
🤗🤗🤗
Sabrina berjalan sendiri dan ngontai keruangan Ardian
Sabrina sudah sangat terbiasa melakukan aktifitasnya sendiri, disaat yang lain memilih harus bergerombolan melakukan apapun, maklum Sabrina tak punya banyak teman untuk diajak bisa memahami Sabrina sehingga sendiri sudah jadi teman bagi Sabrina
diperjalanan menujuh ruangan Ardian banyak mahasiswa yang lalu lalang dan melihat kearah Sabrina, Sabrina tak mempedulikan itu di terus saja berjalan hingga sampai di ruangan Ardian
Sabrina menatap pintu ruangan Ardian
Seketika Sabrina diterba rasa gugup, detak jantung semakin tak beraturan, deretan melodi petasan dari jantung hampir terdengar keluar dari tubuh Sabrina, keringat pun ikut andil dalam situasi ini dan semua berspekulasi menghilangkan kepercayaan diri Sabrina
Sabrina meletakan tangannya didadanya, sembari berkata "jangan tidak tau malu, bunyimu hampir didengar oleh orang disekitarku, kau membuatku gemetaran, berhentilah berdetak tak berirama, ini hanya dosenku" ucap Sabrina dalam hati dan berdialog dengan jantungnya
tanggan Sabrina sudah mengeluarkan keringat, dan Sabrina berkata
"aduhhh, kok aku jadi gugup ya" sambil Sabrina bertanya pada dirinya sendiri
Sabrina maju beberapa langkah dan memandang knop pintu ruangan Ardian setelah beberapa waktu akhirnya Sabrina memberanikan diri untuk mengentuk pintu ruangan Ardian
Diketuk oleh Sabrina pintu rungan Ardian sebanyak tiga kali lalu setelahnya barulah Sabrina mengucapkan salam
"Assalamualaikum pak, boleh saya masuk" ucap Sabrina sambil menekan knop pintu ruangan Ardian dan menampilkan setengah tubuh Sabrina
" Wa'alaikum salam, silahkan" jawab orang yang berada didalam ruangan, siapa lagi jika buka Ardian
" Maaf pak mengganggu, saya tadi disuruh Bapak keruangan Bapak" ucap Sabrina takut-takut ketika melihat wajah Ardian
" Iya" jawab Ardian singkat dan masih menatap layar labtopnya seakan-akan tau siapa orang yang berada diambang pintu sekarang
Sabrina hanya berdiri selangkah dari pintu, tanpa berniat masuk menujuh kursi Ardian
Ardian hany fokus pada labtopnya dan menunggu Sabrina berjalan kearahnya tapi Sabrina tak kunjung berada didepannya, melihat tak ada pergerakan dari Sabriana untuk mendekat kearah Ardian, Ardianpun besuara
" Masuk, duduk, saya akan memberikanmu tugas" ucap Ardian melihat kearah Sabrina yang masih diambang pintu
mendengar perinta dari Ardian, Sabrinapun berjalan menujuh kekursi Ardian, dalam perjalan itu Sabrina sangat takut, entah kerena apa, tapi Sabrina merasakan ketakutan yang begitu besar
" Tugas apa pak" tanya Sabrina takut-takut ketik sudah berada di depan meja Ardian, sedangkan Ardian masih memandang labtopnya
mendengar pernyataan Sabrina, Ardianpun menyodorkan kertas dan membalikan labtop yang ada di depannya kearah Sabrina
"duduk dulu" ucap Ardian yang melihat Sabrina masih berdiri didepan mejanya, dan ketakutan berada didepannya
"kenapa dengan dia? apa dia baik-baik saja atau dia ketakutan karena aku?" tanya Ardian dalam hatinya
__ADS_1
"iya pak" jawab Sabrina sambil menarik kursi dan duduk di hadapan Ardian
" Kamu lihat jadwal kelas kamu, itu ada silabus perkulihan" jelas Ardian sambil menunjuk kertas yang diberikan Ardian tadi
" Bagikan kelompok, tak usah pandang bulu" sambung Ardian sambil menunjuk kearah labtop seakan-akan menyuruh Sabrina menulis nama kelompoknya di labtop milik Ardian
" Baik pak" jawab Sabrina dengan menampilkan ekspresi takut walaupun sudah berusaha dia netralka
lalu Sabrina mengeluarkan pulpen dan buku, Sabrina mencatat semua silabus serta jadwal pertemuan Ardian di kelasnya, Sabrina melakukannya dengan tergesa-gesa, ia ingin cepat selesai dan pergi dari ruangan Ardian akibat rasa takut yang menghampirinya.
Sabrina telah selesai menuliskan semua jadwal pertemuan untuk kelasnya Sabrinapun berinisiatif untuk meninggalkan ruangan Ardian. Sabrinapun berdiri, dan diikuti oleh tatapan ardian yang mengarah pada Sabrina dengan satu alis yang diangkat, seakan-akan Ardian sedang bertanya mau kemana kepada Sabrina
" Ini pak, saya sudah selesai menulis silabus dan jawalnya saya permisi keluar" jawab Sabrina yang sedari tadi menahan detak jantungnya yang bergemuruh tak karuan dan keringan ynag terus mengalir dari sekujur tubuh Sabrina
" Nama kelompoknya" tanya Ardian ketika melihat labtop yang ada di depan Sabrina
" Belum pak, saya buatnya diluar saja, nanti saya kasih ke bapak" jelas Sabrina takut-takut
"hari ini juga kok pak, saya akan kasih kebapak nama-nama kelompoknya" sambung Sabrina
" Buat disini sekarang" perinta Ardian sambil melihat kearah Sabrina
Seketika Sabrina langsung kembali duduk dan berkutat dengan pulpen dan kertas yang ada ditangannya
" Lihat kapasitas teman dengan materi" instruksi Ardian memecah keheningan di ruangan itu
Sabriana kembali fokus dan memikirkan sambil menimbang-nimbang kelompok yang akan dibuatnya
"pak bagaimana jika teman-teman tak setujuh dengan kelompoknya pak" ucap Sabrina
"biarkan saja" jawab Ardian tanpa melihat kearah Sabrina
"tapi saya akan di omeli oleh teman-teman pak" ucap Sabrina masih melihat kearah Ardian
mendengar ucapan Sabrina, Ardianpun melihat kearah Sabrina
" temanmu ngak akan tau" jawab Ardian
"bagaimana mungkin mereka ngak akan tau pak" tanya Sabrina
"makanya saya suruh kamu buat kelompoknya disini, biar ngak ada yang tau" jawab Ardian
" nanti bapak kasih tau mereka" ucap Sabrina
maklum ni yaa, dosen itu sering banget ngomong, itu kelompok yang buat teman kamu sendiri, jadi ngak usah salahkan saya. walaupun tidak terang-terangan menyebutkan nama mahasiswanya tapikan itu tetap termasuk memberi tahu namanya, tapi ya dosen tak mau disalahkan pasti, dan mahasiswa harus sabar maklum dosenkan maha benar.
__ADS_1
mendengar ucap dari Sabrina Ardian mengangkat satu alisnya
"nanti bapak pasti akan bilang, kalian semua ngak boleh protes. itu kelompok yang buat teman kalian sendiri dan sudah tau kemampuan kalian masing-masing" jelas Sabrina
"lalu" tanya Ardian
"itu namanya bapak tetap ngasih tau teman-teman yang lain siapa yang membuatkan kelompok ini, walaupun bapak tidak menyebutkan nama mahasiswanya pasti mereka akan tau siapa yang membuatnya, yaa pasti PJ Bapak" jawab Sabrina
" saya ngak akan kasih tau mereka" ucap Ardian
mendengan ucapan Ardian, Sabrinapun melanjutkan pekerjaannya membuat kelompok tak terasa waktu terus belalu dan berganti, dan kini Sabrina telah menyelesaikan tugasnya untuk membuat kelompok untuk kelasnya setelah semua perdebatan yang ada dihatinya termasuk dia mau dikelompokkan dengan siapa
"Pak" panggil Sabrina sambil melihat Ardian yang masih sibuk dengan labtopnya
"Iya" jawab Ardian tanpa mengalihkan tatapannya dari layar labtopnya
" Ini sudah selesai pak" jawab Sabrina sambil menyodorkan kertas berisi nama-nama kelompok yang dibuat
Ardian tanpa menjawab langsung mengambil kertas tersebut dan mengangguk-anggukan kepalanya
"Saya permisi pak" jawab Sabrina takut-takut
" Tunggu" perinta Ardian
" Iya pak" jawab Sabrina dan berhenti ditempat
"kamu masukan nama kelompok ini di labtop" ucap Ardian sambil menunjuk labtop yang mengarah kearah Sabrina
"baik pak" jawab Sabrina sambil berjalan kearah kursi Ardian dan duduk kembali
Sabrinapun mengetik nama kelompok tersebut ke dalam labtop dan membuat file baru berjudul nama kelas Sabrina
"sudah pak" ucap Sabrina
Ardianpun mengalikan pandangannya dan melihat kearah Sabrina
"sudah dibuat file khusu kelasmu" tanya Ardian
"sudah pak" jawab sabrina
" Masukan email kamu disitu, saya akan mengirim tugas nanti" jelas Ardian sambil menunjuk kearah labtop
" Iya pak" jawab Sabrina dan langsung mengetin email-nya di labtop pada folder kelasnya
Sesudah mengetik email-nya Sabrina permisi pergi dengan membungkukan separuh Badannya
__ADS_1
" permisi pak" ucap Sabrina dan berlalu pergi dari hadapan Ardian, dan Ardian hanya mengangguk dan mempersikahkan Sabrina pergi.
🤗🤗🤗