Sekeras Baja Selembut Sutra

Sekeras Baja Selembut Sutra
Bab. 2 Ketika Sebuah Kebimbangan Muncul


__ADS_3

...Setelah membaca surat dari Dewi, tubuh Slamet terasa lemas. Hal yang selama ini dia takutkan, sudah terjadi begitu saja....


...Dewi yang sedang menunggu jam penerbangan, hanya bisa melamun. Apakah keputusan yang dia ambil bisa diterima oleh suaminya atau malah Keputusan ini membuat boomerang bagi dirinya....


" Gak usah gugup gitu Wi " ucap teman Dewi


" Aku cuma kepikiran aja sama Mas Slamet aja Bel " kata Dewi


" Suami kamu pasti mengerti pilihan kamu, meski awalnya dia bakal kesel sama kamu. Tetapi aku yakin, sekeras-kerasnya Slamet dia bakal luluh sama kamu " kata Bella


...Mendengar perkataan Bella, hati Dewi sedikit tenang. Memang benar, Slamet mempunyai sifat yang keras kepala. Susah untuk menerima pendapat orang lain dan cenderung egois....


...Tetapi itu dulu, saat mereka berpacaran. Saat mereka semasa remaja, dan sekarang yang Dewi tau hanyalah Slamet yang penyayang dan penyabar. Ya meskipun sifat egois dan keras kepala masih ada sedikit pada diri Slamet....


" Yang terpenting kamu setiap hari selalu telpon suamimu. Usahakan kamu beri kabar ke dia, kalau kamu baik-baik saja selama di Dubai " kata Bella dengan jelas


" Apa Mas Slamet bakal maafin aku ya Bel ?" Tanya Dewi


" Kamu bekerja untuk masa depan kalian berdua, apalagi kamu kirimkan uang setiap bulannya. Pasti Slamet bakal seneng banget " kata Bella yang mencoba menenangkan Dewi


" Semoga saja begitu Bel " kata Dewi dengan ragu


...Slamet hanya meratapi kepergian istrinya ke negeri orang. Sifatnya yang egois dan keras kepala membuat Dewi nekat pergi tanpa sepengetahuan Slamet....


" Semoga kamu baik-baik saja selama di Dubai Wi, doa dan restuku akan selalu menyertaimu. Maafkan suamimu ini yang tidak berguna, tidak bisa memenuhi semua keinginanmu "


...Meski Slamet kecewa dengan keputusan Dewi, tetapi sebagai seorang suami, Slamet akan mendukung penuh cita-cita Dewi....


...Pagi harinya, Slamet mendapati rumahnya yang begitu sepi. Tak ada seorang istri membuat harinya semakin berat....

__ADS_1


...Sepiring nasi dan telur dadar Slamet nikmati untuk mengawali hari ini yang begitu berat. Hanya mengecek notifikasi di handphonenya untuk menunggu kabar dari istrinya....


...Dua minggu setelah di tinggal istrinya ke Dubai, penampilan Slamet semakin tidak terawat. Tubuhnya yang mulai mengurus dan tumbuh brewok di bagian dagunya membuat penampilannya seperti seorang kepala 3....


" Mau ambil lembur lagi Met ?"


" Iya Ndri, sayang banget kalau gak diambil " jawab Slamet


" Fisik lu memang masih oke untuk kerja lembur, tetapi lu punya istri Met yang harus lu temani. Jangan egois jadi suami, istri lu juga butuh belaian Met " kata Andri


" Istri gue udah kerja di luar negeri Ndri " jawab Slamet


" Ha ?? Serius Met ? Kok bisa ?" Tanya Andri


" Iya gitu deh, seperti yang lu tau Ndri. Sudah setengah bulan dia kerja di Dubai " kata Slamet


" Ceritanya panjang Ndri ? Lu tau lah sifat Dewi itu seperti apa " kata Slamet


" Kalau lu khawatir dengan keadaan istri lu, bisalah nyusul dia ke Dubai Met " kata Andri


" Biaya ke Dubai itu tidak murah Ndri, butuh uang ratusan juta untuk kesana " kata Slamet


" Menurut gue sih, lebih baik lu nyusul Dewi ke Dubai. Kerja sekeras-kerasnya dan kumpulin uang sebanyak-banyaknya. Nanti dirasa sudah cukup, lu jemput Dewi. Tapi itu tergantung dari lunya Met, itu cuma saran dari gue " kata Andri


" Thanks Ndri atas sarannya " kata Slamet


" Santai aja Met, tapi lu harus pikiran saran dari gue " kata Andri


...Mendengar saran dari Andri, pikiran Slamet langsung berubah. Dia mendapatkan satu keinginan yaitu menyusul istrinya ke Dubai....

__ADS_1


...Disisi lain Dewi sedang beristirahat dan makan siang. Sudah lama dia tidak menghubungi suaminya karena kesibukannya sebagai seorang house keeping....


...Ingin sekali Dewi mengaktifkan handphonenya dan menghubungi suaminya, tetapi dia masih takut dan merasa bersalah ketika dia pergi dari rumah tanpa seizin dari Slamet....


" Sudah makan siang kamu Wi ?"


...Sebuah suara membuat lamunan Dewi langsung terhenti....


" Belum Bell, masih kenyang " kata Dewi


" Dah, makan siang dulu sana. Jaga kesehatan kamu, ingat Slamet di Indonesia selalu mengkhawatirkan keadaan kamu " kata Bella


" Iya Bell, aku tau. Tetapi ketika aku sudah sampai di sini, aku malah teringat oleh Mas Slamet. Aku pingin pulang Bell, kangen Mas Slamet. Pasti Mas Slamet tidak bisa mengurus dirinya dengan baik " kata Dewi yang menangis


" Kamu disini ada kontrak kerja Wi. Jadi tidak bisa seenaknya resign dan pulang begitu saja. Kerja belum ada sebulan terus minta pulang. Kamu tau kan dendanya jika melanggar kontrak kerja ?" Kata Bella


...Mendengar penjelasan Bella, Dewi tambah bersedih. Kebahagiaan yang Dewi dambakan ketika di Dubai langsung sirna ketika dia jauh dari suaminya....


" Udah, jangan sedih lagi Wi. Besok kan kamu libur, kita jalan-jalan yuk. Sekalian belanja " kata Bella


" Besok kan aku mau lembur " kata Dewi


" Uang tip yang kamu dapat kan banyak, belilah sedikit baju dan make up untuk menunjang penampilan kamu " kata Bella


" Terus nanti aku ngomong sama atasan gimana Bel ?" Kata Dewi


" Udah tenang aja, nanti aku yang ngomong. Pokoknya besok kita senang-senang saja di Dubai " kata Bella


...Melihat ajakan Bella, seketika Dewi mengalihkan perasaannya. Keahlian Dewi dalam berbahasa Inggris dan Arab membuat para tamu memberikan uang tip banyak, ditambah sikap Dewi yang ramah membuat beberapa tamu hotel nyaman dengan pelayannya....

__ADS_1


__ADS_2