
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hallo semuanya selamat datang kembali di cerita saya. Apa kabar semuanya semoga sehat selalu dan bermanfaat bagi yang membacanya. masalah demi masalah seakan tidak ada habisnya menghampiri juga menghantuinya.
Perjalanan karir serta kisah cinta antara Mareka sering terjadi di dalam cerita. Kisah asmara antara Mike dan Safa menjadi kisah asmara yang populer di cerita sebelumnya. Safa yang baik juga anggun di satukan dengan Mike sosok iseng yang juga seorang puitis. Ada banyak kata kata indah dari Mareka berdua.
Kisah-kisah asmara antara Mike dan Safa memang terlihat menyenangkan seperti tidak ada masalah namun kenyataannya tidak. Karena Mike merupakan salah satu Intel yang membantu sahabat nya Mok untuk menangkap pasukan The King tentu nyawanya juga ikut terancam. Tetapi baik Mike ataupun Safa sama-sama tidak memperdulikan hal itu mareka tetap serentak untuk menjalankan tanggung jawabnya dan membantu sahabat nya itu.
Selain Mike dan Safa , Miz dan Tuzra juga ikut berperan aktif apalagi disana ada Manaf yang merupakan mantannya Tuzra dan pernah melakukan teror kepada dirinya. Sebagai Intel sesungguhnya Mok dan Lani terus melewati banyak rintangan untuk menyelesaikan permasalahannya dan juga tugasnya. Dengan membantu pihak berwajib mareka bersama merasa senang karena negerinya aman dan damai.
brem... suara mobil berhenti di depan rumah.
Aceng pun tiba dirumahnya Putri dan Hayyuna bersama dengan Fira. kedua orang tuanya Hayyuna pun mempersilahkan Aceng untuk masuk dan mengobrol bersama mareka.
Aceng pun dengan sopan menerima tawaran tersebut. Aceng dan Fira pun langsung masuk kedalam rumahnya Hayyuna dan dipersilahkan untuk menyicipi kue-kue yang dibuat oleh Hayyuna. Hayyuna pun dengan candaan nya terus menerus mencoba menghibur Aceng. Namun Aceng masih hanya sekedar tersenyum dan canda tawa serta sifat iseng nya tidak terlihat lagi.
Hayyuna yang melihat itu merasa empati dan merasa kasihan ama Aceng. Fira pun juga membantu Hayyuna untuk menghidupkan suasana.
Di tempat lain... Mike pun tiba dirumahnya Safa. Mike pun menghantarkan Safa dan tentu saja menemui kedua orangtuanya Safa. Ayah Safa yang melihatnya langsung menghampiri Mike sambil bercanda. Ketika Safa masuk untuk bersih-bersih orang tua Safa pun mengajak ngobrol membicarakan hal serius.
Ayahnya Safa mengajak Mike berbicara serius tentang hubungannya dengan anaknya. Mike pun langsung diem dan mencoba mendengarkan terlebih dahulu pembicaraan orang tuanya Safa. Dengan gugup Mike duduk didepan orang tuanya Safa perlahan-lahan Mike pun mulai memahami maksud dari orang tuanya Safa.
"Mike kamu serius kan sama anak saya?" ujar ayahnya Safa.
"Iya pak saya serius." jawab Mike dengan gugup.
"Tenang aja nak, ga usah gugup gitu." ujar ayahnya Safa.
__ADS_1
"Hehehehe, iya pak." ujar Mike.
"Sih bapak , wajar atuh kalo dia gugup. ya ga nak Mike?" ujar ibunya Safa sambil bercanda untuk mencairkan suasana.
"Iyah Bu." ujar Mike.
Melihat calon menantu yang gugup dan tegang orang tuanya Safa pun mengajak bercanda agar suasana menjadi lebih santai dan Mike tidak terlalu tegang. Ayahnya Safa pun menepuk pundaknya sambil berbicara.
"Nak, anakku ini cantik dia juga baik, saya tau hubungan kalian kan juga sudah cukup lama jadi tidak baik kalo terus ditunda. bukannya kalian udah punya rencana untuk foto prewedding. Mendingan kalian lamaran dulu saja." ujar ayahnya Safa.
"Hmmmmmmm gitu pak, saya sih enaknya aja kan lebih baik lebih cepat." ujar Mike.
"Lebih cepat lebih naik nak kebalik urutan katanya." ujar ibunya Safa.
"Santai aja atuh kamu gugup banget dari tadi. woles aja bro." ujar ayahnya Safa.
mendengar perkataan orang tuanya Safa Mike pun akhirnya menyetujui dan bersedia untuk melamar Safa. Namun Mike dan orang tuanya berkerjasama untuk mengatur kejutan ke Safa dan Safa tidak diberitahukan terlebih dahulu.
Disisi lain
Miz pun ketika tiba dirumah nya Tuzra dia pun mengalami hal yang sama seperti Mike. Miz ditanyakan oleh kedua orang tuanya bagaimana hubungan nya dengan Tuzra mau dilanjutkan atau tidak. Dengan tegas Miz mengatakan iya. orang tuanya pun kembali bertanya apakah Miz beneran serius dengan Tuzra, Miz kembali menjawab dengan tegas kalo dia serius. Melihat hal itu orang tuanya Tuzra pun langsung menantang Miz.
"Jika kamu beneran serius, dan kamu juga serius dengan jawaban yang tadi bapak tunggu kamu datang bersama orang tua kamu kesini." ujar ayahnya Tuzra.
Miz pun sangat terkejut dan bingung mau ngomong apa diapun langsung diam sesaat.
__ADS_1
Tekanan batin , langsung kena mental
Melihat Miz diam saja orang tuanya Tuzra pun langsung mengambil sikap tegas. Keputusan ada di tangan Miz jika Miz siap dan setuju maka hubungan mareka lanjut. Namun jika tidak maka sebaliknya hubungan Mareka kandas karena restunya orang tua sangatlah penting. Kondisi semakin menegangkan karena terlihat seperti kemarahan di wajah bapaknya Tuzra.
Karena merasa tertekan lama kelamaan Miz pun akhirnya berbicara.
"Hmmmmmmm gimana pak bukannya saya tidak tetapi orang tua saja berada di luar negeri mareka baru pulang akhir bulan ini. Apa boleh kalo awal bulan saja pak?" ujar Miz dengan pasrah.
Bapaknya Tuzra yang mendengar pun terdiam seperti berpikir bisa atau tidak. Akhirnya dia mempersilakan namun dengan catatan pasti bertemu, jika Miz tidak menempati janjinya maka hubungan mareka akan terancam. Di tempat lain Mok yang juga sudah mengenal lani cukup lama akhirnya memutuskan untuk memantapkan hatinya dan memilih lani sebagai ibu dari anak-anaknya nanti.
Dalam perjalanan
Mok yang sudah memantapkan hatinya dan mentalnya diapun membelokkan mobilnya ke mall Abar tempat pembelanjaan dekat markas mareka. Lani pun bertanya tanya kenapa Mok justru mampir ke mall apa yang mau dibeli olehnya. Secara mengejutkan Mok mengajak nya ke tempat perhiasan. Dan mareka pun masuk ketempat perhiasan Mok pun meminta lani memilih cincin yang pas. Lani pun langsung memilih milih cincin yang menurut nya bagus. Diapun memilih salah satu cincin ketika sudah secara mengejukan Mok memberikan cincin itu ke lani dan Mok menyuruh untuk menyimpan nya.
Dalam hati lani pun bertanya-tanya kenapa yang menyimpan cincin itu, dalam pikiran lani cincin itu untuk ibunya atau kado untuk orang lain. walaupun Mok adalah kekasihnya lani tidak mengetahui kalo seorang Mok yang terkenal tegas dan pemberani juga bisa romantis terhadap pasangannya. Lani pun bertanya kepada Mok.
Lani bertanya terus menerus kepada Mok namun Mok hanya diam sampai mobil. Dan Mok pun tetap tidak menjawab nya sampai mareka tiba dirumah nya Lani. Lani yang penasaran terus menerus bertanya hingga dia akhirnya kesal dan bete karena di abaikan oleh Mok. Ketika lani kesal dan masuk kerumahnya dan Lani pun kembali bertanya kepada Mok. Akhirnya Mok pun menjawab pertanyaan Lani dengan satu kalimat indah.
"Mau kah kamu menikah dengan ku dan menjadi ibu dari anak-anakku?" tanya Mok.
Pertanyaan Mok pun membuat Lani terkejut dan terdiam.
Kira- kira diterima ga ya. Menurut Kalian terima atau kaga nih?komen di kolom komentar ya.
Bagaimana kelanjutannya jangan kemana mana ikutin terus ceritanya hanya disini.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungannya jangan lupa untuk voted like and komen.