Secret Bodyguard

Secret Bodyguard
Chapter 4


__ADS_3

🍁🍁🍁


Three week leter...


Weekend, biasa di gunakan penghuni asrama pulang ke rumah, untuk sekedar melepas rindu ataupun berkumpul dengan keluarga.


Sama halnya dengan Alda, hari ini dia akan pulang ke bukan ke rumah dinasnya melainkan rumah Jendral Prianto yang memang dekat dengan Universitas, dia berencana mengunjungi ibunya.


jujur Alda sangat merindukan ibunya, walaupun menurutnya beliau termasuk dalam kategori ibu cerewet dan sering mengomel.


namun tetap saja beliau sangat menyayangi dirinya, lalu setelahnya dia akan ke kantor kesatuan untuk melapor.


Dengan berjalan Alda melewati gang sempit yang berada tepat disisi kanan tembok pembatas Universitas, yang kebetulan merupakan jalan pintas yang bisa Alda gunakan selama misi ini.


sebenarnya Alda bisa saja menggunakan mobilnya namun kali ini dia terlalu malas untuk menghadapi panas dan trafic jam Ibukota yang terkenal kepadatannya apalagi di hari weekend ini.


Dengan bersenandung kecil mengikuti alunan lagu lewat earphone dikenakannya.


Alda yang biasanya selalu waspada tak menyadari bahwa dia tengah diikuti oleh empat orang pria bertubuh kekar sudah mengawasinya sejak dia keluar dari gerbang asrama.


Buk 


Salah satu dari mereka memukul tengkuk Alda menggunakan balok kayu dan membuatnya tak sadarkan diri.


Melihat target mereka tak sadarkan diri, mereka berniat mengambil barang berharga miliknya, namun belum melakukan aksinya sebuah teriakan sudah lebih dulu mengintrupsi mereka.


"WOI SEDANG APA KALIAN!!"


Mengetahui aksi mereka dipergoki, segera dengan tunggang langgang mereka berlari meninggalkan tempat kejadian, meninggalkan Alda yang tak sadarkan diri begitu saja.


🍁🍁🍁


"Weekend telah tiba, weekend telah tiba... Hatiku gembira...."Daniel bersenandung kecil layaknya anak kecil. Dia berjalan menuju toko buku langganannya melewati gang kecil tepat disisi kanan tembok pembatas universitas.


Saat berbelok, Daniel dikejutkan tak kala melihat  penyerangan yang dilakukan oleh empat orang pria bertubuh kekar dengan korbannya yang telah tak sadarkan diri, seketika matanya melotot ketika mengenali bahwa korban penyerangan adalah Alda, Dia lantas berteriak.


"WOl APA YANG KALIAN LAKUKAN!!!"


Keempat pria itu dengan cepat segera pergi dari tempat kejadian meninggalkan Alda yang tak sadarkan diri begitu saja.


Melihatnya, Daniel segera membawa Alda kerumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis. Dia tetap berada disana, kadang berdiri kadang duduk dan kadang mondar-mandir  didepan ruang unit gawat darurat menunggu Alda tengah ditanggani dokter.


Tak sengaja matanya tertuju pada dompet yang tergeletak dilantai, tampaknya seseorang tak sengaja menjatuhkannya, karna penasaran, ia mengambilnya, ia bermaksud melihat identitas pemiliknya, siapa tahu pemiliknya sedang mencari.


Deg....


Betapa terkejutnya Daniel, ketika melihat permilik dompet itu adalah Alda.


Namun bukan itu yang membuatnya terkejut, melainkan sebuah foto yang terselip di dalamnya.


Difoto itu terlihat Alda mengenakan seragam, tapi bukan seragam resmi kampus melainkan seragam tentara.


Shock!


Daniel merasa seluruh tubuhnya terasa kaku, dia bingung bagaimana harus bersikap dengan situasi yang dialaminya.


Semuanya terasa bercampur aduk menjadi satu.


Bagaimana ini mungkin, bagaimana bisa Alda berfoto memakai baju militer jelas-jelas yang dia tahu Alda berstatus mahasiswa sama seperti dirinya bahkan Alda satu tahun denganku lebih muda dariku.

__ADS_1


"Ah mungkin dia mengikuti festival kostum bertema  militer" Fikir Daniel.


Karena rasa penasaran semakin besar, Daniel nekad melihat kartu identitas Alda.


Matanya melotot, ingin rasanya dia pingsan tempat.


🍁🍁🍁


"Argh..."


Alda menatap langit-langit ruangan tempatnya terbaring, tampak dalam ruangan serba putih, sehingga dia dapat menyimpulkan itu adalah ruang rawat rumah sakit.


Dan pertanyaannya siapa yang membawanya? karena seingatnya dia dipukul oleh seseorang dari belakang tepat di tengkuknya. Dan setelah itu gelap gulita dia tidak ingat apapun.


Namun pertanyaan segera terjawab saat melihat Daniel yang menundukkan kepalanya, duduk dikursi samping dekat dengan ranjang rumah sakit menungguiku.


"Daniel ...." lirih Alda.


''Iya...." jawabnya


" ... Kau yang membawaku kesini?"


Ada apa ini, kenapa ia tak secerewet biasanya


"Kenapa menatapku seperti itu?"


"Ak ... aku bingung ... Bagaimana aku harus memanggilmu, Adik karna kau lebih muda dariku, tetep Alda, atau...." Jawab Daniel tergagap.


"Atau?" Tanya Alda, dia menggangkat salah satu alisnya bertanya.


Entah kenapa perasaan ku tak enak..


  Deg!!!


"Apa!!! darimana kamu tahu!!" tanyaku.


"Itu..da....dari ini" Takut takut Daniel menunjuk dompetku yang masih berada di


gengamannya.


"Oh,.."


"Hanya oh? Hei Apa itu benar!!!" tanya Daniel dengan mata berbinar.


"Apanya?" Tanyaku balik.


"Lo Tentara?"


"Hmmm" gumanku.


"Jadi benar, lo seorang tentara angkatan darat berpangkat Mayor lagi, wow...kau tahu ini sungguh keren, Amazing!! ha ha ha" ucapnya antusias.


"Kamu sehat?"


"Tidak..." jawab meringis


"Lalu? "


"Mulai detik ini aku adalah fansmu." ucapnya bersemangat.

__ADS_1


"Apa? Kau sakit? atau otakmu bergeser?" tanyaku balik bingung.


"Tentu saja tidak!!"


"Baiklah... Tapi ingat kau harus merahasiakan identitasku, kalau ada satu orang saja yang tahu, maka..." Alda segaja mengantungkan ucapannya secara langsung menatap tajam Daniel, dan Memutar-mutar revolver miliknya


"Iy... Iya.. Baiklah" jawabnya ngeri.


"Santai saja aku tadi cuma bercanda." ujar Alda tersenyum geli lalu menyimpan kembali senjatanya.


"Bencandamu mengerikan." protes Daniel cemberut.


"Jangan tampilkan ekspresi itu, kau membuatku mual."


"Alda!!" tanyaku dengan memelototkan mata dan suara naik satu oktaf.


🍁🍁🍁


Setelah dua hari absen, karena harus istirahat dirumah, akhirnya Alda sudah diperbolehkan sang bunda Ny. Prianto untuk kembali masuk kuliah. Sang bunda sempat membuat gembar seisi rumah sakit saat mendengar ia  menjadi korban pemukulan.


Dengan langkah santai Alda memasuki ruang ajar. Baru saja dia ingin meletakkan tas ranselnya dia mendengar seseorang memanggilnya.


"Hey Alda!! Kau sudah masuk? Sini-sini duduk di sampingku!!" ucap Daniel antusias, hingga sukses membuat Ryan melotot kesal.


"Tidak kau duduk denganku, disampingku!!" sahut Ryan menyambar ucapan Daniel.


"Hmm, maaf Daniel"


"No problem Alda." balas Daniel mengedipkan satu matanya menampilkan senyum manisnya.


"Kamana saja kau, 2 hari tak terlihat?" tanya Ryan saat Alsa baru saja mendudukkan diri dikursi.


"Itu bukan urusanmu!! "


"Itu urusanku, ingat kau itu pelayanku!!"


"Ya aku memang pelayanmu!! Tapi tentu saja kau tidak berhak mengatur hidupku!!"


"Kau!!" Ryan mengeram kesal.


Namun tak mendapat tanggapan apapun dari Alda.


"Ada apa dengan Gadis ini, dia tampak pucat." Batin Ryan.


'Apa dia sedang sakit'


'Alah apa perduliku.'


🍁🍁🍁


Say no to silent reader


Belajarlah menghargai karya seseorang dengan mendukungnya.


jangan lupa vote ya.


Bojonegoro, 16 September 2019.


Kak_ikma 😘

__ADS_1


__ADS_2