Sekeras Baja Selembut Sutra

Sekeras Baja Selembut Sutra
Bab. 8 Mencoba Menutup Noda


__ADS_3

...Sinar matahari menyilaukan dua mata Dewi. Dia menangis ketika menyadari dosa yang telah dilakukan bersama Abrisam....


" Maafkan aku Mas, aku tidak bisa menjaga kesucian pernikahan kita "


...Suara tangisan Dewi terdengar sampai di kamar mandi. Abrisam yang mengetahui itu langsung berlari memeluk Dewi....


...Melihat Abrisam yang tidak berbusa sedikit pun, Dewi histeris ketakutan....


" Pergi kamu Abrisam " teriak Dewi


" Tenang Dewi, kita bisa selesaikan dengan baik-baik " kata Abrisam


" Kamu bilang ini belum selesai ? Kamu sudah meniduri aku semalaman dan sekarang masih mau lagi ? Dasar lelaki biadab " kata Dewi penuh emosi


" Dosa yang dilakukan semalam atas kemauan kita berdua. Tak ada paksaan dariku dan kamu pun menikmatinya "kata Abrisam


" Dan setelah semuanya ini terjadi kamu bilang semua ini salahku ?" terang Abrisam


" Aku tidak bermaksud demikian Dewi. Aku akan bertanggung jawab atas semua ini " kata Abrisam mencoba menenangkan Dewi


" Kamu bilang akan bertanggung jawab ? Lantas bagaimana dengan suamiku Abrisam ? Apa kamu memikirkannya ?" kata Dewi


" Ini semua kemauan kita berdua. Suami kamu jauh di Indonesia dan kamu disini. Dia tidak akan tau tentang kejadian ini asalkan kamu tidak berbicara. Jangan beritahu siapapun tentang kejadian ini, hanya kamu dan aku yang mengetahui semua ini " kata Abrisam


" Aku takut Abrisam ... Aku takut ketika suamiku mengetahui tindakan kotorku " kata Dewi yang ketakutan


" Tenanglah Dewi, untuk menutupi semua ini kamu bisa memberikan banyak barang untuknya " kata Abrisam dengan jelas


...Dalam pelukan Abrisam, perasaan Dewi menjadi tenang. Kejadian yang mereka alami, Dewi menganggap hanyalah sebuah bangkai yang harus dipendam dalam-dalam. Sedalam-dalamnya agar membusuk dan terurai....


...Di Indonesia, Slamet kembali mengambil kerja lembur. Tak memperdulikan siang dan malam, Slamet tetap mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk bekal di Dubai....


...Di tempat lain, Dewi sedang berbelanja untuk dirinya dan suaminya. Abrisam membiarkan Dewi memilih barang sesuka hatinya. Berharap semua yang diambil Dewi, sebagai hadiah di malam kemarin....


" Beruntung sekali Slamet mempunyai istri secantik kamu " kata Abrisam yang memuji Dewi


" Pengorbanan suamiku begitu banyak. Meskipun sifatnya sekeras baja, tetapi hatinya selembut sutra " kata Dewi


" Berikanlah barang-barang yang bagus untuknya, aku yakin dia tidak akan marah sama kamu " kata Abrisam


" Terimakasih banyak Abrisam, sudah mengerti aku sejauh ini " kata Dewi


" Ini hanya sebuah awal Dewi, aku bisa memberikan lebih jika kamu masih mau di sampingku " kata Abrisam


" Terima kasih Abrisam, tetapi ini menjadi menjadi yang pertama dan terakhir kali kita bertemu " kata Dewi


" Aku menghargai keputusanmu Wi, tetapi tapi jika kamu membutuhkan sesuatu, kamu bisa langsung menghubungiku " kata Abrisam


...Mendengar perkataan Abrisam Dewi hanya tersenyum....


...Sifat Abrisam yang lembut dan romantis membuat Dewi nyaman dan tak bisa lepas. Meski dia menyadari kesalahannya, tetapi dia tidak munafik jika dia membutuhkannya....


...Di tempat lain, Slamet yang pulang bekerja kembali menghubungi Dewi....


" Assalamualaikum Mas " sapa Dewi dibalik telepon


" Wa'alaikumsalam sayang " kata Slamet


" Maafkan aku Mas, dari kemarin aku bekerja lembur " kata Dewi


" Istriku, Kamu jangan terlalu banyak bekerja . Luangkan waktumu untuk istirahat " kata Slamet


" Terimakasih Mas, maafkan aku yang belum bisa menjadi istri yang berbakti " kata Dewi

__ADS_1


" Aku sudah memaafkan kamu dan aku berjanji tidak akan pernah membujuk mu lagi untuk pulang " kata Slamet


" Aku merindukan kamu Mas " kata Dewi yang tersenyum


" Aku juga sayang, haruskah aku datang menemui kamu dimalam ini " kata Slamet


" Pengennya sih begitu Mas tapi apa bisa ?" tanya Dewi


" Kalau begitu kirimkan alamatmu agar aku bisa terbang ke kamarmu " kata Slamet yang tersenyum


" Silahkan datang ke Palace Downtown, dekat menara Burj Khalifa " kata Dewi yang tersenyum


" Sebentar aku ambil jubah dulu " kata Slamet yang berlari mengambil kain sarung


Melihat penampilan suaminya seperti superhero, Dewi tertawa terbahak-bahak.


" Bagaimana ? Sudah siapkah untuk malam ini ?" kata Slamet


" Terimakasih banyak Mas " ucap Dewi


" Terimakasih untuk apa ?" tanya Slamet


" Untuk kesabaran mu dalam mendidik aku " kata Dewi


" Memang sih terkadang aku bersikap keras kepadamu. Tetapi semua itu aku lakukan karena aku sayang kamu, ya walaupun aku sangat membosankan. Tetapi hanya ini yang bisa aku lakukan " kata Slamet


" Selama aku bersamamu tak pernah ada rasa jenuh dan bosan di hatiku. Bisakah aku meminta sesuatu kepada mu ?" tanya Dewi


" Apa itu ? Kamu mau aku melanjutkan cerita one piece ?" tanya Slamet


" Bukan Mas " kata Dewi


" Lalu apa ? Aku tau, pasti kamu kangen kan aku nyanyiin lagu Ed Sheeran " kata Slamet


" Bukan Mas " kata Dewi


" Jangan pernah tinggalkan aku ya Mas. Apapun yang terjadi "pinta Dewi


" Maksud kamu apa Wi ?" tanya Slamet


...Ekspresi Dewi langsung berubah ketika mendengar pertanyaan Slamet. Dia bingung menjelaskan tentang noda didalam pernikahannya....


" Kok diem ? Ada apa ?" tanya Slamet


" Gak papa Mas, aku hanya kecapean saja " kata Dewi


" Aku menikahi kamu untuk menjaga kamu sampai nanti, sampai mati " kata Slamet


" Kamu kok ngomong gitu sih, kamu harus tetap hidup Mas sampai nanti kita punya anak cucu " kata Dewi


" Tetapi yang namanya umur kan kita tidak ada yang tau " kata Slamet


" Pokoknya Mas Slamet harus sehat selalu agar kita bisa menjalani masa tua bersama " kata Dewi


" Iya sayang. Istriku cantik " kata Slamet


" Kemarin bapak cerita, katanya selama aku bekerja disini kamu masih memberikan jatah bulanan untuk mereka " tanya Dewi


" Mereka adalah orang tuaku, jadi wajar jika aku berbakti kepada mereka " kata Slamet


" Hal ini nih yang membuat aku semakin cinta sama kamu Mas " kata Dewi


" Aku sudah berkomitmen sama kamu, kalau kita menikah kita akan mengurus orang tua kamu " kata Slamet

__ADS_1


" Iya Mas aku inget, dan sampai saat ini kamu masih menepati janjimu " kata Dewi


" Ya semoga saja aku bisa melakukan itu sampai nanti " kata Slamet


" Kalau kamu kesulitan dalam keuangan kamu bisa gunakan uang tabungan aku " kata Dewi


" Iya nanti, jika aku membutuhkannya " kata Slamet


" Oh ya Mas, apakah ibu kamu tau soal aku bekerja di Dubai " tanya Dewi


" Kamu kan sudah tau jika ibuku sudah meninggal 15 tahun lalu. Buat apa aku mengabarinya " kata Slamet


" Mau bagaimana pun kesalahan Ibu kamu, yang namanya orang tua tetaplah orang tua. Beliau yang melahirkan kamu " kata Dewi


" Kamu tau kan 2 hal yang yang aku benci di dunia ini " tanya Slamet


" Iya mas, kamu sangat membenci ice cream dan beliau " jawab Dewi


" Dan sekarang disaat kita sedang bahagia, akankah kamu akan membahas orang itu " tanya Slamet


" Maafkan aku Mas,  dan lagi-lagi aku membuat kamu terluka " kata Dewi


" Kamu tau tidak hal apa yang membuat aku hidup sampai saat ini " tanya Slamet


" Apa itu Mas ?" tanya Dewi


" Hal yang membuat aku hidup sampai saat ini adalah kamu sayangku. Tidak ada unsur lain yang bisa membuat aku bertahan sejauh ini " jawab Slamet


...Dewi langsung meneteskan air mata, saat mendengar pengakuan Slamet. Dia teringat kembali dosa-dosa yang ia perbuat selama ini. Suami yang begitu tulus mencintainya membuat hatinya semakin teriris....


" Kamu kenapa istriku ? Ada hal yang salah dalam ucapan ku ?" tanya Slamet


" Tidak mas, udara disini membuat mataku sering iritasi " jawab Dewi


" Istirahatlah sayang " kata Slamet


" Baik mas. Aku mencintaimu " kata Dewi


" Aku juga mencintaimu istriku " jawab Slamet


...Mendapatkan kabar dari istrinya, hati Slamet begitu bahagia. Meskipun untuk saat ini mereka belum bisa bertemu, tetapi melihat wajah cantiknya dibalik layar kaca membuat rasa kangen sedikit berkurang....


...Setelah pertemuan malam itu, hubungan Dewi dengan Abrisam sedikit renggang. Kesibukan Abrisam mengurus perusahaan minyak membuat waktunya banyak tersita. Hanya sekedar menelpon saja dan mengirimkan uang untuk Dewi....


...Slamet yang sudah mendapatkan kabar dari istrinya membuat harinya menjadi lebih berwarna. Di tempat bekerja dia selalu tersenyum dan tak lupa dia merapikan sedikit penampilannya yang berantakan....


" Halo Mas, assalamualaikum " sapa Dewi dibalik telepon


" Wa'alaikumsalam sayang " jawab Slamet


" Mas, aku mengirimkan paket untukmu. Nanti kamu pakai ya, semoga kamu suka " kata Dewi


" Insyaallah sayang, terimakasih banyak " kata Slamet


" Kamu masih bekerja dimalam ini ?" kata Dewi


" Iya sayang, aku mengambil jatah lembur " kata Dewi


" Selama kita jauh, kamu jaga kesehatan ya " kata Dewi


" Iya. Ya sudah kalau begitu, aku kembali bekerja dulu ya "kata Slamet


" Iya mas. Assalamualaikum " ucap Dewi

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam " jawab Slamet


__ADS_2