
💞💞💞
🍀🍀🍀
🍃🍃🍃
Tiba-tiba hujan turun membasahi bumi memberi kehidupan untuk semua mahluk, sehingga menahan sepasang mahluk untuk tetap bersama dalam sementara waktu. mereka ialah Sabrina dan Aksa.
Ini bukan kali pertama aksa dan sabrina ditinggal berdua saja, delvin selalu begitu. pulang terlebih dahulu, entah apa yang dia kerjakan.
“ehh hujan” ucap sabrina kaget, tiba-tiba hujan membasahi bumi
“kamu kenapa sab, ngak lagi buru-burukan sab” tanya Aksa kepada Sabrina ketika melihat Sabrina sedih dengan datangnya hujan
“enggak kak, emang kenapa kak” jawab sabrina dan Sabrina balik bertanya kepada Aksa dengan heran
“enggak apa-apa sab, kalo gitu kita tunggu hujannya redah aja ya, baru kita pulang. sebaiknya kita menunggu didalam saja sab” usul Aksa melihat hujan semakin deras dan percikan air mulai mengenai baju mereka
“iya kak” jawab sabrina sambil menganggukan kepalanya
"ayo sab" ajak Aska, Sabrina hanya mengangguk dan keduanya berjalan kembali kedalam kafe
Sabrina dan aksa duduk di salah satu kursi yang ada di kafe, tepatnya disalah satu sudut kafe tersebut
“sab, saya boleh bertanya sesuatu tentang kamu tanya aksa membuka percakapan
“boleh kak” jawab sabrina, sambil mengangkat kepalanya melihat Aksa
“maaf ya sab, kenapa kamu memilih mengekos dari pada tinggal dirumah keluargamu sab”tanya Aksa dengan hati-hati dan pertanyaan itu sukses membuat sabrina mengingat semua kejadian yang perna dia alami selama dirumah bibiknya
“maaf sab, jika pertanyaan saya menyinggung hati kamu sab” ucap Aksa setelah melihat perubahan ekspresi Sabrina dan sudah sekian lama Sabrina tidak juga kunjung menjawab pertanyaan dari Aksa.
“en-enggak kok kak, ngak apa-apa” jawab sabrina gugup, didalam hati Sabrina seperti disayat-sayat, Sabrina kembali mengingat semua yang ia alami dahulu
“aku mau mandiri kak” lanjut sabrina sambil menahan air mata yang sudah membuat bendungan di kelopak mata Sabrina
"Ya udah kalo kamu ngak mau cerita sama aku, ngak apa-apa kok sab, tapi saran aku kamu harus bisa menyuarakan apa yang kamu rasakan biar ngak ada tekanan dalam hidup mu sab" nasehat Aksa melihat kesedihan Sabrina
__ADS_1
"dan satu lagi sab, menangis itu bukan berarti kamu lemah, jika menangis bisa membuatmu lebih baik, maka menagislah sab" sambung Aksa memberi nasehat kepada Sabrina
"I-iya kak" jawab Sabrina dengan terbata-bata, akibat menahan air mata
" Bdw, kenapa kamu masuk jurusan hukum" tanya Aksa mengalikan pertanyaan, dia tak mau melihat Sabrina serti ini, dia tak ingin melihat Sabrina bersedih
"Emang salah kak?" tanya Sabrina yang keheranan mengapa Aska menanyakan hal itu kepadanya
"Enggak salah sab, tapi sepengetahuan aku dan sepenglihatan aku, kamu itu anak yang pendiam, aku akui otakmu sangat luar biasa tapi kamu sangat jarang berinteraksi dengan sosial, relasi pertemanan kamu juga ngak banyak" jelas Aksa mengenai pertanyaannya
"Emang harus gitu ya kak" tanya Sabrina binggung
" engak sih sab, tapi gini ya sab, kita ini jurusan hukum, kita harus banyak ngomong, kita harus bisa berbaur ke masyarakat, kita yang akan membuat hukum, kita yang akan memikirkan apakah hukum ini bisa atau tidak di terapkan di masyarakat, untuk itu semua kita harus berani bicara didepan umum dan harus memperbanyak relasi pertemanan untuk mengetahui berbagai informasi" jelas arka kepada Sabrina yang kebinggungan
" dan menurut ku kami orangnya sangat pemikir, kayaknya kamu lebih bagus masuk jurusan saintek deh sab" sambung Aksa
"menurut aku ya sab" sambung Aksa lagi
"haha, aku ngak pintar kak," jawab Sabrina dengan tawanya
" kok kamu ketawa si sab" tanya Aksa binggung
"kamumah selalu begitu sab, ngak perna mau mengaku kalo kamu itu pintar" bantah Aska
"emang Sabrina ngak pintar kok kak" jawab Sabrina
"terserah kamu deh sab, tapi saya masih penasaran kenapa kamu lebih memilih hukum sab" tanya Aska
"ini bukan jurusan yang kamu inginkan kan sab" sambung Aska
"dulunya iya kak, tapi sekarang Sabrina udah ikhlas kok kak" jelas Sabrina
"kenapa kamu bisa ikhlas sab" tanya Aksa
"Allah udah memberikan takdur terbaik untuk Sabrina kak, mungkin jika dulu Sabrina tetap ngotot kuliah dengan jurusan yang Sabrina mau, Sabrina tidak akan mampu menjalankannya kak, kini Sabrina bersyukur bisa masuk di jurusan hukum, dengan ini Sabrina belajar sosial dan berinteraksi dengan masyarakat kak" jelas Sabrina kepada Aksa
didalam hati Aska memuji keikhlasan hati Sabrina
__ADS_1
"tapi mengapa kau menarik diri dari lingkungan sosialmu dulu sab" tanya Aska
"eng-enggak kok kak" jawab Sabrina, dan Sabrina langsung menunduk, menyembunyikan raut kesediahannya
"Sab, maaf ya kalo ucapan aku menyinggung kamu sab" kata Aska takut Sabrina tersinggung dengan ucapannya
"Enggak kok kak, aku ngak tersinggung" jawab Sabrina sambil menggeleng kepalanya
"Sab, aku lihat kemampuan kamu untuk menganalisis suatu masalah sangat bangus, tapi sayang semua ide dan hasil analisismu, tidak kamu keluarkan, cobalah sesekali untuk mengutarakan pemikiran kita sab" ucap Aska mengalikan pembicaraan
" Iya kak, kadang aku juga berpikir untuk bicara di depan umum, tapi akhirnya aku urungkan nian itu kak, aku takut salah kak" jawab Sabrina yang sudah nyaman dengan pembicaraan dan dengan si pembicara
"Sab, yang namanya salah itu, sudah menjadi langganan disetiap percobaan sab, ketika kamu berbicara entah berapa orang yang sepemikiran dengan kamu, dan entah berapa orang yang bisa terselamatkan oleh pemikuran kamu sab" ucap Arga meyakinkan Sabrina
" Tapi aku ngak percaya ada orang yang terbantu karna pemikiran aku kak" jawab Sabrina yang tak percaya diri
" Gini sab, kita ambil saja contoh tentang pemikiranmu mengenai undang-undang, saya sangat suka dengan pemikiranmu itu sab, saya saja ngak berpikir sejauh itu" ucap arka menyakinkan Sabrina
"menurut aku, it bagus sekali sab, cobalah kamu tuang kedalam tulisan atau kamu ungkapkan ketika ada kesempatan, itu hasil pemikiran kita sab jika ada yang bertentangan, ya silahkan.. kita bukan manusia yang tak mau di kritik tapi kita manusia yang mau belajar, jika ada yang tak sependapat, kita dengar pendapat dia kita gabungkan pendapat kita bukankah itu lebih baik" sambung Aksa sambil tersenyum kepada Sabrina dan terus meyakinkan sabrina
" Iya sih kak, tapi ngak semua orang yang kayak kakak, yang mau menerima perbedaan dan memperbaiki setiap kesalahan, kadang orang-orang egois dengan kehendaknya sendiri, dan merasa dia yang paling benar, dan kitalah yang salah kak" ucap Sabrina
" Hahahaha, kamu nonton dimana orang yang kayak gitu sab" ejek Aksa
"Iihh, aku serius loh kak" jawab Sabrina kesal
"Iya-iya maaf sab, bercanda.." ucap Aksa sembari menghentikan tawanya
"Namanya manusia sab, pasti banyak perbedaan, makanya kita berusaha mengimbangi dengan mencari kata-kata yang mungkin bisa dia terimah" lanjut Aksa setelah menyelesaikan tawanya
"Kamu harus berani mencoba sab" sambung arka
" Iya kak, nanti Sabrina coba kak" jawab Sabrina diiringi anggukkan pasti
💞💞💞
🍀🍀🍀
__ADS_1
🍃🍃🍃