Sebuah Misteri

Sebuah Misteri
Dia lagi


__ADS_3

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hallo semuanya selamat datang kembali di cerita saya. Apa kabar semuanya semoga sehat selalu dan bermanfaat bagi yang membacanya.


Masalah demi masalah seakan tidak ada habisnya menghampiri juga menghantuinya, Baik Mike , Aceng ataupun teman temannya juga terus menerus mendapatkan masalah.


Masalah terus menghampiri secara bergantian mulai dari The King, kehilangan , persahabatan bahkan masalah asmara mereka yang terus menerus menjadi masalah yang di hadapi oleh mereka.


Waktu pun mulai mendekati sore hari. mareka menunggu di bandara, Mike yang mengetahui kabar dari Miz diapun langsung menuju ke Bandara dia juga memberitahukan kepada Aceng yang sedang kasmaran bersama Hayyuna.


Aceng dan Hayyuna pun langsung menuju ke bandara bersama dengan Putri diapun janjian dengan Mike untuk bertemu di jalan karena Mike juga menjemput Safa dulu.


Keadaan di bandara


Putri pun langsung menginjak kakinya Hayyuna dan Mike terlihat malu malu dan terdiam karena ulah teman temannya itu,Ayahnya Miz pun menanyakan Safa siapa nya Mike.


Miz yang mendengarnya hanya bisa tertawa sambil berusaha untuk menjelaskan kalo Mike adalah kekasih dari Safa, Orang tuanya Miz juga terkejut mendengarnya dan ayahnya Miz menjelaskan kalo dia hanya bercanda lagi juga dia yakin kalo Safa ga bakal mau Safa anak nya.


"Oh gitu, hehehehhe maaf ya Mike saya hanya bercanda lagi juga saya yakin Safa ga bakal mau sama Miz." Ujar ayahnya Miz.


"Lah, bisa gitu pak." ujar Mike yang terkejut dengan perkataan orang tuanya Miz.


"Bisa lah lihat aja wajah anak saya." ujar ayahnya Miz.


"Lah kenapa dengan wajah ku?" tanya Miz


"Gpp wajah kamu ganteng kok kaya karya seni." ujar ayahnya Miz.


"Wah karya seni apa tuh?" tanya Miz.


"Lukisan." ujar ayahnya Miz.


"Wah indah dong lukisan apa?" tanya Miz.

__ADS_1


"Iya Miz mirip banget kaya karya seni, lukisan abstrak ya ga." ujar Aceng.


"Masa parah lu si Aceng, masa di Kata abstrak, padahal bukan." ujar Mai.


"Nah nih baru temen, Emang kaya apa Mai?" tanya Miz dengan nada Seneng.


"Kubisme." ujar Mai dengan santai.


"Hahahaha, kotak-kotak sekalian aja kaya kubus." ujar Mike sambil tertawa.


Miz pun terlihat kesal namun dia tertawa karena melihat kegembiraan dari teman temannya juga kedatangan kedua orangtuanya suasana pun begitu gembira.


Di tempat yang sama The king pun datang bersama Manaf Lopez mereka yang sudah selesai melakukan transaksi dengan rekan bisnisnya pun melihat keluarga Miz dan kawan-kawan nya yang keluar dari pintu bandara dan menuju ke parkiran bandara.


Dengan cepat dan sigap The king mengeluarkan pisau dari sela bajunya dia pun langsung melemparkan pisau, pisau tersebut diarahkan kepada Mike dan kawan-kawan dan mengarah jelas ke ayahnya Miz.


Pisau itu bergerak dengan sangat cepat dan begitu tajam. Apakah Mike dan kawan-kawan nya berhasil menghindar?


Usaha dari Mai untuk menyelamatkan teman-temannya berjalan lancar dia berhasil menyelamatkan temen-temennya namun sayang pisau tersebut sempat meleset dan mengenai tubuhnya sehingga tubuhnya terluka.


Mai pun terdiam dan hampir terjatuh karena tubuhnya terluka disana juga ada kekasihnya yaitu Lisa yang berusaha untuk membantunya dan mengobatinya dan dia terus menghindar.


Lisa pun menanyakan kenapa Mai selalu menghindar, dan Mai menjawabnya dengan jawaban yang mengejutkan.


"Jika ku serius denganmu ku tidak hanya menjaga dunia mu melainkan juga akhiratmu, maaf bukan ku jijik menyentuhmu namun kau belum halal menjadi makmum ku." Ujar Mai.


"Iya aku tau kalo kita belum menikah, tetapi tubuh kamu terluka biar aku obatin." ujar Lisa yang mencemaskan keadaan kekasihnya itu.


"Kamu wanita baik, tapi maaf aku sayang sama kamu dan aku tak ingin kau kehilangan pahalamu karena membantu ku." ujar Mai.


Lisa sangat terkejut dan dia akhirnya hanya bisa terdiam dan menangis melihat kondisi kekasih nya yang terluka karena terkena pisau.

__ADS_1


Pisau yang sangat tajam terkena olehnya yang membuat nya terluka dan membutuhkan pengobatan segera, Mike dan Mok langsung segera mencoba membantunya mereka berdua segera membawa Mai kerumah sakit terdekat bersama dengan kedua orang tuanya Miz juga dengan Safa dan Tuzra.


Brem... suara mobil mereka dengan cepat mereka mulai berjalan dan meninggalkan tempat tersebut.


Melihat ada kejadian yang menimbulkan korban security pun langsung bergerak mencari pelakunya, tim staf bandara pun pergi ke arah ruangan cctv untuk melihat dan mencari tau siapa pelaku.


Semua sisi mereka periksa akhirnya mereka pun menemukan ada yang melempar pisau di suatu posisi di bandara tersebut, mereka pun menuliskan ciri ciri dari penjahat tersebut.


Begitu melihatnya dan mendengarkan kesaksian dari saksi mata disekitar situ Aceng terkejut dan mulai rada heran karena pelakunya tetap sama orangnya baik gayanya maupun fisiknya Aceng mengenal nya dengan jelas.


Dia bingung dan kaget karena pelakunya ialah orang yang sama yang telah membunuh istrinya yaitu The King, perasaan kesal Aceng dan kekecewaan nya belum hilang sepenuhnya dia melihat jelas bagaimana kekasih nya merenggang nyawa di hadapan nya.


Perulu yang di tembakan The King waktu itu mengenai paru dari Asti yang membuatnya menjadi lemas dan terluka parah, dia paham kalo setiap orang memiliki batas hidupnya namun perasaan tetap saja tidak mudah menerimanya atas pembunuhan terhadap istrinya.


Rasa kesal dan dendam pribadi yang dimilikinya membuat nya langsung menuju ketempat nya The King, di luar masih ada Hayyuna dan Putri yang sedang menunggu.


Aceng keluar dari tempat tersebut dengan wajah yang terlihat sangat marah, Hayyuna dan Putri pun menjadi bertanya tanya dalam hatinya ada apa dengan Aceng.


Aceng hanya tersenyum melihat Hayyuna dan langsung berlari dari tempat tersebut menuju ke titik keberadaan The King , Hayyuna yang melihatnya langsung mengejarnya bersama keamanan yang bertugas untuk mengamankan kejadian di bandara internasional tersebut.


Putri yang melihatnya langsung menghubungi Mike, namun karena Mike sedang bersama Safa Mike pun tidak berani mengangkat nya.


Karena terus menerus tidak diangkat oleh Mike Putri pun mencoba menghubungi Tuzra.


Kering... kering... kering telepon Safa pun berbunyi dan mereka pun mengobrol Putri memberitahukan kalau...


Kalau apa hayoo??


Lalu bagaimana kelanjutannya jangan kemana mana ikutin terus ceritanya hanya disini.


Terimakasih atas dukungannya jangan lupa untuk voted like and komen.

__ADS_1


Jika kalian suka dengan cerita ini boleh ditambahkan ke favorit biar ga ketinggalan atau punya saran untuk ceritanya ini silakan komen di kolom komentar ya.


__ADS_2