Sehabis Hujan

Sehabis Hujan
SH - Bab 12


__ADS_3

Satu jam kemudian ...


Hujan mulai reda ketika mobil sang bos berhenti di depan apartemennya.


Fandi yang bertugas menyetir dan Raina duduk di sampingnya terlihat turun dari mobil.


"Untung hujannya sudah berhenti, kan aku senang kalau seperti ini," ujar Raina dengan senyum penuh kegembiraan.


Fandi tak habis pikir dengan sahabatnya itu, dengan hujan saja takut, itu yang ada di dalam pikirannya.


Raina membuka pintu jok belakang sang bos mengatakan bisa naik ke unit apartemennya sendiri.


Sedangkan sang gadis ingin mengantar sang bos yang belum terlalu sehat itu.


"kau ikut Fandi ke restoran, segera buka biar pelanggan kita tidak terlalu lama menunggu, ponselku terus berdering tadi. Di sana sudah banyak orang mengantri," jelas sang bos yang membuat keduanya tercengang.


Restoran bos memang sangat ramai setiap harinya.


Sejak sang bos sakit, hanya menerima delivery, itu saja terbatas.

__ADS_1


Jadi, saat sang bos memposting di sosmed tentang restoran yang akan segera buka, semua pecinta makanan Korea yang berlangganan di resto bos Kim, pasti akan memenuhi tempat itu.


"Ha? tapi kita belum ada persiapan bos?" ungkap Raina yang lupa jika  kemarin sudah membeli semu bahan minim untuk sehari habis, jadi ketika butuh bahan mendadak, seorang distributor akan memasok padanya.


"Sudah ada, kau yang membelinya kemarin, laporan pembelian bahan baku juga tersimpan di ponselku," cetus bos Kim membuat seorang Raina tak bisa berkutik.


"Rain, ikut aku saja.Kau tidak perlu banyak bicara lagi."


"Hm."


Sang bos tersenyum, dia memberikan kode kepada seorang Fandi agar mengurus semua ini.


Beberapa menit kemudian, seorang gadis yang murung masih tak mau pergi dari sana dia sepertinya ngambek.


"Raina aku jelaskan kepadamu mengenai apa yang bos putuskan. Bos kita sedang tidak enak badan, dia ingin beristirahat selama beberapa hari, jika tidak ada Ayus, kau akan lebih repot. Percaya padaku, biar dia aku yang handle. Kau fokus pekerjaanmu saja, oke?" pinta seorang pria yang merupakan teman, sahabat bahkan sudah seperti satu keluarga.


"Nah, kalau ini aku mau, kau urus dia aku bekerja sesuai dengan kapasitas. Ehm aku malas ada dia di restoran, pasti sangat senang mengangguku," cetus sang gadis merasa percaya diri.


"Haha, kau selalu aneh sih. Aku paham, pokoknya kau diam saja. Aku yang akan bekerja untuk memberikan pekerjaan untuk Ayus. Dia diam-diam adalah pecinta kuliner korea. Kau menyesal tak mau bekerjasama dengannya."

__ADS_1


Sang sahabat seperti omong kosong, raina mengatakan jika Fandi harus memberikan fakta yang sebenarnya.


Fandi siap, dia akan menunjukkan jika Ayus adalah orang yang berbakat.


Sang pria segera tancap gas dari sana menuju restoran miliki sang bos yang katanya  sudah banyak yang mengantri itu.


Sepanjang perjalanan menuju resto, Raina teringat akan cinta masa lalunya yang tak sengaja berhenti di samping mobil itu.


Kebetulan hujan kembali turun.


Sang mantan yang tampan dan seorang geng motor, terlihat mesra dengan kekasihnya.


"Raina? apa yang kau lihat?" tanya sang sahabat.


"Si Jun, sama kucing betina, Sonia."


"Wkakaka, kenapa bisa pas begini, aku mau menyapanya," ucap Fandi yang sangat niat mengerjai seorang Raina.


Dia paham jika Raina masih sayang, tapi tak mampu mengatakan apapun sebab sang ibu tak suka jika Raina bersama dengan seorang pria urakan macam Arjuna, alias Juna itu.

__ADS_1


*****


__ADS_2