Sehabis Hujan

Sehabis Hujan
SH - Bab 8


__ADS_3

Ayus tiba-tiba merasa pusing karena dirinya senang membutuhkan uang untuk membiayai kuliah adiknya, sedangkan dia tidak bisa keluar dari bengkel itu sebab dia harus bekerja di sana seumur hidup menggantikan mendiang ayahnya.


"Tapi bos, aku menjadi montir selamanya untuk bengkel pamanku, dia membiayai rumah sakit waktu ayah masih dirawat dan kebutuhan sehari-hari aku dan adikku, aku tidak bisa keluar dari sana," jelas Ayus.


Bos Kim merasa iba dengan pria yang ada di sampingnya, dia langsung memberikan penawaran yang cukup menggiurkan.


"Dari apa yang kau katakan, sepertinya kehidupan keluargamu sangat sulit dan pamanmu merasa terbebani dengan adanya kau serta adikmu. Hm, tenang saja aku akan mengurus semua itu. Namun, syaratnya kau harus setuju bekerja denganku," pinta bos Kim.


Dia adalah tipe orang yang tidak mau melepaskan bibit unggul seorang yang memiliki otak yang cerdas serta empati yang cukup kuat.


Bos Kim, memang belum sembuh sempurna tetapi ada titik dimana dia bisa berpikir secara jernih bukan masalah cinta lagi.


Semua ini berhubungan dengan harga diri seorang pria.


Ayus agaknya merasa tak enak hati dengan pamannya, dia masih bingung.

__ADS_1


"Bos Kim, bukannya aku menolak tetapi rasanya sangat tidak pantas jika aku seperti kacang lupa akan kulitnya," jawab Ayus ragu.


"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang karena masih ada waktu tiga hari untukmu, nanti kau bisa asistenku yang lain bernama Raina!"


Ayus seperti tidak asing dengan nama itu, di bengkel dia sering mendengar nama Raina, seorang gadis yang suka mengomel.


"Raina itu siapa bos?" tanya Ayus.


"Raina itu yang pro dengan Fandi, mereka berdua berteman dan paling mengerti aku," jawab bos Kim.


Ayus perbaiki keras dan menemukan satu fakta bahwa gadis yang memberikan nomor teleponnya itu adalah gadis bernama Raina.


"Iya dia, dia adalah orang yang cerdas, hanya saja banyak omong. Aku tahu jika semua orang iri kepadanya sebab lainnya baru saja bekerja tetapi sudah aku akan sebagai asisten pribadi. Dia sama sepertimu, dia sering memberikan nasehat yang membuatku merasa lebih baik jadi tidak ada salahnya jika ada dua orang dengan sifat dan tingkah yang berbeda menjadi asisten pribadiku, bagaimana? kau mau bekerja denganku?" tanya bos Kim sekali lagi.


"Aku pikir-pikir dulu ya bos, soalnya aku sudah mendapatkan banyak hal dari pamanku, jika aku tidak membalas semua jasanya pasti aku dan adikku mendapatkan kesulitan. Bos Kim, pahamilah kondisiku yang seorang pria biasa ini," ungkap Ayus.

__ADS_1


Dia masih memikirkan banyak hal, bukan masalah besar dan kecilnya gaji yang akan diberikan oleh bos Kim, ini hanya masalah keluarga yang sebenarnya tidak rumit tetapi tidak mudah diselesaikan.


"Ya, aku memahami apa yang kau sampaikan tetapi aku pikir setelah apa yang pamanmu berikan kepadamu harusnya dia ikhlas!"


"Aku tidak paham semua itu tetapi satu hal yang selain dia katakan yaitu ayah dan ibuku memiliki banyak hutang sehingga dia yang membayarnya, bukannya kami tidak tahu diri tetapi selama sebulan sekali selalu memberikan uang kepadanya, jika tidak dia akan marah."


Ayus jujur kepada bos Kim bagaimana keadaan sesungguhnya.


Pria itu, bukan hanya memiliki kisah cinta yang menyedihkan tetapi kisah hidup yang cukup menguras emosi.


"Oh, hidupmu memanglah sulit, jangan lupa pertimbangkan apa yang aku katakan tadi! oh ya, terima kasih atas teh dengan bunga melati. Aku merasa lelah, aku ingin tidur dulu ya?" pamit bos Kim.


"Oke siap! aku keluar dulu ya bos!"


"Ya, jangan lupa pertimbangan apa yang aku inginkan!"

__ADS_1


"Oke!"


*****


__ADS_2