Secuil Harapan Yang Baru

Secuil Harapan Yang Baru
masalah Sabrina (1)


__ADS_3

Β 


πŸ’ž


πŸ’ž


πŸ’ž


πŸ€πŸ€πŸ€



πŸƒπŸƒπŸƒ


Β 


Alaram hand phone Sabrina berbunyi...


menampilkan jam 4.30


Yang artinya Sabrina sudah telat tiga puluh menit dari jadwal tidur Sabrina biasanya


Dengan tergesa-gesa, Sabrina membereskan labtop dan alat tulis, lalu meletakan mereka kedalam tas kuliahnya


kini Sabrina Panik, paniklah yang kini mendominasi Sabrina, Sabrina cemas, napasnya memburu hebat


Degg...


Degg...


Degg....


jantung Sabrina berdetak tak karuan, dipacu dengan hebat


seketika Sabrina membuka pintu, sambil mengelus dadanya yang panik tanpa sabrina sadari, sabriana dia tak sengaja menendang dinding kamarnya


"Aauuuu" teriak Sabrina sambil menutup mulutnya


Sedikit menahan sakit, Sabrina menujuh ke arah dapur, dengan kepanikan yang terus bertambah-tambah Sabrina memberanikan diri untuk kedapur


Dari arah dapur bunyi-bunyian telah di bunyikan, mulai dari keran menyala, piring dan gelas bergelenting, wajan dan Sutil beradu, hingga suara pisau memotong sayur-sayuran denga kuat, seolah-olah penuh dengan amarah


Sampai diambang pintu dapur...


Degg...


Degg...


Degg....


Sabrina terlihat begitu panik


Bibik Sabrina telah melirik kearah Sabrina dengan tatapn yang penuh dengan amarah


"Ehhh, udah bangun Sabrina" dengan suara mengejek


" Eehh, iy bik" jawab Sabrina, panik


" Ngak lihat sekarang udah jam berapa" ketus bibik Sabrina

__ADS_1


"I- Iy bik, ma-maafin Sabrina" jawab Sabrina dengan takut dan panik


"Sabrina ba-bantu apa bik" lanjut Sabrina dengan lebih ketakutan dan panik yang menjadi-jadi


"Ngak usah, kamu tidur aja lagi" jawab bibik Sabrina mengintimidasi


Tak mau berlama-lama dengan rasa bersalahnya. Sabrina langsung melihat rice cooker dan menanak nasi


didapur aurah mencekam telah mendominasi disitu, ruangan sudah dipenuhi hawa amarah .


Bibik Sabrina masih tak berbersuara, dan masih memperlihatkan ekspresi marahnya


Sabrinapun binggung sendiri.


Tapi hari ini begitu baik, matahari menyapa lebih pagi, waktu seakan-akan berlari, membuat Sabrina bisa berlari dengan cepat dari kecanggungan ini dan bisa berlalu menujuh kampus tempat dia kuliah


...


Sabrina melesat kekamar mandi, membersikan diri...


Sabrina kini sudah rapi dengan pakaian kampus dan sedang memanaskan motor.


Jarak kampus kerumah bibik Sabrina bukanlah dekat, harus menempuh waktu 45 menit untuk sampai disana


Pagi ini Sabrina tak berani sarapan, mengingat kejadian Sabrina yang bangun kesiangan, menahan rasa lapar Sabrina harus kuat dan harus terlihat baik-baik saja


Suara ribut-ribut yang berasal dari perut, dengan susah payah Sabrina abaikan, Nyali Sabrina untuk sarapan sudah menghilang, menciut dan hilang nafsu untuk sarapan


...


Kini Sabrina telah sampai di parkiran kampus


Setelah mematiakan mesin motor, dan melepas helm, Sabrina merasa ada yang memperhatikannya.


Deg...


Ketika Sabrina melihat laki-laki yang sedang memperhatikannya


"Kenapa dia selalu melihatku" kata Sabrina kesal.


Dengan Wajah yang datar dan sedikit kesal, Sabrina meninggalkan parkiran


Tanpa berniat melihat kearah depan, Sabrina terus berjalan dengan menunduk


Tiba-tiba


Bhukk...


"Aauuh" teriak sabrina


Tanpa melihat orang yang menabrak Sabrina dari samping.


Sabrina langsung mengambil beberapa bukunya yang jatuh


"Maaf" ucap orang yang menabrak Sabrina sambil mencondongkan tubuhnya membatu Sabrina merapikan buku yang berceceran.


"Maaf, aku tidak sengaja" ucap orang itu lagi


Sabrina masih tak melihat kearahnya

__ADS_1


"Ada yang luka" katanya khawatir...


Sabrina masih sibuk dengan buku-buku Sabrina tanpa menghiraukan orang yang menabraknya


"Bagaimana aku bisa memintak maaf kepadamu" lagi-lagi orang itu mengajak Sabrina bicara


Dengan malas dan kesal sabrina melihat ke arah orang yang menabrak sabrina


Degg...


Degg...


Degg...


Seketika jantung Sabrina berdetak tak beraturan, bergemuruh hebat


Dengan bibir terangkat keatas, yang dia pamerkan kepada sabrina


Dan berhasil membuat darah Sabrina diseluruh tubuh berdesir


"Sial, kenapa dia lagi" ucap sabrina dalam hati dengan frustasi ia adalah orang yang melihatnya di parkiran tadi


"Kenalin namaku Aksa" kata orang yang menabrak Sabrina sambil memajukan tangan kanannya


Yang menabrak Sabrina adalah seorang laki-laki, yang bernama Aksa Alvaro Raihan.


orang yang sangat terkenal di kampus sabrina, karena kepintaran, kegantengannya.


Sabrina hanya tau namanya tidak dengan orangnya.


"Iya" jawab Sabrina sambil menunduk dan belalu pergi


Dan sabrina merasa dia masih memperhatikan sabrina


sabrinapun berjalan setengah berlari...


Sabrina inginΒ  sampai keruangannya dengan cepat dan menetralkan detak jantungnya yang terus tak beraturan


Tubuh Sabrina terasa lemas, mengingat siapa yang menabraknya tadi


Orang yang sama, yang memperhatikan di parkiran tadi


"Kenapa dengan dia? Apa salah ku" pikir sabrina


"Kenapa dia tidak bisa mengikuti ku" pikir Sabrina


"Aahh, sudahlah.... Apa peduli ku, dia hanya tak sengaja, mungkin dia buru-buru" gerutuk Sabrina dalam hati untuk menghilangkan pikiran-pikiran yang mulai berterbangan di kepalanya yang tanpa sengaja membuat hatinya bergejolak hebat


πŸ’ž


πŸ’ž


πŸ’ž



πŸ€πŸ€πŸ€


__ADS_1


πŸƒπŸƒπŸƒ


Β 


__ADS_2