Secuil Harapan Yang Baru

Secuil Harapan Yang Baru
manabrak seseorang


__ADS_3

Sabrina berjalan menujuh keruangan Ardian, disepanjang jalan di ditanami bunga-bunga yang bermekaran suasana sejuk nan asri mengindahkan hari dan menyejukkan udara


Sabrina berjalan melewati koridor dan melihat beberapa mahasiswa lain yang sedang bercengkrama atau berlalu lalang disana. ada sekelumpulan orang yang sedang melihat majalah dinding yang diisi dengan informasi mengenai beasiswa, mahasiswa baru atau yang berkaitan dengan perkulihan, sebenarnya itu semua bisa dilihat melalui web resmi universitas tapi sudah menjadi tradisi di universitas ini bahwa majalah dinding lebih cepat di perbarui ketimbang web resmi universitas


Sabrina sampai di depan ruangan Ardian. pintu ruangan Ardian tidak tertutup rapat dan sedikit menampilkan Suasana didalam ruangan itu.


terlihat Ardian sedang duduk di kursi kebesarannya dan sedang berbicara kepada seorang wanita- eh bukan berbicara tapi lebih tepatnya mengacuhkan wanita itu, wanita itu tengah berdiri di samping meja Ardian dan Ardian sibuk menatap labtopnya


Sabrina memperhatikan dari jauh dan menyiapkan diri untuk masuk keruangan, tapi Sabrina takut mengganggu percakapan mereka, bukan percakapan soalnya sedari tadi Ardian tak perkataan satu katapun apalagi mengangkat kepalanya melihat wanita itu


Sabrina masih binggung dan bimbang, untuk masuk keruangan Ardian, tiba-tiba Ardian melihat kearah luar ruangan dan mendapatkan Sabrina yang sedang binggung untuk ingin masuk atau tidak


"masuk" ucap Ardian


Sabrina kelagapan mendengar intruksi dari Ardian ia langsung melihat kearah Ardian, disana Ardian memasang ekspresi datarnya dan wanita yang didepan Ardian menampilkan ekspresi tidak suka kepada Sabrina


"maaf pak mengganggu, nanti saya kesini lagi, permisi pak" ucap Sabrina mengetahui kalau dia mengganggu percakapan Ardian dan teman wanitanya yang didapatnya dari tatapan tidak suka dari wanita yang berada di depan meja Ardian


"masuk" ucap Ardian


"tapi pak-"


"masuk Sabrina Anggelia" perintah Ardian


"iya pak" jawab Sabrina dengan menundukkan kepalanya lalu masuk keruangan Ardian


"kamu ngak bisa lihat orang lagi bicara" terca wanita yang berada di depan meja Ardian yang entah siapa namanya


"kalau kamu sudah selesai silahkan keluar Sania" ucap Ardian yang menaikan nada suaranya


"kamu mengusirku" tanya wanita yang bernama Sania itu kepada Ardian untuk memastika apakah benar Ardian mengusirnya


"keluar" ucaoa Ardian


Sabrina tidak tau siapa yang disuruh keluar akhirnya Sabrina memilih untuk keluar, Sabrina membalikan badannya kearah pintu, belum Sabrina melangkah Ardian sudah terlebih dahulu mengintruksinya


"duduk Sabrina" intruksi Ardian


mendengar namanya disebut Sabrina langsung melihat kearah Ardian yang menampilkan kesan menindas, tak mau terlarut dalam pelototan Ardian, Sabrina langsung berjalan dan duduk di depan Ardian


"pintu keluar disana" ucap Ardian tegas sambil melihat kearah Sania


tanpa menjawab Sania langsung pergi meninggalkan Ardian dengan wajah yang tak lagi cantik karena wanita itu dalam mode cemberut bibir yang bisa diikat dan kaki yang di hentakkan kelantai seperti lagi jalan di tempat seorang paskibra dan tidak lupa pintu dibanting dengan keras


"dari mana" tanya Ardian ketika pintu sudah mengeluarkan dentumannya akibat di banting hebat oleh Sania


"hah" jawab Sabrina kaget karena ia masih melihat kearah pintu yang di banting


"dari mana? kenapa baru kesini" tanya Ardian

__ADS_1


"tadi ada kelas pak" jawab Sabrina


"oh" jawab Ardian


Ardian lalu melihat kearah labtop dan fokus kepada apa yang dilihatnya


"pak" panggil Sabrina


"hmm" jawab Ardian


"kenapa saya disuruh keruangan bapak" tanya Sabrina


"besok ada perkulihan" tanya Ardian


"tidak pak" jawab Sabrina


"besok praktik di peradilan semu fakultas, kamu yang jadi asisten saya" ucap Ardian


"tapi aku belum belajar pak" jawab Sabrina


"ini materinya" jawab Ardian sambil menyodorkan beberapa lembar kertas yang entah apa tulisannya


" apakah ini harus dihapal pak" tanya Sabrina binggung seperti orang b*doh


"menurut mu" tanya Ardian, bukannya menjawab Ardian malah bertanya balik


"emmh, baiklah pak" jawab Sabrina


Sabrina setelah keluar dari ruangan Ardian tak henti-hentinya protes pada diri sendiri, Bagaimana bisa ia menghapal lembaran kertas ini dalam waktu kurang dari sehari dan semua materi belum pernah dipelajari di tambah menjadi asisten Ardian dalam pratikum yang dilakukan oleh kakak tingkat Sabrina


Sabrina terus merapalkan protesnya secara terus menerus tiba-tiba ia menabrak seseorang


bugh.


"maaf, maaf" ucap Sabrina sambil menjongkok dan mengambil lembaran-lembaran yang berceceran


laki-laki yang di tabrak Sabrina tidak menyahut, akhirnya sabrina selesai merapikan kertas-kertas tersebut lalu berdiri dan melihat kearah laki-laki tersebut


"maaf pak, sekali lagi maaf" ucap Sabrina sambil membukukan setengah badannya


"hmm" jawab lelaki itu


kemudian laki-laki itu langsung meninggalkan Sabrina yang masih diam ditempat.


"Alhamdulillah, bapak itu tidak marah" ucap Sabrina sambil mengelus dadanya, kemudian Sabrina mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, dan mata Sabrina tertujuh pada poster acara debat yang akan diikutinya


"oh iya" ucap Sabrina sambil menepuk jidatnya


"ahhh, bagaimana aku bisa lupa" ucap Sabrina

__ADS_1


"kembali keruangan bapak atau tidak ya" tanya Sabrina pada diri sendiri


"ahh, kembali saja, bisa-bisa nanti aku dianggap tidak amanah oleh kak Aksa" ucap Sabrina sambil memutar badan dan berjalan menujuh keruangan Ardian


"assalamualaikum pak" ucap Sabrina mengetik pintu ruangan Ardian ketika berada di depan ruangan Ardian


"wa'alaikum salam, masuk" ucap Ardian


"eehh maaf pak" ucap Sabrina ketika membuka pintu ruangan Ardian menampilkan Ardian dengan seorang yang tadi ia tabrak


"iya" jawab Ardian


"saya mau tanya pak" ucap Sabrina


"apa" jawab Ardian


"ehh, it-itu" jawab Sabrina terbata-bata.


"apa" tanya Ardian


"mahasiswa mu" tanya laki-laki yang tadi Sabrina tabrak


"iya" jawab Ardian


"dia ceroboh sekali" ucap laki-laki itu memberitahu Ardian


"kau mengenalnya" tanya Ardian pada laki-laki itu


"dia menabrak ku sebelum aku sampai keruangan mu" jawab laki-laki itu


"oh" jawab Ardian


"kenapa, kau kesini" tanya Ardian pada Sabrina


"itu pak, mau tanya. kapan bisa diskusi tanya kak Aksa dan kak Delvin" tanya Sabrina


"oh, kebetulan. kenalin ini Raka dosen baru disini, ia akan ikut diskusi terakhir sebelum keberangkatan kalian" ucap Ardian


"iya pak" jawab Sabrina


"besok jam 14.00 bisa" tanya Ardian


"iya pak" jawab Sabrina


"saya permisi pak" ucap Sabrina


"iya" jawab Raka dan Ardian hanya diam saja


Sabrinapun meninggalkan ruangan Ardian, ia masih memikirkan laki-laki yang ditabraknya tadi

__ADS_1


"ohh, dia dosen baru disini, namanya Raka, dia tidak sedingin pak Ardian walaupun tak setampan pak Ardian" monolok Sabrina


Sabrina duduk ditaman dan mengutak-atik handphonenya, Sabrina memberitahu Aksa dan Delvin tentang jadwal diskusi terakhir sebelum keberangkatan mereka


__ADS_2