
" Sssst ... " Ucap pria tersebut sangat menatap Dewi
...Dewi yang masih shock tentang kejadian barusan berusaha untuk mencerna apa yang sedang terjadi....
...Arthur yang kehilangan jejak Dewi, hanya bisa mengumpat di tepi jalan. Untuk pertama kalinya dia mendapatkan penolakan dari seorang wanita....
" Kamu baik-baik saja ?" Tanya pria tersebut
" Terimakasih, aku baik-baik saja " kata Dewi yang menjauh dari pria itu
" Masih ingatkah kamu denganku ?" Tanya pria tersebut
...Tak menjawab pertanyaan pria itu, Dewi hanya menggelengkan kepala tanpa menatap pria tersebut. Dewi masih dalam keadaan shok atas kejadian yang dialaminya....
" Hey .. semua baik-baik saja, aku Abrisam Daffa. Aku pernah ketemu kamu dibawah menara Burj Khalifa" kata pria tersebut
...Tak merespon perkataan Abrisam, Dewi hanya menundukkan kepalanya....
" Kamu tak tau kan arah jalan pulang. Mari aku antar " kata Abrisam
...Dewi hanya membututi langkah Abrisam. Kejadian yang menimpanya di malam ini, membuat Dewi trauma dan takut dengan orang asing....
...Abrisam yang tau perasaan Dewi, hanya membiarkan Dewi tanpa menyentuhnya. Memberikan Dewi sedikit waktu untuk menenangkan diri....
" Gunakanlah kartuku, akan ku antar kamu pulang " kata Abrisam
" Terimakasih " kata Dewi
__ADS_1
...Suasana kereta begitu sepi, satu gerbong hanya diisi beberapa penumpang dikarenakan malam yang begitu larut....
...Sampai di sebuah stasiun, Abrisam mengajak dewi untuk turun. Dewi yang bisa percaya dengan Abrisam hanya mengikuti langkah kakinya....
...Suasana stasiun yang mulai sepi, membuat Dewi sedikit mendekatkan langkahnya pada Abrisam....
" Sebentar lagi kita akan sampai di menara Burj Khalifa, kamu tinggal di dekat situ kan ?" Tanya Abrisam
" Iya " jawab Dewi dengan singkat
...Suara perut Dewi terdengar begitu jelas saat keluar dari stasiun. Abrisam yang mendengarnya berinisiatif mengajak Dewi makan....
" Di dekat sini ada kebab yang enak, apakah kamu mau mencobanya ?" Tanya Abrisam
" Aku langsung pulang saja " kata Dewi
...Dewi tak merespon perkataan Abrisam, hanya terus berjalan....
" Kita bisa memakan kebabnya di sana, sambil melihat indahnya air mancur " kata Abrisam
" Apa itu tidak merepotkan kamu ?" Tanya Dewi
" Buat wanita secantik Cleo Patra, aku siap memberikan semuanya " kata Abrisam
" Baiklah, aku akan menunggumu disana " kata Dewi yang berjalan ke sebuah kursi panjang
...Melihat respon Dewi, dengan semangat Abrisam membelikan 2 kebab, kentang goreng dan dua cappucino....
__ADS_1
" Sengaja aku menambahkan sedikit saus cabai pada kebab mu, karena sepertinya kamu orang asia " kata Abrisam
" Namaku Dewi Yulia, orang Indonesia " kata Dewi
" Namaku Abrisam Daffa " kata Abrisam
...Sambil menikmati makanan, mereka mulai mengenal satu sama lain. Sambil bercerita tentang negaranya, Abrisam sama sekali tidak pernah membahas kejadian yang dialami oleh Dewi....
...Malam ini mereka asik terbawa suasana yang begitu syahdu. Apalagi, dengan gentle nya Abrisam memberikan jaketnya untuk Dewi yang sudah kedinginan....
" Terima kasih Abrisam, kamu telah menolongku hari ini " kata Dewi
" Suatu kewajiban bagiku untuk menolong seorang wanita " kata Abrisam yang tersenyum
" Baiklah kalau begitu aku pamit pulang " kata Dewi
" Bisakah kita bertemu lagi ?" Tanya Abrisam
" Pukul 4 sore aku akan datang kesini " kata Dewi
" Pastikan kamu membawa jaketku agar aku tak kedinginan " kata Abrisam
...Mendengar perkataan Abrisam, Dewi tertawa kecil....
...Setelah mereka berpisah, Dewi kembali ke kamarnya. Kamar sewaan yang ditempatinya selama di Dubai....
...Banyak sekali notifikasi panggilan dari Slamet. Dewi yang sudah pulang terlalu larut, melihat perbedaan waktu yang cukup banyak Dewi memutuskan untuk menghubungi Slamet besok siang. Ditambah dia enggan menceritakan kejadian yang menimpanya, Dewi tak mau membuat suaminya khawatir....
__ADS_1
...Disisi lain, Slamet yang merindukan Dewi, hanya bisa memeluk foto Dewi dalam tidurnya. Dia yang merindukan Dewi, berharap Slamet bisa menciptakan mesin waktu. Agar rasa rindu didalam hatinya lekas terobati....