
hello dedek ikma update loh. gak kelamaan kok. maaf ya, tugas kuliah ikma lagi banyak banget. jadi ngetik tertunda deh.
oke gak perlu baca curhatan di atas. langsung aja.
HAPPY READING!!!
🍁🍁🍁
Satu bulan kemudian...
Kini situasi telah kembali ke keadaan normal bagi orang-orang termasuk F4, kebanyakan telah melupakan kejadian itu , dan mulai beraktivitas kembali, Daniel telah pulih dari cederanya dan Ryan telah kembali ke dirinya biasanya keras kepala dan tak suka di atur,
Tak terasa waktu berlalu, satu bulan sungguh tak terasa bagi mereka, apalagi di habiskan dengan berpusing ria untuk belajar menghadapi ujian akhir semester.
Dan hari ini tepat satu minggu setelah ujian akhir semester di laksanakan, dan tentunya hari ini hari yang di tunggu-tunggu oleh sebagian besar penghuni semester 5,
karena hari ini mereka berangkat study tour sekaligus berlibur di vila keluarga Mahendra, dan kabar gembiranya seluruh akomodasi kegiatan ini di tanggung oleh keluarga Mahendra selaku donatur universitas.
Tepat saat ini pada jam tujuh tiga puluh menit semua mahasiswa semester lima telah berkumpul, dengan membawa bawaan Masing-masing, mereka berbincang-bincang satu sama lain sembari menunggu keberangkatan.
Disisi lain tempat F4 berkumpul, mereka bertiga Daniel, Arjun dan Natan minus Ryan dan Alda terlihat barang hidungnya..
"Hei sepupu, lo bener udah baikan? Yakin mau Ikut studytour ini, gue gak mau kalo nanti gue yang di salah in tante, kalo sampai lo kenapa-kenapa." Tanya Natan, sebenarnya dia masih menghawatirkan keadaan Daniel namun di pendam olehnya.
"Udah lo gak perlu khawatir in gue, gue udah sehat, sehat wal afiat, tenang aja sepupu tercinta.... muah " Balas Daniel dengan melakukannya ciuman terbang pada Natan.
Keduanya Mata Natan sukses melotot kelakuan Daniel yang di rasanya semakin absurd itu.
"Cuih.... Gue merasa setelah kejadian itu, otak lo semakin bergeser dari tempatnya, tau lah gue mau jalan jalan dulu." Natan beranjak pergi, tak ingin lagi menghiraukan Daniel.
Sedangkan Daniel, dia malah tertawa terbahak-bahak. "Pergi sana... Cari gebetan gih, suram amat hidup lo." Lanjut Daniel mengejek Natan yang belum berjalan terlalu jauh.
Sedang Arjun, dia hanya mengabaikan mereka, tetap fokus pada buku bacaan di tangannya dengan sesekali membenahi letak kacamatanya.
"Hoho ada apa ini? kenapa lagi sama lo?" Ucap Ryan yang baru saja tiba, di ikuti Alda yang membawakan tas ransel Ryan yang cukup besar.
"Biasalah.... Si Daniel berulah, cekcok antar sepupu." Sahut Arjun pada Ryan,
Lalu beralih menatap ke arah Alda yang terlihat kesusahan dengan barang bawaan Ryan dan mengangguk menyapa dan dibalas dengan anggukan yang sama oleh Alda.
__ADS_1
Namun interaksi itu tak luput dari Ryan. Dia mengercitkan dahinya tak suka.
"Mau gue bantuin?" Daniel menawarkan bantuan pada Alda
"Gak usah" Tandas Ryan segera. Dan melotot pada Daniel.
"Santai lah yang, jangan kejam-kejam gitulah sama Alda. Emang gak kasian? Ya gak jun. " Balas Daniel, dengan menyenggol lengan Arjun meminta persetujuan.
"Hmm... " Guman Arjun cuek, namun tetap memandang pada Alda.
"Emang kenapa kalo gue kejam, dia gitu budak gue, terserah gue lah mau nyuruh dia. Kalian berdua gak usah ikut campur." Sewot Ryan. Lebih tepatnya cemburu melihat perhatian yang ditunjukkan Daniel dan Arjun pada Alda.
Tak lama Natan kembali ke tempat mereka.
"Udah udah gak usah ribut kalian ini, yuk ke bus lima menit lagi berangkat." Ucap Natan, lalu mengambil bawaan dan membawanya ke bus yang sebagian sudah di isi mahasiswa lainnya.
Di ikuti dengan lainnya, termasuk Alda yang saat ini tampak seperti kura-kura berjalan dengan segala bentuk bawaan Ryan, yang entah akan digunakan untuk apa. Dalam hatinya Alda diam diam mengutuk.
"Sialan kau bocah... Kau fikir aku pembantu mu, se enak pantatnya menyuruh ku membawa semua ini, lagian ini hari dia hari satu malam, kenapa di bawa sebanyak ini, apa dia berencana pindah rumah?"
🍁🍁🍁
Empat jam kemudian....
yaitu situs sejarah petilasan Angling Dharma dan candi jago dikatakan sebagai peninggalan Kerajaan Malawapati yang berlokasi di Kota Bojonegoro.
"Oke para mahasiswa, kita sudah sampai pada tujuan, sekarang kalian bisa keluar, dan mulai pembelajaran kalian, tapi ingat tetap jaga sopan santun, buktikan kita kita orang yang beretika. Mengerti?"
"Mengerti bu..."
Dengan himbauan dari dosen pembimbing, mereka keluar dari bus dan mulai berkeliling untuk melihat lihat situs sejarah itu.
Tepat di depan pintu masuk, terdapat Aksara Sangsekerta yang berarti
"Selamat Datang"
"Huh .... Untuk apa kita kemari, hei ini hanyalah batu yang di ukir dari mana unsur sejarahnya. Daripada datang lebih baik gue ke Italia ataupun roma." Gerutu Ryan, dia sungguh tak menikmati studytour kali, ingin rasanya segera pergi ke villanya.
Alda yang berada di dekat sana, hanya memutar matanya jengah dengan kelakuan Ryan yang tak Pernah berubah.
__ADS_1
"Ho ... Lo Jangan gitu lah yan, ini juga acara kampus, besok kalo liburan semester kita Trevilng lagi gimana?" Ucap Daniel menimpali
"Oke itu, sip. Tumben lo pinter. "
"Eh gue emang pinter kali, lo itu aja ya gak ta... " Ucapan Daniel terputus.
"Hei kalian bisa diem gak sih, lihat itu gara-gara kalian berdua berisik Arjun jalan duluan keganggu sama suara kalian itu." Tegur Natan, lalu pergi kearah Arjun.
"Gak asik, kalo punya temen yang otaknya isinya cuma buku, gak bisa diajak bercanda." Gerutu Daniel.
"Yups, lagi pula apa yang kita semua lakukan disini tidak ada yang menarik, hanya sekumpulan reruntuhan yang diberi nama. Dan lihat di sini tertulis tempat petilasan Prabu Angling Dharma Malawapati. Hei bahkan kita saja tidak tahu apakah yang di namakan Prabu Angling Dharma itu benar pernah hidup atau hanya rekaan belaka. Huh rasanya mengelikan melihat orang mengunjungi dan memberi sesajen pada tempat ini, sungguh orang orang kolot," Komentar Ryan,
Dan perkataan itu sukses membuat Alda menajamkan matanya.
"Kamu bilang orang-orang kolot, hei kamu tuan Mahendra, coba tengok sejarah negara ini, lihat negara ini di bangun dari darah orang orang kolot itu, orang orang yang mempertahankan kerajaan mereka dari penjajahan, coba lihat candi Prambanan itu adalah bukti dari orang orang kolot yang kamu maksud." perkataan Alda menohok dengan suara yang lumayan keras.
membuat Ryan dan Daniel terdiam dibuatnya.
"Lagi pula bukan mereka kolot tapi kalian lah para generasi muda yang sama sekali tak mau menghargai sejarah, kalian selalu melihat sejarah itu dengan sebelah mata, Coba fikir apa negara ini bisa berdiri? jika dulu para pejuang tidak mempertaruhkan nyawa untuk kemerdekaan. Kamu fikir tanpa itu apakah kau akan hidup tenang, dengar Tuan Ryan Aditya Mahendra ku katakan pada jika kamu ingin di kenang maka buatlah sejarah, jika tidak maka. Dirimu akan hilang bersama waktu."
Setelah mengatakannya Alda pergi meninggalkan keduanya.
"Ada apa dengannya, berani sekali dia berkata seperti itu padaku" gerutu Ryan.
Dia bingung kenapa Alda berkata begitu, seolah sedang marah.
Mungkin Ryan tidak mengerti arti dari ucapan Alda tapi tidak dengan Daniel, dia paham maksudnya..
Karena dia tahu Alda orang yang menjaga keselamatan Ryan dengan taruhan nyawa nya.
Maka dari itu dia tidak dapat membantah sama sekali.
🍁🍁🍁
setalah revisi gaes.
vote 20 ikma langsung update oke!! 😘
see you next time 😄
__ADS_1
Bojonegoro, 12 Maret 2020
kak ikma.