
" Lihat wajah teman kita, terlihat kusut sekali " kata James
" Apaan sih James ?" kata Abrisam
" Kembalilah bersama kami, kamu akan kembali awet muda seperti dulu " kata Arthur
" Aku sudah berhenti disaat yang tepat " kata Abrisam
" Pasti semua karena Dewi kan ?" tanya Arthur
...Mendengar pertanyaan Arthur, Abrisam hanya terdiam. Melihat kondisi Dewi baik-baik saja, membuat Abrisam semakin kecewa....
" Aku yakin kamu sudah jatuh cinta dengannya " kata James
" Memang benar aku sudah jatuh cinta, dan kemarin aku menemuinya di Indonesia " kata Abrisam
" Kalau begitu kejarlah dia Abrisam. Taklukan dia seperti wanita lainnya " kata Arthur
" Aku tau kamu tidak bisa menduakan istrimu, tetapi Zulaikha akan mengerti dengan keputusanmu " kata James
" Kerajaan bisnismu memerlukan seorang pewaris. Dan sampai saat ini kamu belum menemukannya " kata Arthur
...Ditempat lain, perut Dewi semakin membuncit di usia kandungan 6 bulan. Perhatian Slamet dengan Dewi dan calon bayinya begitu tulus....
" Kamu pindah ruko lagi Mas ?" tanya Dewi
" Iya Wi, ruko kemarin dibeli oleh orang untuk dijadikan minimarket "kata Slamet
" Ini sudah ke 4x nya Mas pindah ruko, sepertinya ada yang tidak suka dengan usaha kamu " kata Dewi
" Aku juga berpikir seperti itu Wi " kata Slamet
" Selama ini Mas mempunyai musuh ?" tanya Dewi
" Tidak ada Wi, selama aku sekolah dan bekerja Mas tidak pernah membuat masalah. Apalagi pergaulanku hanya kalangan orang biasa " kata Slamet
" Apa mungkin semua itu ulah Ibu kamu ?" tanya Dewi
" Aku tidak tau Wi, kalau misalkan ruko ini dibeli juga. Fix dia mengincar aku " kata Slamet
" Kamu hati-hati ya selama jualan. Aku takut kalau kamu disakiti oleh mereka " kata Dewi yang khawatir
" Aku pribadi tidak takut pada mereka Wi. Yang aku takutkan adalah keselamatan kamu dan bayimu " kata Slamet
" Aku jadi takut Mas. Seperti ada sesuatu yang besar sedang menunggu kita " kata Dewi
__ADS_1
" Kamu mau ditempat Bapak dulu selama aku jualan ?" tanya Slamet
" Jika kamu mengijinkan Mas " kata Dewi
" Sebelum aku berangkat akan ku antar kamu ke rumah bapak " kata Slamet
" Iya Mas. Terimakasih ya Mas, kamu selalu menjadi suami terbaik buat aku " kata Dewi
" Selama kamu di sisiku semua akan baik-baik saja " kata Slamet
...Dewi memeluk mesra suaminya, sesekali dia menyandarkan kepala di pundak Slamet....
" Gila kamu Abrisam, sungguh gila " kata James
" Ini belum seberapa James " kata Abrisam
" Mau sampai berapa bangunan yang kamu beli ?" tanya Arthur
" Satu kota pun aku sanggup membelinya Arthur " kata Abrisam
" Inilah Abrisam yang aku kenal. Pantang menyerah " kata James yang disertai gelak tawa di ruangannya
...Seminggu baru buka, lagi-lagi Slamet harus berpindah lagi. Dengan alasan yang sama, ruko itu dibeli seseorang dan akan dibangun....
" Kamu diusir lagi Mas ?" tanya Dewi
" Iya Wi. Aku harus menemui dia " jawab Slamet
" Kamu berangkat sekarang ?" tanya Dewi
" Iya Wi. Aku sudah memesan tiket pulang pergi, jadi nanti malam aku sudah sampai rumah "kata Abrisam
" Kamu hati-hati ya " kata Dewi
" Iya Wi. Kalau begitu aku bersiap-siap dulu " kata Slamet
...Setelah mengganti pakaian, Slamet membawa paspor untuk terbang ke Singapore. Dia tau betul dimana ibunya tinggal karena pernah sesekali dia mengunjungi ibunya....
...Disisi lain Abrisam mengawasi Dewi didalam mobil yang mengantar kepergian Slalmet. Di saat Slamet sudah menghilang dari pandangan. Abrisam turun dari mobil....
...Melihat kedatangan Abrisam, Dewi langsung menutup pintu. Dewi berjalan menjauhi pintu. Rasa takut dan trauma menyelimutinya, mengenang tragedi pahit dalam hidupnya bersama Abrisam....
" Bisakah aku berbicara dengan mu sebentar ? Aku tau kamu berada di balik pintu " kata Abrisam
" Pergilah kamu, enyahlah dari kehidupanku " teriak Dewi
__ADS_1
" Aku hanya ingin bertemu dengan calon anakku. Sang pewaris kerajaan bisnisku " kata Abrisam
" Ini bukan anakmu Abrisam, ini adalah anak suamiku " kata Slamet
" Slamet sedang menuju Singapore, dengan menaiki pesawat fish air dia akan tiba di Changi airport dalam 2 jam. Keluarlah jika ingin suamimu selamat " ancam Abrisam
...Dewi hanya tertunduk lesu mendengar ancaman dari Abrisam. Dengan tubuh lemas Dewi membukakan pintu....
" Bolehkah aku masuk ?" tanya Abrisam
" Bicaralah langsung ke intinya " kata Dewi
" Semua yang terjadi dengan bisnis kecilnya Slamet, aku yang melakukannya " kata Abrisam
" Maksud kamu ?" tanya Dewi
" Aku membeli semua bangunan yang Slamet tempati " kata Abrisam
" Apa maumu ? Kenapa kamu tidak membiarkan aku bahagia dengan suamiku ?" kata Dewi
" Bahagiamu hanya bersamaku sayang, bukan dengannya " kata Abrisam
" Aku tak akan termakan oleh omong kosong mu " kata Dewi
...Mendapat penolakan dari Dewi, Abrisam langsung naik pitam. Dengan kasar dia menjambak rambut Dewi....
" Semua keselamatan Slamet ada di tanganku. Pergi tinggalkan dia dan kembali padaku " kata Abrisam
" Sampai mati pun aku tak akan pernah kembali padamu " kata Dewi
" Kamu lihat ini siapa ?" kata Abrisam sembari memperlihatkan video di ponselnya
...Dewi kaget melihat layar ponsel Abrisam. Dalam video terlihat Slamet sedang berjalan keluar dari bandara....
" Aku sudah menyewa seseorang untuk membuntuti Slamet " kata Abrisam
" Dalam 1 menit ke depan nyawa Slamet akan melayang " kata Abrisam yang tersenyum licik
" Hentikan Abrisam, tolong hentikan. Aku mohon jangan sakiti Mas Slamet " kata Dewi yang memohon
" Tinggalkan dia sekarang juga " kata Abrisam
" Aku tidak bisa meninggalkan suamiku sekarang Abrisam. Beri aku waktu untuk mengakhiri semua ini " kata Dewi
" Ku beri waktu 2 hari. Jika kamu belum mengakhirinya, aku sendiri yang akan menyelesaikannya " kata Abrisam
__ADS_1