
...Seminggu setelahnya, Slamet membuka kedai mie ramen. Dibantu oleh 2 karyawan, dia memulai bisnis kecilnya....
...Hari pertama berjualan, usahanya mulai didatangi oleh pembeli . Dengan menyewa tempat di sekitar kawasan pabrik, banyak pembelinya berasal dari karyawan....
...Dewi yang duduk di depan meja kasir tersenyum bangga dengan suaminya. Meski sikapnya terlihat keras tetapi kelembutan hatinya bisa dirasakan oleh orang didekatnya....
...Semenjak perhatian kecil suaminya, berat badan Dewi perlahan sudah mulai naik. Bahkan tak segan dia makan banyak makanan di setiap harinya....
" Kamu istirahat aja Wi, biar yang lain gantikan kamu " kata Slamet
" Aku hanya mau disini Mas, mau nemenin suamiku kerja " kata Dewi
" Tapi kalau kamu sudah capek, kamu bisa istirahat di belakang " kata Slamet
" Iya Suamiku sayang, tapi aku mau makan Mas. Bayiku sudah lapar " kata Dewi
" Mau makan apa ?" tanya Slamet
" Pengen makan mie ramen buatan suamiku " kata Dewi
" Tapi ga pakai sambal ya, janji " kata Slamet
" Iya Mas " jawab Dewi yang tersenyum
Ditemani suaminya, Dewi makan masakan suaminya. Dengan manjanya Dewi berusaha menarik kembali sifat lembut suaminya.
" Habis makan pulang ya " kata Slamet
" Aku masih mau disini " kata Dewi
" Ini sudah mau sore, kamu istirahat di rumah. Nanti jam 9 aku pulang " kata Slamet
" Tapi Mas ... " kata Dewi
" Gak pakai tapi, selesai makan aku antar kamu pulang " kata Slamet
...Melihat sikap protektif suaminya, Dewi tersenyum bahagia. Tak ada lagi rasa dingin yang dia rasakan dihadapan suaminya. Tak ada lagi tangisan di setiap malamnya....
__ADS_1
...Hubungan yang mereka jalani berangsur membaik. Setiap paginya Slamet yang menyiapkan sarapan untuk istrinya sebelum berangkat ke pasar. Tak lupa dia memberikan uang untuk keperluan Dewi....
" Aku berangkat ya Wi " kata Slamet
" Hati-hati ya Mas, jangan pulang terlalu larut ya. Aku takut sendirian di rumah " kata Dewi
" Iya Wi, beberapa hari kemarin, aku sengaja pulang larut untuk melihat kondisi penjualan " kata Slamet
" Terus hasilnya gimana mas ?" tanya Dewi
" Rencananya aku mau bikin dua shift, biar semakin optimal warungku " kata Slamet
" Apapun keputusan kamu, aku selalu mendukungmu Mas " kata Dewi
" Kalau sudah lapar, kamu makan duluan saja. Gak usah nungguin aku pulang " kata Slamet
" Baik bos " kata Dewi
...Ketika Dewi hendak mencium bibir Slamet, dengan segera Slamet memalingkan wajahnya. Mendapat respon suaminya seperti itu, Dewi hanya bisa tersenyum getir....
...Dewi memandang Slamet di depan rumahnya. Dia tau bahwa rumah tangganya belum pulih sepenuhnya....
Tok ... Tok ... Tok ...
" Iya sebentar " kata Dewi didalam rumah
...Dewi yang mempercantik diri, tidak sabar untuk bertemu dengan suaminya. Dengan penuh senyuman, Dewi membuka pintu....
" Dewi ... " sapa seseorang yang tidak asing lagi bagi Dewi
" Abrisam ? Apa yang sedang kamu lakukan disini ?" tanya Dewi
" Aku datang untuk memastikan kalau kamu baik-baik saja " kata Abrisam
"Pergilah ... Aku tak ingin melihat wajahmu " usir Dewi
" Maafkan aku Dewi, aku khawatir ketika Arthur menceritakan semuanya " kata Abrisam
__ADS_1
" Aku baik-baik saja, pergilah sebelum suamiku tau. Aku tak ingin menyakiti hatinya lebih dari itu " kata Dewi
" Telpon aku jika kamu membutuhkan sesuatu " kata Abrisam meninggalkan kartu nama
...Dewi sudah tak sudi menerima bantuan dari Abrisam, dengan penuh emosi Dewi membuang kartu nama Abrisam....
...Hatinya kembali terluka saat melihat wajah Abrisam. Seseorang yang pernah menghancurkan kehidupannya hingga sekarang....
...Disudut ruangan Dewi menangis, membuka luka yang belum sembuh sepenuhnya. Dia memang tidak mencintai Abrisam, tetapi dengan Abrisam dia banyak menodai pernikahannya dengan Slamet....
Tok ... Tok ... Tok ...
...Mendengar suara ketukan pintu, Dewi kembali membukanya dengan emosi....
" Sudah aku katakan jangan pernah kembali " Kata Dewi dalam bahasa arab
" Dewi " kata Slamet dengan lembut
" Mas " Dewi langsung memeluk suaminya
" Ada apa ?" tanya Slamet yang kebingungan
" Tadi ada yang minta sumbangan Mas, maksa banget orangnya " kata Dewi yang mencoba menyembunyikan fakta
" Orang Indonesia ?" tanya Slamet
" Iya Mas " kata Dewi
" Kamu tenang ya, aku sudah disini " kata Slamet
" Kenapa kamu datangnya terlambat ?" kata Dewi
" Pas jam makan siang, warung sangat ramai Wi. Tak bisa aku tinggalkan warung dalam keadaan ramai " kata Slamet
" Aku lapar " kata Dewi
" Aku sudah memberimu uang, kenapa kamu tak memesan makanan di aplikasi ?" kata Slamet
__ADS_1
" Bayiku yang belum mau makan Mas, dia nungguin ayahnya " kata Dewi
" Anak ayah jangan nakal ya, baik-baik sama ibumu. Ayah kerja buat masa depanmu nak " kata Slamet membelai lembut perut istrinya