
Dalam ruang asramanya Alda masih fokus berkutat pada laptop dihadapannya dengan memasukkan kode kode guna mengembalikan data dan rekaman CCTV yang telah dihapus oleh pelaku, Alda kira untuk mengembalikannya dia hanya butuh satu atau dua jam seperti biasa yang dia lakukan tapi tenyata pelaku tidak hanya mengahapus data tapi juga menanam semacam virus yang dapat menghentikan aksennya karena itu dia membutuhkan waktu lebih lama, dengan sesekali melirik pada jam dinding yang saat ini menunjukkan pukul tiga lebih lima belas menit Alda mengercitkan keningnya dan semakin cepat dalam memasukkan kode kode akhir sebelum pagi hari datang.
Tiga puluh menit kemudian dengan satu klik terakhir pada keyboard 'enter' Alda mengakhiri pertarungannya.
"Finally...." Dengan meregangkan kedua lengannya yang kram Alda bangkit menuju kamar mandi saat dirasakan tubuhnya terasa penat butuh penyegaran.
Selesai menyegarkan tubuhnya Alda kembali pada laptopnya membuka file yang dikembalikan dan mengamati dengan seksama terlihat didalamnya siluet pria berpakaian staff tengah menyabotase rantai pengikat dibelakang panggung namun bukan itu titik fokus Alda melainkan pada tato kecil huruf DE dengan bingkai mawar hitam yang terukir dibagian tengkuk pelaku.
"Devil Emperor ... Beraninya kalian menyakiti orang dibawah perlindungan ku...." Guman Alda seketika matanya menyorotkan kemarahan dan auranya berubah bengis.
Sisi lain Kevin telah menerima email Alda yang berisikan rekaman "Dalangnya adalah sindikat mafia internasional Devil emperor, musuh lama FBI maupun CIA saat ini kita tak bisa bertindak gegabah apalagi dengan lawan setingkat Devil Emperor kuharap kau dapat membantuku cari file kasus tentang Devil emperor sesegera mungkin, pagi ini aku akan ke rumah sakit, jadi sebelum sore aku ingin apa yang ku ingin sudah kau dapatkan"
Membaca isi email Kevin hanya bisa menghela nafas lelah dalam hatinya dia mengutuk 'Sialan!! Kenapa aku lagi!!'
🍑🍑🍑
Pagi harinya Alda bersiap mengunjungi Daniel dengan menggunakan motor gede hanya butuh lima belas menit baginya untuk sampai di rumah sakit, setelah menanyakan pada bagian Administrasi Alda langsung menuju ke ruang perawatan Daniel yang terletak di ruang VIP lantai ke tiga, sampai dilorong ruang Alda melihat Natan dan Arjun yang menemani dan menguatkan Ibunda Daniel yang tengah menunggui Daniel beliau masih saja bersedih dengan keadaan Daniel saat ini, segera Alda menghampiri keduanya, Melihat kedatangan Alda Natan berdiri.
"Bagaimana kondisi Daniel?"
"Masa kritisnya sudah berlalu tadi padi dia sempat sadarkan diri dan saat ini oleh dokter diberikan obat tidur untuknya beristirahat syukurlah tidak sampai patah tulang namun pecahan kaca itu melukai tendonnya jadi setidaknya diperlukan sekitar 3 minggu untuk pulih." Ucap Natan menjelaskan bagaimanapun Alda adalah salah satu yang paling dekat dan dipercayai oleh Daniel jadi dia juga tidak keberatan untuk menjelaskan.
"Aku lega mendengarnya, lalu bagaimana dengan Ryan?"
"Dia masih shock dan tengah beristirahat di rumah untuk memulihkan psikisnya, bagaimanapun Daniel yang menyelamatkannya jika tidak mungkin dia yang saat ini terbaring disini dan mungkin dengan kondisi yang lebih parah, oh bagaimana dengan kasusnya bukannya kamu kemarin dipanggil oleh pihak Kepolisian sebagai saksi?"
Mendengar pertanyaan dari Natan Alda baru ingat kemarin dia membuat alasan tidak bisa ikut ke rumah sakit karena harus menjadi saksi.
"Masih dalam penyelidikan, tapi kemungkinan itu hanya kecelakaan karena aku dengar dari pihak kepolisian bahwa CCTV pada tempat kejadian tidak merekam apapun" Ucap Alda yang jelas adalah kebohongan dia tidak ingin membuat mereka panik dengan mengungkapkan kebenarannya apalagi ini berkaitan dengan Devil Emperor sindikat mafia internasional.
"Syukurlah kalo begitu, aku hanya takut kalau kejadian kemarin itu ialah konspirasi yang sengaja ingin mencelakai Ryan kita semua tahu Ryan itu anak dari orang nomor satu di negara ini dan pasti ada banyak pihak yang ingin mencelakainya." Sahut Arjun yang tiba-tiba bergabung dengan keduanya dan diakhir ucapan dia mengalihkan tatapannya pada Alda. Dan ucapan Arjun membuat Alda berfikir
'Apakah Arjun mengetahui sesuatu, kenapa aku merasa dari perkataan dia tengah menanyakan kebenarannya padaku'
"Aku juga tidak tahu, namun aku juga berharap itu hanya kecelakaan" Ucap Alda berkilah.
'Aku tahu kau tengah berbohong Alda, Namun untuk saat ini aku tidak akan ikut campur karena aku tahu kau pasti punya alasan untuk tidak mengatakan kebenarannya' balas Arjun dalam hati.
Setelah cukup lama bercengkrama Arjun dan Natan setelah tadinya Alda sempat menjenguk Daniel yang masih perlu menjalani perawatan intensif, kini akan Alda berpamitan kepada keduanya serta ibunda Daniel untuk kembali ke asrama dengan alasan masih ada tugas yang belum diselesaikannya. Padahal sesungguhnya dia akan rapat dengan Kevin dan Citra.
"Natan Arjun Bibi saya pergi dulu, bila Ryan datang sampaikan salam ku, oke" Pamit Alda melambaikan tangannya lalu berbalik pergi.
"Oke, siap...." Balas Natan, dengan memberi tanda 'oke'.
'Bertemu di ruangan mu tiga puluh menit dari sekarang sampai kan pada citra.' bisik Alda menggunakan alat pendengaran micro nya pada kevin diseberang sana.
'Oke, akan ku sampaikan."
__ADS_1
30 menit kemudian...
"Kau sampai tepat waktu!, ku fikir kau akan membuat kita menunggu. " Sindir Citra pada Alda yang baru saja mendudukkan dirinya, mendengarnya Alda hanya diam saja tak peduli.
"Kau aku sepertimu, tak profesional..."
"Cih." Balas Citra membuat ekspresi seolah dia meludah.
Menjejakkan duduk dengan ekspresinya yang berubah serius, Alda menatap ke arah kevin.
"Apa yang sudah kau temukan."
"Ini.. " Kevin mengacungkan setumpuk berkas di tangannya lalu meletakkannya di meja dihadapan mereka.
Mengambil beberapa berkas dan membuka beberapa, lalu memberikannya pada Citra.
"Katakan, aku malas membacanya itu terlalu merepotkan dan hanya membuang waktu" Tukas Alda menyeringai pada Kevin.
"Kau... " Desis Kevin, dia melotot pada Alda.
"Apa?" Tanya Alda acuh tak acuh,
"Bisakah kalian berdua berhenti, aku lelah mendengar ocehan kalian." Citra melerai.
"Baiklah, seperti yang kalian berdua sudah lihat, berkas itu berisi tentang Devil emperor, seperti yang kita tahu mereka adalah sindikat mafia internasional, yang sudah menguasai pasar gelap eropa dan juga salah satu pilar yang menentang pemberantasan terhadap terorisme, dan tahu kenapa? karena Devil emperor adalah penyokong dana untuk terorisme dunia."
Plak.. Alda memukul kepala citra dengan berkas ditangannya.
'Aduh... Sialan kau!!"
"Tentu saja untuk memperkuat dan memperluas kekuasaannya bodoh, lain kali gunakan otakmu sebelum bertanya."
"Kevin lanjutkan.."
"Yap betul kata Alda, devil emperor membantu menyokong pendanaan terorisme untuk memperkokoh kekuasaan mereka. Dan karena negara kita telah dengan tegas mengumumkan untuk ikut serta memerangi terorisme maka dapat disimpulkan bahwa kali devil emperor bergerak juga karena ini, tapi mungkin juga ada memiliki motif lain."
"Jadi kali ini kita hanya bisa berdiam diri, begitu? Tidak bisalah kita turun langsung membereskannya, oh ya alda, kau tahu dimana Markas mereka?" Tanya Citra, dia sudah cukup kesal dengan mereka yang tak bisa melakukan apapun.
Alda menaikan sebelah alisnya, menoleh menatap Citra lalu beralih ke Kevin.
"Tentu saja aku tahu, walaupun bukan markas besar namun itu tempat mereka berkumpul di negara ini, bagaimana? berniat untuk berkunjung?." Tanya alda dan di angguki oleh keduanya.
"Oke, aku share tata letak markas mereka, pelajari dan siapkan peralatan kalian, nanti malam kita beraksi." Tukas Alda sebelum berbalik keluar menuju Asramanya.
🍑🍑🍑
Malam harinya daerah X dekat markas, dengan pakaian serba hitam dan peralatan Agen khusus mereka, Citra, dan Kevin berkumpul, ketiganya berdiskusi sebelum mereka menjalankan aksinya.
__ADS_1
"Aku memasang EMP untuk mengacaukan CCTV dan sistem keamanan, dan untuk standart ku ini akan bertahan tiga puluh lima menit, jika untuk menghanguskan tempat itu waktu yang miliki lebih dari cukup tapi jika untuk mencari bukti mungkin akan mendesak, jadi bagaimana? Ingin bersih atau berdarah?" Tawar Alda.
"Bukti dan hancurkan!!" Jawab kevin dan citra bersamaan, lalu saling memandang satu sama lain.
"Oke karena Emp ini robot, kita bisa masuk bersama, Citra dari Atap, Kevin menyelinap ke depan, aku ke dalam untuk mengecoh mereka. Jika kalian merasa terancam lumpuhkan saja. Ingat cari bukti setelah itu baru kita hancurkan tempat itu. Mengerti!!"
"Oke" Balas keduanya, kemudian berlalu pergi.
Alda mengikuti mereka namun berbeda arah, dengan memakai kacamata inframerah nya Alda berjalan seraya mengamati situasi, sengaja ingin membuat kekacauan dia melempar manik peledak mini didekat pintu jendela hingga menimbulkan suara nyaring.
"SIAPA Di SANA!!!" Terdengar teriakkan seseorang disusul dengan suara langkah kaki yang dapat Alda pastikan lebih dari dua orang.
Mengetahui akan ada yang menghampirinya Alda bersembunyi di kegelapan, begitu empat Pria bertubuh kekar muncul di depannya, Alda langsung menyergap orang didekatnya dalam senyap tanpa disadari mereka hingga kematian mereka dan menyisakan satu orang. Melihatnya Alda keluar dari persembunyiannya.
"Jrek, kau periksa ke sana cepat." Perintah orang yang tersisa. namun dia tak mendapat balasan, merasa ganjil dia menoleh dan melihat Alda yang berdiri santai, seketika matanya melotot.
"Mencari rekanmu, itu..." Ucap Alda, menggunakan dagunya menunjuk pada dua orang yang tak sadarkan diri di lantai.
"SIAPA KAU! BERANINYA DATANG KE SINI!!"
"Aku? Aku malaikat pencabut nyawamu?"
"Ap ...app.. " Tanpa menunggu orang itu menyelesaikan ucapannya belati Alda sudah lebih dulu mengambil nyawanya.
"Bernyali menyakiti orang dibawah perlindungan ku, maka nyawamu balasannya." Bisik Alda bengis seraya menyeka belatinya, dan melenggang masuk.
'Aku masuk, tetap waspada'
'Oke'
20 menit kemudian...
'Alda bukti sudah ada pada aku dan kevin' ucap Citra pada alat pendengar.
'Baik, kita keluar ku rasa cukup untuk malam ini, jangan lupa pasang bom di area tertentu, bertemu di tempat awal'
'Duaaar
Bom meledak tepat 5 menit setelah kepergian mereka, menyisakan bangunan hangus rata dengan tanah.
🍑🍑🍑
hei ikma update, typo bertebaran jika kalian melihatnya tolong ingatkan akan segara ikma perbaiki. 🤗🤗 salam cinta.
kak ikma
20:46 WIB
__ADS_1
Bojonegoro, 05 Maret 2020