Secuil Harapan Yang Baru

Secuil Harapan Yang Baru
part 1


__ADS_3

💞


💞


💞



🍀🍀🍀



🍃🍃🍃


Pagi cerah menyapa, memancarkan sinar kehangatan untuk seorang gadis yang baru saja menginjak usia 17 tahun.


hari ini adalah pendewasaan gadis kecil yang selalu diperingati setiap tahun yang diingat sebagai hari ulang tahunnya.


beban berat yang di pikul dalam bertarung melawan soal-soal yang entahlah, dia yang mengerjai soal atau soal yang mengerjainya.


kemarin hari pertempuran disudahi, sangat tidak sepadan rasanya jika perjuangan selama tiga bulan dengan menelantarkan pola makan, pola tidur, sopan santun, serta hubungan sosial, harus di kecewakan dengan tidak bersungguh-sungguh dalam kurun waktu 4 hari yang tidak mengindahkan kemanusiaa.


Setelah pertempuran itu dia benar-benar seperti melepaskan beban berat yang telah disematkan kepadanya sejak dia naik ke kelas 3 SMA.


Sabrina berharap bisa merebahkan diri sepanjang hari dan merefresh otak agar bisa berpikir jerni lagi untuk kembali berkonflik dengan hati akibat pemilihan universitas dan jurusan kuliah.


Sembari merealisasikan harapannya Sabrina memposisikan tubuh dengan baik di atas kasur sembari bergelud hangat dengan selimut, berdialog bersama bantal serta bercengkrama hebat dengan kasur.


kini Sabrina akan mulai masuk kealam mimpi, belum sempat duduk dialam mimpi Gadis yang bernama Sabrina anggelia itu sudah di kembalikan lagi kealam sadar.


alih-alih bisa menari-nari di alam mimpi, Sabrina malah diusik dengan suara teriakan dari orang yang sudah tidak asing dipendengarannya, dengan malas Sabrina keluar kamar dan langsung mendapat Suprise berupa kue dan pernak-pernik perlengkapan ulang tahun pada umumnya dari sahabatnya.


Tak usah ditanya lagi siapa yang membuat keributan tadi? yaa yang membuat keributan dirumahnya adalah sahabatnya, siapa lagi yang bisa dan berani kecuali sahabatnya itu, karena Sabrina hanya memiliki satu sahabat dan hampir tidak memiliki teman.


Hari berlomba-lomba untuk berlalu dengan cepat seakan-akan tidak mau berdiskusi dengan Sabrina perihal rebahan yang tidak ada cukupnya itu.


Dengan sabarnya Sabrina lagi-lagi mengajak otak dan hatinya berbicara.


tapi yang Sabrina dapatkan ialah pemberontakan yang sama..


Yang dilakukan oleh otak dan hatinya yang kini tengah asik meronta-ronta ingin mengeluarkan uneknya satu sama lain.


Sabrina berjalan kesana kemari diruangan yang didominasi oleh warna abu-abu itu, dengan jantung yang bergemuruh.


Disisi lain ruangan tersebut detak jarum jam seperti menghatui Sabrina.

__ADS_1


kini Jam menunjukan pukul 16.55, yang artinya 5 menit lagi pengumuman seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) akan diumumkan.


Dengan sedikit kasar Sabrina menjatuhkan tubuhnya keatas kasur dan dengan cekatan Sabrina mengambil hand phonenya yang terletak di atas nakas berwarna putih.


Sabrina yang kini tengah duduk disisi kasurnya dengan gelisah berulang kali memegang dadanya yang sedang berdendang ria.


Sabrina adalah anak yang cuek Sabrina juga anak yang pintar di sekolahnya, sehingga tidak heran jika Sabrina bisa ikut dalam seleksi nasional tersebut.


Sabrina sangat ingin kuliah diBandung di salah satu unversitas negeri yang ada disana.


tapi ketika SNMPTN sabrina malah memilih dijawa timur, dengan segalah kontroversi yang sedang bergejolak didalam diri sabrina.


walaupun demikian , sabrina tetap mencoba biasa saja dan berdamai dengan hatinya.


Dengan menguatkan dirinya Sabrina yang tengah duduk dengan menekuk lututnya Sabrina membuka laman web pengumuman SNMPTN, sambil menggit bibir bawahnya sembari memberi kekuatan untuk melihat laman web tersebut.


Setelah memperoleh keberanian akhirnya Sabrina merilekskan kan tubuhnya sembari menarik napas dan mengeluarkannya secara terburu-buru.


Dengan gemetaran Sabrina mencoba mendekatkan hand phonenya dan mengedipkan matanya berulang kali. Sabrina shock melihat warna dari laman web tersebut.


warna merah dan bertulisan anda dinyatakan tidak lulus seleksi SNMPTN, sukses membuat Sabrina mebelalakan matanya menatap intens hand phonenya.


air mata Sabrina kini sudah berada di pelupuk mata sabrina, yang sedikit lagi akan membasahi pipi sabrina.


Saat sabrina keluar kamar. Ia berhenti sejenak didepan pintu...


"Fhuu" ia membuang nafas kasar.


Cklekkk..


Ia mulai membuka pintu kamarnya. Kepalanya melirik ke kiri dan ke kanan.


Ia melangkahkan kakinya kedapur ada sosok paru baya yang sedang menyiapkan makanan.


"Ma" ucapnya. Ia memejamkan matanya sejenak untuk menahan isak tangis yang sebentar lagi akan meledak.


"Eh sabrina?. Ada apa hm?" ibunya mulai menatap Sabrina lembut


"Sabrina nggak lulus SNMPTN" suaranya sedikit serak. Ia mengulum bibirnya rapat untuk tidak menangis. Tapi air matanya lolos tanpa terkendali


"ngak apa-apa, masih ada cara yang lain" sembari tersenyum dan memeluk anaknya memberikan ketenangan pada Sabrina


Sabrina mengangguk dan membalas pelukan dari ibunya...


Hiks

__ADS_1


Hiks


"Sabrina kekamar ya ma" Sabrina berlalu pergi meninggalkan mamanya


Setelah mengunci pintu kamarnya, Sabrina membanting tubuhnya keatas kasur dengan kasar sambil menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya


5 menit kemudia hand phone sabrina berbunyi...


sabrina langsung ngusap kasar air matanya, menarik selimut serta mehirup napas dengan sembarang dan langsung mengambil hand phone yang berada disampingnya, dengan malasnya Sabrina menggangkat telpon yang menampilkan nama sahabatnya yaitu NUR ECY.


"assalamualaikum" sapa ecy


"wa'alaikum salam" jawabku


"gimana hasilnya, lulus ngak sab?" tanya ecy


"enggak" jawabku singkat


"apa?, Ngak mungkin-ngak mungkin, bohong" jawab ecy tidak percaya


" terserah! Kamu?" tanya ku


"alhamdulilah aku lulus SNMPTN, tapi aku ngak percaya ya kamu ngak lulus" jawab ecy, masih dengan ketidak percayaan ya


"terserah mau percaya atau engak!, Selamatya" jawabku cuek


"aku masih ngak percaya sab, kamu masih hutang penjelasan sama aku, sudah dulu ya sab aku di panggil ibu, assalamualaikum sab" tutup ecy


" iy, wa'alaikum salam" sambil ku akhiri panggilannya.


Setelah panggilan diakhiri Sabrina lagi-lagi menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut dan matanya terus mengeluarkan air yang membasahi pipinya, hingga Sabrina tertidur.


💞


💞


💞



🍀🍀🍀



🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2