Sekeras Baja Selembut Sutra

Sekeras Baja Selembut Sutra
Bab. 9 Aku Datang Menjemputmu


__ADS_3

" Cie yang senyum-senyum sendiri " ucap Bella sambil mendekati Dewi


" Apaan sih Bel, bikin kaget aja " kata Dewi


" Jadi gimana, apakah kemarin lancar ?" tanya Bella


" Ada deh " kata Dewi yang tersenyum


" Cukup pintar juga ya kamu mencari cowok " kata Bella


" Kenapa memangnya ?" tanya Dewi


" Barang-barang ini sangat mahal Wi, aku aja belum sanggup membelinya " kata Bella


" Benarkah ? Aku malah tidak menyadarinya " kata Dewi yang terheran-heran


" Memangnya kamu kencan dengan siapa ?" tanya Bella


" Dengan cowok yang baru aku kenal. Namanya Abrisam Daffa, katanya dia mengelola minyak di arab " kata Dewi


" Kamu dapat Sultan kah ?" tanya Bella yang penasaran


" Gak tau. Yang aku tau dia membawaku ke Palm island dengan sebuah kapal " kata Dewi dengan polos


" Wuih ... Palm island, tempatnya para sultan itu Wi " kata Bella dengan kagum


" Biasa aja Bell " kata Dewi


" Terus kamu gak inget sama aku ketika kamu dekat sama sultan " kata Bella


" Kamu buka dulu paper bag yang itu. Baru bisa ngomel" kata Dewi yang cemberut


" Louis Vuitton ?" tanya Bella


" Iya, ambil aja " kata Dewi


" Serius nih ? Makasih banyak ya " kata Bella dengan bangga


" Kalau misalkan aku bohong, gak mungkin kan aku tawarkan tas itu ke kamu " kata Dewi


" Maacih sahabatku " kata Bella yang memeluk Dewi


...Hari demi hari terus berlalu, hubungan Dewi dengan Abrisam semakin dekat. Setiap minggunya mereka menghabiskan waktu bersama. Entah menikmati malam di kapal atau sekedar bersantai di hotel....


...Di sisi lain Slamet yang mendapatkan PHK sangat senang sekali, karena sebentar lagi akan menyusul istrinya....


" Hati-hati di jalan ya Met " kata Pak Adhi


" Iya Pak, saya ucapkan terima kasih banyak atas bimbingan bapak selama ini " kata Slamet


" Sama-sama Slamet, semoga kamu sukses di luar sana. Dan jangan sungkan kabari saya, jika kamu mengalami kesulitan " kata Pak Adhi


" Terimakasih Pak Adhi, kalau begitu saya permisi dulu " kata Slamet


" Oh ya Met, ini ada sedikit hadiah perpisahan buat kamu dari anak-anak " kata Pak Adhi


" Mohon maaf Pak, saya tidak bisa menerimanya " kata Slamet yang menolak secara halus


" Ini semua ide mereka, bukan ide saya. Maksud mereka itu bagus, hanya membantu Abangnya " kata Pak Adhi


" Tapi pak, ini kan terlalu banyak. Apa tidak berlebihan ?" tanya Slamet


" Terimalah untuk menghargai usaha mereka. Walaupun berat bagimu, setidaknya kamu mengapresiasi inisiatif mereka " kata Pak Adhi dengan bijak


" Baik Pak, hadiah mereka saya terima " kata Slamet

__ADS_1


" Kamu mau berangkat kapan Met ?" tanya Pak Adhi


" Besok lusa Pak " kata Slamet


" Tiket pesawat dan penginapan sudah kamu siapkan ?" tanya Pak Adhi


" Alhamdulillah Pak semuanya beres " kata Slamet


" Untuk hal lainnya sudah kamu siapkan seperti jaket, koper dan lain-lain ?" tanya Pak Adhi


" Belum Pak, rencana saya hanya memakai tas saja " kata Slamet


" Iklim di Dubai beda dengan Indonesia. Saran saya kamu bisa membawa banyak pakaian hangat " kata Pak Adhi


" Baik pak terima kasih atas sarannya " kata Slamet


" Oh ya, tadi pagi istri saya membawakan koper. Kopernya gak bagus sih, tapi masih oke buat nampung pakaian. Kamu bawa aja ya " kata Pak Adhi


" Terimakasih banyak Pak, lagi-lagi saya merepotkan bapak " kata Slamet


" Ya nanti saya ucapkan terimakasih mu buat istri saya. Karena koper ini yang memberikan istri saya " kata Pak Adhi


" Kalau begitu tolong sampaikan terima kasih saya buat Ibu " kata Slamet


...Ketika Slamet sedang asyik mengobrol dengan Pak Adhi. Rekan kerja yang lain langsung datang menghampirinya....


" Halo Mas Slamet, nanti kalau sampai Qatar jangan lupa ke Burj Khalifa ya " ucap seorang karyawan


" Iya Mas, titip salam juga buat sultan disana "


...Mendengar celotehan karyawan lain, Slamet hanya tertawa. Kedekatan mereka itu seperti seorang keluarga. Sebagaimana seorang keluarga, ketika salah satunya mengalami kesulitan. Semua anggota keluarga langsung membantu....


...Di tempat lain, Dewi sedang merias diri. Berdandan secantik mungkin untuk bertemu dengan Abrisam. Dengan memakai gaun mewah dan barang branded, Dewi berjalan menemui Abrisam....


" Hai sayang " didalam mobil


" Kamu sudah siap kan " kata Abrisam


" Kita mau pergi kemana ?" tanya Dewi yang penasaran


" Nanti kamu juga tau sayang " kata Abrisam


" Kamu itu selalu saja membuat kejutan-kejutan yang indah sehingga membuat hatiku menjadi luluh " kata Dewi


" Tapi kamu menyukainya kan ?"tanya Abrisam


...Dewi hanya tersipu malu saat Abrisam mencium pipinya....


" Jangan melakukan disini " kata Dewi yang menolak


" Kenapa memangnya ?" tanya Abrisam


" Ada pak sopir yang melihat kita " kata Dewi


...Dengan memencet tombol dibelakang, sebuah penghalang muncul diantara penumpang dan pengemudi....


" Sudah beres kan ?" Tanya Abrisam


...Tak menjawab pertanyaan Abrisam, Dewi langsung mencium bibir Abrisam. Pungutan liar bibir mereka terdengar begitu indah. Sambil duduk di atas pangkuan Abrisam, Dewi melancarkan aksi liarnya....


...Sampai di sebuah bandara, Mereka menghentikan aksinya. Meski sepanjang perjalanan mereka memadu kasih, tetapi di saat turun dari mobil mereka sudah bersikap biasa....


" Kita mau ke Paris ?" tanya Dewi


" Iya, kita akan kesana 4 hari " kata Abrisam

__ADS_1


" Bagaimana dengan pekerjaanku ? " tanya Dewi


" Aku sudah bilang ke manager hotel, semua akan baik-baik saja " kata Abrisam


" Kamu itu selalu banyak menyimpan jutaan misteri di hadapanku " kata Dewi


" Nanti sampai di Paris kamu akan mengetahui semuanya " kata Abrisam


" Maksud kamu ?" tanya Dewi yang kebingungan


...Abrisam hanya tersenyum tipis saat mendengar pertanyaan Dewi. Abrisam yang Dewi kenal memang begitu misteri, dimulai perkenalan dengan di bawah menara Burj Khalifa, menaiki kereta, datang ke Palm island dan sekarang mereka ke Paris....


...Sesuatu yang di luar ekspektasi Dewi selama ini saat bersama dengan Abrisam. Mungkin ini yang dinamakan Hidden Crazy Rich ....


...Di tempat lain Slamet yang sudah selesai membersihkan langsung rumah datang menemui orang tua Dewi. Dia ingin pamit sama orang tua Dewi....


Tok ... Tok ... Tok ...


" Assalamualaikum " kata Slamet


" Wa'alaikumsalam nak, mari silahkan masuk " kata Pak Sodikin sambil membuka pintu rumahnya


" Iya Pak " kata Slamet


" Mau minum apa nak ?" tanya Pak Sodikin


" Tidak usah repot-repot pak kebetulan saya hanya sebentar saja " kata Slamet


" Baiklah kalau begitu " kata Pak Sodikin


" Ibu sedang apa Pak ?" tanya Slamet


" Ibumu lagi pergi ke pasar nak, bagaimana ? Apa yang ingin kamu sampaikan " tanya Pak Sodikin


" Jadi gini Pak, saya mau pamit sama bapak " kata Slamet


" Pamit ?!Kamu mau pergi kemana ?" tanya Pak Sodikin


" Saya akan ke Dubai Pak, menjemput Dewi " kata Slamet


" Jadi Dewi sudah mau pulang ?" tanya Pak Sodikin


" Belum tau Pak, hanya saja saya kangen sama Dewi. Dan saya putuskan untuk menyusulnya " kata Slamet


" Kamu gak ngomong dulu sama Dewi ?" tanya Pak Sodikin


" Tidak Pak, saya akan membuat kejutan untuk Dewi. Dan sesuai janji saya Pak, saya akan menjemput Dewi kembali ke rumah " kata Slamet


" Berangkatlah nak, bapak merestui kamu " kata Pak Sodikin


" Terimakasih banyak pak, nanti saya akan berusaha membujuk Dewi untuk pulang " kata Slamet


" Lakukanlah yang terbaik untuk keluargamu. Kalaupun nanti Dewi enggan pulang ke Indonesia, kamu harus bersabar " kata Pak Sodikin


" Oh ya Pak, saya ada sedikit rejeki buat bapak " kata Slamet


" Terimakasih banyak nak. Lagi-lagi selama Dewi di Dubai, kamu selalu menafkahi saya dan ibu Dewi " kata Pak Sodikin


" Itu sudah kewajiban saya sebagai seorang anak Pak. Kalau begitu saya pamit dulu Pak, mau mempersiapkan semuanya " kata Slamet


" Hati-hati nak dijalan. Jangan lupa baca sholawat dan berdoa di perjalananmu "kata Pak Sodikin


" Insyaallah Pak, saya permisi dulu. Wassalamualaikum " kata Slamet


" Wa'alaikumsalam "

__ADS_1


...Setelah mendapatkan restu dari bapak Dewi, Slamet langsung mempersiapkan beberapa kebutuhan selama di Dubai. Dengan membaca artikel di google, dia sedikit mempunyai gambaran ketika di Dubai....


__ADS_2