Sebuah Misteri

Sebuah Misteri
TIMBUL


__ADS_3

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hallo semuanya selamat datang kembali di cerita saya. Apa kabar semuanya semoga sehat selalu dan bermanfaat bagi yang membacanya.


Masalah demi masalah seakan tidak ada habisnya menghampiri juga menghantuinya, Baik Mike , Aceng ataupun teman temannya juga terus menerus mendapatkan masalah.


Masalah terus menghampiri secara bergantian mulai dari The King, kehilangan , persahabatan bahkan masalah asmara mereka yang terus menerus menjadi masalah yang di hadapi oleh mereka.


Waktu pun mulai mendekati sore hari. mareka menunggu di bandara, Mike yang mengetahui kabar dari Miz diapun langsung menuju ke Bandara dia juga memberitahukan kepada Aceng yang sedang kasmaran bersama Hayyuna.


Aceng dan Hayyuna pun langsung menuju ke bandara bersama dengan Putri diapun janjian dengan Mike untuk bertemu di jalan karena Mike juga menjemput Safa dulu.


Safa pun mengajak Tuzra namun Tuzra tidak tau kalo mareka akan menjemput calon mertuanya. Safa dan Tuzra pun bersiap-siap Tuzra yang rumahnya berdekatan dengan Safa pun menunggu dirumah nya Safa.


Brem... Mike pun tiba dirumah nya Safa mareka pun langsung menuju ke bandara dan menemui Aceng di jalan, ketika bertemu di restoran di area pombensin Tuzra pun pindah ke mobilnya Aceng karena disana juga ada Putri yang sendiri.


Melihat kehadiran Putri, Mike pun menjadi gugup dan deg degan ketika melihatnya namun dia juga sadar disampingnya ada calon istrinya yaitu Safa diapun mencoba mengontrol perasaan nya.


Safa dan Putri sama sama cantik juga tinggi dan manis dua duanya juga mempunyai good looking serta baik hati jadi wajar kalo Mike terpikat dengan senyuman mareka.


Sementara itu kabar kepulangan orang tuanya Miz terdengar oleh The King, diapun menyiapkan Rencana untuk kembali melakukan serangan. The king juga sedang berada di bandara menjalankan tugasnya sebagai bandar narkoba dia janjian dengan seseorang disana.


Waktu pun tiba pukul 17.50 mereka pun tiba di bandara.


Brem... bunyi suara mobil Mike dan Aceng, ketika tiba tuzra terkejut melihat disana ada Miz dengan dua orang yang terlihat asing baginya yaitu kedua orangtuanya Miz.


Orang tuanya Miz sangatlah sibuk mengurus bisnisnya jadi amat jarang mereka berada di Indonesia kecuali dalam keadaan darurat. Bukan hanya orang tuanya abangnya juga menginformasikan kalo dia sudah berada di bandara dan siap terbang menuju ke Jakarta.


Miz selama ini tinggal sendiri di Jakarta, tadinya dia bersama abangnya namun ketika dia lulus dari SMA abangnya pun pergi ke Sumatra Selatan tepatnya di Palembang untuk menjalankan bisnis orang tuanya.


Kedua orang tuanya Miz memanglah sebuah bos besar maka tidak heran kekayaan dan sikap yang santai karena apa yang dia mau tinggal minta.


Namun dia bukanlah orang yang manja Miz sendiri lebih memilih untuk berusaha sendiri dulu dan berkumpul dengan teman-teman nya baginya itu lebih menyenangkan dari pada mengurus sebuah perusahaan.


Padahal Miz sudah di sediakan untuk mengurus perusahaan orang tuanya yang berada di Makassar Sulawesi Selatan. Namun dia menolaknya karena dia masih ingin bersama teman temannya dan enggan sibuk dengan pekerjaan.

__ADS_1


Setelah mengetahui dan mengenal latar belakang keluarga Miz , Tuzra pun sangat terkejut dan terdiam karena Miz bukan hanya baik dan mengerti perasaan nya namun dari segi keluarga nya saja merupakan orang terpandang yang memiliki banyak perusahaan dan merupakan bisnisman ternama.


Tuzra pun langsung menghampiri dan Miz menariknya untuk diperkenalkan kepada orang tuanya. Orang tuanya Miz terlihat senang karena sifat Tuzra juga ramah dan dia juga berparas cantik dia juga memperkenalkan sahabat nya Tuzra yaitu Safa.


Melihat Safa yang begitu indah , orang tuanya Miz justru bercanda dan membuat Tuzra bete.


"Ini siapa Miz?" tanya orangnya Miz.


"Oh ini Safa sahabat nya Tuzra." jawab Miz.


"Cantikan ini Miz , kenapa ga sama yang ini aja." ujar ayahnya Miz.


Mike dan Tuzra yang mendengarnya pun terkejut juga rada kesel dengan ucapan ayahnya Miz.


Tuzra pun langsung terlihat cemberut miz dan Safa mencoba menenangkan juga mengembalikan kondisi agar menjadi gembira.


"bapak bisa saja, aku jadi malu" ujar Safa.


"Kenapa jadi malu nak, kan kamu memang cantik." ujar ayahnya Miz.


"Yehh Miz lu juga sama aja." ujar Mike yang cemburu.


"Eh Mike make cemburu, stok nya banyak juga." ujar Aceng dengan tertawa.


"Tau Mike ini masih ada sodari gua yang nganggur." ujar Hayyuna dengan tertawa.


Putri pun langsung menginjak kakinya Hayyuna dan Mike terlihat malu malu dan terdiam karena ulah teman temannya itu,Ayahnya Miz pun menanyakan Safa siapa nya Mike.


Miz yang mendengarnya hanya bisa tertawa sambil berusaha untuk menjelaskan kalo Mike adalah kekasih dari Safa, Orang tuanya Miz juga terkejut mendengarnya dan ayahnya Miz menjelaskan kalo dia hanya bercanda lagi juga dia yakin kalo Safa ga bakal mau Safa anak nya.


"Oh gitu, hehehehhe maaf ya Mike saya hanya bercanda lagi juga saya yakin Safa ga bakal mau sama Miz." Ujar ayahnya Miz.


"Lah, bisa gitu pak." ujar Mike yang terkejut dengan perkataan orang tuanya Miz.

__ADS_1


"Bisa lah lihat aja wajah anak saya." ujar ayahnya Miz.


"Lah kenapa dengan wajah ku?" tanya Miz


"Gpp wajah kamu ganteng kok kaya karya seni." ujar ayahnya Miz.


"Wah karya seni apa tuh?" tanya Miz.


"Lukisan." ujar ayahnya Miz.


"Wah indah dong lukisan apa?" tanya Miz.


"Iya Miz mirip banget kaya karya seni, lukisan abstrak ya ga." ujar Aceng.


"Masa parah lu si Aceng, masa di Kata abstrak, padahal bukan." ujar Mai.


"Nah nih baru temen, Emang kaya apa Mai?" tanya Miz dengan nada Seneng.


"Kubisme." ujar Mai dengan santai.


"Hahahaha, kotak-kotak sekalian aja kaya kubus." ujar Mike sambil tertawa.


Miz pun terlihat kesal namun dia tertawa karena melihat kegembiraan dari teman temannya juga kedatangan kedua orangtuanya suasana pun begitu gembira.


Di tempat yang sama The king pun datang bersama Manaf Lopez mereka yang sudah selesai melakukan transaksi dengan rekan bisnisnya pun melihat keluarga Miz dan kawan-kawan nya yang keluar dari pintu bandara dan menuju ke parkiran bandara.


Dengan cepat dan sigap The king mengeluarkan pisau dari sela bajunya dia pun langsung melemparkan pisau, pisau tersebut diarahkan kepada Mike dan kawan-kawan dan mengarah jelas ke ayahnya Miz.


Pisau itu bergerak dengan sangat cepat dan begitu tajam. Apakah Mike dan kawan-kawan nya berhasil menghindar?


Lalu bagaimana kelanjutannya jangan kemana mana ikutin terus ceritanya hanya disini.


Terimakasih atas dukungannya jangan lupa untuk voted like and komen.

__ADS_1


Jika kalian suka dengan cerita ini boleh ditambahkan ke favorit biar ga ketinggalan atau punya saran untuk ceritanya ini silakan komen di kolom komentar ya.


__ADS_2