
Happy Reading, ππ
πππ
"Sialan!! ... Kenapa bukan citra saja, kenapa harus aku yang menggunakan gaun sialan ini!!"
"Sungguh merepotkan"
Sepanjang jalan menuju ruang Prom Night Alda tak berhenti mengumpat, dia sangat kesal terhadap Citra dan Kevin, yang dengan tega memaksa dirinya menggunakan gaun yang seumur hidupnya baru kali ini dia gunakan bukan karena dia tak punya tapi memang dia sangat membenci benda bernama gaun, baginya gaun adalah bencana yang pasti yang pasti akan menyulitkan dirinya, dan insting nya terbukti benar, saat ini dia sangat kesusahan dengan ruang geraknya terbatas. Tidak cukup dengan memaksa Alda menggunakan gaun, Citra juga dengan seenaknya menggunakan wajahnya sebagai kanvas lukisan dengan entah menempelkan apa saja pada wajahnya hingga membuat wajahnya menjadi ketat serasa memakai topeng yang bahkan untuk mengedipkan mata saja terasa berat.
"Berhentilah mengumpat toh ini juga untuk sempurna nya misi mu kali ini. " sahut Kevin yang dari awal mengikuti Alda di belakang.
"Cih, Tapi enggak seperti ini juga dong vin, kamu tahu kan aku paling gak paling gak suka dengan kayak gini."
"Oke oke aku tahu, tapi aku mohon tahan emosimu sebentar oke, kita tidak tahu apakah acara malam ini akan aman atau tidak, jadi kita harus tetap berjaga-jaga demi keamanan semua orang."
"Hm ... nih tangkap." Alda melemparkan alat komunikasi mini.
"Buat?" kevin menaikkan sebelah alisnya menatap Alda.
"Untuk jaga-jaga, bukankah itu tadi yang kamu katakan, Citra sudah dapat satu dan itu untukmu, jangan lupa gunakan ditempat tersembunyi, aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun."
"Oke, kamu masuk duluan."
"Hm."
****
Sorot dari lampu-lampu pijar berkerlap kerlip dan suara percakapan serta alunan musik lembut seolah ikut memeriahkan suasanaΒ aula empat prom night dilaksanakan yang wajib dihadiri oleh mahasiswa atau pun mahasiswi dari semester satu sampai semester tujuh dan mereka tentu saja tak menolak terutama untuk para wanita bahkan sebagian dari mereka justru berlomba-lomba untuk tampil semaksimal mungkin dalam acara ini dengan tujuan mungkin dapat menarik perhatian atau mungkin dapat berkencan dengan salah satu dari F4 yang sudah dipastikan kedatangannya pada malam ini. tak lama yang ditunggu-tunggu akhirnya datang dengan melangkah pelan meraka mengambil tempat duduk tepat disudut ruangan yang menurut mereka jauh dari kebisingan para wanita, namun tetap saja apapun yang mereka lalukan itu akan selalu mengudang para wanita untuk terpukau, ke-empat nya tampak kompak mengenakan pakaian formal dengan jas rapi melingkupi tubuh masing-masing dan mereka menjadi pusat perhatian.
"*Oh my god lihat F4 tampan banget"
"Apa mereka malaikat yang menjelma, kenapa mereka sangat tampan."
"Mom ... Your son falling in love* ...."
__ADS_1
"wow kedatangan kita tampaknya sangat berpengaruh pada suasana ya, kalian lihat hampir semua gadis di sini matanya berbinar melihat kita, bukan begitu Ryan?" Daniel menyenggol lengan Ryan meminta pembenaran akan ucapannya.
"Ya tentu." balas Ryan singkat tak terlalu memperdulikan Daniel.
"Dasar kutub utara."
"Hei Jun ... kenapa sama si Ryan, dari tadi gue lihat dia kelihatan gelisah dan berulang kali menatap ke arah pintu masuk."
"Mungkin menunggu seseorang."
"gue juga tahu kalo itu, pertanyaan gue itu siapa yang ditunggu nya? tan lo tahu gak?"
"Gak, lagi pula itu urusan Ryan bukan gue." jawab Natan tak perduli padahal dia sangat tahu bahwa orang yang sedari tadi dicari Ryan adalah Alda karena dia dari awal memang sudah mengamati gerak gerik Ryan namun dia mencoba untuk tak perduli lebih.
"Hmm ... iya juga ya, mending gue nikmati pesta ini, siapa tahu gue dapat gebetan baru kan lumayan." Guman Daniel pelan, setelah itu matanya berbinar seolah mengatakan bahwa dia akan sangat menikmati pesta ini, setelah itu Daniel berhenti bicara memejamkan matanya dan mulai menikmati musik yang mengalun lembut.
Tuk Tuk Tuk ...
Alda mencoba berjalan sesantai mungkin saat memasuki Aula, walaupun sebenarnya dia sangat canggung dengan penampilannya kali ini.
"Alda... Sini... Sini... " Teriak Daniel, dia melambaikan tangan kearah Alda.
"Oke." Balas Alda, berjalan menghampiri Daniel.
Sungguh Ryan terpaku pada objek dihadapannya, seolah melihat sangat kekasih tiba dia sama sekali tak bisa mengalihkan tatapannya. Alda tahu kalau Ryan menatap dirinya intens namun dia tetap acuh tak acuh tak peduli.
"Alda?.... Ha? Sungguh kah itu dia?" Batin Ryan, dia terpana pada penampilan Alda malam sungguh dia tidak pernah membayangkan sosok Alda dapat berpenampilan seperti itu.
"Yan? Are you okey?" Daniel melambai-lambaikan tangannya didepan Ryan yang linglung saat melihat alda, Tak sampai semenit tawanya meledak.
"Hahaha ... Biasa aja kali bro kalo natap, Alda enggak akan kabur. " Tak kuat menahan tawanya, dia berjongkok dengan memegangi perutnya yang terasa kram.
"Biasa aja, udah bangun ngapain sampai jongkok-jongkok gitu." Elak Ryan dengan canggung dia mengalihkan pandangannya mencoba menutupi rasa malunya dengan mengaruk tenguk nya yang tak gatal.
Alda memandang pada Citra yang tengah berjalan di kearah podium. "Mungkin dia yang akan membuka acara ini" Pikir Alda
__ADS_1
Menekan alat pendengar micro miliknya Alda berbisik pada Citra "kulihat posisimu bagus untuk pengamatan, jangan tinggalkan kesempatan itu."
"Oke" Balas citra dengan melemparkan wing pada Alda yang hanya bisa memutar matanya jenggah.
"Tes satu check check.... Hai selamat malam semuanya ... Ibu harap semoga hari kalian menyenangkan ... Bla bla bla ... Oke karena mengingat waktu yang terus berjalan ... Jadi untuk kalian semua selamat berpesta ... Dan kita sambut ini dia ... rindu band..." Tak lama Alunan musik terdengar mengambil fokus semua orang ke sumber suara, sedangkan citra kembali ke tempat para dosen berkumpul, dalam perjalanannya dia memberi informasi pada Alda "Tidak ada yang mencurigakan, namun entah kenapa aku rasa ada janggal seolah-olah sedang ada yang mengintai dikegelapan."
"Hm... Tetap waspada, begitupun dengan kau kevin."
"Baik" Balas keduanya.
Di tengah-tengah hingar nya suasana pesta, tak ada yang menyadari lampu hias berukuran besar yang tepat berada diatas Ryan melonggar, disisi lain Alda mengamati pesta "bayangan Ryan tak bergerak padahal dia duduk diam" Menyadari ada salah matanya membola sontak Alda menatap langit-langit barulah dia menyadari lampu yang berada tepat diatas Ryan hampir putus, Alda bergerak untuk menyelamatkan namun terlambat lampu itu sudah meluncur sehingga reflek dia berteriak "AWAAAS...."
BRAAAK...
Suara jatuhnya lampu nyaring sontak membuat suasana hening mencekam semua fokus pada tempatnya kejadian hingga membentuk kerumunan, ada yang berbisik-bisik, ada yang bergetar takut.
"Minggir... " Alda membuka kerumunan, dia bergegas menuju Ryan namun sekali lagi dia dikejutkan saat melihat sosok yang tertimpa badan lampu bukanlah Ryan melainkan Daniel sedangkan Ryan sendiri terduduk linglung melihat kondisi Daniel, dia meminta pada arjun dan natan menyadarkan Ryan lalu bergegas menghampiri daniel yang meringis kesakitan saat menerima pertolongan pertama dokter kampus pada kakinya berlumuran darah karena tertancap serpihan kaca, dan segera membawanya kerumah sakit, dan karena kejadian itu para dosen segara membubarkan pesta dengan menginstruksikan untuk para mahasiswa meninggal Aula dan berjanji akan memberikan penjelasan keesokkan harinya.
Menghampiri Citra dan Kevin yang berdiri tak jauh darinya dan bertanya "Bagaimana?"
"Ada yang menyabotase dibagian perlengkapan, namun diketahui siapa karena dia berpakaian sama seperti para staff disini bahkan staff lainnya tidak ada yang mengenalinya." Lapor Citra.
"Lalu bagaimana dengan CCTV-nya, bukannya aula ini dipasang CCTV."
"Tadi Saat Orang-orang tengah sibuk aku segera ke ruang CCTV, namun aku mendapati bawah rekaman di bagian perlengkapan saat kejadian sudah dihapus namun aku mengambil disk dari rekaman itu bersamaku mungkin kau bisa mengembangkan rekaman yang hilang diantara kita bertiga hanya kaulah yang mempunyai kemampuan Cyber tertinggi." Ucap kevin, dengan memberikan disk pada Alda.
"Baiklah akan kucoba, dan Citra sebaiknya kamu segera menyusul ke rumah sakit, waspadalah kita tidak boleh lenggah lagi karena belum kita mengetahui siapa pelakunya dan segera laporan pada kantor pusat, aku dan Kevin akan tetap disini untuk menyelidiki kejadian ini."
"Oke aku pergi dulu." Ucap Citra sebelum pergi meninggal keduanya.
"Keruang kerjamu dulu" Ujar alda dan diangguki oleh Kevin.
πππ
kak ikma
__ADS_1
Bojonegoro, 02 Maret 2020 π