
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hallo semuanya selamat datang kembali di cerita saya. Apa kabar semuanya semoga sehat selalu dan bermanfaat bagi yang membacanya. masalah demi masalah seakan tidak ada habisnya menghampiri juga menghantuinya.
Perjalanan karir serta kisah cinta antara Mareka sering terjadi di dalam cerita. Kisah asmara antara Mike dan Safa menjadi kisah asmara yang populer di cerita sebelumnya. Safa yang baik juga anggun di satukan dengan Mike sosok iseng yang juga seorang puitis. Ada banyak kata kata indah dari Mareka berdua.
Kisah-kisah asmara antara Mike dan Safa memang terlihat menyenangkan seperti tidak ada masalah namun kenyataannya tidak. Karena Mike merupakan salah satu Intel yang membantu sahabat nya Mok untuk menangkap pasukan The King tentu nyawanya juga ikut terancam. Tetapi baik Mike ataupun Safa sama-sama tidak memperdulikan hal itu mareka tetap serentak untuk menjalankan tanggung jawabnya dan membantu sahabat nya itu.
Kisah asmara antara Mike dan Safa memang seakan tidak ada habisnya , Kisah asmara keduanya selalu membuat kita baper bahkan kesel karena ulah mareka berdua. Kisah asmara yang selalu diliputi dengan masalah demi masalah terus menghampiri mereka.
Mike pun langsung berdiri dan mengelus kepalanya Safa. Dan mengatakan kalo dia serius. Safa pun kembali bertanya Mike beneran atau bercanda diapun merasa bingung dibuatnya. Melihat Safa yang pusing temen temennya pun hanya tertawa.
Mike pun kembali mengatakan kalo dia serius. Sama pun kembali bertanya tanya karena bingung. Mike pun langsung mencubit hidungnya Safa. Safa pun terkejut dan kaget.
"Ngapain kamu narik hidung aku?" tanya Safa yang terkejut.
"Supaya kamu sadar kalo aku serius. Dan biar kamu kaga nanya lagi mimpi atau kaga " ujar Mike.
"Oh, gitu aku masih belum mudeng." ujar Safa.
"Terus gimana?" tanya Mike.
"Hmmmmmmm gimana ya." ujar Safa.
"Make bergaya sok mikir lagi lu. Tinggal bilang iya" ujar Tuzra.
Aduh parah emang Tuzra.
"Ihhhh, make wibawa dong dikit iya gak" ujar safa sambil tertawa." ujar Safa.
Mike pun kembali mencubit hidung nya Safa.
"Uhhhhh dasar mau kaga?" tanya Mike.
__ADS_1
"Hmmmmmmm gimana ya." ujar Safa dengan tertawa.
"Bercanda mulu, ayok kasih waktu sampai jam 16.00." ujar Mike.
Pada saat itu waktu berada pada pukul 15.57.
"Parah lu anak orang , cuman dikasih waktu 3 menit untuk mikir." ujar Aceng.
"Gpp, kalo salah tinggal remedial." ujar Mike.
Mendengar ucapan Mike teman-temannya pun langsung pada tertawa melihatnya. Kisah asmara keduanya memang menjadi teka teki yang penuh dengan candaan.
Safa pun bingung harus bagaimana, disisi lain dia pengen kuliah dulu untuk menambah ilmu pengetahuan nya. Dan Mike pun belum pasti pekerjaan nya menjadi Intel atau detektif juga penuh dengan resikonya yang tinggi dan tidak mudah melewati itu semua.
Safa pun terlihat diam dan seperti memikirkan sesuatu. Melihat Safa yang seperti banyak pikiran Mike pun langsung menegurnya dan menanyakan ada apa.
"Kamu kenapa?" tanya Mike.
"Serius, jangan bohong." ujar Mike
"Iya aku serius." ujar Safa.
Namun gerak gerik Safa begitu mencurigakan Mike yang melihatnya pun juga makin curiga. Putri dan Tuzra yang melihatnya langsung menarik Safa dan meminta waktu kepada Mike.
Mike pun ditahan oleh Aceng dan di ajak bicara. Aceng juga menasehati Mike kalo dia tidak boleh memaksakan kehendaknya, karena menikah bukan hanya menyatukan dua jiwa melainkan tentang bagaimana kita siap menjadi imam serta pemimpin yang baik baginya serta menjadi pelindung dan menggantikan peran ayah kepada nya.
Mike juga memahaminya namun orang tua Safa juga menganjurkan untuk menyegerakan nya. Karena tidak baik jika berhubungan lama namun tidak diresmikan, niat baik Mike juga sudah disetujui kedua orangtuanya dan orang tua Safa juga udh setuju.
Disisi lain Safa bersama Putri dan Tuzra saling menasihati dan memberikan dukungan. Safa pun akhirnya bercerita kenapa dia seolah berasa berat, Tuzra dan Putri mendengarkan apa yang Safa katakan.
Safa menjelaskan kalo dia memang menginginkan hal itu tetapi dia juga ingin berkuliah dulu dan menambah ilmu pengetahuan. Layaknya Putri yang sudah berkuliah diluar negeri dan mendapatkan gelar sarjana akuntansi di Arab Saudi.
__ADS_1
Putri memang belajar di Arab Saudi dia tidak hanya belajar ilmu pengetahuan dia juga mempelajari bahasa Arab serta ilmu agama.
Para sahabatnya pun menasihati keduanya dan akhirnya mareka kembali berbicara dan Safa pun menanyakan bagaimana dengan kuliahnya.
Mike pun akhirnya mempersilahkan dan keputusan ada di tangan Safa, dia akan menerimanya dengan ikhlas apapun yang menjadi keputusan nya. Safa pun masih bimbang harus mengambil keputusan apa, Mike juga bercerita kalo dia Ingin berkuliah setelah menikah.
Mike ingin memperdalam ilmu pengetahuan serta ilmu agamanya di Mesir atau di Turki dua negara tersebut menjadi tempat yang sangat ingin dikunjungi oleh nya. Safa yang mendengar perkataan Mike tersebut diapun akhirnya mulai terpikirkan untuk menerimanya.
Perasaan Safa begitu labil dan penuh pertanyaan, begitu banyak hal yang dipikirkan nya. Dia mungkin akan menerima dan bersedia kuliah bersama setelah menikah, namun melihat keakraban Mike dengan Putri diapun kembali ragu Mike sebenernya sudah benar benar move on atau masih mengharapkan putri menjadi kekasihnya.
Perasaannya bikin kita penasaran
Kepastian perasaannya seperti digantungkan mengambil keputusan pun penuh dengan pertanyaan serta keraguan. Safa bingung mau menerimanya atau menolak nya, jika dia menolaknya bukan tidak mungkin Mike akan kecewa dan meninggalkan nya apalagi sekarang Putri sudah kembali dan ada bersama mareka.
Baik Tuzra, Hayyuna dan Putri dibuat bingung dengan perasaannya Safa. Mareka pun terus-menerus menunggu keputusan Safa yang saat ini sedang berdiam diri termenung memikirkan hal yang sebenarnya bisa saja dia selesaikan namun egonya menyelimuti akal dan pikirannya.
Waktu pun tiba pukul 17.58 namun Safa masih belum mengatakan dia menerima atau menolak nya. Temen temennya pun hanya bisa menunggu keputusan Safa apa, kini Mike pun berasa seperti di gantungkan karena Safa tidak menjawabnya dan mengambil keputusan.
Setelah sekian lama Safa pun akhirnya berbicara dan memegang tangannya Mike. Sambil mengatakan kata - kata indahnya.
Aduh gini dah kalo deket Ama sama puitis.
"Seperti awan yang indah dan rupawan, kau adalah seseorang yang kuharap kan. Namun ku bingung dan bimbang untuk mengambil keputusan bolehkah ku meminta waktu untuk memikirkan?" tanya Safa.
"Baiklah seandainya memang kamu belum siap aku tidak akan memaksakan, jawaban mu akan ku nantikan walaupun aku harus menunggu waktu yang tidak kupikirkan." jawab Mike.
Uwahhh romantis jadi penasaran
Kira- kira Safa bakal nerima atau tidak ya? Lalu bagaimana kelanjutannya jangan kemana mana ikutin terus ceritanya hanya disini.
Terimakasih atas dukungannya jangan lupa untuk voted like and komen. Jika kalian suka dengan cerita ini boleh ditambahkan ke favorit biar ga ketinggalan atau punya saran untuk ceritanya ini silakan komen di kolom komentar ya.
__ADS_1