Sebuah Misteri

Sebuah Misteri
baikan


__ADS_3

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hallo semuanya selamat datang kembali di cerita saya. Apa kabar semuanya semoga sehat selalu dan bermanfaat bagi yang membacanya.


Masalah demi masalah seakan tidak ada habisnya menghampiri juga menghantuinya, Baik Mike , Aceng ataupun teman temannya juga terus menerus mendapatkan masalah.


Seakan-akan tidak ada habisnya


Masalah terus menghampiri secara bergantian mulai dari The King, kehilangan , persahabatan bahkan masalah asmara mereka yang terus menerus menjadi masalah yang di hadapi oleh mereka.


Melihat Lisa yang terus menerus menangis Mai pun menjadi tidak tega dan akhirnya luluh hatinya Mai tersenyum menatap Lisa dan menghiburnya.


"Hai jelek jangan nangis mulu nanti bedaknya luntur loh." ujar Mai sambil tertawa.


"Dih Emang aku jelek." ujar Lisa dengan kesel.


"Jangan marah nanti mukanya berubah loh jadi lucu." ujar Mai.


"Terus aku harus apa?" tanya Lisa dengan nada bercanda.


"Harus senyum dong, biar manisnya awet." ujar Mai.


"gombal, terus kalo aku cemberut gimana?" tanya Lisa yang mulai tersenyum.


"Tetep manis sih cuman beda nya kalo tadi nyenengin kalo ini nyakitin, nanti manis nya ga alami kaya gula biang." ujar Mai sambil tertawa.


Mendengar Mai mulai romantis ayahnya Miz pun mulai muncul isengnya dan Kembali membuat orang yang berada di mobilnya tertawa.


Di mobilnya Miz juga tidak ada Tuzra Karena Tuzra takut dengan darah makanya dia ikut di mobilnya Mike bersama dengan Safa dan menikmati romantisme mereka.


Lumayan serasa nonton bioskop


Brem... brem.... Mike dan kawan-kawan nya pun tiba dirumah sakit mereka langsung memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Mai.


Suster pun langsung membawa nya masuk untuk diperiksa oleh dokter, Mike dan Mok pun masuk sebagai perwakilan dan ayahnya Miz mengurus biaya administrasi.


disaat yang lain sibuk Lisa dan Mok juga lani hanya bisa menunggu kabar dari dokter tentang kesehatan Mai, Lisa terkejut ketika melihat Moke seperti menahan kesedihannya.


Lisa pun menanyakan apakah Moke kasihan melihat Mai atau dirinya sudah mulai memiliki perasaan kepada Mai, Moke yang ditanya oleh Lisa hanya bisa terdiam dan lama kelamaan dia pun menjawabnya.

__ADS_1


Dengan nada pasrah Moke menjawab kalo dia mengkhawatirkan keadaan Mai karena dia mulai memiliki perasaan kepada Mai.


Lisa yang mendengarnya pun terlihat terkejut dan rada kesal akan jawaban Moke lani yang mendengarnya juga terkejut kalo Moke menyukai Mai sedangkan setau dia Moke sangat mencintai Mike saat itu namun Mike tidak menyukai nya dan lebih memilih Safa menjadi kekasihnya hingga melangsungkan lamaran kemaren.


Secara tiba tiba Moke mengatakan kalo dia memiliki perasaan kepada Mai, dahulu Mai memang menyukai nya dan menginginkan dirinya namun kala itu Moke justru menolak nya bahkan tidak memberikan kepastian kepada Mai dan Mai memilih pergi untuk menenangkan dirinya.


Mai yang kala itu sedang depresi dan bingung serta putus harapan dan patah semangat bertemu dengan Lisa dan mereka mulai saling mengenal bahkan Mai menyatakan perasaannya dan menjadikan Lisa sebagai kekasihnya.


Perkataan Mai membuat Lisa sangat terkejut apalagi Lisa tau kalo dulunya Mai sangat menyukai Moke, diapun terus menerus berfikir negatif kepada Mai dan mengaitkannya dengan Mai yang tidak ingin melamarnya.


Karena ucapan itu kondisi pun menjadi semakin tegang bersamaan dengan kemarahan Lisa kepada Mai. Lisa hampir saja memarahi dan melukai Moke namun lani selalu menahannya juga menenangkan nya.


Safa dan Tuzra pun langsung mendekat berusaha untuk memperbaiki keadaan dan menenangkan keduanya. Safa yang seorang puitis sama seperti Mike menghibur keduanya dan menasehatinya.


Sambil menggenggam kedua tangan sahabatnya itu Safa mengeluarkan kata-kata mutiara nya.


"Hai sudahlah jangan bertengkar yang lalu biarlah menjadi kenangan masa lalu dan saat ini Mai sudah bersama Lisa jadi Moke bisa menghargai nya , dan sebaliknya Lisa kamu tidak perlu lagi takut aku tau Mai duatuh teguh dengan pendirian nya saat ini kami yang di hatinya tentu dia akan menjaganya." ujar Safa.


"Bener tuh kata cewek gua , walaupun dia ga jelas tetapi dia itu pandai dalam menjaga hati." ujar Mike.


Perkataan dari Mike dan Safa membuat suasana menjadi lebih tenang dan keduanya mulai saling memahami keadaan saat ini.


"Iya Lisa sama sama." ujar Safa.


"Lisa aku juga minta maaf ya, seharusnya aku ga bicara seperti itu dan harusnya aku juga mampu mengendalikan perasaan ku." ujar Moke.


"Nah gitu dong kan jadi indah dilihatnya." ujar Mike.


Mok yang iseng pun memancing sahabat nya itu dan Mike pun terjebak akan bercandaan Mok apalagi dia latah.


"Siapa Mike yang indah." tanya Mok dengan nada bercanda.


"Putri." ujar Mike dengan nada polos nya


"Siapa?!" ujar Safa dengan nada marah


"Putri." ujar Mike yang ga sadar kalo disebelahnya ada Safa.

__ADS_1


Setelah berbicara Mike pun menyadari nya dan melihat wajah Safa yang kesal diapun mencoba untuk merayu nya.


"Hai senyummu bagaikan gula yang manis dan indah , tersenyumlah." ujar Mike yang mencoba untuk merayu kekasihnya.


"Hayuluh Mike gua ga ikut ikut." ujar Mok.


"Itukan ulah kamu, tanggung jawab." ujar Lani.


"Hehehehe biarin aja lagi seru, diemin aja biar ceritanya panjang." ujar Mok sambil tertawa.


"Makin panjang semakin pusing kasihan si author." ujar Lani dengan tertawa.


"Kok kamu belain dia?" tanya Mok dengan bercanda.


Ketika keduanya sedang berdebat gara gara author Mike pun memotong percakapan keduanya.


"Eh disini yang lagi berantem gua, kenapa lu pada ikutan." ujar Mike dengan kesal.


"Biar seru." ujar Mok sambil tertawa.


"Adeh." ujar Mike dengan pasrah.


Sementara itu Safa masih kesal dan bete kepada Mike karena dia menyebutkan nama Putri bahkan bilang kalo Putri itu indah.


Perkataan Mike tersebut tentu saja membuat Safa marah apalagi Safa tau kalo putri itu mantan kekasihnya Mike yang pernah di cintai nya.


Dengan wajah cemberut Safa terus menerus mencoba menahan air matanya Mike yang melihatnya terus menerus mencoba merayu nya dan membuatnya tertawa Kembali.


Namun Mike yang terus berusaha seperti diabaikan oleh Safa, Mike pun mencoba menggenggam tangannya dan merangkul nya, namun Putri yang mengetahui niat Mike diapun menjaili nya.


Ketika Mike mencoba untuk merangkul nya diapun menghindar lalu menginjak kakinya , Tuzra yang saat itu memegang bungkus permen diapun memasukkan nya ke mulut Mike Safa dan Tuzra pun meledak nya secara bersamaan.


Kira kira Mike bakal dimaafin kaga nih? komen di kolom komentar ya


Lalu bagaimana kelanjutannya jangan kemana mana ikutin terus ceritanya hanya disini.


Terimakasih atas dukungannya jangan lupa untuk voted like and komen.

__ADS_1


Jika kalian suka dengan cerita ini boleh ditambahkan ke favorit biar ga ketinggalan atau punya saran untuk ceritanya ini silakan komen di kolom komentar ya.


__ADS_2