Sekeras Baja Selembut Sutra

Sekeras Baja Selembut Sutra
Bab. 17 Keputusan Yang Berat


__ADS_3

" Permisi, saya ingin bertemu Ibu Miranda Stefani " kata Slamet


" Apakah bapak sudah ada janji ?" tanya seorang pegawai


" Belum " kata Slamet


" Kalau begitu bapak bisa membuat janji dulu dengan beliau " kata seorang pegawai


" Baik terimakasih " kata Slamet


...Mendapat penolakan dari pegawai di perusahaan Ibunya, Slamet langsung menelpon ibunya....


" Halo Devan " kata Miranda


" Saya sedang di depan perusahaan mu " kata Slamet


" Wow, anakku sudah tertarik kah mengelola harta warisannya " kata Miranda


" Ada hal yang ingin saya bicarakan dengan anda " kata Slamet


" Baiklah sayang, mama akan segera turun " kata Miranda


...Slamet duduk termenung di lobby perusahaan. Dengan kejadian beruntun dia berpikir keras bagaimana mendapatkan uang untuk keluarganya....


" Kenapa kamu tak menelpon Mama jika datang kesini ?" tanya Miranda


" Saya hanya sebentar saja disini " kata Slamet


" Kalau begitu kita bicara di ruangan Mama, sekaligus kamu bisa lihat perusahaan Mama " kata Miranda


...Tak menjawab perkataan Ibunya, Slamet hanya tersenyum getir. Di belakang Ibunya, Slamet mengikuti langkah kecilnya....


...Sebagai seorang anak tunggal dari orang tuanya, Slamet enggan mengikuti jejak Ibunya. Yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kesuksesan....


...Dia mempunyai adik tiri 2 hasil pernikahan kedua Ibunya. Tetapi hanya sekali bertemu dengan kedua adiknya....


" Silahkan duduk " kata Miranda


" Terimakasih " jawab Slamet


" Apa yang ingin kamu sampaikan pada Mama ?" tanya Miranda


" Jangan ganggu saya lagi " kata Slamet


" Maksud kamu ?" Miranda kebingungan mendengar perkataan Slamet.

__ADS_1


" Saya tau anda membeli semua toko yang saya tempati " kata Slamet


" Buat apa mama melakukan itu ?" tanya Miranda


" Karena anda menginginkan saya untuk meneruskan bisnis anda kan ?" kata Slamet


" Memang Mama menginginkan kamu sebagai pewaris bisnis ini. Tetapi itu bukan cara Mama untuk membawamu kembali " kata Miranda


" Kalau begitu saya permisi dulu " kata Slamet


" Kemarin Mama mendapatkan informasi tentang Dewi " kata Miranda


" Informasi apa ?" tanya Slamet


" Duduklah, biar Mama jelaskan " kata Miranda


...Slamet pun kembali duduk setelah mendengar perkataan Ibunya....


" Selama di Indonesia, Dewi sudah memasukan laki-laki asing dirumah mu " kata Miranda


" Jangan fitnah istri saya " kata Slamet


" Mama tidak berbicara fitnah. Sengaja Mama taruh orang untuk mengawasi kalian. Dan ternyata Dewi kembali bertemu dengan Abrisam " kata Miranda


" Stop sebut nama itu " kata Slamet


" Memang istriku pernah berselingkuh dengannya, tetapi anak yang dikandung oleh Dewi adalah anakku " bantah Slamet


" Devan... Devan... Selalu saja bersikap bodoh seperti ayahmu. Ini semua bukti jika Dewi kembali berhubungan dengan Abrisam " kata Miranda sambil memberikan amplop coklat


" Oh ya, di dalamnya juga ada foto baru. Tepat setelah kamu pergi keluar rumah lelaki itu masuk ke rumah mu " kata Miranda kembali menjelaskan


...Melihat beberapa foto istrinya dengan Abrisam, membuat luka hatinya kembali menganga. Ternyata semua yang dikatakan oleh Dewi hanya sebuah omong kosong belaka....


" Terimakasih banyak, kalau begitu saya pamit pulang " kata Slamet


" Baiklah, jika kamu membutuhkan sesuatu langsung telpon Mama. Mama siap membantumu " kata Miranda


...Tak menggubris perkataan Ibunya, Slamet langsung kembali rumah. Semoga saja yang dikatakan oleh Ibunya tidak benar....


...Di dalam rumah, Dewi sedang membereskan pakaian untuk pergi dari rumah. Entah hal apa yang harus dia jelaskan tetapi demi keselamatan Slamet, dia rela mengorbankan perasaannya....


" Aku akan mengakhiri semua ini, kamu bisa menunggu aku didepan " kata Dewi


" Baiklah sayang, aku senang kamu menyadarinya begitu cepat " kata Abrisam

__ADS_1


...Dewi kembali menangis setelah mengakhiri panggilan dengan Abrisam. Dia kembali bersedih atas hati dan cintanya yang kembali terluka....


...Semua ini berawal dari kesalahannya yang membuat rumah tangganya hancur berantakan. Ambisi dan nafsunya yang mengubur semua mimpi dan masa depannya....


Tok ... Tok ... Tok ....


...Mendengar suara ketukan pintu, Dewi langsung berjalan dan membukakan pintu....


" Mas " sapa Dewi melihat suaminya kembali


" Ini maksudnya apa ?" kata Slamet sambil melempar amplop


...Mendapat pertanyaan dari Slamet, Dewi hanya meneteskan air mata....


" Baru saja aku mempercayaimu, kenapa kamu hancurkan begitu saja ?" kata Slamet


Dewi hanya terdiam dan terus menangis.


" Kamu bilang kalau kamu mencintaiku dan akan selalu mendampingiku, apa sekarang kamu berubah pikiran ?" tanya Slamet


" Maafkan aku Mas, hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan kepadamu " kata Dewi


" Apa semua itu benar ? Lelaki itu datang kembali di kehidupanmu " kata Slamet


" Iya memang benar adanya. Semua bukti dan dugaanmu benar adanya " kata Dewi


" Pergi dan jangan kembali " kata Slamet


...Mendengar perkataan Suaminya, Dewi melangkah pergi meninggalkan Slamet, tak sedikitpun dia menoleh kebelakang untuk menatap Slamet....


...Slamet hanya menatap pasrah kepergian istrinya, semua usaha dan kerja kerasnya tidak bisa menghentikan kepergian istrinya....


" Aku sudah kalah dalam kehidupan ini. Semua hal yang aku miliki akan pergi dan tak kembali. Percuma saja aku berjuang sekeras mungkin, kalau diakhir aku hanya seorang pecundang yang tak bisa menggenggam butiran pasir "


...Kepergian Dewi, sebuah pukulan berat bagi Slamet. Tak ada lagi alasan yang membuatnya terus hidup sampai saat ini....


...Keadaan Slamet semakin parah dari hari ke hari. Rumah yang berantakan dan penampilan yang tak terurus membuat ibunya khawatir....


" Bangkitlah sayang, jangan kamu hancur karena wanita itu " kata Miranda


" Ini semua salahmu, kamu pergi meninggalkan kami demi laki-laki lain dan aku sebagai anakmu menerima dosa yang kamu buat " kata Slamet


" Ini bukan karma sayang, Dewi itu wanita bodoh yg tega menyia-nyiakan anak Mama. Mama janji akan mencarikan kamu istri yang jauh lebih baik dari Dewi " kata Miranda


" Stop ... Jangan sebut nama itu lagi " kata Slamet

__ADS_1


...Miranda hanya bisa tersenyum melihat keadaan anaknya yang ditampar oleh realita. Semua hal yang dia ba...


__ADS_2