Sehabis Hujan

Sehabis Hujan
SH - Bab 6


__ADS_3

Ayus baru saja meletakkan nampan itu, bahkan sudah mencuci piring serta gelas.


Ayus yang juga dalam kondisi yang kurang baik pasca mendapatkan ujian yang cukup berat, dia di tinggalkan oleh Ghina dan ternyata gadis itu ingin kembali.


Ayus sebenarnya masih sayang, tetapi terlalu sakit untuk melanjutkan hubungan yang sudah tidak berujung.


"Aku juga sakit hati, tetapi tidak ada yang paham akan kondisiku, apakah seorang pria seperti aku boleh mengeluh?" ucap Ayus dengan perasaan yang sangat rapuh.


Para pria hanya akan sok tegar, namun pada akhirnya membutuhkan seorang wanita untuk menguatkan perasaan yang sangat lemah itu.


Saat Ayus ingin menelpon Fandi untuk menanyakan siapa nama gadis yang baru saja datang menjaga bos Kim, tiba-tiba saja bos Kim memanggil nama Han Jie Eun.


Ayus segera menghampiri bos Kim.


"Tuan Kim, ada apa?" tanya Ayus.


"Dimana dia? Jie Eun? dimana?" jawab Kim yang sangat menyedihkan itu.


"Iya bos, eh tuan ... nanti aku akan memanggil Han Jie Eun itu ya tuan kau tenang saja," ucap Ayus mencoba menenangkan bos Kim.


"Iya, aku berharap kau akan memanggilnya, tetapi kau hanya akan mendapatkan kesia-siaan! dia telah bersama pria lain! Huaa!"


Bos Kim justru menangis, ini membuat Ayus merasa bersalah.


Dia segera menelpon Raina.

__ADS_1


"Bosmu menangis! ayo kemari!" pinta Ayus.


"Astaga, kenapa kau tidak diamkan dia, kau harus lakukan itu jika ada orang menangis, bukannya menelpon aku!" jawab Raina.


"Heh, bukannya aku harus menelponmu ketika ada apa-apa Kim?" ungkap Ayus agak kesal.


Dia hanya mengatakan hal yang harus ia katakan, dia tidak mau bertanggung jawab untuk selanjutnya.


Raina yang sedang berada di bis, kemudian meminta Ayus untuk menunggunya.


"Ya ya, aku kesana, motorku ada di bengkel! ibuku membutuhkan aku dengan segera, jadi aku agak repot hari ini. Tunggu setengah jam, oke?" Sang gadis ada dalam kesulitan sekarang tapi dia mencoba untuk tetap bertanggung jawab.


"Apa kau tidak waras? aku harus menunggu selama itu? aku tidak mau!"


"Kau ini pria tapi seperti ibu-ibu saja, ya jangan ribet! jemput aku di halte 06!"


"Apa? itu kan jauh!"


"Makanya, aku sudah bilang padamu tunggu setengah jam lagi. Jika kau mau menjemputku beda lagi urusannya!"


"Astaga! jika aku menjemputmu bagaimana dengan bos Kim?"


"Maka dari itu, kau jaga dulu bosku, anggap saja dia adikmu!"


"Dia sudah tua dan aku masih muda? aku harus menganggapnya adik?"

__ADS_1


"Haha, aku kan hanya bercanda kenapa serius sekali!"


"Huaaaa Jie Eun!"


Suara bos Kim nyaring sekali.


Seorang bos yang sangat tampan, tetapi rapuh saat di tinggalkan oleh kekasihnya.


"Itu suara bos Kim? kenapa keras sekali? kau licik padanya?"


"Mana ada, dia nangis karena teringat kekasihnya yang bernama Jie Eun."


"Oh, sudahlah ya? ponselku lowbat."


"Eh bentar! hey gadis! tunggu!"


Panggilan itu langsung di tutup dengan segara.


Ayus sudah melakukan segala cara agar bos Kim mau menuruti apa yang dia katakan.


Namun, pada kenyataannya semua yang dilakukan tidak ada yang benar, Ayus benar-benar merasa pening kepalanya melihat kondisi orang yang memiliki umur lebih banyak darinya berlaku seperti anak kecil yang kehilangan emaknya.


"Sabar Yus, sabar!"


*****

__ADS_1


__ADS_2