
...Hampir dua bulan Dewi pergi meninggalkan Slamet. Tinggal di tempat jauh dari istri dan keluarganya, membuat Slamet semakin kesepian. Rasa hampa dan jemu selalu menemaninya di setiap hari....
...Hanya menatap sebuah kalender dan menghitung kalkulasi biaya ke Dubai yang membuat Slamet bersemangat....
...Di hari libur, Slamet tetap masuk bekerja. Bahkan dia berangkat pagi dan pulang malam untuk mengumpulkan pundi-pundi uang. Hal yang jarang dia lakukan di kehidupan sebelumnya, sebelum Dewi pergi meninggalkan Slamet....
...Di dalam hati Slamet selalu memotivasi dirinya sendiri dengan kata Dubai. Sebuah kota megapolitan dimana istrinya bekerja....
...Dilain waktu, Dewi sedang merawat kulitnya. Entah sebuah motivasi apa yang membuat dia melakukan perawatan kulit....
...Seperti seorang yang mengalami masa puber, Dewi mengingat kembali wajah Abrisam. Pria semalam yang menyelamatkannya....
...Bella yang masih tertidur disampingnya mulai terbangun mendengar Dewi yang sedang luluran....
" Semalam kamu pulang jam berapa ?" Tanya Dewi
" Sekitar jam 4 pagi Wi, semalam lu dianter sama Arthur kan ?" Tanya Bella
" Enggak Bel, semalam aku naik kereta " kata Dewi
" Kamu kan belum punya kartu akses, kok bisa naik kereta ?" Tanya Bella
" Semalam aku diantar sama orang Bel " jawab Dewi
" Cowok kah ?" Tanya Bella
" Iya Bell, dia anterin aku sampai Burj Khalifa " kata Dewi
" Ganteng kah ? Lebih ganteng dari Arthur " tanya Bella yang penasaran
" Jelas ganteng dong, cuma gak sengaja ketemu dia " kata Dewi
" Kenalin dong ke aku Wi " pinta Bella
" Nanti, kalau aku ketemu dia " kata Dewi
" Terus hari ini kamu mau kemana ? Kok udah luluran aja " tanya Bella
" Mau ketemu dia " jawab Dewi
" Cie ... Yang udah punya cowok baru " goda Bella
" Apaan sih Bel, aku lagi luluran. Please deh jangan godain aku " kata Dewi
__ADS_1
" Siap tuan putri. Dadan yang cantik ya. Buat dia terpesona sama kamu " kata Bella
" Aku sama dia itu hanya teman, gak lebih Bella " kata Dewi
" Sekarang kan hanya teman, mungkin kedepannya kita tidak tau " jawab Bella yang tertawa
" Udah deh, aku ini seorang istri. Suamiku sedang bekerja keras di Indonesia. Gak mungkin jika aku menduakannya " kata Dewi
" Slamet itu di Indonesia dan kamu di Qatar. Gak masalah Wi jika kamu hanya sebatas kenal sama cowok. Sebatas teman dan penghilang rasa jenuh itu tidak akan masalah " kata Bella
" Aku gak akan bermain api Bel dalam pernikahan ku " kata Bella
" Kamu takut ketahuan kan sama Slamet ?" Tanya Bella
Tak jawab pertanyaan Bella, Dewi hanya terdiam.
" Asalkan kamu tidak pernah telat mengirim uang dan sering memberinya kabar, aku yakin Slamet tidak curiga sama kamu. Contohnya saja aku, belum pernah ketahuan jika menjalani hubungan dengan pria lain. Sebuah pepatah mengatakan sepandai-pandainya menyimpan bangkai, maka akan tercium juga . Itu hanya pepatah kuno jaman kerajaan Majapahit sudah tidak berlaku di jaman Kim Tae-Hyung " kata Bella dengan yakin
" Tapi Bell " kata Dewi
" Udah jalani saja dulu sama dia, usahakan kamu jangan sampai kebablasan. Kalau kamu gak cocok sama dia kan bisa ditinggalin " kata Bella yang tertawa
" Siap senior " kata Dewi
" Dalam hal percintaan kan kamu seniorku. Hahahaha " kata Dewi yang menggoda Bella
" Awas ya kamu, nanti aku gangguin kamu pas lagi ketemuan " kata Bella
" Silahkan saja kalau mau jadi obat nyamuk. Aku sih gak keberatan " kata Dewi
" Awas ya nanti kalau pinjem tas aku " kata Bella
" Gak gitu dong cantik bercandanya " kata Dewi yang tersenyum
" Ingat ya, kamu jangan kebablasan nanti " kata Bella
" Siap Bu bos " kata Dewi yang dibarengi suara tertawa mereka
...Para karyawan pabrik sedang berada di ruang loker, sambil mengganti baju mereka mengobrol tentang pekerjaan hari itu....
" Habis ini kita makan dulu ya, saya sudah pesankan ayam bakar buat kalian " kata seorang pengawas
" Kok tumben Pak Adhi kita di traktir, ada apa ?" Tanya Angga
__ADS_1
" Sudah dua bulan ini kalian selalu ambil lembur, gak enak kalau saya dapat banyak bonus dari hasil keringat kalian " jawab Pak Adhi
" Asyik, makan besar ini. Bisa bungkus kan Pak ? Tanya Dimas
" Tenang aja, kalian boleh bungkus buat keluarga kalian " kata Pak Adhi
" Mas Slamet ikut ya, gabung sama kita " ajak Angga
" Saya hari ini mau istirahat dulu " kata Slamet
" Yaelah Mas, tenang kita gak pulang larut malam kok. Iya kan Pak Adhi ? " kata Dimas
" Iya Met, mending ikut kita makan aja " ajak Pak Adhi
...Tak enak dengan ajakan rekan kerjanya, Slamet memutuskan untuk ikut makan malam bersama. Bareng teman-teman kerja yang masih muda, Slamet selalu tersenyum melihat celotehan anak muda....
...Di tempat lain, Dewi sudah siap bertemu dengan Abrisam. Dengan beberapa barang pinjaman dari Bella, membuat penampilan Dewi kian sempurna....
^^^High heels berwana hitam yang dipadukan dengan dress merah nampak sangat sexy bagi seorang wanita. Dibalut dengan pakaian hangat berwarna coklat yang senada dengan warna tasnya, membuat beberapa mata lelaki tertuju pada Dewi.^^^
" Selamat sore Abrisam " sapa Dewi
" Selamat sore Dewi " kata Abrisam
" Kita jadi pergi kan ?" Tanya Dewi
Tak menjawab pertanyaan Dewi, mata Abrisam langsung terpaku pada penampilan Dewi.
" Halo Abrisam... Apakah ada yang salah dari penampilanku ?" Tanya Dewi sambil memutarkan badannya
" Sorry... Sorry ... Aku tidak fokus " kata Abrisam sambil menggeleng-gelengkan kepala
" Are you okay ?" Tanya Dewi melirik Abrisam
" I am okay. Don't worry " kata Abrisam
" Ya sudah, kalau begitu kita bisa pergi sekarang " ajak Dewi
" Mari silahkan " kata Abrisam
...Di restoran ayam bakar nampak para karyawan begitu nikmat saat makan malam....
...Lelahnya hari ini tidak terlihat dari wajah mereka. Para pejuang rupiah yang selalu siap bekerja lembur. Pantang pulang sebelum petang, seperti itulah kata-kata yang harus mereka terima ketika mengambil lembur....
__ADS_1
...Sabtu-Minggu tetap hajar, yang terpenting nilai mereka di perusahaan semakin baik agar diangkat menjadi karyawan tetap....