Sehabis Hujan

Sehabis Hujan
SH - Bab 16


__ADS_3

Sang pria sangat bekerja keras menjadi seorang koki, sebenarnya Ayus memang berbakat, jadi Fandi tak harus menjadi koki menggantikannya, sebab koki yang dulu berada di sana, sedang sakit dan tidak bisa bekerja.


Alhasil, Ayus menjadi pilihan utama dalam menggantikan koki tersebut.


Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 siang, Fandi meminta Ayus untuk beristirahat, dia akan menggantikan memasak.


"Kau makan dulu, aku sudah membeli makanan untukmu, temani si Raina, dia ada di ruang karyawan!" pinta Fandi.


"Kau paham dengan apa yang ada di dalam hatiku!" jelas seorang Ayus, Fandi juga tahu jika Ayus suka dengan Raina.


Terlihat jelas dari tatapan mata Ayus.


..


Ruang karyawan ...


Beberapa karyawan bergantian untuk makan siang, kebetulan yang makan siang kloter satu adalah Ghina, Ayus dan si gadis Raina.

__ADS_1


Di sana terlihat sangat kebencian Ghina pada Raina, apalagi Ayus terlalu memperhatikan gadis itu.


"Heh! Raina!" ucap Ghina sambil mendekat ke arah dua orang itu.


"Apa?" jawab Ayus.


"Kau tidak perlu ikut campur permasalahan ku dengan dia, aku sudah bekerja di tempat ini lebih lama dari dia, tapi kenapa aku masih menjadi pelayan saja? seharusnya bos Kim memilih ku menjadi asistennya bukan dia!" Seorang Ghina mulai menunjukkan sifat aslinya yang sangat pemarah dan juga iri.


Dia selalu membuat onar ketika Raina mendapatkan perhatian lebih dari karyawan lain, Ghina cemburu ketika ada perbedaan perlakuan.


Namun, di saat yang terakhir Ghina justru setuju karena ingin mendapatkan posisi yang lebih tinggi ketika mendengar tempatnya akan digantikan oleh Raina, seorang karyawan baru yang belum ada pengalaman sama sekali.


"Aku tidak pernah membuat masalah denganmu tapi kau selalu membenciku, dulu kau menerima jabatan ini! tetapi mengapa sekarang kau sangat menginginkannya?"


Raina mulai kesal dan melawan.


Dia tidak bisa tinggal diam ketika dirinya mendapatkan penghinaan seperti ini.

__ADS_1


Rasanya tidak terima, karena dia bukan gadis jahat seperti yang dituduhkan.


"Haha ... selama ini kau selalu menjadi pihak yang mendapatkan pembelaan dari semua orang, tetapi kau harus paham! jika tidak ada pelayan seperti itu pasti restoran ini akan hancur! jadi jangan pernah membantahku ataupun melawanku!"


Ghina benar-benar sudah kehilangan akalnya hingga dia menarik lengan si gadis, dia berencana untuk memasukkan ke dalam kamar mandi, seperti biasanya tetapi ada Ayus.


Ya, Ghina lupa jika di sana ada Ayus.


"Oh, jadi apa yang aku pikir selama ini adalah benar? kau adalah gadis berkarya yang tidak menyukai siapapun, kau akan menindas orang-orang yang tidak kau sukai! aku cukup memahami bahwa kau adalah tak perlu lagi memberikan kata cinta serta kata-kata lainnya akan membuatku kembali padamu! kita sudah putus dan jangan pernah mengejar aku lagi!" Ayus langsung mengatakan ini di depan Raina.


"Ayus! kenapa kau tega sekali padaku padahal kau sangat mencintaiku! karena siapa kau melakukan perlawanan! apakah selingkuhan kau adalah dia!"


Ghina memang sudah keterlaluan menuduh, membuat sang pria muak.


"Oh, jadi sampai di sini mental mu! oke, aku cukup mengenalmu sebagai kenangan pahit yang ada di dalam kehidupanku, kita tidak bisa berteman ataupun berbicara lagi! aku sudah malas!"


*****

__ADS_1


__ADS_2