
🤗🤗🤗
Ardian Ray Aditama seorang dosen muda yang tampan nan berwibawah, datar dan hampir tak tersentuh, anak sulung dari keluarga aditma ini seorang pemuda sukses dan memiliki karir yang cemerlang
Hari ini Ardian mengajar dikelas Sabrina, sebagai dosen baru dan Ardian adalah orang yang disiplin sehingga Ardian datang pada hari ini tepat waktu, tak kurang apalagi lebih
Cklekk...
Pintu dibuka oleh Ardian dan mahasiswa langsung duduk dikursi masing masing, ketika melihat Ardian membuka pintu.
seketika mahasiswanya telah duduk rapi dan semua kursi terisi penuh, jangan herang ini kelas internasional, jadi wajar-wajar saja jika muridnya disiplin-disiplin dan teratur
Ketika masuk di kelas ini mata Ardian langsung tertujuh pada wanita berkulit putih, yang duduk di dekat dinding hampir menujuh pojok ruangan, Ardian tidak mengetahui siapa gadis tersebut, karena sedari Ardian masuk gadis itu hanya menunduk dan menatap tumpukan-tumpukan kertas yang dipegangnya, berbeda sekali dengan mahasiswa yang lain yang sudah sibuk memuji ketampanan Ardian.
Ardian berdiri tepat didepan kelas di bagian tengahnya, Ardianpun mengucap salam kepada mahasiswanya dan menperkenalkan dirinya.
" Assalamualaikum" ucap Ardian
"Wa'alaikum salam pak" jawab Mahasiswa berbarengan
"Kenalkan nama saya Ardian Ray Aditama, dosen pengampuh mata kuliah hukum pidana " ucap Ardian melihat kesemua mahasiswa dan lagi lagi mata Ardian tertuju pada gadis berkulit putih yang masih setia menatap kertas kertasnya
"Ada yang ingin ditanyakan" tanya Ardian kepada mahasiswanya setelah memperkenalkan diri
"Saya pak" jawab Fiza dengan antusias dan tersenyum lebar
"Ya silahkan" jawab Ardian santai
"Status pak" tanya Fiza di ikut oleh gelak-tawa teman-temannya yang lain, ketika mengetahui pertanyaan yang dilontarkan oleh Fiza
Ardianpun mengelengkan kepalany lalu menjawab
"Alhamdulillah, Allah masih menyembunyikan jodoh saya" jawab Ardian sambil berjalan ke meja dosen dan meletakan tasnya
"Wah, jomblo guys"
"Single guys"
"Masih ada peluang"
"Harus diperjuangin"
" Masih ada kesempatan"
Begitulah jawaban dari mahasiswa Ardian yang masih Ardian bisa dengar, tanpa mereka sadari
__ADS_1
"Baiklah kalau tidak ada lagi, kita akan memulai pelajaran" ucap Ardian sambil membuka tasnya dan duduk di kursi dosen
Semua mahasiswanya hanya diam, dan lagi-lagi fokus Ardian Masih jatuh pada wanita berkulit putih yang masih setia menundukkan kepalanya dan bercengkrama hebat dengan lembaran-lembaran yang ada di mejanya tanpa mempedulikan orang disekitarnya
"Siapa dia, kenapa aku seperti mengenalinya, apa yang sedang dia cermati, hingga tak melihat dosen memperkenalkan diri" tanya Ardian dalam hati dengan sedikit kesal walaupun rasa penasaran lebih mendominasi diri Ardian
Ardianpun mengabsen mahasiwanya satu persatu dan terus sambil melihat kearah mahasiswa yang mengangkat tangannya, dan terus meneliti untuk memenuhi rasa penasarannya tentang siapa nama mahasiswa berkulit putih tersebut, hingga tiba di nomor urut absen Sabrina.
yang Ardian anggap sebagai wanita berkulit tersebut ialah Sabrina, wajar saja Ardian tidak tau karena dari tadi Sabrina tidak mengangkat kepalanya walaupun kegiatan mencermati kertas kertas yang ada dihadapan Sabrina sudah berakhir ketika Ardian mulai mengabsen mahasiswanya
"Sabrina anggelia" panggil Ardian dengan mengingat ingat nama ini, Ardian seperti tidak asing dengan nama ini
"Saya pak" jawab Sabrina sambil mengangkat kepalanya dan mengangkat tangannya, seketika pandangan mereka bertemu
degg..
"Dia, diakan mahasiswa yang ikut lombah debat, oh iya aku ingat. benar namanya Sabrina" ucap Ardian dalam hatinya dan menarik sedikit lengkung bibir keatas walaupun tak terlihat oleh orang lain
Ardian tak mau ada yang tau tentang keterkejutannya dan perasaan yang dirasakannya hingga Ardian terus mengabsen seluruh mahasiswa seperti sedia kala, lalu setelah semua mahasiswanya diabsennya Ardianpun memaparkan materi perkulihan yang telah dibagikan sebelumnya pada situs perguruan tinggi
Seluruh mahasiswa mendengarkan Ardian tak terkecuali Sabrina, dia sangat fokus mendengarkan apa yang Ardian terangkan. Sabrina sangat fokus Sabrina tak mau dia sia sia hari ini, Sabrina tak mau jika ilmu yang diberikan dosennya tak dapat Sabrina serap dan merugilah Sabrina hari itu. pikir Sabrina
Ardian mengamati mahasiswanya sambil menjelaskan materi, banyak mahsiswa yang melihatnya bukan karena memperhatikannya tapi sedang asik didunia hayalnya, banyak mahsiswa yang melihat kearah Ardian tapi pikirannya tak ada dikelas itu, pikirannya berlarian kesana kemari seperti kepacarnya, masakan ibunya, atau kamar kosnya bahkan produk keluaran terbaru, baik kosmetik, busana dan alat elektronik. (mungkin) tapi yang jelas mahasiswa Ardian tak benar benar memperhatikannya, melihat itupun Ardian kelas, kenapa mahasiswanya banyak tidak fokus dengan perkulihannya.
dengan semua rasa kesalnya Ardianpun memutuskan untuk kuis diakhir perkulihan
Ardian memberikan soal dan memberi waktu 10 menit untuk mahasiswanya menjawab
waktu telah habis dan Ardian sedang membaca hasil kuis mahasiswanya dan memeberikan nilai atas apa yang telah mahasiswanya tuliskan
Dari 25 orang di kelas itu hanya Sabrinalah yang berhasil menjawab dengan sempurna pertanyaan yang diberikan oleh Ardian
" Oke, ini lembaran jawaban kalian, sudah saya periksa. Yang mendapat nilai A+ silahakan keruangan saya dan dia juga yang menjadi penanggung jawab mata kuliah saya" ucap Ardian sambil menyodorkan tumpukan kertas dan berjalan keluar ruangan.
sebenarnya tujuan Ardian mengadakan kuis ini bukan untuk mencari penanggung jawab (PJ) tapi hanya untuk menguji pemahaman mahasiswanya, tapi ketika melihat hasil dari kuis tersebut Ardianpun langsung berpikir untuk mengangkatnya jadi PJ, karena yang memperoleh hasil terbesar adalah Sabrina
Semua mahasiswa melihat hasil kuis mereka
"Siapa ni yang dapat A+" tanya salah satu dari Meraka
"Siapa yang jadi penanggung jawab bapak" teriak salah seorang dari mereka
"Siapa woy, siapa" tanya salah satu dari mereka
Semua sibuk melihat hasil mereka, tapi Sabrina tak mempedulikannya
__ADS_1
Sabrina masih fokus menatap layar hand phonenya, tak peduli dengan kertas kuisnya, toh pikir Sabrina dia tidak akan juga dapat A+
Semua masih riuh bertanya siapa dan siapa, hingga salah satu teman Sabrina bertanya kepada Sabrina
"Sab, dapat berapa" tanyanya
"Jangan-jangan Sabrina yang dapat A+" celetuk salah seorang teman mereka
" Ya ya ya, mungkin kamu sab" sahut yang lain
Teman-teman Sabrina tau kalo Sabrina pintar hanya saja Sabrina tak suka bersuara apalagi sok-sok'an pintar
"Ngak tau, belum lihat" jawab Sabrina singkat dan masih fokus ke layar handphonenya
Entahlah apa yang Sabrina lihat disitu, dia tak mau fokusnya terbagi, tapi tak ada yang heran dengan sikap Sabrina, yaa begitulah Sabrina
"Ehh sab, Mana kertas kamu sini aku lihat" saran dari salah satu teman Sabrina
"Iya sab sini kita lihat" sambung yang lain
" Itu diatas meja" jawab Sabrina
" Lagian ngak akan juga aku dapat nilai A+" sambung Sabrina
"Kamu mah selalu seperti itu sab, merendah untuk meninggi" protes teman Sabrina
" Ngak percaya lihat aja" jawab Sabrina acuh
" Ini apa sab, coba lihat deh ini A+ kau pikir ini apa" proter teman Sabrina
"Mana sini ku lihat" jawab Sabrina kaget
" Ni, coba lihat baik-baik A+ ngak" Jawa teman Sabrina dengan kesalan
" Oh iya, kok bisa ya" tanya Sabrina binggung, mengapa dia bisa A+, sedangkan yang lain ngak ada yang A+
"Ya bisalah, kamukan pintar" seru teman Sabrina
" Hah, aku pintar, sejak kapan" tanya Sabrina binggung
" Sudah, sudah " tegur komting kelas Sabrina
" Sab udh gih, temuin bapak, disuruh keruangannya" lanjut komting Sabrina
" Oh iya" jawab sabrian singkat dan langsung menyambar tasnya dan melangka pergi
__ADS_1
" Emang tu anak" seru temannya yang lain dan diikuti dengan menggeleng-gelengkan kepala
🤗🤗🤗