
" Jadi kamu masih ingin pergi ke Dubai ?" Tanya Slamet
" Iya sayang, ini adalah sebuah kesempatan emas bagiku untuk merubah nasib kita " kata Dewi
" Keuangan kita baik-baik saja selama ini, gajiku 2x umr disini. Semua kebutuhan kamu juga bisa aku cukupi. Lantas apa yang harus kamu rubah ?" Tanya Slamet
" Tabungan kita dimasa depan Mas, aku pengen di masa depan kita tidak usah dipusingkan oleh uang " kata Dewi
" Kali ini aku tidak akan menyetujui permintaan kamu istriku. Tabungan kita juga sudah banyak. Kamu mau beli apa ? Pengen motor ? Pengen mobil ? Kamu tinggal sebut saja. Nanti aku belikan buat kamu " kata Slamet
" Aku pengen jalan-jalan ke Dubai Mas " kata Dewi yang membuat Slamet terdiam
Mendengarkan permintaan Dewi, Slamet hanya mengelus dada. Sebagaimana umur pernikahan baru 3 bulan sudah ada cobaan yang mendera.
" Mereka boleh mengikatku dengan tali pernikahan kita, tetapi tidak dengan impianku " kata Dewi
" Baiklah minggu depan kita akan liburan ke Dubai " kata Slamet
Mendengarkan perkataan Slamet, Dewi hanya tersenyum getir. Melihat sikap suaminya yang begitu polos dan kurang pergaulan membuat Dewi berusaha menjelaskan kepada suaminya.
" Mas Slamet suamiku, kalau hanya dengan uang di tabungan kamu tidak akan pernah cukup. Biaya tiket pesawat 50 juta untuk sekali berangkat, itu satu orang. Belum menginap di hotel yang memakan biaya 2 juta untuk setiap malamnya. Belum lagi tiket masuk tempat wisata, biaya transportasi dan makan " kata Dewi dengan jelas
Perkataan Dewi lagi-lagi membuat Slamet terdiam, uang segitu banyaknya tak akan cukup untuk pergi ke Dubai bersama istrinya. Masih perlu kerja keras untuk beberapa tahun lagi sampai cukup untuk mereka pergi ke Dubai.
" Sudah ya Mas, keputusanku sudah bulat. Kamu jangan khawatir, nanti aku kirimkan uang bulanan buat kamu. Terserah mau kamu apakan " kata Dewi
" Tak ku izinkan kamu pergi ke Dubai tanpa aku. Apalagi untuk bekerja di sana yang memakan 5 tahun lamanya " kata Slamet
" Hanya 5 tahun Mas, kamu tega Mas menghalangi cita-citaku selama ini aku impikan " kata Dewi yang menangis
" Kamu istriku yang harus patuh kepadaku. Surga bagimu ada dibawah telapak kakiku " kata Slamet dengan tegas
" Tapi Mas, ini adalah impianku sejak lama. Hanya 5 tahun Mas, cuma 5 tahun. Sungguh keras sekali hatimu, air mataku tak bisa mengubah keputusan kamu. Aku mohon sekali lagi Mas, ini adalah yang terakhir bagiku " kata Dewi yang bersimpuh di depan Slamet
Tak pedulikan perkataan Dewi, Slamet langsung pergi bekerja. Pagi itu serasa pagi yang sangat kelabu. Meski cuaca begitu cerah, tetapi hati dan pikiran Slamet begitu gelap gulita memikirkan permintaan Dewi.
5 tahun bukanlah waktu yang sebentar, apalagi dia harus merelakan istrinya untuk pergi ke negara lain yang jauh darinya.
Disisi lain Dewi diam-diam mempersiapkan semuanya untuk pergi ke Dubai tanpa pengetahuan suaminya. Semua paspor dan visa kerja sudah Dewi siapkan. Dia siap untuk meninggalkan suami dan keluarganya untuk sementara waktu.
Demi sebuah cita-cita, Dewi akan mengorbankan sedikit perasaannya. Meski itu salah tetapi semua itu tak menjadi sebuah persoalan besar bagi Dewi.
Dewi mengenal betul bagaimana sifat suaminya, meski mereka menikah baru satu bulan tetapi Dewi sudah mengenal Slamet semasa sekolahnya.
Meski sifat suaminya keras kepala, tetapi banyak pengorbanan dan sikap lembut suaminya yang membuat Dewi jatuh cinta pada Slamet.
Bisa dikatakan mereka menikah diusia matang, meskipun selisih 2 tahun lebih muda dari Slamet. Pesona Slamet mampu membuat Dewi jatuh cinta.
Slamet yang dipusingkan dengan permintaan Dewi, hanya bisa melamun. Sifat istrinya yang begitu keras dengan kemauannya, membuat Slamet selalu bersabar dan berdoa.
Sudah kesekian kali perdebatan terjadi antara suami istri. Dewi tak henti-hentinya meminta suaminya untuk menyetujui permintaannya.
__ADS_1
Di mulai 2 bulan yang lalu, istrinya yang meninta izin untuk bekerja di Malaysia bersama teman-temannya. Ke Jepang, Hongkong, Taiwan, dan sekarang Dubai.
Tanpa sebuah alasan yang jelas membuat Slamet selalu menolak permintaan Dewi. Yang Slamet takutkan bukan materi yang di dapat sang istri tetapi keutuhan rumah tangga saat jarak memisahkan mereka. Apalagi dalam kurun waktu 5 tahun, waktu yang tidak sebentar untuk sebuah kerinduan.
Sepulang bekerja, Slamet langsung kembali ke rumah. Melihat kondisi rumah yang sudah tertata rapi.
Sepi sunyi yang Slamet rasakan. Tak melihat istrinya di dalam rumah, Slamet langsung menghubungi istrinya.
Satu dua kali Slamet mencoba menghubungi Dewi. Mulai dari whatsapp sampai telpon biasa. Namun nomor Dewi tak bisa dihubungi, dari pesan singkat whatsapp dan sms pun tak terkirim.
Melihat istrinya tidak bisa dihubungi, Slamet berpikir positif, bahwa istrinya sedang pergi bersama teman-temannya.
Sampai ketika Slamet menemukan secarik kertas yang tertempel di cermin kamarnya.
" Jadi kamu masih ingin pergi ke Dubai ?" Tanya Slamet
" Iya sayang, ini adalah sebuah kesempatan emas bagiku untuk merubah nasib kita " kata Dewi
" Keuangan kita baik-baik saja selama ini, gajiku 2x umr disini. Semua kebutuhan kamu juga bisa aku cukupi. Lantas apa yang harus kamu rubah ?" Tanya Slamet
" Tabungan kita dimasa depan Mas, aku pengen di masa depan kita tidak usah dipusingkan oleh uang " kata Dewi
" Kali ini aku tidak akan menyetujui permintaan kamu istriku. Tabungan kita juga sudah banyak. Kamu mau beli apa ? Pengen motor ? Pengen mobil ? Kamu tinggal sebut saja. Nanti aku belikan buat kamu " kata Slamet
" Aku pengen jalan-Jalan ke Dubai Mas " kata Dewi yang membuat Slamet terdiam
...Mendengarkan permintaan Dewi, Slamet hanya mengelus dada. Sebagaimana umur pernikahan baru 3 bulan sudah ada cobaan yang mendera....
" Mereka boleh mengikatku dengan tali pernikahan kita, tetapi tidak dengan impianku " kata Dewi
" Baiklah minggu depan kita akan liburan ke Dubai " kata Slamet
" Mas Slamet suamiku, kalau hanya dengan uang di tabungan kamu tidak akan pernah cukup. Biaya tiket pesawat 50 juta untuk sekali berangkat, itu satu orang. Belum menginap di hotel yang memakan biaya 2 juta untuk setiap malamnya. Belum lagi tiket masuk tempat wisata, biaya transportasi dan makan " kata Dewi dengan jelas
...Perkataan Dewi lagi-lagi membuat Slamet terdiam, uang segitu banyaknya tak akan cukup untuk pergi ke Dubai bersama istrinya. Masih perlu kerja keras untuk beberapa tahun lagi sampai cukup untuk mereka pergi ke Dubai....
" Sudah ya Mas, keputusanku sudah bulat. Kamu jangan khawatir, nanti aku kirimkan uang bulanan buat kamu. Terserah mau kamu apakan " kata Dewi
" Tak ku izinkan kamu pergi ke Dubai tanpa aku. Apalagi untuk bekerja di sana yang memakan 5 tahun lamanya " kata Slamet
" Hanya 5 tahun Mas, kamu tega Mas menghalangi cita-citaku selama ini aku impikan " kata Dewi yang menangis
" Kamu istriku yang harus patuh kepadaku. Surga bagimu ada dibawah telapak kakiku " kata Slamet dengan tegas
" Tapi Mas, ini adalah impianku sejak lama. Hanya 5 tahun Mas, cuma 5 tahun. Sungguh keras sekali hatimu, air mataku tak bisa mengubah keputusan kamu. Aku mohon sekali lagi Mas, ini adalah yang terakhir bagiku " kata Dewi yang bersimpuh di depan Slamet
...Tak pedulikan perkataan Dewi, Slamet langsung pergi bekerja. Pagi itu serasa pagi yang sangat kelabu. Meski cuaca begitu cerah, tetapi hati dan pikiran Slamet begitu gelap gulita memikirkan permintaan Dewi....
...5 tahun bukanlah waktu yang sebentar, apalagi dia harus merelakan istrinya untuk pergi ke negara lain yang jauh darinya....
...Disisi lain Dewi diam-diam mempersiapkan semuanya untuk pergi ke Dubai tanpa pengetahuan suaminya. Semua paspor dan visa kerja sudah Dewi siapkan. Dia siap untuk meninggalkan suami dan keluarganya untuk sementara waktu....
__ADS_1
...Demi sebuah cita-cita, Dewi akan mengorbankan sedikit perasaannya. Meski itu salah tetapi semua itu tak menjadi sebuah persoalan besar bagi Dewi....
...Dewi mengenal betul bagaimana sifat suaminya, meski mereka menikah baru satu bulan tetapi Dewi sudah mengenal Slamet semasa sekolahnya....
...Meski sifat suaminya keras kepala, tetapi banyak pengorbanan dan sikap lembut suaminya yang membuat Dewi jatuh cinta pada Slamet....
...Bisa dikatakan mereka menikah diusia matang, meskipun selisih 2 tahun lebih muda dari Slamet. Pesona Slamet mampu membuat Dewi jatuh cinta....
...Slamet yang dipusingkan dengan permintaan Dewi, hanya bisa melamun. Sifat istrinya yang begitu keras dengan kemauannya, membuat Slamet selalu bersabar dan berdoa....
...Sudah kesekian kali perdebatan terjadi antara suami istri. Dewi tak henti-hentinya meminta suaminya untuk menyetujui permintaannya....
...Di mulai 2 bulan yang lalu, istrinya yang meninta izin untuk bekerja di Malaysia bersama teman-temannya. Ke Jepang, Hongkong, Taiwan, dan sekarang Dubai....
...Tanpa sebuah alasan yang jelas membuat Slamet selalu menolak permintaan Dewi. Yang Slamet takutkan bukan materi yang di dapat sang istri tetapi keutuhan rumah tangga saat jarak memisahkan mereka. Apalagi dalam kurun waktu 5 tahun, waktu yang tidak sebentar untuk sebuah kerinduan....
...Sepulang bekerja, Slamet langsung kembali ke rumah. Melihat kondisi rumah yang sudah tertata rapi....
...Sepi sunyi yang Slamet rasakan. Tak melihat istrinya di dalam rumah, Slamet langsung menghubungi istrinya....
...Satu dua kali Slamet mencoba menghubungi Dewi. Mulai dari whatsapp sampai telpon biasa. Namun nomor Dewi tak bisa dihubungi, dari pesan singkat whatsapp dan sms pun tak terkirim....
...Melihat istrinya tidak bisa dihubungi, Slamet berpikir positif, bahwa istrinya sedang pergi bersama teman-temannya....
...Sampai ketika Slamet menemukan secarik kertas yang tertempel di cermin kamarnya....
Assalamualaikum Mas Slamet,
Selamat sore suamiku tercinta.
Maafkan istrimu Mas, yang sudah pergi tanpa pamit denganmu.
Aku pergi ke Dubai untuk mengejar cita-citaku.
Restui aku dan doakan agar aku selalu sehat disini.
Aku berjanji akan selalu setia dengan ikatan pernikahan kita.
Jaga diri baik-baik disitu Mas, aku pergi hanya untuk sementara.
Sebelum aku berangkat ke Dubai, aku sudah pamit sama orang tua kita. Orang tuaku dan orang tuamu.
Akan ku hubungi kamu ketika aku sudah sampai Dubai.
Oh ya, aku disini bersama teman-temanku, jadi kamu jangan khawatirkan keadaan aku.
I love you Suamiku.
Salam rindu dari Istrimu.
Dewi Yulia.
__ADS_1