Sekeras Baja Selembut Sutra

Sekeras Baja Selembut Sutra
Bab. 13 Konflik Yang Tak Berujung


__ADS_3

...Dua minggu sudah Slamet dirawat, beruntung driver yang menabrak Slamet mau bertanggung jawab penuh....


...Di setiap harinya Dewi mengunjungi Slamet. Meski selalu mendapat penolakan, Dewi tetap bersabar dan berusaha....


" Aku senang Mas kamu sudah sembuh. Dokter bilang lusa kamu bisa pulang " kata Dewi


" Sudah ku tebak jika kamu senang sekali jika aku pulang " kata Slamet


" Iya Mas aku senang sekali " kata Dewi


" Supaya kamu bebas kan ? Bisa tidur dengan laki-laki itu " kata Slamet dengan nada sinis


" Mas " ucap Dewi sembari menatap suaminya


...Dewi kembali meneteskan air mata mendengar perkataan suaminya....


" Lusa aku pulang sama kamu Mas. Aku akan kembali ke Indonesia dan gak akan ninggalin kamu " kata Dewi


" Teruslah bersikap manis seperti itu, agar aku semakin muak " kata Slamet yang memalingkan wajahnya


" Maafkan aku mas, aku akan perbaiki semuanya " kata Dewi dengan lembut


...Tak mau menghadapi suaminya, Dewi memilih keluar dari kamar rawat Slamet. Dia duduk di depan ruangan sambil terus meneteskan air mata....


...2 hari setelahnya, Slamet sudah keluar dari rumah sakit. Bersama istrinya, Slamet kembali ke Indonesia. Melihat kondisi Slamet yang pincang, orang tua Dewi panik....


" Bagaimana bisa kamu seperti ini ?" tanya Pak Sodikin


" Ini hanya kecelakaan kecil Pak, aku terjatuh di kamar mandi " kata Slamet yang tersenyum


" Kamu gak papa kan ? Tidak ada cidera yang serius ?" tanya Pak Sodikin


" Alhamdulillah Pak, tapi maaf karena kejadian itu. Aku sama Dewi lupa membeli oleh-oleh " kata Slamet dengan lembut


" Tidak apa-apa nak, yang terpenting kamu selamat " kata Pak Sodikin


" Kamu libur berapa hari Wi ?" Tanya Bu Yanti


" Aku sudah tidak bekerja lagi di Dubai Bu " jawab Dewi


" Lho kenapa memangnya ? Pasti kamu dipaksa sama suamimu kan ! Baru saja Ibu merasakan hasil kerjamu, eh kamunya malah berhenti begitu saja " kata Bu Yanti dengan kesal

__ADS_1


" Sudah Bu, malah bagus kalau anak kita disini. Bapak kan jadi gak kesepian setiap harinya kalau ada Dewi " kata Pak Sodikin


" Bapak itu kebanyakan manjain anak. Kerja belum ada setahun sudah pulang " kata Bu Yanti


" Ibu jangan khawatir, insyaallah saya akan memberikan uang yang lebih banyak dari biasanya " kata Slamet


" Kamu itu sudah di phk Met. Penghasilan saja tidak ada, bagaimana kamu ngasih uang ke Ibu ?" kata Bu Yanti


...Mendengar ocehan dari Ibu mertuanya Slamet hanya terdiam. Percuma jika dia menceritakan rencana kedepannya, yang ada ibu mertuanya cuma merendahkannya....


" Kalau begitu kami pulang Pak " kata Slamet


" Hati-hati ya nak, jangan ambil hati perkataan ibumu " nasehat Pak Sodikin


" Ibu bersikap seperti itu karena takut saya tidak bisa menafkahi Dewi. Tapi saya akan tetap berusaha Pak " kata Slamet


" Wssalamualaikum " ucap Slamet


" Wa'alaikumsalam " jawab Pak Sodikin


...Sudah 3 hari di Indonesia, Slamet masih saja acuh terhadap Dewi. Ingin sekali Dewi kembali memutar waktu dan menghapus semua kebodohannya, tapi apa daya namanya sebuah realita kehidupan tidak bisa berjalan sesuai dengan keinginannya....


" Kamu sudah di phk Mas ?" tanya Dewi


" Aku ada sedikit uang buat kamu modal usaha Mas " kata Dewi


" Uang dari pria itu kan ? Aku tau dia memberimu semuanya. Uang ratusan juta, barang branded, dan kehidupan glamor " kata Slamet dengan acuh


" Tak ada sedikitpun kata maaf untukku Mas ? Beri aku satu kesempatan untuk memperbaiki semuanya " kata Dewi


" Apa yang harus kamu perbaiki ? semua sudah hancur ketika kamu pergi " kata Slamet


" Aku mohon beri aku satu kesempatan. Hanya satu saja tidak lebih " kata Dewi


" Hatiku hanya satu Wi dan kamu sudah menghancurkannya. Sekarang kamu kembali memintanya satu kesempatan ?" tanya Slamet


" Tetapi kamu tidak bisa menceraikan aku Mas, aku sedang hamil " kata Dewi


...Mendengar fakta yang Dewi ucapkan hati Slamet kembali teriris. Air matanya kembali meneteskan mengetahui Dewi sedang hamil....


" Waktu dulu, aku begitu mendambakan kehamilan mu. Dan sekarang begitu aku mendengar kamu hamil membuat aku semakin jijik sama kamu " kata Slamet

__ADS_1


" Maafkan aku Mas, aku menyesal " kata Dewi


" Kembalilah ke Dubai, mintalah pertanggung jawaban Abrisam " kata Slamet


" Tidak Mas, aku akan tetap disini bersamamu " kata Dewi


" Tetapi aku sudah tidak mencintaimu " kata Slamet


" Akan ku bangkitkan lagi cintamu Mas " kata Dewi


" Lakukan saja semua sesukamu, yang pasti aku sudah memberimu sebuah pilihan " kata Slamet


...Semenjak kejadian itu, Slamet tidak mau lagi disentuh oleh Dewi. Tabungan yang ditransfer oleh Dewi masih tetap utuh dan barang-barang yang dikirimkan oleh Abrisam masih tersegel belum terbuka....


" Mau kamu pindahkan kemana paket itu ?" kata Slamet


" Aku mau buang Mas " kata Dewi


" Buat apa dibuang ? Mau menghapus jejak perselingkuhanmu ?" kata Slamet


" Aku sudah bekerja keras untuk membelikan ini untukmu, buat apa ditaruh disini jika kamu tidak mau memakainya "kata Dewi


" Bekerja keras di Palm island kan bersama Abrisam " kata Slamet dengan nada menyindir


...Perkataan Slamet kembali menampar hati Dewi. Dia bingung kenapa Slamet bisa mengetahui semua tindakannya....


" Kamu pasti heran bagaimana aku mengetahui semuanya ? Bella sudah menceritakan tentang hubungan mu dengan Abrisam. Dari pergi ke Palm island dan pergi ke Paris " kata Slamet


" Semua itu benar Mas, apa yang Bella ceritakan ke kamu itu benar adanya. Aku memang berhubungan dengan Abrisam, tetapi aku sama sekali tak mencintainya. Aku hanya mencintaimu Mas " kata Dewi


" Terlalu munafik jika kamu tidak mencintainya. Kamu menikmati malam itu kan ? Malam dimana kamu bersetubuh dengan Abrisam " kata Slamet


" Kalau aku mencintai Abrisam, aku sudah meninggalkan kamu sedari dulu. Dan nyatanya aku tetap memilih kamu Mas, sebagai imam ku dan sebagai ayah dari anakku " kata Dewi


" Faktanya kamu sudah meninggalkan aku Wi. Disaat kamu bersamanya, secara tidak sadar kamu telah membuang ku " kata Slamet


...Slamet menangis sejadi-jadinya, air matanya tak terbendung lagi. Dengan bersandarkan tembok, dia mencoba bertahan menghadapi semua....


" Aku memang salah Mas dan silahkan kamu hukum aku semau mu. Luapkan semua kekecewaan yang kamu rasakan. Kalau perlu kamu bisa berselingkuh dengan wanita lain, tidur dengan wanita lain, agar aku merasakan luka yang kamu rasakan " kata Dewi yang berlutut


...Dewi yang mendekati Slamet mencoba menenangkannya dengan memegang bahu....

__ADS_1


" Jangan sentuh aku, Aku jijik sama kamu Wi. Setiap kali aku menatap wajahmu, aku selalu teringat kejadian itu "


...Melihat respon Slamet, Dewi hanya menangis di hadapan Slamet. Ingin sekali dia menggantikan Slamet untuk menanggung luka yang dia buat. Slamet yang terlihat tegar dan tenang seketika berubah menjadi lemah saat cintanya dikhianati....


__ADS_2