
...Dinginnya udara Dubai membuat Dewi sedikit melipat kedua tangannya. Abrisam yang mengetahui Dewi sedang kedinginan, langsung merapatkan tubuhnya didekat Dewi....
...Mendapatkan perlakuan seperti itu, Dewi sedikit menjauhi Abrisam. Abrisam yang paham dengan penolakan Dewi, mencoba menjaga sedikit jarak....
" Maaf Abrisam, aku sudah mempunyai suami " kata Dewi yang tertunduk
" Aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu Dewi. Aku sudah lancang mendekati kamu " kata Abrisam
" Santai saja Abrisam, tujuan kamu mengajakku pergi untuk naik kapal kan ?" Tanya Dewi
" Iya Dewi, aku sudah meminjam kapal temanku " kata Abrisam
" Hanya kita berdua saja ?" Tanya Dewi dengan ragu
" Iya Dewi, apakah kamu keberatan ?" Tanya Abrisam
" Tidak Abrisam " kata Dewi
...Di tempat lain Slamet yang sedang merindukan Dewi hanya bisa melamun. Beberapa rekan kerjanya yang menyadari langsung pamit pulang. Hanya tersisa Pak Adhi dan Slamet....
" Bolehkan saya berbicara denganmu ?" Kata Pak Adhi
" Boleh Pak, ada apa ya ?" Tanya Slamet
" Kamu sudah membuat paspor dan mengurus visa ?" Tanya pak Adhi
" Buat apa Pak ?" Tanya Slamet
" Saya dengar dari beberapa karyawan, kata mereka kamu akan ke Dubai " kata Pak Adhi
" Masih belum tau pak " kata Slamet
" Kenapa Met ? Adakah yang bisa saya bantu ?" Kata Pak Adhi
" Pak, kalau misalkan saya mengundurkan diri dari pabrik kira-kira mendapatkan tunjangan berapa ya ?" Tanya Slamet
" Untuk nominal uang bisa dibilang banyak, karena kamu bekerja selama 10 tahun. Apakah kamu yakin dengan keputusan kamu ?" Tanya Pak Adhi
__ADS_1
" Untuk ke Dubai, saya membutuhkan uang yang sangat banyak Pak. Maka dari itu saya sedang mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya " kata Slamet
" Saya mendapat info dari atasan kalau bulan depan akan ada beberapa karyawan di PHK, mengingat regenerasi karyawan harus berlanjut " kata Pak Adhi
" Kalau begitu bapak bisa ajukan saya untuk di PHK " kata Slamet yang tersenyum
" Nanti saya akan usahakan ya " kata Pak Adhi
...Di Dubai nampak Dewi begitu kagum dengan Palm island, sebuah pulau buatan di Dubai. Gemerlapnya lampu-lampu gedung menambah kesan megah pulau itu....
" Kita mau makan disini ?" Tanya Dewi
" Iya Dewi, malam ini kita makan disini " kata Abrisam
" Restoran ini terlalu mewah Abrisam, apa kamu tidak menghemat uang mu ?" Tanya Dewi
" Uang yang aku keluarkan di malam ini, tidak akan sebanding dengan kecantikan mu " kata Abrisam mencium tangan Dewi
...Wajah Abrisam yang begitu tampan membius mata Dewi. Disaat Dewi sedang jauh dengan suaminya, perlakuan Abrisam yang romantis membuat hati Dewi menjadi goyah....
" Besok aku harus kembali bekerja Abrisam" kata Dewi
" Aku menghargai keputusanmu Dewi, yang terpenting malam ini aku sangat bahagia " kata Abrisam
" Terimakasih Abrisam, sudah mengajakku ketempat yang indah seperti ini " kata Dewi
...Sementara disisi lain, Slamet yang sedang galau brutal memikirkan istrinya berjalan pulang. Waktu yang dia impikan akhirnya segera datang. Dan harapan Slamet untuk bertemu dengan istrinya akan segera terwujud....
...Di sebuah lorong hotel Abrisam membawa Dewi ke sebuah tempat....
" Masih lama kah ?" Tanya Dewi
" Sebentar lagi Dewi, kita akan sampai di sebuah tempat " kata Abrisam yang menggenggam tangan Dewi
" Mataku sudah tidak tahan dengan kegelapan, bisakah kamu memberikan sedikit cahaya " pinta Dewi
...Mendengar permintaan Dewi, Abrisam hanya tertawa kecil....
__ADS_1
" Kita sudah hampir sampai " kata Abrisam
" Ini sudah ke 4 kalinya kamu mengatakan seperti itu, haruskah aku mempercayainya ?" Tanya Dewi
" Dan kali ini kamu harus mempercayai aku Dewi, semoga saja kamu menyukai ini semua " kata Abrisam
...Terdengar suara pintu terbuka, tangan Dewi yang masih digenggam Abrisam tiba-tiba dilepas. Sambil membuka ikatkan mata. Abrisam mempersilahkan Dewi untuk membuka mata....
...Dewi yang sudah lama tidak merasakan hal romantis begitu takjub melihat kejutan yang diberikan oleh Abrisam....
" Apa ini tidak berlebihan ?" Tanya Dewi
" Aku sudah menyiapkan ini semua dari semalaman, semoga kamu suka " kata Abrisam
" Terimakasih banyak Abrisam " kata Dewi yang spontan memeluk Abrisam
...Mendapatkan respon seperti itu, Abrisam langsung membalas pelukan Dewi. Hingga mereka berpelukan beberapa detik....
...Dewi yang mulai menyadari tindakannya langsung melepaskan pelukannya. Suasana canggung seketika tercipta saat kedua mata saling menatap....
" Akan aku tunjukkan sesuatu " kata Abrisam
...Dewi yang masih terpaku dengan keadaan, hanya menuruti perkataan Abrisam. Sambil berjalan di belakang Abrisam, Dewi menatap pemandangan yang begitu indah. Ratusan kembang api menyala di sisi gedung dan ribuan lampu menyalah membentuk lambang hati disertai nama Dewi....
" Apa kamu menyukainya ?" Tanya Abrisam
...Dewi hanya bisa bengong melihat kejutan yang diberikan oleh Abrisam. Sambil menatap kagum kejutan yang diberikan, tiba-tiba Abrisam memeluk Dewi dari belakang dan mencium bibir Dewi....
...Slamet yang sudah di rumahnya mencoba menelpon kembali istrinya. Berharap Dewi bisa mengangkat panggilannya. Berkali-kali Slamet mencobanya tetapi suara Dewi belum terdengar juga....
...Dewi yang sedang menikmati ciuman bersama Abrisam, tiba-tiba tersadar ketika handphonenya berdering....
...Abrisam yang tidak mau kehilangan momen langsung menjilat leher Dewi. Dewi yang merasa terangsang hanya bisa merintih dan menikmatinya....
...Berkali-kali bunyi panggilan mewarnai kamar hotel. Dewi yang sedang dikuasai nafsu tidak memperdulikan suara handphone....
...Dia hanya terhanyut dalam sebuah kenikmatan. Bersama Abrisam, Dewi merasakan terbang di langit untuk kesekian kalinya. Keringat yang bercucuran dan suara ******* mewarnai di malam itu....
__ADS_1