
Saat dia ingin keluar dari ruangan itu tiba-tiba saja seorang gadis menabraknya sehingga dia jatuh.
"Aduh!" ucap Ayus.
Dia merasa ada kekuatan tronton menabrak dirinya.
"Haha ... maaf ya aku terburu-buru! bos mana, eh! ups!" jawab sang gadis sambil memelankan suaranya.
Dia menatap sampo sudah berbaring dengan nyamannya di atas ranjang.
"Kau hebat, bagaimana bisa membuat bos Kim tertidur?" tanya Raina.
Bahkan dia tidak merasa bahwa telah membuat Ayus jatuh.
"Kau mau tahu cerita selanjutnya? kau tolong aku lah, dalam keadaan jatuh seperti ini bagaimana bisa bercerita? tubuhku sakit," jelas Ayus sambil menahan rasa sakit di bagian pinggangnya.
"Oh ya, aku lupa jikalau kau terjatuh!"
Ayus bukan pria yang iseng jadi dia tidak membalas apa yang dilakukan oleh Raina.
Sang gadis mengulurkan tangannya, dia meraih uluran itu, lalu bisa berdiri secara perlahan.
"Keluar dulu, aku akan menceritakannya di ruang tamu."
__ADS_1
"Oke!"
Keduanya jalan keluar untuk meninggalkan sang bos agar bisa beristirahat.
Mereka perlahan berjalan menuju ruang tamu.
.
.
.
Ruang tamu ...
Raina kurang sabar lalu menanyakan kembali.
"Heh! sebenarnya kau ini niat tidak sih menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada bos?" ucap Raina protes.
Dia sudah menunggu beberapa menit tetapi tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya, sangat keterlaluan, sang gadis merasa dipermainkan.
"Hehe, maaf ya! aku telah membuatmu menunggu lama, begini, aku merasa bahwa kisah bos mirip sekali denganku. Lalu, aku menceritakan apa yang dulu aku alami, aku juga pernah seperti dia menangis dan kehilangan. Namun, seorang pria akan berada di dalam satu titik yang membuatnya tidak akan mengemis cinta seorang gadis. Bos Kim, adalah bagian dari pria yang memiliki logika yang bagus. Dia mudah menangkap apa yang aku katakan sehingga bisa segera tenang dengan cepat."
"Wah, daebak! kau memang luar biasa, aku tak pernah merasakan perasaan itu karena aku adalah seorang jomblo, bagaimana bisa mengatakan cinta jika aku adalah jomblo! haha. Aku memang tak suka kisah cinta yang tak berakhir dalam pernikahan, aku hanya ingin serius dengan seorang pria lalu menikah dengannya."
__ADS_1
Sang gadis tanpa sadar mengatakan keinginan hatinya membuat seorang Ayus merasa kesempatan untuk dirinya mendekati sang gadis.
Dia sudah merasa cocok dengan Raina sejak pertama kali bertemu, sebenarnya kedua orang itu sering sekali bertatap muka tetapi Raina sangat cuek dengan pria manapun kecuali sang bos, bos Kim adalah tipe yang kekurangan perhatian sehingga dia tidak boleh membiarkan sangkut tak mendapatkan perhatian dari karyawannya terutama asisten seperti dirinya.
Bos Kim, pasti menghukum seluruh karyawan jika moodnya buruk tetapi tidak ada yang menenangkan.
Saat itu juga, Raina selalu memberikan brownies, karena makanan sangat disukai oleh bos Kim.
"Aku hanya ingin membeli sebuah brownies tetapi kau mampu melakukannya, jadi aku menyimpan uang itu lalu membeli makanan untukmu, ini ada nasi bungkus lauknya ayam bakar. Kau suka ayam bakar?" tanya Raina.
"Wah, kau sangat baik kepadaku, makasih ya. Oh iya, sekarang aku tahu namamu siapa!" ujar Ayus merasa bangga.
"Haha, apakah kau senang ketika tahu siapa namaku?" jawab Raina.
Pria yang ada di depannya ini merupakan spesies yang langka sebab tidak ada orang yang bangga akan nama Raina, bahkan pemilik nama saja tidak mau bangga.
"Senang, bos Kim yang tiba-tiba mengatakan kepadaku bahwa gadis pemberani itu bernama Raina."
Ayus menatap wajah Raina dengan senyum yang manis, namun Raina merasa aneh sebab gadis itu tidak memiliki perasaan apapun dengan pria yang ada di depannya.
"Indah namanya, sangat cantik seperti orangnya," batin Ayus masih dengan senyum yang tidak jelas.
"Fix dia kesembet," gumam Raina.
__ADS_1
*****