Secuil Harapan Yang Baru

Secuil Harapan Yang Baru
dijemput aksa


__ADS_3

Dulu aku selalu berjalan sambil menundukan tak tau mengapa, aku menarik diriku, ada beberapa peraturan yang ada di keluarga bibikku yang membuat aku menghilangkan rasa, dan lama kelamaan aku seperti mati rasa, baik cinta, sayang, kepedulian, ataupun rasa kemanusian.


Dulu Aku selalu berjalan cepat, karena menganggap tak perlu adanya interaksi kepada orang lain, orang ngak boleh tau seberapa rapunya aku, dan untuk menutupi itu aku menghidar dari dunia sosialku.


Kini baru aku tersadar untuk jadi manusia kita harus berinteraksi ke sesama manusia, kita mahluk sosial selalu membutuhkan satu sama lain setiap waktunya.


Dari sekarang aku ingin berinteraksi dengan manusia lainnya, aku ini manusia biasa bukan alien dan sejenisnya, aku ini mahluk sosial bukan mahluk mandiri.


Ku harap ini awal baru untukku...


.....


Waktu terus berlalu, berjalan tanpa ingin berhenti sedetikpun...


Satu bulan telah ku lewati tanpa argi, semua sudah berubah, begitupun dengan kehidupan sosialku


Aku termenung dibawah pepohonan di belakang gedung kuliah ku, menikmati semilir angin yang selalu menyapa tanpa berniat pergi..


Kehidupan sosialku tidak semenyedihkan dulu, kini aku sudah punya  berberapa teman, biak itu di kelas maupun di kosan tepat tinggalku..


Bersosialisasi tidaklah semenakutkan yang aku fikirkan, ternyata banyak orang yang mau menerimah kekuranganku...


Hidupku kini di penuhi dengan orang yang mampu memahami aku...


***


Pagi menyapa, hari ini aku sudah punya janji dengan teman-temanku untuk lari pagi


“hai Sabrina” sapa Shopiah


“hai Shopia” jawabku sembari tersenyum


“tumben pagi-pagi, udah keluar kosan, mau kemana?” tanya Shopiah dengan segudang kekepoannya


“mau lari pagi” jawabku singkat


“ikut, tunggu ya Sabrina” jawab Shopiah sambil berlari kekamarnya


“hmm” jawab  singkat


Sabrina duduk di depan pintu kosan dan memainkan hand phonenya


Drrttt


Drrrtttt


Drrrrttttt


Telpon sabrina bergetar dan menampilkan nama aksa dilayar hand phonenya


“kenapa dia menelponku” batin Sabrina

__ADS_1


Sabrina kini tengah dipersiapkan untuk mengikuti lombah debat oleh ketua prodinya besama dengan Aksa, dan Delvin, secara tidak langsung membuat pertemuan antara sabrina dan aksa semakin sering, hingga membuat Sabrina, Aksa dan Delvin menajadi dekat..


Sabrina menekan keatas tombol yang warna hijau...


“hallo” sapa Aksa di sebrang sana


“iya” jawab sabrina singkat


“ hari ini kamu sibuk ngak, aku sama delvin  mau ngajak kamu latihan dan memperdalam materi debat” jelas Aksa dengan tenang, walaupun jantungnya bergemuru hebat


“ jam berapa, dimana?” tanya Sabrina


“dikafe dekat kampus , pukul sembilan, kamu bisa?” jawab Aksa


“oh, iya bisa” jawab Sabrina


“oke, nanti ku jemput” jawab Aksa dan lansung mematikan telpon tanpa mendengar jawaban dari sabrina


huuh... jawab Sabrina kesal


“hahaha, udah ngak usah kesal begitu, kamu harusnya bersyukur bisa dekat sama bang Aksa sama Delvin” kata Shopiah santai


Tak mau mengindahakan ucap dari Shopiah, sabrina langsung saja berjalan dan meninggalkan Shopiah


“kebiasaan deh” teriak Shopiah


Sabrina, Shopiah dan teman-teman yang lari pagi dengan damai dan tenang, Sabrina dengan kebisuannya hanya menatap indah ciptaan tuhan yang diilihatnya


....


Cklekk...


Pintu Sabrina ditutup dan langsung Sabrina kunci, Sabrina sengajah datang lebiah awal agar Arga tidak menjemputnya...


sampai di gerbang kosannya, sabrina dibuat terkejut, bagaimana tidak, Aksa sudah ada di depan kosannya sambil memainkan hand phonenya


“kok kakak udah disini” tanya Sabrina yang lagi menenangkan dirinya


“aku sengaja datang lebih awal soalnya, Delvin udah nunggu di kafe” jawab Aksa


“kok bisa? Bukanya kita janjiannya jam sembilan ya?” tanya Sabrina heran


“biasa tu anak ngak ada kerjaan di rumah, jadi ya dia datang langsung ke kafe, dan sibuk menelponku” jawab Aksa tenang


“oh” jawab sabrina masih dengan keheranannya


“ayok kita pergi” ajak Aksa


Sabrina hanya menggangguk


Diperjalanan Sabrina mulai bertanya kepada Aksa

__ADS_1


“kok kamu ngak pake motor kamu kak?” tanya Sabrina takut, apalagi harus menggunakan kata kak, karena menurut sabrina tidak sopan jika dengan orang yang lebih tua memanggil dengan nama


“oh itu, aku tau kamu ngak mau naik motor yang biasa aku bawak, jadi aku pinjam saja motor ini supaya kamu mau ku jemput” jawab Aksa tenang


“oh” jawab sabrina singkat, padahal dia sangat senang, karena aksa mempedulikan dia


...


“loe pada kok  lama banget sih, niat belajar ngak sih?” protes Delvin


“udah, ayok kita duduk, pesan minum, baru kita belajar” jawab Aksa


“lagian salah loe juga, janji jam berapa , datang jam berapa” lanjut Aksa, sambil menarik kursi yang akan dia duduki


Setelah memesan minum, Aksa dan Delvin sibuk bertukar pendapat tentang mosi yang kemungkinan akan dikeluarkan pada saat depat, dan Sabrina hanya fokus membaca seluru bacaan yang telah Aksa dan Delvin ringkas


“sab, gimana loe udah baca dan pahami semua materi” tanya Delvin


“belum del, aku belum paham semuanya” jawab Sabrina binggung


“ya udah nanti loe  tanya sama Aksa, kalau dia udah balik dari toilet,  biar loe paham “ ucap Delvin


Sabrina hanya menggangguk


Dengan perasaan takut Sabrina bertanya dengan Aksa


“kak” kata Sabrina


“iya sab, ada apa?” jawab Aksa heran


“aku ngak ngerti materi ini kak” ucap Sabrina sambil menyondorkan kertas yang sedari tadi dia tatap


“ oh ini, .........” jelas aksa kepada sabrina


“udah paham sab” tanya Aksa


“iya kak” jawab sabrina dengan mengangkat sudut bibirnya keatas


“ingat ya sab, loe pembicara kedua, gue pembicara ketiga dan aksa pembicara pertama, jadi kita kuasai pendalaman materi kita masing-masing” jelas Devin


“kayaknya diskusi kita hari ini sampai sini dulu, lainkali kita sambung lagi, dan loe sab, kalo ada materi yang ngak loe ngerti langsing aja tanya sama Aksa” lanjul Delvin


“iya sab kalau ada yang ngak kamu pahami, kamu bisa langsung tanya ke aku, kalau kamu tanya Delvin mungkin tahun depan baru dia jawab” ucap Aksa


“iya kak” jawab Sabrina sambil menggangguk


“ya udah gue duluan ya sab, Aksa loe antar Sabrina sampai kekosan dia, gue pamit” ucap Delvin sambil medaratkan tangannya di bahu aksa dan sambil berjalan keluar kafe


“iya, aman” jawab Aksa santai


“sab, sembentar ya, aku rapikan dulu alat tulisku” ucap Aksa

__ADS_1


“iya kak” jawab sabrina


Tiba-tiba hujan turun membasahi bumi memberi kehidupan untuk semua mahluk, sehingga menahan sepasang mahluk untuk tetap bersama dalam sementara waktu


__ADS_2