Secret Bodyguard

Secret Bodyguard
Chapter 5


__ADS_3

Lonceng tanda istirahat berdering dari lima menit yang lalu.


Kolidor saat ini tampak dalam suasana lenggang, Alda seraya melangkah santai dia memperhatikan sekitarnya mengamati situasi area kampus saat ini dia mengaktifkan mode waspada, karena selama dua hari ini beberapa sensornya yang terpasang di area kampus menangkap adanya gerakan mencurigakan yang tidak diketahuinya berasal darimana, dari dikubu kawankah atau lawan, walaupun begitu tetap saja dia harus selalu waspada dan berjaga-jaga akan segala situasi yang bisa saja terjadi.


Saat Alda tengah serius mengawasi, tiba tiba seseorang yang tidak diketahuinya siapa menarik lengannya kasar menuju taman belakang fakultas yang jarang dikunjungi.


Bruuk....


Alda didorong dengan kasar hingga terjerembab ketanah dan baru pada saat itulah Alda mengetahui siapa orang itu yang ternyata Saskia.


"Gue sudah memperingatkan lo, berhenti berkeliaran disekitar F4, tapi apa? lo sama sekali gak ngaruh sama itu!!" Ucap Saskia menggebu-gebu


"Asal kamu tahu, Aku tak pernah sekalipun berniat berada disekitar mereka!!" jawab Alda datar, seraya bangkit berdiri.


"Alah banyak alasan lo, oh gue tahu atau jangan-jangan lo lupa ancaman kita, Ha!! " bentak Saskia.


"Oh? Aku memang gak ingat? yang mana ya?" Alda mengercitkan dahi bingung.


"Lo ... Oke girl, beri dia pelajaran." perintah Saskia menyeringai sinis dan dibalas dengan anggukan oleh lainnya.


Dua diantara mereka segera maju untuk mencekal kedua lengan Alda, namun belum sempat mereka beraksi Alda sudah lebih dulu menghempaskan badan mereka kasar hingga terjerembab ditanah.


Arrrgh..!!!


"Oke stop dramanya, aku mulai muak, kalian fikir aku tidak tahu semua kebusukan kalian, terutama kau Nona Saksia Nawang Siska." Tukas Alda sinis dengan aura gelapnya menguar pekat, membuat Saskia bergidik.


"Apa mak....Sud m-mu..?" Saskia tergagap takut.


"Kau!! Nona Saskia Nawang Siska, kau membayar empat berandalan untuk melukai dan merampok ku, namun sayangnya gagal dan yeah justru saat ini merekalah yang mendekam dipenjara, oh dan kau tahu merasa sungguh pantas dikasihani."


"Dan... kalian para Nona aku lupa memberitahu, aku telah mendapatkan bukti rekaman penggakuan mereka dari pihak kepolisian, selain itu aku juga punya beberapa bukti lain tentang kalian yang sering membully mahasiswa lainnya, dan yang paling menakjubkan ternyata kalian sering mengunjungi club malam, ckckck aku sungguh takjub, kalian wanita benar-benar yang luar biasa." Alda mengatakan semua itu dengan nada bangga, seolah-olah dia sedang memuji mereka, namun nyatanya tidak.


"K... Ka.. Kaau" cicit Saskia pelan.


"Oh, Bukankah Ayah kalian pejabat pemeritah ya?, coba bayangkan bagaimana respon mereka, seandainya aku mengirimkan rekaman dan semua bukti itu ke ayah kalian masing-masing, Ah itu pasti sangat seru." ujar Alda dengan muka datarnya.


"Ingatlah Saskia dan ini juga untuk kalian, ingat bahwa aku lebih dari mampu untuk membuat kalian mendekam di penjara." Bisa Alda pada Saskia, Setelah mengatakan itu melengang pergi meninggalkan mereka tanpa menoleh sedikitpun kebelakang.


🍁🍁🍁


Asrama putra.


Seperti biasanya F4 berkumpul dikamar milik Ryan.


Dret. Dret. Dret...


Handphone milik Arjun berdering.


"Hallo kak"


"Kau diasrama?" Terdengar suara disebrang sana, yang tak lain adalah Aldo sepupu Arjun.


"Tentu, ada apa menangnya kak?"


"Tidak, hanya saja kita lama gak ngumpul sejak kakakmu ini masuki militer, emangnya kau tak rindu kakakmu yang tampan ini?"


"Tentu saja kangen kak, jadi sekarang posisi kakak dimana?"


"Caffe Kombes, Senayan."

__ADS_1


*Nama caffe diatas hanya fiksi author, tak perlu dicari didunia nyata, karna ya gak akan pernah ketemu. 😌


"Oke kak tunggu, aku akan kesana."


Tut tut...


"Siapa?" tanya Ryan.


"Kak Aldo" jawab Arjun singkat.


"Kak Aldo? tidak biasanya dia free, biasanya kan dia hanya free beberapa hari dalam setahun itupun katanya untuk dapat izin dari kesatuan susahnya minta ampun." Celetuk Natan setelah mendengar pecakapan via telepon Arjun dan sepupunya Kak Aldo.


"Mungkin dia ada tugas khusus jadi bisa keluar dari kesatuan, ya udah gue pergi dulu." Arjun bersiap-siap keluar.


"Ya ya, kami tahu kau orang sibuk!!" cibir Ryan, namun hanya tanggapi kekehan ringan oleh Arjun yang sudah akan beranjak keluar.


Sesampainya Arjun diarea parkir khusus bagi mahasiswa yang tinggal diasrama, dia tak sengaja melihat Alda yang selama ini menarik perhatiannya, gadis itu sedang berbicara dengan seorang pria bertubuh kekar, pria itu mengenakan pakaian serba hitam lengkap topi hitam menutupi kepada plontosnya, Mereka tampaknya membicarakan sesuatu yang penting, dia menghentikan langkahnya, sejenak memperhatikan keduanya.


Arjun meyipitkan matanya takkala melihat melihat bagaimana cara pria itu berbicara Alda, dan setelah berbicarapun pria itu juga memberi hormat sikap sempurna kepada Alda, dan hanya dibalas anggukan ringan, dan setelahnya pria itu bergegas pergi dari sana dengan merapatkan topinya.


"Aku penasaran apa yang dilakukan Alda, dan dia tampak misterius sekali? Ah itu urusan belakang, nanti pasti akan kuketahui." Arjun berbicara pada dirinya sendiri, dan setelahnya dia segera menstater mobilnya meninggalkan area parkir.


-Kamar Asrama Ryan Beberapa menit kemudian, setelah kepergian Arjun-


"Yan bosan disini mulu, keluar yuk sekalian ajak Alda." ajak Daniel


"Hei kenapa kau seperhatian itu padanya dia itu pelayanku, ingat itu, tapi oke kurasa itu lebih baik dari pada mati bosan disini, jadi kemana?" Ryan bertanya balik.


"Iyaa... Gue tau kok, slow kali bro." Sahut Daniel mencibir.


"Bagaimana kalau Kemang untuk tempat nanti aja, kita lihat mana yang strategis, gimana?" usul Natan.


🍁🍁🍁


Senayan, Kombes Caffe.


Begitu memasuki caffe, Arjun bermaksud langsung menghampiri tempat duduk Aldo tapi langkahnya harus terhenti saat mengetahui sepupunya itu tengah berbicara serius dengan seorang pria yang tadi sempat dia lihat bertemu dengan Alda, dia berfikir mungkin saja pria itu ialah atasan sepupunya dalam kesatuan begitu melihat bagaimana hormatnya kepada pria itu, namun yang membingungkannya kenapa pria itu memberikan hormat pada Alda.


Karena Arjun terlalu sibuk dengan fikiran nya, dia tidak sadar bahwa pria itu telah pergi dari hadapan sepupunya.


"Hoi jun, ngapain disitu? Ayo kesini.. " panggil Aldo.


"Oh ya, oke oke."


"Sudah lama sampai?"


"Ya lumayan, mungkin sejak kau berbicara ddengan Daltonmu itu."


"Eh, Daltonku? Yang mana?"


"Tentu saja pria plontos berbadan kekar mengunakan pakaian serba hitam dan juga topi hitam yang barusan berbicara denganmu."


"Beliau bukan Daltonku jun."


"Eh, kalau bukan Daltomu lalu untuk apa kau bersikap hormat didepannya, cukup bersikap biasa aja kalo gitu kak."


"Tentu saja aku tidak berani melakukan itu jun, beliau itu bawahan Mayor Alda."


"Mayor Alda? Siapa itu?" Tanya Arjun penasaran, dia mendadak mengingat sosok Alda yang membuatnya penasaran, saat mendengar Aldo menyebut Alda.

__ADS_1


"Dia itu keajaiban dalan dunia militer kita jun"


"Aku makin tak faham kak?"


"Kau ini jun, apa yang kau ketahui." Keluh Aldo lelah.


"Ya kalo itu, jelaskan kak, biar aku faham, mudah kan."


"Ok ok aku jelaskan, Mayor Alda itu seorang jenius, bahkan saat diusianya yang baru 8 tahun, dia berhasilkan membuat beberapa negara maju kalang kabut, dengan melemahkan security server milik mereka, bahkan organisasi sekelas CIA dan FBI ingin merekrutnya sebagai agent khusus mereka, dan tentu saja yang paling mengagumkan adalah diusianya yang baru 20 tahun gadis itu sudah mendapatkan gelar Mayor." jelas sungyu dengan penuh kekaguman.


"Gadis? Dia seorang gadis?"


"Tentu, maka dari itu aku sangat mengaguminya, bahkan aku masih sangat jauh dibawahnya."


"Entahlah kak, bagiku itu malah terdengar mengerikan." Arjun bergidik ngeri.


"Kau itu terlalu melakolis Jun, aku beri tahu ya, Mayor Alda adalah sniper terbaik dunia, dia juga sering ditugaskan ke negara-negara yang dilanda perang, terakhir yang ku ingat dia ditugaskan sebagai tentara perdamaian di Palestina, Ah...kenapa aku jadi menceritakan ini padamu."


"Lah yang minta kakak cerita itu siapa, kakak sendiri kan. Oh sampai kelupaan, ada apa kak, kenapa memintaku kemari."


"Gak kenapa-kenapa, hanya ingin melepas rindu pada sepupuku yang tampan ini" goda Aldo mencolek dagu Arjun.


"Brengsek kau kak." umpat Arjun jijik, dan dibalas dengan kekehan oleh Aldo.


🍁🍁🍁


Parkir Area Asrama.


Tepat saat Aldo dan Arjun sampai ditempat parkir Asmara, mereka secara tak sengaja melihat Ryan dan kawan-kawan yang baru saja melangkah keluar dari gerbang asrama, Aldo reflek menghentikan langkahnya dengan mata terbelalak lebar, ketika dia melihat Alda yang mengekor tepat dibelakang Ryan, hingga membuat Arjun bingung sendiri dengan tingkah kakak sepupunya itu.


"Ada masalah kak? " tanya Arjun bingung.


"Tidak hanya saja aku merasa familiar dengan gadis yang mengekori Ryan itu." mata Alda menyipit, tanda dia sedang mencoba menginga-ingat.


"Maksud kakak, gadis yang mengekori Ryan itu, dia Alda mahasiswi transfer dikelasku."


"Apa? Mahasiswi transfer. Jelas-jelas aku merasa familiar dengan dia disuatu tempat tapi bukan dikampus sebagai mahasiswi."


"Kalau begitu coba kakak ingat-ingat."


"ah aku ingat sekarang."


"Begini Jun, Aku ingat, aku tidak pernah bertemu dengannya secara langsung, namun aku pernah melihat fotonya diruangan Daltonku yang merupakan orangnya Mayor Alda, saat aku masih berada dikemiliteran, namun yang aku tahu, dalam foto itu adalah Mayor Alda bukan mahasiswi itu, tetapi kenapa sangat mirip, atau dia itu Mayor Alda, namun untuk apa Mayor Alda berada disini, seingat ku dia masih bertugas di Palestina, ah mungkin dia saja saudara jauh Mayor Alda makanya mirip." Aldo menjelaskan, sedangkan Arjun, dia hanya mendengarkannya, kepalanya mendadak terasa pening dengan fikiran yang sudah seperti benang kusut yang tak bisa diuraikan.


"Tadi kakak bilang apa? Mayor Alda?"


"Iya, Mayor Alda, Alda Setiara Dewi, yang tadi sempat aku ceritakan, orang yang dianggap sebagai keajaiban dunia militer." Mendengar itu seketika raut wajah Arjun berubah pucat pasi.


"Ada apa jun, kenapa ekspresimu pucat begitu?"


"Kak, asal kakak tahu nama lengkap mahasiswi transfer adalah Alda Setiara Dewi, apa menurut kakak ada orang yang sangat mirip dan juga memiliki nama yang sama." Arjun berucap dengan lirih, dia shock dengan apa yang baru saja dia ketahui tentang gadis yang disukainya.


"Kalo begitu, hanya ada satu jawaban, mereka adalah orang yang sama."


Namun didalam hatinya, Arjun berusaha menyangkalnya, dia menyakini bahwa itu semua hanya kebetulan, Alda dan Mayor Alda ialah orang yang berbeda, dia yakin itu.


Bojonegoro, 22 Oktober 2019


kak ikma.

__ADS_1


SELAMAT HARI SANTRI TAHUN 2019 UNTUK SEMUANYA "SANTRI UNGGUL INDONESIA MAKMUR" 😇😇😇


__ADS_2