SEBENING PELANGI

SEBENING PELANGI
Penuh Senyum


__ADS_3

BAB 30


Abyseka memperhatikan Pelangi yang sedang membersihkan wajahnya, dan entah krim apa lagi yang dioleskan ke wajahnya. Persis roti krimer, batin Abyseka. Atau susu fullkrim?!


Pelangi baru selesai berenang pagi ini.Katanya Denpasar cukup panas, jadi berani berenang pagi-pagi tadi.


"Kamu nggak bosen di villa terus?" tanya Aby.


"Nggak Kak...kan asik. Cuma makan, rebahan sama berenang."


"Sama auw...auw...ya.."


"Auw...auw? Ngapain auw..auw? Melolong? Eh...Kak Arjun..porno ah!"


"Aby...."


"Sudah terbiasa Kak Arjun sih. Kalo Kak Aby, jadinya nanti Tuan Aby."


"Pokoknya Kak Aby. Kalau Arjun lagi, dimanapun kita, bakal langsung kucium. Nggak hanya sebentar tapi sampai lima menit."


Pelangi spontan menutup mulutnya dengan kedua tangan, "Seram amat ya...."


"Ayo kita jalan-jalan. Banyak objek wisata yang bisa kita datangi. Masa sampai Bali nggak kemana-mana. Siang ini kita makan siang di Pantai Kuta. Ada resto enak di sana. Dari sana kita bisa ke Nusa Penida, Sanur, Lembongan,


Uluwatu, Besakih atau ke Ubud. Kita juga Hotel manapun yang kamu mau."


"Aku nggak mau ke sangeh...takut! Dulu waktu SMP pernah di cakar. Pindah ke hotel? Aku nggak ngerti mana yang bagus. Terserah Kakak saja."


"Ok...ayo siap-siap."


Setengah jam kemudian Abyseka dan Pelangi sudah membelah jalanan kota Denpasar. Mobil yang di sewa Aby berjalan dengan hati-hati bersamaan dengan para turis yang baru belajar mengendarai motor. Mendahului, berbelok dan akhirnya sampai di Resto mewah di kawasan pantai Kuta.


Pelangi dengan senyum bahagia mengajak Abyseka menyusuri pantai sebelum menikmati makan siang mereka. Aby merasa lega melihat wajah Pelangi yang selalu full senyum. Ia sempat khawatir karena ada semburat kesedihan di mimik muka Pelangi selama beberapa hari sebelum mereka menikah. Aby sudah mencoba mencari tahu, namun Pelangi selalu mengelak dan alasannya karena kelelahan. Bukan, itu bukan wajah kelelahan milik Pelangi. Abyseka hafal betul dengan semua ekspresi wajah Pelangi. Pasti ada sesuatu yang Pelangi sembunyikan dan Akan terus Abyseka cari tahu terus sampai jelas semuanya.


"Kak....Kak Aby..." Pelangi menyentuh wajah Abyseka dengan jemarinya. Membuat Abyseka mengerjap sedikit kaget.


"Ap...apa?...Ada apa?" jawab Abyseka tergagap.

__ADS_1


"Ada apa? Ada sesuatu di wajahku...sampai melihat wajahku tidak berkedip begitu? Apa bedakku belepotan?"


"Eh...nggak kok. Tidak ada...wajahmu baik-baik saja. Cantik dan kemerahan terbakar matahari."


"Lalu mengapa melamun sambil memandang wajahku? Menyeramkan tau...seolah-olah Kakak mau menelanku hidup-hidup!"


Abyseka langsung memeluk pinggang Pelangi sambil tersenyum, dan berbisik, "Nanti malam saja aku telan kamu, sampai puas. Sampai auw...auw terus."


"Iihh...." Pelangi memukul manja lengan Abyseka. "Kenapa pikirannya kesana terus?"


"Namanya juga lagi bulan madu ya mikir gituan terus," kata Abyseka sembari menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Pelangi. Terdengar kikikan geli dari sang empunya leher.


"Ayo kita makan," ajak Abyseka setelah mendengar bunyi protes dari perut Pelangi.


Selesai makan siang, kedua pasangan itu kembali melanjutan jalan-jalannya. Kembali menjelajah tempat-tempat eksotik di pulau Bali.


Tidak ada yang tidak mempesona di pulau Bali ini bagi Pelangi. Banyak tempat yang indah-indah yang ia datangi. Membuat matanya berbinar antusias. Pikirannya juga terasa fress dan ringan. Sinar matahari di pantai-pantai yang ia datangi seakan menyapa kulit mulusnya dengan lembut, dan meninggalkan jejak kemerahana yang menggemaskan. Bahkan angin dingin di pegunungan dan lembah-lembah hijau sangat senang bermain-main diantara celah anak rambut Pelangi yang harum semerbak. Senyum sumringah tak pernah lepas dari wajah Pelangi. Memamerkan deretan gigi yang seputih mutiara.


"Mutiara?" tanya Pelangi pada Aby.


"Kakak punya duit?"


"Hahaha.....pasti dong...Kenapa? Takut aku bangkrut? Aku punya banyak."


"Kita borong mutiara, terus di jual lagi di Ibukota. Lumayankan bisa nutup biaya bulan madu.Apalagi sudah di buat jadi perhiasan. Berlipat keuntungan kita."


"Hmmm.....otak bisnismu jalan juga. Sebenarnya selama ini aku sudah ingin mmbuka usaha perhiasan. Tapi tidak punya orang kepercayaan dan yang berbakat mendisign perhiasan."


"Sedikit banyak aku bisa. Meskipun belum ahli tapi di kepalaku selalu penuh ide-ide bentuk perhiasan dari manik-manik."


"O..ook, aku akan lihat beberapa gambar model perhiasanmu. Kalau memang layak, kita bangun perusahaan perhiasan. Kau yang pegang."


"Tapi Kak..."


"Apa kali ini?"


"Aku yang tidak bisa menjalankan perusahaan. Masih awam...."

__ADS_1


"Gampang....nanti aku yang nangani. Setelah Pelangi bisa lancar....seluruhnya kuserahkan padamu. Ok?Deal?"


"Ya..."


"Jangan ragu-ragu...Tegas! Yakin!"


"Siap!" Pelangi mengambil sikap hormat dengan berdiri tegak. Hal itu malah membuat Abyseka gemas. Langsung di peluknya istri tercintanya dan di hujani dengan ciuman di seluruh wajahnya.


Di hujani dengan ke**pan yang membabi buta awalnya membuat Pelangi berusaha mengelak. Namun ketika ciuman itu sampai di bibirnya dan berhasil membangkitkan getaran dahsyat di hatinya\, membuat tubuh Pelangi kaku menikmati setiap ke**pan Abyseka. Menyadari Pelangi menikmatinya\, Abyseka semakin gencar meng****m bibir Pelangi. Yang awalnya hanya untuk menggoda\, semkin lama terasa semakin intens dan dalam menuntut. Tidak hanya saling berdekatan dan berpelukkan. Tangan nakal Abyseka mulai menjelajah setiap lekuk tubuh Pelangi. Dan Pelangi tak segan untuk mengeluarkan ******* nikmat yang menggoda pendengaran Abyseka.


Sampai sini dulu ya, SENSOR...


"Ini...yang namanya...tegas atau yakin?...Aaww...aaww...Kak..." kata Pelangi di sela-sela nafasnya yang terengah-engah.


"Ini keyakinan...Dan keenakan..."


Hampir dua minggu lamanya Pelangi dan Abyseka berada di Bali. Menikmati saat-saat berdua mereka. Seperti janji Abyseka, sebelum mereka menyelesaikan liburannya, ia akan memborong berbagai ukuran dan beberapa set perhiasan mutiara. Untuk oleh-oleh kedua mama mereka dan adik-adik mereka. Pelangi juga membawa beberapa perhiasan untuk sahabat- sahabatnya.


Sebenarnya Abydeka juga memaksa Pelangi untuk membeli beberapa set lagi untuk koleksi pribadinya. Namun Pelangi menolak, karena menurutnya itu hanya buang-buang uang saja.


Pada saaat berangkat, Pelangi dan Abyseka hanya membawa dua koper besar. Namun ketika kembali mereka membawa dua koper besar lagi berisi oleh-oleh. Total ada empat koper besar yang mereka bawa.


Sampai di bandara Saras menyambut mereka dengan senyum yang lebar.


"Gimana bulan madunya? Seru?" tanyanya.


"Seru..."jawab Pelangi.


"Seru gimana? Kalian kemana aja?"


"Makanya kawin, jadi tau kalo bulan madu itu kemana aja dan ngapain aja."


Saras memanyunkan bibirnya, "Besok deh....pas udah nyidam. Sekalian babymoon.."


"Are you nut's?"


Saras menjulurkan lidahnya dan berlalu dari hadapan Aby sambil menarik dua koper besar dengan kedua tangannya.

__ADS_1


__ADS_2