
Sang gadis tersenyum saat melihat montir itu menderita karenanya, sebab itu adalah hal yang sangat ingin dia lakukan selama ini, membuatnya menderita.
"Kau tidak akan paham jika bos Kim, memintaku untuk menjadi asisten pribadinya," celetuk sang pemuda yang sangat percaya diri itu.
"Haha, mana ada bos Kim seperti itu?" jawab Raina tak mau percaya hal ini.
Namun, pada kenyataannya, bos Kim memang sangat ingin Ayus menjadi asistennya.
Raina paham, sang bos jika memberikan titah, tak mungkin salah.
Hingga dia harus benar-benar memastikan akan hal ini jika bos sudah sembuh nanti.
.
.
.
Satu minggu kemudian ...
"Huft, akhirnya kau menjadi lebih baik bos!" ucap sang karyawan setia, Fandi dan Raina.
"Ini karena kalian juga, oh dimana montir itu? minta dia datang ke restoran, langsung temui aku."
Sang bos sangat antusias, dia sangat ingin bertemu Ayus.
Namun, Raina tak setuju dengan hal ini.
__ADS_1
"Ada aku dan Fandi, kenapa harus ada tambahan?" protes Raina.
"Dengar aku dulu, dia itu bukan hanya sebagai asistenku, dia bisa membantu pekerjaanmu!" jelas sang bos.
Dia akan tetap dengan keputusannya.
"Bos, ini tidak bagus. Dia belum tentu paham mengenai masakan Korea, jadi aku sarankan jangan merekrut seorang karyawan secara sembarangan!" pinta Raina.
"Aku memahami apa yang ada di dalam hatimu, hanya saja aku lebih tahu apa yang terbaik untuk restoranku. Kalian berdua antar aku pulang ke apartemen. Mulailah bekerja nanti jam 10. Tutup lebih awal ya?"
"Oke, siap bos!"
Dua anak buah kepercayaan yang harusnya tak bermasalah, tetapi masih merasa belum mampu untuk mengemban amanah ini, yang utama adalah Raina, dia tak bisa jika harus bekerja bersama seorang pria yang tak tahu segala permasalahan tentang makanan Korea.
Namun, keputusan seorang Kim, tak bisa di ganggu gugat, semua harus benar-benar terlaksana.
Fandi menguatkan Raina agar tak mempermasalahkan tentang seorang Ayus.
.
.
.
Di dalam mobil bos Kim ...
"Bos, kita pulang sekarang ya?" tanya sang gadis.
__ADS_1
Wajahnya terlihat sangat tidak enak di pandang.
"Raina sudahlah! kita lalui saja waktu ini dengan satu hal yang lebih membahagiakan. Dia bisa menjadi teman bagimu," jelas sang Fandi menyemangati.
"Iya, Fandi benar, kau pasti akan senang bekerjasama dengannya," jelas seorang bos Kim yang yakin akan semua ini.
Dia yakin tak akan salah pilih dan tetap akan menjadikan seorang Ayus karyawannya.
"Hm, terserah kalian saja."
Sang gadis begitu malasnya sebab memahami apa yang akan terjadi nanti.
Dia pasti akan mendapatkan banyak kerepotan, seperti harus mengajari dari awal semuanya.
Malas sekali rasanya.
Sepanjang perjalanan hujan yang terlihat tak terlalu deras, mulai membasahi kota itu.
Raina segera menutup pintu mobil dan menatap tetesan hujan yang jatuh membasahi bumi.
"Sebenarnya apa yang kau takutkan dari hujan Raina?" tanya Fandi iseng.
"Aku tidak tahu, aku benci saja," jelas Raina.
Dia hanya akan mengatakan hal itu tanpa kejelasan.
Seorang Fandi yang dekat dengannya bahkan tak bisa mendapatkan jawaban tentang pertanyaan ini.
__ADS_1
"Hm, tidak boleh benci dengan hujan! berkah namanya, kau paham tidak sih konsepnya? tanpa hujan bagaimana bisa semua tanaman di bumi hidup? Kering kerontang nanti," ujar Fandi yang selalu sok pintar, meskipun begitu, Fandi-Raina adalah bestie sejati.
*****