas pelukan dari nya.
"Nanti kan bisa dilanjutin lagi, aku harus pulang dulu, hari ini ada meeting penting, dan dokumennya juga ku letakan dirumah, jadi maaf, aku tak bisa menemani mu seharian ini."
"Baiklah kalo begitu, tapi kalo pekerjaan mu sudah selesai pastikan untuk menelfon ku."
__ADS_1
"Iya aku akan menghubungimu setelah pekerjaan ku selesai."
*****
Mobil diparkirkan digaransi mobil, noval masuk kedalam rumahnya tampa memberi salam atau pun mengetuk pitu, hal ini sudah biasa dilakukannya agar nasya tak menyambutnya dari depan pintu.
Noval menaiki anak tangga satu demi satu namun tak terlihat keberadaan nasya sedikit pun, walau noval tak mengetuk pintu atau pun memberi salam, tetapi kepekaan nasya lebih cepat dari perkiraan noval, entah ia muncul dari garasi mobil, ruang tamu, atau kamarnya sekali pun.
"Dimana dia, biasanya dia selalu muncul dimana pun aku datang, apa dia bosan, jika itu benar, syukurlah," ucap noval sedikit acuh tak acuh.
Noval masuk keruang kerja nya, sembari mencari dokumen yang ia simpan pada rak-rak buku miliknya, dokumen brillanining ia ambil dari rak paling ujung, dan kemudian kembali keluar ruangan untuk mengganti baju nya.
Aku tak melihat dia dimana pun, apa dia keluar untuk berbelanja, tapi biasa nya dia mengabari ku terlebih dahulu sebelum berpergian.
Noval melirik ke kiri dan ke kanan, mecoba mencari keberadaan nasya berada.
"Ah untuk apa aku memikirkan gadis itu, tak biasanya aku seperti ini, sudah lah, palingan dia akan kembali sebentar lagi."
Di rumah sakit tempat nasya dirawat ...
"Dokter apa nona nasya baik-baik saja?" tanya pa yuda dengan nada penuh kecemasan.
"Apa bapa dan ibu wali pasiennya," tanya dokter pada bu elisa dan pa yuda.
"Iya dok kami walinya, apa nona baik-baik saja."
"Pasien mengalami demam, kami sudah memberi penanganan, ia akan membaik setelahnya, jangan khawatir, karena tubuhnya masih lemah sebaiknya ia dirawat inap untuk beberapa hari," jelas dokter itu memberi nasehat.
"Daya mengerti dong terimakasih sebelumnya dok."
"Sama-sama, saya permisi pa... bu... "Dokter itu kemudian pergi setelah pembicaraan ketiga nya usai.
__ADS_1
"Pa, ayo kita lihat nasya pa."
"Iya Bu."