
💞💞💞
🍃🍃🍃
🍀🍀🍀
hujan reda...
Aksa bersamaan Sabrina pulang dengan menebas kecanggungan, ...
Aksa mengantar Sabrina sampai kekosan Sabrina, sebelum pulang Aksa berkata ...
"aku pulang ya sab" ucap Aksa
"iya kak, terimah kasih" jawab Sabrina
tidak menjawab dia hanya membunyikan klakson dan melajukan motornya
dan Sabrina hanya menganggukkan kepalanya, sambil melihat kepergian Aksa...
ketika Sabrina masuk ke gerbang kosan, banyak suara-suara bergema..
"pura-pura dia aja dia"
"diam-diam menghanyutkan"
"aku pikir cewek benaran baik"
"sok-sokan alim"
"sama aja"
begitulah suara celotehan teman-teman satu kosannya
Sabrina yang mendengar itu hanya mengelus dada dan berjalan kearah pintu kosannya..
Sabrina membuka pintu kamarnya
cklek...
dan langsung merebahkan diri di tempat tidurnya..
"kenapa orang-orang cepat sekali menghakimi orang lain" guna Sabrina
"apakah aku salah" lanjut Sabrina
Sabrina masih memikirkan perkataan orang-orang yang membicarakannya, sebelum Sabrina larut dalam pemikirannya hand phone Sabrina berbunyi
clinggh...
clinggh...
clinggh...
handphone Sabrina terus berbunyi Sabrina mengambil handphonenya dan melihatnya, ternyata pesan dari grup kelasnya, yang memberitahu bahwa besok tugas mereka di kumpul...
__ADS_1
setelah membaca pesan itu Sabrina langsung beranjak dari tempat tidur, lalu memberikan dirinya..
Sabrina telah selesai membersikan diri, Sabrina tak lupa mengerjakan kewajiban, setelah selesai Sabrina membuka notebook miliknya dan melihat apakah tugas yang diberi tahukan oleh temannya sudah dia kerjaka ...
setelah mengotak-atik notebooknya akhirnya Sabrina menemukan file tugasnya
"untung sudah aku kerjakan kemarin" ucap sabrian
setelah mengecek, tugasnya Sabrina merebahkan dirinya di kasur ...
" begini rasanya mandiri, disini benar-benar tak ada orang, aku hanya sediri menatap dinding, dulu jam segini aku masih sibuk menyuapi anak-anak bibikku, membereskan mainannya dan bahkan jam seginipun aku belum makan" Sabrina bermonolok dan mengingat masa lalunya
larut dalam pikiran masa lalunya, tak Sabrina sangka ia tertidur ...
****
Sabrina sudah bangun dari tadi, kebiasaan yang biasa ia lakukan masih sering terjadi di kehidupan mandirinya, seperti bangun dijam 4 subuh..
otak Sabrina seperti sudah punya alarm sendiri, sehingga setiap jam 4 subuh Sabrina akan bangun ...
kini Sabrina tengah besiap untuk pergi ke kampusnya.
***
Sabrina berjalan memasuki gedung perkulihan, tak butuh waktu lama Sabrina telah berada di depan pintu kelasnya
Cklek...
Sabrina membuka pintu kelasnya, belum sempat melangkahkan kaki ke dalam ruangan kelasnya, Sabrina di panggil oleh Delvin
"Sab" panggil Delvin
"Ngak usah terlalu formal sama gue, panggil nama aja, gue ngak suka loe panggil gue kakak" ucap Delvin berjalan mendekati sabrina
"Iy kak, ehh Delvin" ucap Sabrina takut-takut
Delvin tersenyum melihat tingkah Sabrina
"Sab. entar sudah kelas, loe langsung ke prodi, kita ketemu sama pembimbing baru kita, katanya ada dosen baru dan juga pembimbing diskusi kita" kata Delvin
" Iya ka- eh Delvin" jawab Sabrina
" Ya udah loe masuk, Jangan lupa hubungi Aksa" ucap Delvin sambil meninggalkan Sabrina
Sabrina hanya mengangguk dan menatap kepergian Delvin dari depan pintu..
baru saja Sabrina ingin masuk kelasnya, tiba-tiba Shopiah mengagetkan Sabrina dan mengurungkan langkah kaki sabrina untuk masuk ke dalam kelas
"Woi sab" teriak Shopiah sambil menepuk salah satu pundak Sabrina
"Ehh" ucap Sabrina kaget
"Hahaha, ngapain, masuk gih, ngak baik dipintu, pamali" tegur Shopiah sembari meninggalkan Sabrina sendiri
Sabrina hanya menghela nafas panjang, akibat rasa kagetnya belum hilang
__ADS_1
....
Perkulihan di mulai, semua penghuni kelas bersuara kelas menjadi bergemuruh akibat perdebatan didalam kelas, jangan salah ya ini anak hukum, argumentasi dan pendapat harus dikeluarkan.
jika diskusi ngak bisa diam-diaman, apalagi kelas Sabrina, tak akan mungkin berdiskusi dengan diam saja.
jika diskusi seperti ini semua teman adalah musuh, semua diperdebatkan bukan untuk menunjukan eksistensi diri, tapi untuk mendapat jawaban yang benar-benar bisa di terima dan dari sumber yang akurat.
tapi jangan salah, tak ada dari penghuni kelas Sabrina yang menganggapnya sebagai penjatuhan apa lagi cari muka, tapi mereka mengganggap ini sebagai ajang untuk melatih diri dalam mengeluarkan pendapat dan mempertahankan pendapat
agar suatu saat nanti ada yang berkesempatan untuk jadi politisi, maka kami sudah terbiasa dan bisa beradu agrumen demi menegakan kebenaran
tak terasa kelaspun berlalu dengan hasil dari diskusi yang memuaskan, diskusi itu tujuan memecahkan masalah dan menarik kesimpulan satu yang disetujui oleh seluruh peserta diskusi, dan itu selalu didapatkan oleh kelas Sabrina.
jika tidak mendapatkan hasil? jangan harap kelas Sabrina akan berhenti dengan hasil yang tidak memuaskan, bisa-bisa mengahabisakan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan diskusinya.
kelas telah berakhir sekitar 5 menit yang lalu Sabrina baru saja merapikan alat tulisnya, dan Sabrina bari sadar, bahwa dia belum memberi tahu Aksa, dengan cemas Sabrina mengambil hand phone di dalam tasnya
dengan perasaan takut Sabrina mencoba menenangkan dirinya, lalu Sabrina mengetik pesan untuk Aksa
Kak kita hari ini ada jadwal diskusi belum selesai Sabrina mengetik pesan, Aksa sudah menelponnya terlebih dahulu
Sabina menarik napas lalu menggeser ikon warna hijau ke atas
"Hallo sab, kita latihan diskusi ngak hari ini" tanya Aksa dengan santai
" Ehh iya kak maaf, Sabrina baru mau ngasih tau" jawab Sabrina dengan rasa takut
"Kenapa minta maaf sab" tanya Aksa tak mengerti
"Delvin-ehh kak Delvin sudah minta tolong aku ngasih tau kakak dari pagi tadi, tapi aku lupa kak, maaf kak" jawab Sabrina masih dengan rasa takut, di pikiran Sabrina Aksa akan memarahinya
"Hahaha, santai sab, jam berapa" tanya Aksa dengan tawanya
"Sekarang kak, katanya kita latihan sama pembimbing baru, sekaligus dosen baru kak" jawab Sabrina yang sudah lega, pasalnya Aksa tidak marah kepadanya
"Oke sab, otw" ucap Aksa santai
"Iy kak, di prodi jangan lupa" ingat Sabrina sebelum Aksa mematikan telopon
"oke sab" jawab Aksa dan mematikan telpon
sudah mengangkat telpon dari Aksa, Sabrina langsung keluar kelas dan berjalan menujuh prodi, Sabrina berjalan sendiri. sabrina berjalan sedikit lebih cepat, takutnya Delvin sudah menunggunya. Setelah Sabrina hampir sampai ke ruang prodi, dari kejauhan Sabrina melihat Delvin. Sabrina berniat untuk menghampiri Delvin, setelah Sabrina mengamati sekeliling Delvin ternyata delvin lagi berbincang-bincang dengan laki-laki yang Sabrina tak perna di lihat sebelumnya di lingkungan kampusnya
melihat itu, Sabrina menghentikan langkah, yang sudah tidak jauh dari Delvin. Sabrina tidak melanjutkan langkahnya Sabrina takut mengganggu Delvin yang lagi serius bicara kepada orang itu, dan alhasil Sabrina hanya diam dan mengamati sambil menunggu Delvin selesai bicara dengan orang tersebut.
Sudah cukup lama Sabrina menunggu Delvin, Sabrina hanya diam. Delvin melirik jam tangannya dan berkata "seharusnya Sabrina sudah keluar kelas, kemana Sabrina" tanya Delvin kepada diri sendiri dan tidak mengencangkan suara, mungking hanya Delvin yanv bisa mendengar perkataannya.
Delvin melihat lihat keselilingnya, dan pandangan Delvin jatuh kepada Sabrina yang berada di belakangnya, Sabrina hanya diam. "ternyata aku baru melihat kearah Sabrina" guma Delvin dalam hati
💞💞💞
🍃🍃🍃
🍀🍀🍀
__ADS_1
selamat hari raya idul Fitri..
mohon maaf lahir dan batin...