Secuil Harapan Yang Baru

Secuil Harapan Yang Baru
part 3


__ADS_3

πŸ’ž


πŸ’ž


πŸ’ž



πŸ€πŸ€πŸ€



πŸƒπŸƒπŸƒ


Sabrina memang orang yang pintar tak usah heran jika teman-temannya terutama teman kelasnya sangat segan dengannya.


jangan heran pula jika banyak dari mereka tidak berani menyapa sabrina walaupun mereka belajar di kelas yang sama


tak terasa 7 menit kemudia dosenpun masuk, dosen langsung menerangkan materi, merasa mahasiswa sudah mengerti apa yang disampaikan nya dosenpun menanyakan tugas yang di berikannya Minggu lalu.


tidak sedikit teman-teman Sabrina yang panik seolah-olah bertanya


"tugas apa"


"tugas yang mana"


beda sekali dengan Argi, dia masuk kedalam katagori mahasiswi pemalas yang biasanya sangat panik jika ditanyakan tugas, tapi tidak untuk hari ini


Argi sama sekali tidak panik, ia sangat tenang karena Argi sudah menyalin jawaban Sabrina pada lembar tugasnya sebelum perkulihan dimulai, sorak kemenangan seakan-akan mengema di dalam diri Argi melihat kepanikan teman-temannya yang lain


perkulihan berjalan dengan lancar tak terasa perkulihan sudah dipenghujung waktu, kalimat penutup yang disampaikan oleh dosen menjadi penutup perkulihan hari itu dan Matakuliah itupun berakhir.


satu persatu penghuni kelas meninggalkan ruangan, dan Sabrina sedang sibuk membereskan buku dan peralatan menulis yang di gunakan selama jam perkulihan berlangsung.


Argi hanya melihatnnya dan berjalan menuju pintu.


Argi denganΒ  keramahan dan keberisikannya sudah berada diambang pintu sambil menyapa hangat kakak tingkat ataupun dosen yang berlalu lalang.


merasa Sabrina tak kunjung selesai dengan kesibukannya. Argi-pun berteriak


"Sabrina ayo, cepat ngapain sih" teriak Argi tanpa melihat keara Sabrina


tanpa Argi sadari Sabrina sudah berada tepat di belakang Argi , merasa ada orang di belakangnya.


Argipun membalikan badan, sebelum belum Argi bicara Sabrina sudah bicara duluan


"apa?" Ucap Sabrina memotong ucapan Argi yang belum sempat disampaikan oleh Argi dan Sabrina menaikan satu alis dan berlalu di hadapan Argi.


Argi kesal sekali dengan Sabrina, sudah dibuat terkejut dan sekarang Argi di tinggal pergi, Argi hanya menggelengkan kepalanya sambil mengelus-elus dadanya .


sebenarnya bukan lagi hal aneh untuk Argi, karena Sabrina selalu begitu, irit bicara dan tak mau berdebat panjang apalagi usik dengan kehidupan orang lain


Argi meracau tidak jelas , setelah menenangkan diri Argi langsung berlari menujuh Sabrina


ketika tepat berada di samping Sabrina, Argi langsung memukul bahu Sabrina dengan tangannya


"tungguin kenapa?" Tanya Argi Sambil menyamakan posisi berjalannya dengan Sabrina


maklum sabrina itu berjalan seperti berlari, dan argi selalu dibuat ngos-ngosan jika harus mengejarnya.


Sabrina hanya menoleh tanpa berniat menjawab pertanyaan dari argi.

__ADS_1


Disepanjang koridor banyak anak-anak yang menyapa mereka, mulai dari teman-teman sebaya, adek kelas, sampai kakak tingkat juga ada yang menyapa mereka, bukan mereka, lebih tepatnya menyapa Argi, karena orang-orang sangat sungkan malahan enggan untuk menyapa Sabrina


dengan ramanya Argi membalas sapaan dengan perkataan atau hanya dengan senyuman.


tapi berbeda dengan Sabrina, ia malah terus berjalan tanpa menghiraukan sapaan dari siapaun yang menyapa sahabatnya itu.


mungkin seluruh kampus sudah tau kalau Sabrina orang yang sangat dingin


sehingga tidak ada yang tersinggung dengan Sabrina walaupun sapaan Rama mereka tidak di pedulikan oleh Sabrina, meskipun sapaan itu lebih ditujukan pada sahabatnya.


Dengan langkah yang seperti berlari Sabrina sampai di area belakang gedung perkulihan yang menyajikan pemandangan yang menyejukkan.


karena terdapat banyak pohon dan rumput-rumput hijau serta terdapat danau yang sangat tenang.


Sabrina selalu menyukai tempat itu, ketenangan yang di pancarkan dari danau dan semilir angin yang menerpa pepohonan, membuat rasa nyaman ketika berada di sana.


Berbeda dengan sabrina, Argi malah selalu cerewet jika Sabrina berada di tempat ini.


bagaimana tidak, Sabrina akan asik dengan pemandangan yang dia lihat dan semilir angin yang dirasakannya,Β  dan tidak akan berbicara satu katapun, apalagi menganggap Argi ada karena terlalu terbuai akan Susana kerindangan pohon disana


Tanpa di ketahui oleh mereka berdua, ada satu orang yang selalu memperhatikan mereka dari kejauhan.


laki-laki itu seakan-akan tak kunjung absen dalam memperhatikan mereka.


entah ilmu atau feeling dari mana Sabrina tau bahwa laki-laki itu selalu memperhatikan mereka.


tapi Sabrina tak mempedulikannya, karena Sabrina mengganggap kalau laki-laki itu sedang memperhatikan sahabatnya yang lagi duduk disebelahnya yang sedang sibuk memainkan hand phonenya.


walaupun Sabrina orang yang dingin dan tidak peduli tapi ternyata Sabrina adalah orang yang sangat-sangat insecure.


tanpa memikirkan lelaki itu, Sabrina terus asik menikmati pemandangan yang ada didepannya.


Hari-haripun berlalu...


laki-laki itu fokus kearahnya walaupun dia tidak bersama sahabatnya.


"Kenapa dia selalu melihatku"Β  rutuk Sabrina dalam hati


Dengan sedikit terganggu, Sabrina tetap seolah-olah tidak peduli dan tidak menghiraukan laki-laki itu.


Sabrina terus saja melakukan aktifitasnya...


tanpa sepengetahuan Sabrina laki-laki itu sering mengambil gambar-gambar Sabrina dari kejauhan


entah dari mana laki-laki itu mendapat nomer WhatsApp Sabrina, yang hampir tidak dimiliki oleh teman kampusnya.


***


"Fhuu" Sabrina membuang nafasnya kasar..


Ketika ada sekelompok orang akan melewati Sabrina.


Ia langsung membuka pintu kelasnya dengan gegabah.


Cklekkk....


Pintu kelas di buka oleh Sabrina..


yang memperlihatkan beberapa temannya yang terlebih dahulu sampai.


Sabrina langsung duduk di kursi depan dan langsung mengeluarkan hand phonenya.

__ADS_1


Tanpa menyapa teman-temannya...


Terkenal dengan orang yang dingin dan tidak banyak bicara membuat Sabrina di jauhi oleh teman-temannya.


Sabrina bukanlah orang yang pelit untuk berbagi ilmu tapi teman-teman Sabrina tidak ada yang berani bertanya kepada sabrina


Sabrina kini sedang asik berselancar di media sosialnya...


Mencari informasi terbaru tentang dunia sudah menjadi sarapan yang tak terlewatkan oleh Sabrina, ketika berada di kelasnya.


tiba-tiba ada satu pesan dari nomer yang tidak ada namanya dari aplikasi WhatsAppnya.


Sabrina hanya mengabaikan pesan itu dan kembali fokus pada apa yang di lihatnya sebelunya.


Sabrina saat ini sedang fokus membaca artike tentang info terbaru dari perkembangan dunia.


Sabrina memang selalu begitu. membalas pesan, jika memang dia benar-benar punya niat dan banyak waktu.


Karena itu sangat jarang sekali ada teman-temannya yang mengirim pesan kepada Sabrina.


Perkulihan pun dimulai..


Suara bersahut-sahutan menggema di ruangan kelasnya, yang saling mengemukakan pendapatnya, hingga menemukan titik pemecahan masalah...


tak terasa waktu cepat berlalu dan Perkulihan pun berakhir....


ketika perkulihan berakhir Sabrina lebih memilih ikut dengan Argi ke kos-kosannya dan makan di sana.


dari pagi Sabrina belum memasukan makanan sedikitpun kedalam mulutnya yang membuat suara gemuruh dari perut sabrina.


Ketika telah selesai makan dan sholat Sabrina baru membuka hand phonenya dan membalas pesan yang masuk ke WhatsAppnya.


sebagian pesan berasal dari grub kelas dan keluarga, sembari naik turunkan pesan.


tiba-tiba Sabrina mengangkat satu alisnya ketika melihat nomor yang tak bernama di hand phonenya.


Sabrina laluΒ  membukanya.


088783*******


**Assalamualaikum, maaf mengganggu apakah saya boleh bertanya?


Β Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Wa'alaikum salam, iy**


Begitulah Sabrina, hanya menjawab apa yang ditanyakan saja tanpa berniat basa-basi terlebih dahulu.


apa lagi tidak mengetahui pesan dari siapa itu.


setelah menjawab semua pesan yang ada Sabrina kembali melihat-lihat berita terbaru atau hanya sekedar melihat reperensi bacaan yang ada di hand phonenya.


itulah cara sabrina mengisi waktu luangnya, dan tak ada balasan dari pengirim pesan.


πŸ’ž


πŸ’ž


πŸ’ž



πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1



πŸƒπŸƒπŸƒ


__ADS_2