Secret Bodyguard

Secret Bodyguard
Chapter 6


__ADS_3

Kegiatan wajib diminggu pertama setiap bulannya untuk Mahasiswa Ekonomi semester lima diharuskan mengikuti matakuliah ekstra yaitu latihan dan bimbingan jasmani yang merupakan program khusus Rektor universitas.


Seperti pagi ini dilapangan in door, hampir sebagian besar mahasiswa sudah berada ditempat walaupun hanya dengan duduk-duduk disekitar lapangan atau berbincang santai seraya menanti dosen yang akan mengisi kegiatan ini, begitu pula dengan Alda, dia juga sudah berada disana dari sekitar tiga puluh menit yang lalu, namun dia lebih berdiam diri dengan mengamati sekitarnya dan sesekali mendengarkan perbicaraan yang lain.


"*Hai kamu udah tahu, katanya dosen untuk kegiatan ini baru, karena Pak Ghani dimutasi ke Universitas lain."


"Ah yang benar Kamu, tahu dari mana? Aku belum dengar apapun."


"Kemarin aku gak sengaja dengar pembicaraan adik tingkat kita."


"Haha bagus dong, kalo gitu, eh btw dosen barunya cowok atau cewek, cakep gak?"


"Kurang tahu juga sih, tapi yang aku dengar katanya cewek, entar dech kamu lihat aja kalo udah datang orangnya."


"Hahaha moga-moga bener dech cewek, kan lumayanlah bisa cuci mata*."


Mengabaikan pembicaraan dua teman sekelasnya yang terkenal dengan mata keranjangnya itu, Alda hanya menganggapnya angin berlalu tanpa memperdulikannya lagi.


Tuk tuk tuk


Suara langkah kaki anggun terdengar, serentak semua mahasiswa yang berada disana mengalihkan perhatian mereka menuju sumber suara tak terkecuali Alda yang ikut mengalihkan dan memusatkan pandangannya pada si pemilik suara langkah kaki itu.


Tak begitu lama, seorang wanita berparas cantik, dengan rambut panjang nya diikat kuda, lengkap ekspresi tegas dimimik wajahnya hadir dihadapkan mereka. Dan tepat di belakangnya terdapat pria tak kalah tampan dengan senyum manis terpatri diwajahnya.


Citra dan Kevin, untuk apa mereka disini.


"Morning class, how are you today?"


"Fine."


"Good, Oke perkenalkan saya Citra Putri Lestari, kalian dapat memanggil saya Miss Citra dan disamping saya ini adalah rekan kerja saya Kevin Arjuno, bagaimana tampan bukan?" tanya Citra pada murid-murid didepannya.


"Ya Miss. " Mahasiswi serempak menjawab dengan mata mereka yang berbinar senang.


"Tidak miss, Hanya miss yang paling cantik." Celetuk mahasiswa yang tampaknya tidak setuju lainnya.


"Oke oke ternyata kalian memiliki mata yang baik." Citra menjawab dengan ekspresi malu.


Sungguh mau muntah rasanya, tidak bisa dia sedikit menggunakan otaknya.


"Pak berhubung ini adalah kegiatan bimbingan jasmani. Saya ingin bertanya, apakah pak kevin sering melakukan olahraga?" Tanya salah satu mahasiswi.


"Saya melakukannya." jawab kevin ringan dan tersenyum tipis.


"Benarkah? Jadi, Apakah Bapak juga menguasai olahraga sejenis bela diri, silat, atau taekwondo mungkin?" Celetuk antusias dari mahasiswi lainnya.


"Tentu saya menguasainya." Jawab Kevin tersenyum manis.


"Lalu, apakah Miss Citra juga begitu?"


"Tentu saja." Tukas Citra.


"Woww." Hampir semua mahasiswi ricuh setelah mendengar pengakuan dari Mr. Kevin.


'Dasar tukang pamer.'


"Ekhem ekhem, Itu mahasiswi yang berdiri diujung barisan belakang, nama kamu siapa?." Citra membuka suaranya mengintrupsi suasana yang mendadak ricuh.


"Saya?" Alda bertanya, seraya menunjuk pada dirinya sendiri.

__ADS_1


'Apa yang direncanakan, wanita rubah ini.'


"Iya, siapa lagi, hanya kamu yang berdiri diujung barisan belakang, sekarang jawab siapa nama kamu?"


"Oh, nama saya Alda."


"Oke Nona Alda, Apa yang sedang kamu lakukan dibelakang sana, sedari tadi saya perhatian, kamu tampak tidak mendengarkan apa yang kami katakan, kau tidak menyukai kegiatan ini atau memang karena tidak menyukai kehadiran kami."


'Citra sialan!! rupanya kau ingin bermain-main denganku.'


"Apakah saya mengatakan itu?" Alda memicingkan tatapannya tajam.


"Kau tampak tak menyukai kegiatan ini dengan berdiam diri tak memperhatikan yang lainnya, jika seperti itu maka kau boleh pergi sekarang."


Alda memejamkan mata, dan menghela nafas, kemudian memaksakan senyuman.


" Apakah saya mengatakan hal itu, bukankah itu hanya prasangka pribadi anda miss."


Mahasiswa lainnya saling berbisik, menatap kearah Alda yang tak berkutik.


Sikapnya tenang dalam menjawab Citra, justru sangat menakutkan dimata mahasiswa lainnya. kini terlihat seolah Aldalah sedang mencari masalah dosen baru mereka. kejadian perdebatan itu pun tak luput dari perhatian  F4, terutama Ryan yang dari awal memperhatikan.


"Dia terlalu gengsi untuk melukai harga dirinya" Ryan membuka suaranya.


"Akhirnya kau mengerti juga." desah Daniel menanggapi.


"Apa maksudmu, kenapa menggatakan itu?" sahut Ryan menatap tajam kearah Daniel.


"Tidak ada." jawab Daniel singkat seolah tak ada maksud apapun, Ryan hanya mendesis, dan kembali mengawasi Alda.


Arjun dan Natan hanya tersenyum, mereka mengerti apa yang dimaksud Daniel. Tentu saja Ryan tak mengerti, dia tak akan paham bahwa apa yang dikatakannya tentang Alda adalah cerminan dirinya sendiri, sama-sama bersifat keras kepala.


Tanpa menjawab Alda melangkah meninggalkan tempatnya dan berhenti tepat beberapa langkah dihadapkan Citra.


"Saya menantang kamu berduel, sekarang!!" Citra berkata dengan lantang, sontak membuat lainnya terkejut.


"Berduel, apakah itu perlu?" Tanya Alda dengan menaikan sebelah alisnya bingung.


"Yups, dan anda harus menerimanya."


"Kenapa saya harus menerima tantangan Miss." Alda berucap datar seraya menatap tajam Citra yang tampak tenang.


"Tidak ada celah untuk anda menolak. Jika kau menolak, kamu cukup perlu pergi dari sini dan tak mengikuti kegiatan ini, bagaimana?." Seringai licik terpatri diwajah cantik Citra.


'Citra sialan kau!!'


'Kenapa gadis itu selalu mencari gara-gara, tidak tahukan dia bahwa itu berbahaya untuknya.'


'Apa yang kau lakukan Alda.'


'Wow, Alda sangat menakjubkan.'


Tak perlu lama keduanya mulai beringsut, dan kini telah saling berhadapan satu sama lain dengan Kevin sebagai penengah. Keduanya saling memicingkan mata seolah-olah sedang menilai lawan tanding masing-masing. 


Suasana mulai berubah tegang. Saat Dosen baru mereka mulai menundukkan kepala pelan yang kemudian dibalas dengan tundukan kepala oleh Alda, mereka saling memberi hormat sebelum memulai pertandingan.


Semuanya tercengang ketika melihat Dosen baru yang notabene sudah mendapatkan 'gelar Dosen idola' kerena kecantikan yang sejak awal kedatangan dikampus telah menarik perhatian semua orang terlihat siap akan bertarung dengan Alda, bahkan pandangan mata keduanya berubah bengis seolah-olah keduanya telah bertemu musuh bebuyutan masing-masing.


"Apa gadis itu sudah tidak waras?" Ryan mendesis geram, tak mengerti akan jalan pikiran Alda.

__ADS_1


Sontak terjadi kegaduhan, tak kala pertarungan itu mulai, berkali-kali keduanya, baik Alda ataupun Citra saling meluncurkan serangan namun masing-masing juga bisa menangkis ataupun menghindari serangannya.


Picingan mata Alda menajamkan, dia serius mengawasi setiap serangan yang layangkan Citra kepadanya mengira-ngira dimana letak kelemahan yang dapat dia gunakan sebagai peluang untuk menyerang.


Teriakan demi teriakan terdengar dari sebagian mahasiswa, memberikan semangat pada mereka berdua. Sementara sebagian lainnya hanya sesekali memekik dan berteriak entah siapa yang mereka dukung. Ryan, Arjun, Daniel dan Natan tetap diam dan mengawasi, entah mengapa mereka merasa cemas jika Alda akan mengalami luka ataupun terjadi sesuatu padanya, karena mereka menyadari pertarungan ini jauh dari kata manis, melainkan sangat kasar, keduanya saling menyerang tidak ada yang mau mengalah.


Sesaat perhatian Alda teralihkan, dan saat itupula sebuah pukulan keras menghantam tepat ppada rahang mulusnya. sedetik dia terdiam. F4 yang sejak awal memperhatikan pertarungan, mendelik melihatnya, pukulan itu pasti sangat menyakitkan apalagi untuk ukiran gadiajak seperti Alda.


Alsa tersenyum menyeringai, ia memandang perempuan cantik di hadapannya, yang saat itu juga tengah menampilkan senyum penuh kemenangan.


Perempuan itu kembali melayangkan serangannya tetapi dengan sigap Alda menghindar, dia berbalik, lalu melayangkan tubuhnya di udara mengunakan gerakan salto, kemudian mendarat dan mengarahkan tendangan T 90° ,tepat pada tengkuk Citra.


Teriakan histeris terdengar tak kala melihat Dosen baru mereka kini sudah terhempas di tanah, dengan Alda yang tanpa ampun mengunci tangan dan kakinya membuat Miss Citra tak dapat bergerak. Semua mata melotot, mereka terkejut selakigus takjub saat menyadari Alda berhasil mengalahkan sang Dosen baru, mereka terkesima melihat gerakan bertarung Alda yang terlihat seperti dalam film-film laga yang sering mereka tonton.


'Alda memang menakjubkan.'


'Wah, apa Alda itu seorang atlit beladiri, dia menakjubkan'


'Siapa kamu yang sebenarnya'


🍁🍁🍁


Kantin siang ini tampak lenggang,  ketiga-nya, Alda, Citra, dan Kevin duduk saling berhadapan, dengan suasana hening yang masih berlangsung sejak sepuluh menit berlalu, namun belum ada yang membuka suara, mereka saling diam menikmati minuman masing-masing.


"Jadi, ada yang ingin kalian jelaskan padaku?"


"Ayolah Alda santai woles, apakah begitu caramu menyambut kami, tidak ada pelukan hangat gitu untukku."


"Dalam mimpimu."


"Citra jelaskan, sekarang!!"


"Seperti yang kamu lihat, kami dikirim sini."


"Hei, kalian fikir aku, tidak bisa menyelesaikan misi ini? Dan setahuku kalian berdua saat ini bergabung di Densus 88, apa tidak salah kesatuan mengirim kalian."


"Ho, jangan salah sebelum ditarik ke Densus 88 kami juga seorang tentara. Jadi tentu wajar-wajar kesatuan mengirim kami. Bukan begitu Citra."


"Hmm."


"Apakah Ayah yang mengirim kalian?"


"Tentu saja, siapa lagi." Jawab Citra enteng.


"Huh, sudah kuduga, Ayah tak pernah berubah ." Alda menghela nafas kasar.


🍁


🍁


🍁


Soo, see you Again. 💞💞


Like, Komentar dan Follow saya yakk


ikma tunggu!! 🤗


Bojonegoro, 24 Oktober 2019.

__ADS_1


Kak_ikma07


__ADS_2