Sekeras Baja Selembut Sutra

Sekeras Baja Selembut Sutra
Bab. 12 Sebuah Masalah Besar


__ADS_3

" Dewi ... "


...Teriakan Slamet membuat Dewi terkejut dan melepaskan bibirnya dari ******** Arthur....


" Dasar brengsek "


...Slamet yang sudah marah besar langsung memukuli Arthur membabi-buta. Dewi yang histeris melihat kedatangan Slamet langsung berusaha memeluk suaminya....


" Arthur cepat kamu pergi " teriak Dewi


...Arthur yang paham suasana tidak kondusif langsung lari terbirit-birit....


" Kamu ..... Kamu .... Ah..... " Teriak Slamet dengan emosi.


" Maafkan aku Mas " kata Dewi yang menangis


...Tak menggubris perkataan Dewi, Slamet langsung pergi begitu saja. Dia sangat kecewa dengan istrinya yang menyelamatkan selingkuhannya....


...Dewi yang sudah kalap, mencoba mengejar Slamet tetapi dia kehilangan jejak suaminya....


...Dia yang panik mencoba menelpon suaminya sambil terus berjalan mencarinya. Dia tidak memperdulikan penampilannya yang berantakan....


...Dia terus berlari dan khawatir dengan keadaan suaminya. Slamet yang dia cintai dan dia banggakan kini sudah mengetahui noda dalam pernikahannya....


...Slamet yang sedang dalam emosi terus berlari tak memperhatikan keadaan sekitar, sampai sebuah kendaraan menghantam tubuhnya dengan keras....


...Semua orang disekitar langsung teriak melihat keadaan Slamet. Banyak orang mencoba menghubungi rumah sakit untuk meminta pertolongan pertama....


" Halo Ma ... Mas Slamet kecelakaan " kata Dewi dibalik telepon


" Devan kecelakaan dimana Wi ?" tanya Mama Slamet


" Di Dubai Ma " Jawab Dewi


" Baiklah Mama akan kesana sekarang " kata Mama Slamet


...Setelah menelpon Mama Slamet, Dewi kembali menangis....


" Gimana keadaan suamimu ?" tanya Bella


" Mas Slamet belum sadar Bell " kata Dewi


...Melihat kesedihan temannya, Bella mencoba menenangkan Dewi. Ini mungkin sebuah kejadian besar yang dialami sahabatnya secara bersamaan, yang membuat jiwanya terguncang....


" Tenanglah Wi, semua akan baik-baik saja " kata Bella mencoba menenangkan Dewi


" Ini semua salahku Bell, aku sudah berselingkuh dengan pria lain. Dan suamiku memergoki aku sedang berhubungan intim dengannya " kata Dewi yang menangis histeris


" Semua sudah terjadi di luar kendali mu, tak mungkin kamu bisa memutar kembali waktu " kata Bella


" Aku harus bagaimana Bell, jika Mama mas Slamet menanyakan itu " tanya Dewi


" Yang kamu lakukan hanya menceritakan semuanya. Jangan pernah bohong sama Mama mertuamu " jawab Bella


" Aku takut jika suamiku meninggalkan aku Bel " kata Dewi yang duduk bersimpuh


" Ketika kamu bersama Abrisam, secara tidak sadar kamu sudah meninggalkan suamimu. Kamu tau jika suatu saat nanti semua ini terbongkar, kamu akan menerima konsekuensi dari perbuatanmu " kata Bella


" Tapi ini terlalu cepat Bel, aku belum siap menghadapinya " kata Dewi


" Siap tidak siap, mau tak mau kamu harus menghadapinya. Pulanglah sebentar, bersihkan badanmu. Kamu tak mau kan mertuamu curiga melihat penampilanmu ?" tanya Bella


" Iya Bel, aku pulang sebentar ya. Nanti kalau ada perkembangan Mas Slamet tolong segera kabari aku " kata Dewi


" Pasti " kata Bella


...5 jam lebih Slamet belum sadar dari komanya. Dewi yang sedari tadi hanya melihat Slamet dibalik jendela, dengan penuh harapan agar Slamet sembuh dari komanya....

__ADS_1


...Dewi tertidur di kursi ruang tunggu di depan kamar Slamet. Begitu banyak kejadian yang menimpanya, sehingga ia terlelap dalam luka....


" Bagaimana keadaan Devan Wi ?" ucap seseorang yang membangunkan Dewi


" Mama " kata Dewi yang langsung memeluk mertuanya


" Bagaimana ceritanya Devan bisa kecelakaan ?" tanya Mama Slamet


" Saya tidak tau Ma, dari keterangan orang sekitar Mas Slamet tertabrak saat menyebrang " kata Dewi


" Kok bisa Devan bertindak ceroboh. Itu seperti bukan Devan anak Mama " kata Mama Slamet


...Mendengar perkataan Mama Slamet, Dewi hanya terdiam dan tak tau harus berkata apam...


...Dewi dan Ibu Slamet munggu di depan kamar rawat. Tak henti-hentinya Dewi meneteskan air matanya dan selalu berdoa untuk kesembuhan Suaminya....


...Tak lama kemudian seorang perawat masuk mengecek keadaan Slamet. Dan setelah itu dokter pun ikut memasuki ruangan....


...Dewi mengetahui suaminya sedang di check langsung berdiri dan menatap dari jendela. Terlihat keadaan Slamet sudah sadar dan berbicara dengan dokter....


" Mas Slamet sudah sadar Ma " kata Dewi


...Mama Slamet yang semula tertidur, seketika langsung terbangun dan menatap di jendela. Dokter yang keluar dari ruangan Slamet langsung diberondong pertanyaan....


" Bagaimana keadaan anak saya Dok ?" tanya Mama Slamet


" Ibu keluarga dari pasien ?" tanya Dokter


" Iya Dok, saya orang tua pasien " kata Mama Slamet


" Ini sebuah keajaiban Bu, pasien sudah sadar dari komanya " kata dokter


" Saya bisa menemuinya suami saya Dok ?" tanya Dewi


" Mohon maaf Bu, pasien sementara tidak bisa diganggu " ucap dokter


" Baik Dok " kata Dewi yang kecewa


...Esok harinya Slamet masih tertidur lelap di ranjangnya. Perban yang masih melilit di tangan dan kakinya membuat Dewi merasa terluka....


" Mas " sapa Dewi


" Iya " jawab Slamet


" Bagaimana keada keadaan kamu " tanya Dewi


" Seperti yang kamu lihat " kata Slamet


" Aku sangat mengkhawatirkan kamu Mas " kata Dewi yang memegang tangan Slamet


" Tolong panggilkan dokter " kata Slamet


" Apa ada yang sakit mas ?" tanya Dewi


" Aku bilang panggilkan dokter " kata Slamet dengan nada sedikit tinggi


...Melihat respon suaminya, Dewi langsung keluar ruangan untuk menghindari pertengkaran. Mama Slamet masuk kedalam ruangan....


" Kamu sudah bangun sayang " sapa Mama Slamet


...Melihat kedatangan Ibunya, mood Slamet langsung berubah drastis....


" Oh anda " jawab Slamet


" Ibu sangat mengkhawatirkan kamu nak " Kata Mama Slamet


" Kondisi saya baik-baik saja, anda bisa pergi sekarang " kata Slamet

__ADS_1


" Alhamdulillah kalau keadaan kamu sudah baik-baik saja " kata Mama Slamet


" Selamat pagi Pak Slamet " sapa dokter


" Selamat pagi dok " jawab Slamet


" Bagaimana keadaan bapak ?" tanya dokter


" Alhamdulillah sudah lumayan, hanya saja badan saya sedikit pegal " kata Slamet


" Ijinkan saya memeriksa bapak " kata dokter


" Silahkan dok " kata Slamet


" Bapak jangan lupa minum obat ya " kata dokter


" Baik dong, tapi saya boleh meminta sesuatu " kata Slamet


" Apa itu pak ?" tanya dokter


" Saya hanya mau dirawat oleh suster saja dok. Mulai dari makan dan kebutuhan lainya " kata Slamet


" Baik pak " kata dokter


...Mendengar permintaan suaminya, hati Dewi terasa sesak. Ingin rasanya dia menampar dirinya sendiri yang begitu bodoh....


" Buat apa kamu meminta suster untuk merawat mu. Disini ada Ibu dan istrimu " kata Mama Slamet


" Dewi sedang dalam kontrak pekerjaan dan tidak mungkin merawat saya 24 jam " kata Slamet


" Kalau begitu biarkan saja Ibu yang merawat mu " kata Mama Slamet


" Sejak 15 tahun lalu, Ibu saya sudah meninggal. Dan anda bukan orang tuaku " kata Slamet dengan acuh


" Teganya kamu Devan " kata Mama Slamet yang meneteskan air mata


" Nama saya Slamet Irwanto bukan Devan " kata Slamet


" Mas sudahlah, sampai kapan kamu akan bersikap keras seperti itu " kata Dewi


" Kamu kembali saja ke hotel, dan jangan khawatirkan aku. Aku bisa mengurus diriku sendiri dengan baik " kata Slamet


" Tapi Mas, aku bisa jelaskan semuanya " kata Dewi


" Pergilah kalian berdua, aku mau sarapan dan minum obat. Terlalu lama disini, membuat aku semakin gila " kata Slamet yang memalingkan wajahnya


...Dewi yang mendengar perkataan Slamet hanya menangis dalam penyesalan. Semua kejadian yang sudah terjadi tidak akan bisa berubah....


" Sebentar lagi Mama akan pulang ke Singapore, kamu jangan khawatir " kata Mama Slamet


...Tak menanggapi perkataan Mamanya, Slamet memalingkan wajah. Terlalu banyak masalah yang berkecamuk di pikirkan. Tak tau lagi bagaimana dia berkata....


" Tak bisanya Devan mengusir mu " kata Mama Slamet


" Iya Ma, ada sedikit masalah di rumah tangga kami " kata Dewi


" Masalah apa?" tanya Mama Slamet


...Mendengar pertanyaan mertuanya, Dewi seketika langsung terdiam....


" Ya sudah kalau kamu tak mau menceritakan kepada Mama soal masalahmu. Yang terpenting jaga Devan dengan baik, jangan pernah sakiti dan kecewakan Devan " kata Mama Slamet


" Baik Ma " kata Dewi


" Mama pulang dulu. Semua urusan admistrasi rumah sakit sudah dibayar oleh pemilik kendaraan " kata Mama Slamet


" Mau saya antar Ma ?" tanya Dewi

__ADS_1


" Tidak usah Wi, Mama sudah pesan taksi.  Kabari Mama soal perkembangan Devan " kata Mama Slamet


" Baik Ma " kata Dewi


__ADS_2