Sehabis Hujan

Sehabis Hujan
SH - Bab 10


__ADS_3

"Ini nasi bungkusnya, mau tidak?" ucap Raina.


Dia merasa pria itu hanya diam saja. Raina lama-lama juga bosan.


Ayus masih dalam posisi yang sama. Dia meraih nasi bungkus yang ada ditangan Raina.


Nasi itu ada di dalam plastik, jadi tidak sampai menggengam tangan sang gadis.


"Terima kasih ya?" ucap sang pria dengan tatapan mata yang aneh.


Ayus tak fokus, dia masih berada dalam pandangan yang sama.


Dia hanya menatap seorang Raina.


"Ya sama-sama, sudah ya? aku pulang dulu, aku sudah menghabiskan banyak waktu di sini."


Sang gadis masih merasa aneh, dia kembali berbicara kepada sang pria.


"Heh! pria aneh! apa yang kau lihat?" tanya Raina dengan nada yang cukup tinggi.


"Oh ya, maaf! tidak ada nona, ya aku makan dulu."


Sang pria salah tingkah dan langsung memakan apa yang ada di depannya.

__ADS_1


Raina perhatikan cara makan seorang Ayus, menurut pandangan matanya, Ayus seperti kelaparan.


"Kau bisa memakan nasi bungkus itu pelan-pelan, aku tidak akan memintanya, karena aku sudah makan tadi!" jelas sang gadis.


Ponsel milik sang gadis tiba-tiba bergetar, dia langsung melihat ponselnya dan ada panggilan darurat dari sang ibu.


"Anak tidak tahu di untung! kenapa kau tidak datang menemui ibu? biasanya ketika aku menelponmu, kau selalu datang dengan tepat waktu. Kenapa? kenapa ini lama sekali?" ucap sang ibu dengan nada yang berteriak-teriak.


"Iya, sebentar lagi aku akan datang dan menjemput Ibu tetapi motorku ada di bengkel. Lalu, ada berita yang sangat mencengangkan untukku. Aku baru saja ingin pulang naik bis, tetapi di jalan Bos Kim kambuh penyakitnya. Jadi, aku harus menemuinya dan memberikan dukungan! masa Ibu tidak kenal Bos Kim, nanti aku akan dipecat jika tidak langsung pergi ke tempat yang dia tunjuk! Yayaya? Ibu sudah paham kan dengan apa yang aku jelaskan? jadi jangan marah-marah cepat tua!" cetus Raina yang terbiasa bercanda dengan sang ibu.


"Oh, kau sedang bersama dengan bos Kim, okelah. Ibu bisa naik ojek nanti, kan kau harus PDKT dengannya agar mendapatkan restu dari kedua orang tua bos mu itu, dan akhirnya menikah deh!"


Sang ibu selalu memiliki cara untuk membuat sang putri pusing 7 keliling.


Bagaimana tidak? agenda selama beberapa bulan ini hanyalah ingin menjodohkan antara dirinya dan sang bos.


Sang gadis memang sangat pandai membuat pria menjadi tersedak dan harus pergi dari sana untuk menyembunyikan malu.


"Hahhaha."


Sang gadis tidak bisa menahan tawanya karena sang montir kabur.


Dia kena mental dengan apa yang disampaikan oleh seorang Raina.

__ADS_1


"Kau tertawa saja dari tadi, sudah makan belum? ibu tidak memasak, kau beli saja ya?"


"Iya iya, ibu. Aku tahu!"


Panggilan telepon itu berakhir.


Raina memasukkan ponsel ke dalam saku celananya kemudian menyusul sang montir yang kini berada di dapur.


.


.


Di dapur ...


"Kau sedang apa?" tanya sang gadis.


"Minum, aku sudah tersedak karenamu!"


"Hahaha, maaf ya? aku sudah membuatmu kaget."


"Awas nanti aku akan membalasmu!"


"Ya, kau balas saja, tapi nanti aku akan membalasmu dua kali lipat!"

__ADS_1


"Curang!"


*****


__ADS_2