
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hallo apa kabar semuanya author rese kembali lagi nih, ada yang kangen kaga 🤣. langsung aja ya kita lanjutkan ceritanya.
Mendengar Mike kesel. teman temannya pun mengembalikan perkataan Mike. Mareka serentak menjawabnya dengan tertawa sambil mengatakan. Kan kami bercanda agar suasana nya tidak tegang. Mendengar kalimat nya di ulang oleh teman-temannya Mike pun langsung mengejar teman temannya itu. Safa yang melihatnya pun ikut tertawa bersama Asti , Fira , Moke , lani , Tika dan Tuzra.
Akhirnya mareka pun masuk keruangan untuk memulai jalannya acara. Sifat julid mareka emang tidak ada akhirnya penuh dengan suka duka persahabatan yang sejati mareka sajikan.
"Tes , tes satu dua." bunyi suara mc yang siap untuk memulai acaranya. wajah tegang dan gembira pun terlihat dari Aceng dan Asti perlahan-lahan mareka mulai mendekati meja bundar eh salah itumah pahlawan, Meja akad maksudnya. Aceng pun mulai duduk dan penghulu mulai memegang tangannya Aceng , dengan gemetaran Aceng berusaha untuk mengikuti acara dan perkataan penghulu. Melihat tangan Aceng gemetaran penghulu pun hanya bisa tertawa sambil menenangkan nya.
Temen - temennya yang asik pun ikut tertawa bersama suasana begitu ceria, namun yang Asti hanya tersenyum melihat mareka sambil duduk ditempatnya. Dalam hatinya dia mengatakan Walaupun itu menjadi kejadian terakhir yang dialaminya di dunia. Itu merupakan hal terindah dan kenangan manis sebelum dirinya pergi dan menangis bahagia. setelah sekian lama Aceng pun akhirnya mulai tenang dan memulai acaranya.
Acara akhirnya kembali dilanjutkan dan berjalan lancar Aceng dan Asti pun resmi menikah dan meminta restu kepada kedua orangtuanya. Suasana suka dan duka pun terjadi.
Canda tawa dan senyuman indah terlihat jelas dari wajah keduanya dan juga para hadirin. Mareka sangat menyadari banyak yang terjadi dari peristiwa yang unik , asik serta sulit mulai dipahami oleh mereka. Dan The King pun belum berhasil ditangani oleh mareka namun untuk sejenak mareka melupakan sosok The King tersebut. Acaranya berjalan dengan baik dan lancar. mareka pun bernyanyi bareng. Aceng dan Asti pun mengejek teman temannya kapan menyusul mareka.
Di saat suasana rame Mike pun mengeluarkan candaannya. Dan menarik tangannya Safa.
"Nikah yuk." ujar Mike.
"Siapin modal dulu." ujar Safa.
"Udah ada, kurang apa?" ujar Mike.
"Kurang ilmu." ujar Safa.
"Maksudnya?" tanya Mike.
"kita kuliah dulu." ujar Safa.
"Oh oke ya sudah ayok." ujar Mike.
"Ayok mau kuliah dimana?" tanya Safa.
"Di panggung." ujar Mike.
"Ko dipanggung?" tanya Safa dengan nada bingung.
"Orang ayok nyanyi bukan kuliah." ujar Mike sambil tertawa.
Mendengar hal itu Safa pun langsung menjewer telinga nya Mike.
"Kalo aku lagi serius kamu jangan bercanda, uhhhhh males." ujar Safa dengan kesal.
Mike pun membujuk nya sambil bernyanyi dan suasananya pun menjadi makin seru karena ulah mareka berdua. Mareka pun tertawa bahagia sambil menyanyikan lagu badai pasti berlalu.
Awan hitam di hati yang gelisah
Awan hitam di hati yang sedang gelisah
Daun-daun berguguran
Daun daun berguguran
__ADS_1
Satu per satu jatuh ke pelukannya
Satu satu jatuh kepangkuan
Aku tenggelam dalam pelukan
Kutenggelam sudah ke dalam dekapan
Semusim yang lalu sebelum Anda mencapai
Semusim yang lalu sebelum kau mencapai
Langkahku jauh
Langkahku yang jauh
Sekarang semuanya bukan milikku
Kini semua bukan milikku
Musim itu telah berlalu
Musim itu telah berlalu
Matahari segera berubah
Matahari segera berganti
Gelisah kumenanti tetes embun pagi
Aku tidak bisa melihatmu di bawah sinar matahari
Tak kuasa ku memandang dikau matahari
Sekarang semuanya bukan milikku
Kini semua bukan milikku
Musim itu telah berlalu
Musim itu telah berlalu
Matahari segera berubah
Matahari segera berganti
Badai pasti berlalu
Badai pasti berlalu
Badai pasti berlalu
__ADS_1
Badai pasti berlalu
Badai pasti berlalu
Badai pasti berlalu
Badai pasti berlalu
Badai pasti berlalu
Lagu yang dinyanyikan oleh Mike dan Safa membuat suasana semakin menarik dan asik teman temannya pun bersukacita. Namun secara mengejutkan tiba tiba Asti terjatuh dan pingsan dari bangkunya, melihat kekasihmu pingsan Aceng pun langsung mengangkatnya dengan sangat terkejut. Mareka harus menghentikan acaranya dan mengantarkan Asti kembali ke rumah sakit.
Brem...
Suara mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju kerumah sakit lekas sembuh dalam perjalanan mareka terus berdoa untuk keselamatan dan kesembuhan.
Diperjalanan lampu merah terasa begitu lama dan perasaan mareka semakin khawatir akan keselamatan Asti. Lampu hijau pun menyala mareka pun melaju dengan kecepatan tinggi sehingga hampir saja terjadi kecelakaan yang mungkin saja menyebabkan mareka terluka.
ngikk... setelah menempuh perjalanan yang lama akhirnya mareka pun tiba dirumah sakit. langsung mengantarkan Asti kembali untuk mendapatkan perawatan medis. Dokter pun langsung memeriksa Asti dan secara mengejutkan kesadaran Asti menurun drastis tidak seperti ketika dia diizinkan pulang.
"Kami tidak tau bisa atau tidak, kalian banyak berdoa saja semoga dia bisa sembuh. Kita hanya bisa mencoba dan berusaha namun Tuhan lah yang menentukan takdirnya." ujar dokter.
Mendengar perkataan dokter mareka pun berasa sangat terpukul dan berusaha untuk tetap tegar dan tawakal memasrahkan diri kepada Tuhan. Mareka saling mendukung dan menggenggam tangan masing-masing. Mike sebagai pemimpin dari mareka pun menasihati kawan-kawannya.
......"Kita bisa bermimpi, kita bisa berusaha. Namun Tuhanlah yang menentukan takdirnya, apa pun yang terjadi nantinya itu sudah kehendak nya dan kita harus ikhlas menerimanya." ......
......FR......
Mendengar kalimat dari Mike mareka pun langsung menetes air matanya secara serentak , bergandengan tangan saling menguatkan tekad serta diri mareka. Tidak lama kemudian dokter pun keluar memanggil Aceng untuk masuk kedalam berbicara dengan nya.
"Melihat dari kondisinya , sangat tidak memungkinkan dia dapat sadar kembali. hmmmmmmm ikhlas kan ya , yang sabar saran saya sekarang kamu tuntun dia dan bantu dia pada saat terakhirnya." Ujar dokter dengan pasrah.
"Hmmmmmmm. baik dok terimakasih." ujar Aceng sambil meneteskan air mata.
Aceng pun langsung lari bersama Fira keruangan Asti untuk membimbing nya. Mareka pun masuk kedalam ruangan Asti , dengan nada sesak Asti pun berbicara kepada Fira dan Aceng.
"Fira aku titip Aceng ya." ujar Asti sambil tersenyum.
"Iya tenang aja dia udah jinak kok." ujar Fira dengan nada bercanda.
Aceng pun langsung membimbing kekasih nya itu dan membantunya pada saat terakhirnya. lama kelamaan kondisi Asti pun kembali lemas dan pingsan dokter pun memeriksa nya. Dokter pun langsung lemas ketika memeriksa diapun langsung menepuk pundak nya Aceng.
"Yang sabar ya. ikhlaskan kepergian nya , dia sudah tidak ada." ujar dokter dengan sedih.
Aceng dan Fira pun sangat terkejut dan lemas akan kepergian Asti. mareka pun langsung keluar dari ruangan dengan nada lesu dan tubuh yang sangat lemas. Melihat keduanya keluar dengan keadaan lemas, mareka pun langsung berusaha menenangkan sahabatnya itu. suasana pun berubah yang tadi tawa bahagia menjadi sedih dan perih terasa. mareka pun langsung menuju kerumah nya Asti. untuk menyiapkan kedatangan jasadnya.
......" Kita tidak tau kapan kematian itu tiba. Maka persiapkanlah dan memohon ampunan nya semoga kita berakhir dalam senyuman bahagia."......
......FR......
Bagaimana kelanjutannya, ikutin terus ceritanya hanya disini thanks for reading good luck and good bye see you next time.
__ADS_1
don't forget voted like and komen ditunggu yah ☺️