Secuil Harapan Yang Baru

Secuil Harapan Yang Baru
puncak masalah


__ADS_3

 


💞


💞


💞


 


🍀🍀🍀


🍃🍃🍃


 


 


 


hari-hari berlalu, hubungan antara Sabrina dan bibiknya Semakin hari semakin buruk...


Hubungan antara Sabrina dengan bibiknya semakin tak karuan semakin tak menemukan perbaika ...


Hari-hari itupun semakin terasa membunuh Sabrina, rasa besalah serta ketidak Tahuan bersatu menyerang Sabrina..


Hidup Sabrina semakin kacau..


Hati Sabrina semakin sakit..


Semua tak ada yang baik-baik saja. hari, hati serta jiwa Sabrina teguncang, kehidupan Sabrina semakin kejam, semua orang menyudutkan dengan cara mendiaminya berhari-hari lamanya..


Air mata Sabrina sudah tumpah luluh lantah ..


Pertahanan Sabrina sudah menghilang begitu saja ...


Semua sudah musnah, kebahagian yang Sabrina buat-buat untuk bertahan dirumah bibiknya sudah hilang hilang, hatinya merontah-rontah, tak ada yang tau masalah dan kesedihan sabrina ...


Kini Sabrina menangis, air matanya meluncur hebat dipermukaan wajah Sabrina, semua masalah menyatu di pikiran Sabrina, membuat pertahanan untuk menyerang Sabrina, Sabrina kini benar-benar sakit dengan semua yang dialaminya ...


Hiks


Hiks


Hiks


Tangisan itu pecah membuat suara pilu dan semakin pilu..


Semua pertahanan Sabrina telah luluh lantah


Semua kesabaran sabrina telah musna


Sabrina sudah hilang kekuatan, hatinya benar-benar sakit tubuhnya benar-benar lemah semua terasa membunuhnya semua yang ada didirinya tak berdaya apa, otaknya sudah hilang kejernihan, hatinya sudah sesak dan pecah menjadi puing-puing kesakitan...


kini dikamar, Sabrina tengah berdiam diri dan berdialog dengan hatinya sembari menenangkan dirinya


Insiden waktu itu semakin membunuh Sabrina, dia menyerang Sabrina tanpa hormat dan seakan-akan Sabrina orang yang paling salah dan tidak termaafkan untuk semua kejadian tersebut...


hari belalu dan pagi nyapa, semua tak seperti biasa lagi, tak ada sapa dan senyum dari bibik Sabrina. semua berubah, tatapan sinis dan rasa tidak suka selalu bibik Sabrina perlihatkan


melihat itu semua Sabrina hancur dan sekarang Sabrina berada diambang keputus asaan tetap bertahan atau pergi dan mejadi mandiri...


Sabrina sakit melihat itu semua, Sabrina masih tak mengerti apa yang sebenarnya telah Sabrina lakukan, Sabrina kini benar-benar sakit, dia tak tahan lagi dan tangispun kembali menyapa Sabrina, air mata terus meluncur dari kelopak mata Sabrina


"Aku menyerah" ucap Sabrina diselah tangisnya


Air mata Sabrina terus jatuh dengan bebasnya, Sabrina memaki rasa yang bekecambuk di dalam diri, yang membuat tangis itu tak dapat terhenti dan tak mau berhenti


Sudah satu jam Sabrina di dalam kamar, dia tak keluar setelah mandi pagi, dia masih sedih dan sakit hati atas perlakuan bibiknya pagi ini


Tak biasanya Sabrina begini, ini bukan Sabrina, Sabrina biasanya tangguh tapi kali ini dia benar-benar kalah dengan keadaan


Air mata sabrina tak bisa Sabrina hentikan, dia terus keluar mengungkapkan betapa sakit hatinya Sabrina saat ini


"Ayo berhenti" ucap Sabrina frustrasi, Sabrina kesal kenapa air mata ini begitu banyak dan tak mau berhenti sedari tadi


"Aku akan berangkat ke kampus" ucap Sabrina sambil menahan tangisnya yang benar-benar tak ada niatan untuk berhenti


Sabrina terus bermonolog kepada dirinya sendiri, dia benci jika harus menangis, sabrina tak mau cengeng Sabrina kuat, hingga Sabrinapun kesal kepada dirinya dan Sabrina memilih duduk untuk mendamaikan hatinya

__ADS_1


Sabrina duduk di atas tempat tidurnya, meraih buku-buku nya dan memilih buku perkulihan hari ini dengan tergesa-gesa, antara ingin cepat selesai dan takut air matanya jatuh mengenai buku-buku itu, lalu sabrina memasukan semua pakaian kedalam koper, menyusun seluruh buku-bukunya kedalam plastik, hingga semua benar telah dia kemas, dan sekarang semua telah rapi tapi tangis sabrian belum juga berhenti ...


Sabrina berdiri di depan cermin, memoleskan sedikit bedak serta memakai lipstik untuk memperbaiki penampilannya agar dapat menutupi mata sembab dan bibir pucatnya, agar tak ada yang tau kesedihan sabrina, Sabrina tak ingin ada orang yang tau akan apa yang terjadi pada dirinya


setelah semua usaha Sabrina untuk menahan tangisnya akhirnya Sabrina keluar kamar, tanpa berani mengangkat wajahnya, Sabrina takut ketika melihat bibiknya air matanya jatuh kembali...


sabriana berlari ketempat motor, mengambil motor dan langsung pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada bibik atau pamannya..


dan Itu bukanlah kebiasaan Sabrina yang pergi tanpa pamit...


Motor sabrian melaju dengan cepat dan dengan mudahnya meninggalkan rumah bibik yang Sabrina tempati..


motor terus melaju dengan kecepatan yang bisa dikatakan cepat bukanlah kecepatan normal yang Sabrina gunakan saat ini, tapi kecepatan yang lumayan untuk menghilangkan rasa sesaknya didalam hatinya..


Kini Sabrina sudah berada di perjalanan hampir sampai ke kampusnya ...


Lagi-lagi sabrian menangis, semua tumpah ruah diperjalanan, tak ada yang mengetahui kesakitan Sabrina ...


Tangisnya sabrian kembali pecah di saat mengendarai motornya, banyak pasang mata yang tak melihatnya..


Sabrina tak mempedulikan itu, biarkan saja orang melihatnya, toh dia juga tidak kenal pikir sabrina..


tanpa Sabrina sadari disepanjang jalan Sabrina menangis tanpa henti, sekarang jam baru menunjukan pukul 6.20, masih lama sekali dari jam masuk perkulihan pagi hari ini tapi Sabrina sudah sampai di kosan Argi..


Tangis Sabrina kembali pecah ketika Argi membuka pintu kosannya, Sabrina terus menangis, meluapkan semua yang ia rasakan tanpa mau memberi tahu Argi terlebih dahulu..


Insiden yang terjadi subuh tadi membuat Sabrina benar-benar sedih, hatinya benar-benar hancur, logikanya sudah hilang entah kemana...


Sabrina terus menangis tanpa henti


Tak ada satupun pertanyaan dari Argi yang Sabrina jawab


Sabrina meluapkan seluruh yang ia rasakan di kosan Argi..


Sudah lebih dari 30 menit Sabrina menangis, Argi dengan setia menemani Sabrina, dan memberi kekuatan serta ketanangan sebisa Argi


Sabrina masih saja diam, bergulat dengan pemikirannya, berdebat dengan hatinya..


melihat itu Argi iba dengan apa yang sabrina alami, hingga membuat Sabrina seperti ini


Orang yang selalu baik-baik saja di depan orang lain, kini sedang berusah menghentikan tangisnya yang begitu pilu, yaa Sabrina jarang sekali menangis..


Kini Sabrina tengah bersiap untuk pergi ke kampus, Argi dengan kebingungannya masih saja memilih diam, agar Sabrina nyaman dan supaya Sabrina tenang dan menyudahi kesedihannya...


...


Sabrina kini berada di parkiran motor, banyak mata yang melihatnya dari kejauhan...


Sabrina tak mempedulikannya..


Sabrina masih sibuk dengan perasaannya...


Kejadian subuh tadi membuat dia benar-benar bersedih dan terpuruk..


Sabrina dan Argi berjalan ke kelasnya, banyak orang yang menyapa Argi tapi hanya Argi senyumi saja, karena memikirkan keadaan Sabrina yang tengah bersedih..


Ada orang yang selalu memperhatikan Sabrina, begitupun dengan sekarang...


Sabrina tak mengetahuinya, Sabrina tak peduli, orang itu selalu menutup dirinya tak pernah menampakan wajahnya....


Aska kini tengah mentapa Sabrina dari atas tangga, Sabrina yg mulai menaiki anak tangga hanya menundukkan kepalanya tak menghiraukan orang-orang disekelilingnya ...


Sabrina tepat berada di depan Aska, tapi Sabrina tak peduli, Sabrina seolah-olah berada di dunia lain, di tak menganggap orang-orang ada, dia masih sibuk dengan kesedihannya..


Sabrina terus berjalan, sampai di pintu kelas...


Cklekk...


"Huffff" Sabrina membuang napas dengan kasar dan membuka pintu kelasnya


Sabrina berjalan menuju bangkunya dan menundukkan kepalanya menjadi hal yang Sabrina lakukan saat ini, dia tak mau orang-orang iba dengannya..


Duduk dan diam saja yang sedari tadi Sabrina lakukan, Argi saja tak berani untuk menyapanya dan mengobrol dengannya..


tak terasa kelas dimulai hingga Kelas Sabrina berakhirpun Sabrina masih saja diam, semua teman-teman sabrian telah meninggalkan kelas kecuali Argi, dia menunggu Sabrina dan dengan setia mengikuti langkah kaki sabrina...


Kini Sabrina dan Argi berada di belakang gedung kelasnya...


Menikmati semilir angin, yang terus berhembus, membuat Sabrina sedikit tenang...

__ADS_1


Lama diam dengan pemikiran masing-masing akhirnya Argi mulai bertanya


"Sab" panggil Argi takut-takut


Sabrina hanya menoleh


"Kamu baik-baik sajakan" Tanya Argi pelan-pelan


Sabrina hanya menggangguk


"Sab, kamu bisa cerita sama aku biar berkurang sedikit masalahnya sab" saran Argi dengan takut-takut


Sabrina hanya menggangguk


"Sab, kita disini udah lebih dari sejam, kita pulang yuk, aku lapar" ucap Argi takut-takut


Sabrina lagi-lagi hanya menggangguk dan berjalan meninggalkan teman tersebut


Sampai di parkiran motor, Sabrina memberikan kunci motor kepada Argi..


Tubuh Sabrina benar-benar lelah, dan Argipun membonceng Sabrina sampai dikosannya...


Sampainya di kosan Argi Sabrina lebih memilih merebahan diri ketimbang harus makan dan melakukan aktifitas lain...


Sabrina mulai menenangkan diri dan mengambil hand phone miliknya, mecari nomor orang tuanya dan langsung mengirim pesan kepada mereka


Ma Sabrina ngekos boleh ngak ma?


Sabrina meletakan hand phone dan memejamkan matanya, kurang dari 5 menit hand phone Sabrina bergetar dan Sabrina langsung melihatnya


**Kenapa nak?


Enggak apa-apa ma, Sabrina cuma mau ngekos aja ma


Ya sudah tinggal dulu disana, kalau sekarang mama ngak punya uang


Ma Sabrina perna minta sama mama untuk siapin uang untuk Sabrina study tourkam ma, ya udah ma Sabrina ngak jadi aja ikut study tour Sabrina ngekos aja ma


Kamu kenapa nak? Bilang sama mama, kamu ada masalah


Enggak ada ma, Sabrina cuma mau ngekos aja ma


Ya sudah kalo gitu, pulang aja dulu nanti kita bicarakan baik-baik sama papamu


Iy ma, besok Sabrina pulang**


Read


Setelah memberitahu mamanya tentang keinginannya Sabrina kini mulai tenang walaupun Sabrina tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya, Sabrina tak mau keluarganya ribut hanya karena dirinya


Sabrina mengambil pena dan kerta dan mencoret-coretnya agar ia merasa tenang, ketika merasa cukup Sabrina mengambil kertas yang baru untuk meluapkan perasaannya


 


💞


💞


💞


 


🍀🍀🍀


 


🍃🍃🍃


 


 


happy reading ...


jangan lupa like, vote and commen ya ..


mau tanya, ada ngak yang nunggu cerita ini up....


 

__ADS_1


__ADS_2