Secret Bodyguard

Secret Bodyguard
Chapter 12


__ADS_3

Tiga hari kemudian....Ruang Tamu kemiliteran


Dalam ruangan berukuran 10x8 meter persegi itu, Alda dan Tuan Aditya Mahendra Presiden menjabat periode ini bertatap muka.


Sejak kejadian tiga hari lalu Alda telah meninggalkan Asrama, karena tugasnya telah selesai dan orang lain yang akan menjaga Ryan.


"Terimakasih mayor Alda, karena anda telah mengamankan nyawa putra saya dan juga yang lainnya jika bukan karena ke tanggapan anda dalam. Menghadapi situasi, pasti situasi akan lebih kacau." Ucap pak Aditya Mahendra pada Alda yang berseragam lengkap dan duduk tegak di hadapannya.


"Tidak perlu berterimakasih pak, itu sudah kewajiban saya sebagai abdi negara, selain itu melindungi keselamatan putra anda adalah misi saya, jadi memang sudah seharusnya saya melakukan itu." Ujar Alda tenang, tak terlihat gugup sama sekali walaupun saat ini dia tengah berhadapan dengan orang nomor satu di negara ini.


"Walaupun begitu tetap saja saya harus berterimakasih, lalu setelah ini apakah anda akan menerima misi baru?"


"Untuk menerima misi baru, saya belum dapat mengkonfirmasi, mungkin saya akan melatih pasukan komando AD."


"Baiklah mayor Alda, kalau begitu, saya pamit dahulu, sekali lagi saya sangat berterimakasih kepada anda." Ucap pak aditya, lalu beranjak berdiri, begitupun dengan Alda yang mengikuti.


"Baik Pak, mari saya antar" Alda mempersilahkan


Setelah percakapan itu, kedua orang berpangkat itu beriringan beranjak keluar, dengan Alda mengantar kepergian orang nomor satu itu.


Begitu diluar Alda dan pak Aditya, mendapati Ryan, Daniel dan Arjun tengah menunggu di sofa tunggu.


Pak Aditya mendekati putranya dengan Alda dibelakangnya, F4 minus Natan yang melihat itu lantas berdiri dengan diam.


tanpa sengaja Alda melihat pada Ryan yang ternyata juga melihat ke arahnya seolah meneliti penampilannya. ini adalah pertama kalinya bagi Ryan dan ketiganya melihat Alda yang berpakaian resmi sebagai perwira TNI.


"Ada keperluan apa kamu dan teman-temanmu dari kesini? Bukankah kalian masih di minta untuk istirahat?" Tanya pak Aditya pada Ryan.


"Kami hanya ingin lebih cepat menyelesaikan masalah lebih cepat dan lebih baik." Jawab Ryan.


'Dan bertemu dengan seseorang orang yang telah berbohong padaku' ucap Ryan dalam hati, melanjutkan perkataannya seraya menatap pada Alda seksama.


Alda yang mengetahui itu, tetap tenang seolah tak terpengaruh dengan apapun.


Pak Aditya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Baiklah, kalau ayah akan kembali ke istana negara. Oh ya perkenalkan ini Mayor Alda Setiara Dewi kalian pasti sudah mengenalnya." pak Aditya memperkenalkan Alda yang berdiri sampingnya.


Ryan menganggukkan kepalanya.


"Dan mayor Alda ini putraku." lanjut pak Aditya pada Alda.


melihat situasi itu, Alda melangkah ke depan lalu membungkuk kan badannya sedikit pada ke empat nya memberi hormat. lalu kembali menegakkan badannya.


"saya Alda senang bertemu dengan tuan tuan" Alda menyapa dengan tenang, tanpa senyum sedikit pun, menampilkan sosoknya yang tegas.


"ehem, baiklah karena saya tidak ingin menganggu reuni kalian, maka saya pergi dulu." pamit pak aditya pada mereka lalu melangkah pergi di ikuti ajudannya.

__ADS_1


suasana hening selepas kepergian orang nomor satu itu. tak ada mengucapkan sebatas katapun.


"hai Alda lama tak bertemu, kau tampak berbeda" sapa Daniel ceria, mencairkan suasana.


di balas dengan senyum tipis oleh Alda.


"tidak ada yang berbeda tuan Daniel, ini saya yang sesungguhnya"


namun memang benar apa yang di ucapkan Daniel, Alda memang terlihat berbeda saat menggunakan pakaian dinasnya. berbeda dengan sosok Alda yang biasa mereka temui kini Alda ada di hadapan mereka adalah Alda yang di ingin.


"jadi ini, lo yang asli?" Ryan memicing pada Alda.


"iya inilah aku, tuan Mahendra" jawab Alda tenang.


"Dan membohongi kami semua?" tanya Ryan lagi.


"awalnya iya demi misi saya, namun teman teman anda sudah mengetahui kebenarannya, mungkin anda saja yang terlalu bodoh" balas Alda santai.


dan terdengar tawa tertahan dari Daniel dan Arjun.


"kau,!!" Desis Ryan melotot.


"yang sudah tuan tuan semua, saya masih ada tugas, permisi" pamit Alda, memberi hormat, lalu berbalik pergi.


"hei hei wajah es! Alda, hei sialan!!"


"sudahlah Yan jangan terlalu mengumpat" Arjun menenangkan. namun di tepis Ryan.


"sorry yang bukan maksud gak kasih tau lo, tapi kita memang gak bisa kasih tau lo, kita juga dalam posisi terjepit" kali Daniel yang menjawab.


"Oh.....jadi lo juga udah tau iel, cuma gue yang gak tahu apa apa, hebat hebat .... pasti kalian berdua puas banget liat gue yang ****' ini." Ryan tertawa kaku, menyembunyikan emosinya yang tersulut, dia tak habis pikir dengan kedua sahabatnya itu, yang tega merahasiakan hal sepenting itu darinya.


dan membuat dia terlihat seperti orang ****'


"Bukan gitu yan... " sanggah Arjun terputus..


"Alah, gak usah kebanyakan bacot lo. gue muak" Ryan melangkah pergi dengan emosi nya meluap-luap.


melihat kepergian Ryan sontak Daniel dan Arjun segera menyusul dibelakangnya, mereka tidak ingin Ryan berbuat nekat. mereka paham betul dengan watak Ryan saat marah.


tanpa di sadari mereka bertiga di seberang pilang ketiganya berada Alda bersembunyi dan mendengar semuanya.


Dia tidak pergi, dan tetap di sana. mengamati ketiganya dari kejauhan.


"maaf, tapi memang hanya sampai disini kita bisa saling mengenal." bisik Alda pelan. matanya menerawang mengingat kenangannya.


tepat di sampingnya berdiri perwira muda yang merupakan bawahannya dan dia tunjuk sebagai asistennya,

__ADS_1


perwira itu sendari awal diam tak bersuara dan hanya mengamati Alda.


"mayor.. " ucap perwira muda itu membuat Alda tersentak sadar dari lamunannya.


"iya, ada apa? perwira Luthfi?"


"siap mayor semua perlengkapan anda telah siap di pusat pelatihan."


"baik, Ayok berangkat" ucap Alda tegas. dan lalu memimpin jalan.


ya hari ini Alda akan meninggalkan ibu kota dia berangkat ke kota B, dan melatih agen-agen baru yang nantinya akan masuk dalam pasukan khusus di bawah komando nya,


bisa di katakan dalam pelatihan ini Alda tengah merekrut calon anak buahnya. karena ada kalanya Alda tak selalu bisa berada dalam negeri, dan misi selalu datang tak terduga.


sebab itu Alda selalu berjaga, terlebih lagi kadang CIA memerlukan bantuannya.


❤❤❤


malam semua, 😘


Hai Hai ikma cantik update.


maaf lama, ikma sibuk kuliah online gaes, jadi harus bisa bagi waktu.


ikma minta dukungannya ya. dengan:


like di setiap part, Vote, dan favoritkan supaya saat ikma update kalian gak ketinggalan. dan Jangan lupa comennya


❤❤❤


juga pengumuman.. hot new!!!


ikma buka jasa editing cover novel. untuk ngisi kegiatan #dirumahaja


bagi kalian yang buat karya di NT atau MT namun belum bisa buat cover.


contoh bisa lihat cover semua cerita ikma,


syarat nya mudah kok, cukup follow akun ikma.


join grup chat, dan untuk biaya cukup kirim pulsa aja, atau ditanyakan secara pribadi. oke!!


❤❤❤


**salam hangat


ikma cantik

__ADS_1


jangan lupa likenya. 😘


Bojonegoro, 04 April 2020**


__ADS_2