Sekeras Baja Selembut Sutra

Sekeras Baja Selembut Sutra
Bab. 14 Sedikit Perubahan


__ADS_3

...Kondisi Slamet sudah membaik, dia tak membutuhkan alat bantu untuk berjalan. Dengan modal dan uang kompensasi yang dia terima, rencanannya akan membuka sebuah rumah makan....


" Sarapan dulu Mas, aku sudah buatkan nasi goreng kesukaan kamu " kata Dewi


...Tak menjawab perkataan Dewi, Slamet langsung mengganti bajunya dan meninggalkan rumah. Hampir seminggu lebih sikap Slamet tidak berubah. Selalu saja bersikap acuh ketika dihadapan Dewi....


...Dewi bingung, bagaimana mengembalikan sikap suaminya seperti dulu. Ingin sekali dia mengadu ke orang tuanya, tetapi dia bingung harus bercerita dari mana. Tetapi jika terus seperti ini tidak memungkinkan juga, Slamet akan menceraikan nya....


...Dengan penuh pertimbangan, akhirnya Dewi ingin menceritakan semuanya kepada orang tuanya. Mau bagaimanapun kesalahan yang ia buat, orang tuanya akan memaafkan Dewi dan akan membujuk Slamet....


...Demi keutuhan rumah tangganya, Dewi rela melakukan apapun. Termasuk membuka aibnya sendiri dihadapan orang tua. Tidak perduli bagaimana reaksi orang tuannya. Yang terpenting baginya adalah rumah tangganya....


" Jadi kamu mau berbicara apa sayang ?" tanya Bu Yanti


" Sebenarnya ada yang ingin aku ceritakan sama Bapak dan Ibu " kata Dewi


" Katakanlah nak ?" kata Pak Sodikin


" Jadi begini Pak, aku sama Mas Slamet sedang mengalami masalah rumah tangga " kata Dewi


" Kamu diapain sayang sama anak itu ?" tanya Bu Yanti


" Aku tidak diapa-apain Bu, hanya saja Mas Slamet selalu bersikap dingin kepadaku. Aku takut Bu dicerai olehnya " kata Dewi


" Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu ? Apakah Slamet sudah terpincut oleh wanita lain ?" tanya Bu Yanti


" Bukan Bu " kata Dewi


" Terus apa yang membuat kamu takut diceraikan oleh Slamet " kata Pak Sodikin


" Aku ketahuan berselingkuh pak " kata Dewi yang tertunduk lesu


" Kamu .... " kata Pak Sodikin dengan nada tinggi


...Pak Sodikin sangat emosi mendengar pernyataan Dewi. Anak semata wayangnya begitu tega melakukan hal seperti itu....


" Bapak bujuk Mas Slamet ya agar dia tidak menceraikan aku " kata Dewi yang memohon


...Mendengar permintaan anaknya Pak Sodikin hanya terdiam. Dia bingung dan tidak tau harus berbuat apa, karena kesalahan anaknya sudah fatal....


" Tolong bantu Dewi Pak, Dewi gak mau pisah sama Mas Slamet. Kalau Dewi pisah sama Mas Slamet Dewi akan gugurkan bayi ini " kata Dewi yang mengancam


...Tak menjawab perkataan putrinya, Pak Sodikin langsung masuk ke kamar. Duduk ditepi ranjang dia termenung dan merasa gagal dalam mendidik anaknya....


...Anak semata wayangnya melakukan sebuah kesalahan yang tidak pernah orang tuanya lakukan. Apalagi Dewi sedang mengandung janin, Pak Sodikin bingung harus berbicara dengan Slamet seperti apa....


" Kamu sedang hamil ?" tanya Bu Yanti


" Iya Bu, sekarang aku sedang hamil 1 bulan. Tolong bantu Dewi ya Bu, bujuk bapak supaya Mas Slamet tidak marah sama aku " kata Dewi


" Kamu jangan khawatir sayang, nanti ibu akan ngomong sama bapakmu. Yang terpenting kamu jaga kesehatan dan jaga baik-baik cucu ibu " kata Bu Yanti


" Tapi kalau bapak tidak mau terus gimana Bu ?" kata Dewi yang masih khawatir


" Nanti biar Ibu yang ngomong sama Slamet " kata Bu Yanti dengan jelas


" Terimakasih banyak ya Bu, kalau begitu aku pulang dulu. Besok ibu jangan lupa ya ngomong sama Mas Slamet. Ibu juga bujuk bapak juga biar Mas Slamet luluh " kata Dewi


" Iya sayang, pokoknya semua beres. Dan besok Slamet akan baik dan sayang kepadamu " kata Bu Yanti


" Ibu memang selalu mendukung dan mengerti aku. Terimakasih ya Bu, aku janji ini akan menjadi yang terakhir aku berbuat kesalahan " kata Dewi


" Kamu anak Ibu satu-satunya, meskipun kamu berbuat salah, siapa lagi yang akan membela dan mendukungmu kalau bukan ibu " kata Bu Yanti


...Melihat respon orang tuanya Dewi merasa lega. Menurut pemikirannya masalah dengan suaminya akan segera selesai setelah ibu dan bapaknya berbicara....


...Di sisi lain Arthur bertemu dengan Abrisam dan James. Dia menceritakan kejadian yang dialaminya bersama Dewi....


" Gila kamu Arthur " kata Abrisam


" Habis waktu itu aku belum puas " kata Arthur


" Maniak **** memang beda, lihat cakep dikit langsung ***** " ledek James


" Apaan sih James, namanya juga lagi apes " kata Arthur

__ADS_1


" Terus setelah kejadian itu kamu tahu keadaan Dewi ?" tanya Arthur


" Yang aku tau dia pulang ke Indonesia bersama suaminya " jawab Arthur


" Kamu kenapa Abrisam ? Tak biasanya kamu mengkhawatirkan cewek lain selain istrimu " tanya James


" Aku hanya merasa sedikit berlebihan saja kepada Dewi " jawab Abrisam


" Wanita seperti Dewi memang sepantasnya seperti itu " kata James


" Dewi kan sudah bahagia bersama suaminya, sekarang saatnya kita cari mangsa baru " kata Arthur


" Sudah saatnya kita berhenti Arthur " kata Abrisam


" Hey, ada apa denganmu kawan ?" tanya James


" Sudah banyak wanita yang kita hancurkan, saatnya kita kembali ke rumah " kata Abrisam


" Kalau kamu sudah ingin taubat, taubatlah. Jangan ajak kami berdua "kata Arthur


" Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu " kata Abrisam


" Kembalilah jika kamu sudah merasa bosan dengan kehidupanmu " kata James


" Kali ini tawaranmu sudah tidak menarik kawan, kalau begitu aku pulang dulu " kata Abrisam


...Abrisam meninggalkan kedua temannya di restoran. Dia yang biasanya cuek dan acuh dengan korbannya sekarang tiba-tiba berubah drastis setelah bertemu dengan Dewi....


" Taruhan yuk kalau misalkan Abrisam telah jatuh cinta pada Dewi " kata James


" Aku ambil Porche mu jika dalam satu bulan Abrisam tidak menemui Dewi " kata Arthur


" Deal, aku akan mengambil Tesla mu jika tebakanmu salah " kata James


...Setelah selesai mengecek toko dan berbelanja, Slamet kembali ke rumah. Badan Dewi terbaring lemas tak berdaya akibat mual-mual....


" Mas " panggil Dewi


...Sepertinya biasa, Slamet tidak menjawab panggilan dari Dewi....


" Aku sudah makan diluar tadi " jawab Slamet


" Alhamdulillah kalau begitu " kata Dewi


" Mau periksa ke dokter ?" tanya Slamet


...Mendengar pertanyaan Slamet, hati Dewi langsung berbunga. Akhirnya setelah sekian lama suaminya peduli dengannya....


" Apa kamu tidak capek ?" tanya Dewi


" Sebenarnya aku sedang capek, tapi aku gak mau tidurku terganggu dengan suara muntahmu " kata Slamet


" Sebentar Mas aku pakai jaket dulu " kata Dewi


" Ku tunggu di depan " kata Slamet


" Alhamdulillah ya Allah, akhirnya Mas Slamet kembali perhatian denganku. Terimakasih ya Allah, engkau telah mengabulkan doa hamba " kata Dewi


" Wi ... Jadi tidak kamu ke dokter ?" panggil Slamet


" Iya Mas. Sebentar " jawab Dewi


" Meski perutnya sedang mual, Dewi memaksakan untuk menyemprot parfum di tubuhnya. Dia tak ingin kehilangan momen bersama suaminya "


...Dengan menaiki sepeda motor, mereka pergi ke klinik kandungan. Tubuh Slamet dipeluk mesra oleh Dewi, dia tak merespon apa-apa terhadap tindakan. Meski terasa sedikit jijik, tetapi mau bagaimana lagi....


" Kamu ikut masuk ya Mas " kata Dewi


...Tak menggubris perkataan istrinya, Slamet membututi langkah Dewi yang menuju ke ruangan dokter. Sambil memeriksa tubuh Dewi dokter langsung memberikan obat....


" Berat badan ibu harus ditingkatkan ya. Jangan terlalu stress dan capek, itu akan mempengaruhi kondisi kesehatan janin " kata dokter


" Baik dok " kata Dewi


" Dan jangan lupa obatnya diminum tiga kali sehari " kata dokter

__ADS_1


" Iya Dok " kata Dewi


" Bapak harus bersabar ya jika istri anda sering emosinya naik turun. Itu karena pengaruh dari hamil muda, jadi moodnya sering berubah " kata dokter


" Kalau begitu kami permisi dulu dok, terimakasih banyak " kata Slamet


" Baik Pak. Ingat pesan saya ya Bu " kata dokter


" Iya Dok " kata Dewi


...Di luar klinik, Slamet bersiap untuk pulang ke rumah....


" Kamu mau makan apa ?" tanya Slamet


" Aku masih kenyang mas " jawab Dewi


" Ya sudah kalau masih kenyang, kita langsung pulang saja " kata Slamet


" Tapi aku pengen makan bakso Mas " kata Dewi


" Katanya masih kenyang ?" tanya Slamet


" Anakku lapar Mas, dia pengen makan bakso " kata Dewi


" Ya " kata Slamet


...Dewi tersenyum bahagia melihat sikap suaminya yang mulai luluh. Meski sikapnya belum sehangat dulu, tetapi dengan bentuk perhatian kecil Dewi mulai yakin bahwa rumah tangganya bisa di pertahankan....


...Sampai di warung bakso, Slamet memesan dua gelas teh anget, 1 porsi bakso dan mie ayam bakso....


" Kamu rencananya mau buka usaha apa Mas ?" tanya Dewi


" Aku mau buka mie ramen "jawab Slamet


" sendiri ?" tanya Dewi


" Iya " kata Slamet


" Kamu bisa masak ?" tanya Dewi


" Lumayan bisa, kemarin pas kamu di Dubai aku mencobanya kembali. Dan rasanya enak " kata Slamet


" Kok aku gak pernah tau Mas, kamu bisa bikin mie ramen ?" tanya Dewi


" Dulu almarhum bapak yang mengajarkan aku " kata Slamet


" Cerita dong Mas, bagaimana almarhum bapak bisa membuat mie ramen ?" tanya Dewi


" Kamu tau kan kalau misalkan bapak sama orang itu pisah sejak aku umur 10 tahun. Disitu aku melihat dia sedang makan bersama orang lain disebuah kedai ramen " kata Slamet


" Terus ?" Tanya Dewi sambil memperhatikan suaminya


" Aku yang sedang lapar dengan polosnya menemuinya dan memanggilnya Ibu, tetapi respon dia pura-pura tidak mengenalku. Dengan entengnya dia memberiku uang dan makanan " kata Slamet


" Habis itu gimana Mas ?" tanya Dewi


" Ya aku terima uang dan makanan itu. Aku bawa pulang ke rumah dan menceritakan semuanya ke bapak " kata Slamet


" Bapak marah sama kamu ?" tanya Dewi


" Enggak, dia ikut makan bersamaku dengan penuh air mata " kata Slamet


" Terus apa hubungannya dengan resep bapak " kata Dewi


" Semenjak kejadian itu, bapak selalu memasak mie ramen untukku. Berharap tidak akan ke tempat itu dan mencari orang itu " kata Slamet


" Dengan mendengar ceritamu, aku yakin bapak adalah orang yang hebat seperti kamu " kata Dewi


" Aku tidak sehebat bapak Wi " kata Slamet


" Kok bisa " kata Dewi yang kebingungan


" Bapak bisa tahan sama orang bertahun-tahun yang pergi dengan laki-laki lain, sedangkan aku ?" kata Slamet


" Satu hal yang harus kamu ketahui Mas, dengan segenap hati dan jiwaku. Aku akan selalu di sampingmu, tak peduli apa yang terjadi kedepannya. Meskipun aku harus mengorbankan semuanya " kata Dewi

__ADS_1


...Mendengar perkataan Dewi, Slamet hanya tersenyum tipis....


__ADS_2