
"Sab udah lama disitu" tanya Delvin yang melihat Sabrina
Sabrina hanya mengangguk dan menunduk
"Sini sab, kenalin ini pak Ardian pembimbing debat kita" ucap Delvin ke Sabrina dengan rama
"Pak ini Sabrina, mahasiswa semester 4, satu tim sama saya pak" jelas Delvin kepada Ardian
Ardian hanya mengangguk, dia tidak bisa melihat wajah Sabrina dengan jelas karena Sabrina menunduk
Sabrina dari tadi hanya menunduk dan tak berbicara satu katapun, dia hanya mendengarkan pembicaraan saja...
tak lama kemudian, tiba-tiba Aksa datang....
"Eh bro maaf gue telat" kata Aksa sambil memukul salah satu bahu Delvin
" Ya udah ngak apa-apa, kenalin ini pak Ardian pembimbing debat kita" ucap Delvin kepada Aksa sambil memperkenalkan Ardian
Aksapun menjabat tangan Ardian
"Kenalin saya Aksa pak" ucap Aksa dengan Ardian sambil bersikap Rama
Ardian hanya mengangguk
"jika semua sudah ada, mari kita diskusi didalam" ucap Ardian menunjuk ke arah prodi
"baik pak" jawab Delvin
Mereka berempat pun berjalan ke ruangan prodi secra beriringan
Sebelum memasuki ruangan prodi Aksa berucap kepada Delvin dengan mengecilkan volume suaranya
"Pak Ardian kalo di satuin sama Sabriana bisa-bisa jadi kutub Utara" ucap Aksa kepada Delvin dengan berbisik-bisik tapi masih bisa didengar oleh orang disekitarnya
Delvin tersenyum dan berkata "gunung Everest"
"iya iya" jawab Aksa sambil menggangguk-angguk
Delvin dan Aksapun tersenyum riang
sedangkan Sabrina dan Ardian yang mendengar percakapan mereka lebih memilih diam seolah tak mempedulikannya
setelah sampai di dalam ruang prodi Ardian berkata " silakan duduk" ucap Ardian
"terimah kasih pak" jawab mereka bertiga
Bimbingan debatpun dimulai
🍃🍃🍃
🍃🍃🍃
🍃🍃🍃
Aksa Ardian dan delvin terus berargumen dan Sabrina hanya mendengarkan perdebatan yang ada, dia mengamati dan mencatat apa-apa saja ilmu baru yang dapat digunakan untuk menguatkan argumen.....
"ooke kita akhiri" ucap Ardian menegahi perdebatan yang ada dan mengakhiri perdebatan yang ada
"yaaa" jawab Aksa dan Delvin bersedih
"kalian cari bahan dulu" ucap Ardian
"baik pak" ucap Delvin
"Seru banget belajar sama dosen baru ini" ucap Sabrina dalam hati
" iya pak terimah kasih ilmunya pak, seru! kapan kita bisa diskusi lagi pak" tanya aksa kepada Ardian
"Hubungi aja" jawab Ardian singkat sambil merapikan kertas-kertas yang digunakan sebagai bahan diskusi
" Oke pak" jawab Aksa dan Delvin barengan
"saya keluar duluan" ucap Ardian
"iya pak" jawab Aksa
Sebelum meninggalkan ruangan Ardian melihat ke arah Sabrina dan berkata
" belajarlah untuk berani, keluarkan pendapat mu, kita punya hak untuk menyuarakan pendapat" ucap Ardian ke Sabrina sambil bergegas pergi
__ADS_1
"Iy-iya pak" jawab Sabrina kaget
"Dengerin apa kata pak Ardian sab, jangan takut melulu" ejek Delvin
"Iya sab, ayo belajar berani" tambah Aksa
mendengar perdebatan itu Ardian memberhentikan langkahnya, Ardian melihat kebelakang
Sabrina yang mendengar saran dari teman-temannya hanya mengangguk dan tersenyum
dan tanpa di sadari Ardian melihat senyum Sabrina. Senyum Sabrina mampu membuat Ardian tertarik dengannya tanpa disengaja.
tak mau ada yang menyadari keberadaannya, Ardian langsung meninggalkan ruang prodi
***
"sab, kamu ada kelas lagi" tanya Delvin
"ngak ada kak-ehh Delvin" jawab Sabrina
"hahaha, ngak usah dipaksain sab, entar terbiasa sendiri ngak pake kak" jawab Aksa
"oh gitu, ya udah mau pulang ngak" tanya Delvin
"emang kenapa, loe mau nganterin" tanya Aksa balik
"iya gue mau nganterin Sabrina" jawab Delvin santai
"tumben" ucap Aksa
"emang salah" tanya Delvin
"ya enggaklah, tapi biasanyakan ngak perna" jawab Aksa
"oh itu, kebetulan gue mau kearah kosan Sabrina, gue mau ke tempat kawan dulu, ngak jauh dari kosan Sabrina, sekalian ajakan" jelas Delvin
"ohhh" Aksa hanya ber-oh ria
"gimana sab" tanya Delvin
"ngak usah deh kak-ehh Delvin" jawab Sabrina
"takut gue apa-apain" sambung Delvin
"ehh bukan gitu, aku cuma takut ngerepotin aja kok Delvin" jelas Sabrina
"enggak, gue ngak merasa direpotin" jawab Delvin
"udah ayo sab" sambung Delvin
"ehh iya" jawab Sabrina kelagapan
" duluan ya kak" ucap Sabrina kepada Aksa
"ehh iya sab" jawab Aska kaget
kenapa dia pake acara mau ngantarin Sabrina gerutuk Aksa dalam hati
sampai di parkiran Sabrina bertanya
"kak, ehh Delvin. aku jalan aja yaa" ucap Sabrina
"apa sih sab, udah gue aja yang anter, jauh juga kosan loe kok" jawab Delvin
"tapi-" ucapan Sabrina terpotong
"udah-udah sab, gue Bawak mobil kok hari ngak pake moge gue, gue tau loe ngak mau naik moge" ucap Delvin meninggalkan Sabrina dan langsung menuju mobilnya, Sabrina tak bisa protes lagi, dia berjalan mengikuti Delvin
tiin
srttt
kaca mobil diturunkan
"ayo sab masuk" perintah Delvin
"ehh, iya" jawab Sabrina
Sabrina berjalan kekursi penumpang dan membuka pintunya, belum Sabrina duduk Delvin langsung berkata
__ADS_1
"gue bukan sopir loh sab" ucap Delvin
"hah" tanya Sabrina sambil mengerutkan dahinya
"jangan duduk di belakang duduk di depan aja, gue bukan sopir pribadi loe, jadi loe ngak perlu duduk di belakang" jelas Delvin
mendengar itu semua Sabrina hanya diam setelah menutup pintu penumpang
"sab duduk didepan" teriak Delvin
"ehh iya" ucap Sabrina kaget dan langsung duduk didepan
mobil pun berjalan keluar dari lingkungan kampus
"sab, kamu lagi sibuk ngak" tanya Delvin
"enggak Del-delvin" jawab Sabrina ragu
"temenin gue dulu ya" pinta Delvin
"kemana" tanya Sabrina
"ke mall" jawab Delvin
"ngapain" tanya Sabrina lagi
"mau beli sesuatu" jawab Delvin yang fokus melihat kearah jalan
"sab, mau ya" tanya Delvin
"eehh-" belum sempat menjawab Delvin sudah bicara lagi
"iya" ucap Delvin seolah-olag Sabrina yang mengatakannya
Sabrina hanya binggung kapan dia mengiakannya
"udah sab ikut aja ya, gue mau cari kado untuk adek tiri gue" ucap Delvin
"adek tiri" ulang Sabrina
"iya sab adek tiri gue" jawab Delvin
"maaf kamu punya adek tiri Delvin" tanya sabrina hati-hati
melihat Delvin yang tak kunjung menjawab Sabrinapun berkata
"maaf, maaf Delvin, jika kata-kata ku tadi melukai hatimu" ucap Sabrina takut
"hahaha, ngak usah minta maaf sab" jawab Delvin sambil tersenyum getir
" keluarga ku hancur ketika ada orang ketiga masuk dalam keluarga kami, dua asisten ayah ku. dia merebut ayah ku dari kamu" sambung Delvin
Sabrina yang mendengar itupun merasa iba
"kamu yang sabar ya Del" ucap Sabrina
"iya sab, makasih ya" jawab Delvin
"lalu kenapa kau mau membelikan kado untuk adek tirimu" tanya Sabrina
"itu karena bunda, dia menyuruhku membeli kado untuk adek tiri ku, bunda bilang "adek tiriku ngak salah, dia ngak tau apa-apa" aku hanya mengikuti kemau bundaku ku tak mau melukai hatinya" jawab Delvin
Sabrina menyadari ternyata delvin bisa bicara baik kepada orang-orang, dia merubah cara bicaranya hanya untuk menutupi kesedihannya, lihat Delvin mengunakan aku kamu, bukan loe gue ketika bercerita tentang keluarganya
"nanti kamu pilihin mainan untuk dia ya sab, aku ngak tau mau beli apa, aku juga masih sedikit sesak ketika aku harus membelinya kado" sambung Delvin
" iya" kata Sabrina
"tapi, adekmu laki-laki atau perempuan" tanya Sabrina
"perempuan" jawab Delvin
"ya udah kita beli boneka aja" ucap Sabrina
"terserah kamu aja sab" jawab Delvin
"oke" balas Sabrina
....
__ADS_1
Sabrina dan Delvin berjalan berdampingan memasuki mall, mereka berjalan menujuh toko boneka