Sekeras Baja Selembut Sutra

Sekeras Baja Selembut Sutra
Bab. 10 Semua Itu Hanya Tipu Muslihat


__ADS_3

...Sudah 3 hari ini, whatsapp Dewi susah di hubungi. Slamet yang khawatir dan rindu berat berusaha setenang mungkin....


...Di dalam pesawat, dia tidak bisa tertidur. Hanya memikirkan Dewi dan Dewi. Seakan-akan akan ada kejadian besar yang akan menimpa istrinya....


...Di Paris, Dewi sedang menikmati liburan di sebuah villa mewah. Dengan sebotol wine, mereka nikmati berdua. Dan sesekali bercinta di depan perapian....


...Seperti menjalani kehidupan ke dua, keromantisan Abrisam dan Dewi layaknya dua sejoli sedang di mabuk asmara. Sambil berendam di bathtub, mereka saling mengobrol dengan manja....


" Malam ini akan ada kejutan untuk kamu " kata Abrisam


" Apa itu sayang ?" tanya Dewi


" Yang pasti ini sebuah kejutan besar buat kamu " kata Abrisam


" Kamu itu selalu saja membuat aku merasa penasaran " kata Dewi


" Dan malam ini semua rasa penasaranmu tentang aku akan terjawab sudah " kata Abrisam


" Akankah kita akan menikah ?" tanya Dewi


" Kita lihat saja sayang " kata Abrisam


...Sampai di kota Dubai, Slamet takjub melihat indahnya bangunan di dalam bandara....


" Pantas saja istriku terobsesi ke negara ini, ternyata ini adalah sebuah kota megapolitan yang diimpikan oleh semua orang " kata Slamet


...Pandangan mata Slamet selalu takjub dan heran melihat bangunan di Dubai. Seperti berada di benua Atlantis, banyak kendaraan mewah bertebaran di jalan....


...Ekterior gedung pencakar langit yang memanjakan mata dan deretan bangunan yang berjejer rapi....


...Sampai di tempat penginapan, Slamet meletakan koper dan tasnya. Sambil merebahkan tubuhnya, Slamet mencoba menghubungi Dewi....


...Dia mengingat Dewi saat bercerita tentang pekerjaan nya. Selalu saja pulang di pukul 8 malam di setiap harinya....


...Melihat jam menunjukkan pukul 6 malam, Slamet bersiap menjemput Dewi di hotelnya. Sebelum berangkat menuju hotel, Slamet memasakkan mie instan kesukaan istrinya....


...Satu hal yang selalu istrinya rindukan selain dirinya. Dewi ingin makan Indomie, makanan mie instan favoritnya....


...Selesai mempersiapkan semuanya, Slamet berangkat menuju hotel Palace Downtown. Bermodalkan google map dia berjalan sekitar 1 km untuk menemui istrinya....


...Sambil membawa pakaian hangat, dia berjalan menyusuri trotoar di temani musik yang menempel di telinganya....


...Tepat pukul 8 malam Slamet menunggu Dewi di depan hotel. Sambil duduk di sebuah kursi, Slamet menanti kedatangan Dewi....


...Di lain tempat, Dewi yang sedang berdandan secantik mungkin untuk Abrisam. Abrisam yang menunggu di ruang tengah menonton televisi sambil menikmati wine....


...Ratusan notifikasi di handphone Dewi, tak pernah dia peduli kan. Abrisam selalu manja didekatnya dan tak memperbolehkan Dewi memegang handphonenya....


...Setelah semua selesai, Dewi turun dari tangga. Bagaikan bidadari yang turun dari surga, penampilan Dewi di malam itu begitu sempurna....


" Sudah pukul 18:00 malam, mari kita berangkat sekarang " kata Abrisam


" Baiklah Abrisam, maafkan aku yang lama dalam merias wajah " kata Dewi


" Hal yang aku sukai dari kamu adalah penampilan kamu. Dari ujung kaki sampai ujung rambutmu tak pernah lepas dari sentuhan ku " kata Abrisam


...Mendengar perkataan Abrisam, Dewi tersenyum penuh arti sambil memeluk lengan Abrisam....


...Di dalam mobil, mereka tak banyak berbicara, hanya kepala Dewi yang menyandar di bahu Abrisam. Sambil mencium kening Dewi, Abrisam sesekali mengecek handphone....


...Setelah 1 jam perjalanan, mereka sampai di sebuah rumah mewah, Abrisam masuk ditemani oleh Dewi. Sambil merangkul pinggang Abrisam, Dewi memasuki rumah mewah itu....


...Bak di kerajaan negeri dongeng, Dewi menatap kagum interior rumah. Sambil mengikuti pelayan, Abrisam berhenti di sebuah meja makan....


" Akhirnya kalian datang juga " kata seseorang di depan pintu


" Hai James apa kabar ?" tanya Abrisam


" Baik kawan, bagaimana denganmu ?" tanya James


...Dewi kaget melihat James dan Abrisam saling mengenal. Mereka nampak seperti seorang sahabat yang tak lama bertemu....

__ADS_1


" Waw, seperti seorang Abrisam yang aku kenal. Selalu membawa mainan baru " ucap James yang menatap Dewi


" Dia bukan mainanku James, hanya sebagai pengisi waktu luangku " kata Abrisam


...Mendengar perkataan Abrisam, dada Dewi rasanya sesak. Selama ini yang mereka lakukan hanyalah sebatas pengisi waktu luang....


" Aku kira kalian akan memulainya tanpa aku ?" kata seseorang dibelakang Abrisam


" Arthur ?" kata Dewi yang kebingungan


" Hai Dewi ! Ternyata kamu masih mengingat ku " kata Arthur


" Kalian saling kenal ?" tanya Abrisam


" Iya sayang, Arthur dan James adalah teman Bella " kata Dewi


" Bella temanmu di Indonesia ?" tanya Abrisam kembali


" Iya Sayangku, kamu masih ingat kan ?" tanya Dewi


" Sudahlah Abrisam, sudahi drama ini. Kita langsung saja pertunjukannya " kata Arthur


" Sabar kawan, hidangan makan malam belum tersentuh sekalipun. Tidak enak kan kalau kita mulai sekarang. Bintang tamu kita dalam keadaan lapar " kata James


" Bintang tamu ? Pertunjukan ? Maksud kamu apa James ? Aku tak mengerti " kata Dewi yang kebingungan


" Kamu makan yang banyak ya, nanti ada sesuatu yang spesial buat kamu "


...Dewi hanya mengangguk sambil mencerna kejadian yang dialaminya. James, Arthur, dan Abrisam dalam satu pertemanan. Sebuah kebetulan yang sulit masuk diakal....


...James dan Arthur hanya tersenyum tipis melihat kepolosan Dewi. Selalu aja ada cara Abrisam menenangkan wanita....


...Di tempat lain, Slamet menunggu di depan hotel Dewi sampai tengah malam. Sambil melihat pintu hotel, berharap Dewi akan segera keluar....


...Cuaca di luar yang begitu dingin membuat Slamet berjalan mengelilingi kursi untuk menghangatkan badan....


" Permisi pak, saya perhatikan bapak dari tadi disini sendirian  " ucap seseorang yang mendekati Slamet


" Saya sedang menunggu istri saya pak " kata Slamet


" Istri saya bekerja di hotel itu pak " kata Slamet dengan jelas


" Dari bapak menunggu disini lebih baik bapak tanyakan kepada resepsionis hotel " kata orang itu


" Terimakasih Pak atas sarannya " kata Slamet


" Cuaca di luar sangat dingin dari pada nanti anda terkena hipotermia. Lebih baik bapak masuk ke hotel dan tanyakan pada petugas " kata orang itu


...Slamet yang tak mau kedinginan , dia langsung masuk ke dalam hotel. Disana dia langsung bertanya tentang istrinya....


" Selamat malam Pak, adakah yang bisa saya bantu " ucap seseorang resepsionis


" Saya sedang mencari istri saya Dewi Yulia " kata Slamet


" Apakah istri bapak bekerja di hotel ini ?" tanya resepsionis itu kembali


" Iya, dia bekerja di Palace Downtown bagian housekeeping " kata Slamet


" Mohon tunggu sebentar pak, saya akan check dulu. Sambil menunggu bapak bisa membuat teh disana " kata resepsionis tersebut


...Slamet yang duduk di lobby hotel sambil meminum teh untuk menghangatkan badan. Sesekali dia memperhatikan petugas resepsionis sedang menelpon....


...Di tempat lain, Dewi dibawa di sebuah kamar besar. Bersama James, Arthur dan Abrisam. Dewi duduk di sebuah sofa dekat perapian. Dengan perasaan was-was Dewi terus memeluk lengan Abrisam....


" Dewi, akan aku ceritakan sebuah kisah yang menarik buat kamu " kata Arthur


" Kisah apa Arthur ?" tanya Dewi


" Kisah tentang kehidupan kamu sekarang " kata Arthur


" Maksud kamu ?" tanya Dewi yang penasaran

__ADS_1


" Asalkan kamu tau, semua kebetulan yang kamu alami bersama Abrisam adalah sebuah settingan. Pertemuan Mu dengan Abrisam dibawah menara Burj Khalifa, pertemuan kalian setelah pengejaran ku, dan ketika kamu menangis di Palm island " kata Arthur


" Maksud kamu ? Tak mungkin Abrisam membohongi aku " kata Dewi


" Kamu bisa pastikan semua ucapan ku pada kekasihmu " kata Abrisam


" Apakah yang diucapkan Arthur itu benar Abrisam ?" tanya Dewi


" Memang seperti itu faktanya, aku merencanakan ini semua demi sebuah kisah di imajinasi ku " kata Abrisam


" Maksud kamu apa ? Kamu menjebak dan mempermainkan ku ?" tanya Dewi yang kebingungan


" Dengan kejadian yang kamu alami lantas masih ada pertanyaan dari mulutmu. Sungguh polos sekali mainanmu Abrisam " kata James


" Tega kamu Abrisam " kata Dewi yang menampar Abrisam


...Dewi langsung berdiri dan berjalan menjauhi mereka, seketika James dengan sigap memegang lengan Dewi....


" Kamu mau pergi kemana ? Mau pulang ke Indonesia ? Silahkan jika kamu berhasil keluar dari rumahku " kata James dengan jelas


...Mendengar perkataan James, Dewi hanya bisa kembali duduk dengan lemas. Sembari menunggu kejadian dan kejadian yang akan menimpanya....


" Bolehkah aku melanjutkannya ?" Tanya Arthur yang tertawa kecil


" Setiap kali kamu bercinta dengan Abrisam, kami mempunyai rekamannya. Rekaman videomu yang bergoyang lincah di atas tubuh Abrisam sampai bercinta di dalam mobil " kata Arthur


" Bangsat kalian ... Laki-laki biadab " teriak Dewi yang menyiram segelas wine ke wajah Arthur


" Wow ... Reaksi yang berbeda dengan mainan lainya " kata James yang bertepuk tangan


" Sepertinya kalau rekaman videomu aku kirimkan ke Slamet seperti apa ya ?" kata Arthur


" Bajingan kalian semua ... Kenapa kamu jahat sama aku Abrisam ? Salahku padamu itu apa ?" Kata Dewi yang mencengkram jas Abrisam


" Puaskan kami di malam ini, jika kamu tidak mau rekaman itu sampai ke handphone Slamet " kata James


...Mendengar perkataan Arthur, tubuh Dewi langsung lemas tak berdaya. Abrisam yang Dewi cintai tega sekali menjebaknya....


" Lakukanlah tarian erotis mu di sini " kata James yang tidak sabar


...Arthur dan Abrisam hanya tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Dewi....


" Lakukanlah sayang, aku hanya sedikit membagi punyaku untuk mereka " kata Abrisam dengan lembut


" Kamu pasti dipaksa dan diancam sama mereka kan ?" kata Dewi penuh harapan


...Pertanyaan Dewi yang penuh harapan seketika hancur ketika James menceritakan semua korban-korban mereka....


" Abrisam memang pandai dalam hal bersandiwara. Lihatlah mainan kita, betapa bodohnya dia sampai tidak mengerti dan memahami dengan keadaan ini " kata James yang tertawa


" Sudahlah, biarkan saja aku yang melakukan " kata Arthur yang mendekati Dewi.


...Di Palace Downtown, Slamet dipanggil oleh petugas resepsionis....


" Mohon maaf pak, untuk Ibu Dewi Yulia sudah 3 hari ini tidak masuk bekerja " kata resepsionis


" Apakah istri saya sedang sakit ?" tanya Slamet


" Saya kurang tau Pak, saya hanya mendapatkan instruksi itu dari manager hotel " kata resepsionis menambahkan


" Kalau boleh tau, Dewi tinggal dimana ya ?" tanya Slamet


" Mohon maaf Pak, untuk tempat tinggal pegawai saya tidak bisa sebutkan kepada orang asing " kata resepsionis


" Ini adalah bukti jika saya adalah suami Dewi " kata Slamet sembari menunjukkan beberapa foto pernikahan beserta buku nikahnya


...Melihat beberapa bukti yang jelas sang resepsionis langsung menyebutkan alamat tempat tinggal Dewi....


" Di belakang supermarket Pak, masuk gang kecil. Disitu banyak tempat tinggal orang Indonesia " kata seorang resepsionis


" Baik Bu, terimakasih banyak atas informasinya " kata Slamet

__ADS_1


" Sama-sama pak " balas seorang resepsionis


...Dengan penuh kekhawatiran kondisi istrinya, Slamet berlari menuju tempat tinggal Dewi....


__ADS_2