SELINGKUHAN SUAMI IBUKU

SELINGKUHAN SUAMI IBUKU
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "23"


__ADS_3

uang yang ku kumpul kan sudah mencapai sepuluh juta, menurut ku itu sudah cukup,mengingat di tempat pelarian ku dengan Ira nanti aku akan langsung mendapat kan kerja,ada teman ku dulu yang ku hubungi dan akan menampung kami nanti,kebetulan dia juga punya bengkel,jadi semuanya akan mudah bagi ku untuk memulai hidup baru bersama Ira


aku tak tak sabar melihat reaksinya saat kuberikan uang sebanyak ini,pasti dia akan sangat senang,tak bisa ku bayang kan betapa bahagianya aku kalau nanti sudah hidup berdua saja dengan nya


uang sudah ku serah kan,tiket bus juga sudah,aku tinggal menunggu malam besok untuk membawa gadis itu pergi,tadi hampir saja si Tina mengetahui niat ku saat menyerah kan tiket bus ke Ira,tapi bukan aku kalau tak bisa beralasan


malam ini aku tak akan menganggu Ira,biar dia istirahat dan mempersiapkan diri untuk besok,aku memilih ngopi dengan teman-teman ku dan baru pulang jam satu malam saat semua sudah terlelap,kurebah kan tubuh ku di samping Tina istri ku,ini adalah malam terakhir ku dengan Tina


***


"yah... yah... bangun!!!" teriakan Tina membangunkan ku yang masih terlelap,spontan aku terduduk dari posisi tidur ku karena terkejut,tak biasanya Tina membangun kan ku seperti itu


"kenapa buk...?" ucap ku sambil mengucek mata yang masih menyisakan kantuk


"yah... Ira enggak ada di kamar nya" ucapan Tina itu membuat ku melompat dari tempat tidur dan berlari menuju kamar gadis itu


"memang nya kemana dia?" ucap ku yang sudah mulai panik


"enggak tau yah,tadi ibu bangun subuh ira udah enggak ada,ibu cari ke sekeliling juga enggak ada yah..." Tina kini sedang menangis tak kalah panik karena anak gadis nya tak di temukan

__ADS_1


"ibu sudah cari kerumah si may,mungkin dia ke sana" ucap ku lagi berharap gadis itu tak pergi seperti yang sedang ku khawatirkan


"udah yah... ibu ini baru pulang dari rumah may,Ira enggak kesana,kemana anak itu yah... ibu khawatir" tangis Tina kian menjadi,sedang aku seketika menjadi lemas, kepalaku terasa berputar-putar pandangan jadi gelap aku terduduk di tempat tidur tempat Ira biasa istirahat bersama adiknya seluruh tubuh ku terasa lemas


kemana ira ku pergi...


apa yang sebenarnya terjadi, bermacam pikiran hadir di kepalaku,apakah Ira lari dariku,bagai mana mungkin Ira berani melakukan itu pada ku,selama ini dia selalu menuruti kemauan ku


aku bangkit dengan kepala yang masih sempoyongan,aku harus mencari keberadaan Ira,akan ku hajar dia jika ku temukan,kuraih baju yang Ter gantung di belakang pintu dan ku kenakan dengan tergopoh menuju keluar rumah,lalu ku ambil kunci motor dan meninggalkan Tina yang masih menangisi anak nya yang hilang


"yah... mau kemana!?" jerit tina dari dalam rumah saat motor ku hidup kan


sudah banyak teman Ira yang ku datangi,tapi tak seorang pun tau keberadaan ira,aku juga sudah ke terminal untuk mengecek tiket yang ku berikan tadi malam,mungkin saja Ira menukar keberangkatan nya,tapi hasil nya pun nihil,Ira ku sudah menghilang tanpa jejak,kemana lagi aku harus mencari nya,uang sepuluh juta ku pun ikut raib bersama gadis itu


aku pulang dengan kemarahan yang amat sangat,sudah setengah hari aku keliling mencari Ira tak ku temukan,aku tak tau lagi harus kemana,ku putuskan pulang kerumah saja


Prang..!!!


ku banting semua barang yang ada di rumah ku,tak perduli teriakan Tina dan tangisan anak-anak ku,Tina bahkan menarik tubuh ku beberapa kali agar aku tak menghancurkan isi rumah ku,tapi tak ku hiraukan,semua barang tak luput dari amukan ku,aku sungguh telah di sulut amarah yang menggila,ira ku telah lari dengan uang sepuluh juta ku,tidaaak!!! aku tak bisa terima semua ini

__ADS_1


"sudah yah... sudah... ayah kenapa" teriak Tina masih terus menarik tubuh ku agar tak lagi melakukan aksiku,tapi kini malah ku langkahkan kaki menuju kamar Ira dan menghancurkan semua yang ada di sana


"ayah kenapa... cukup yah!!' semakin aku menggila semakin besar teriakan Tina,dan suara pecahan barang di rumah telah mengundang beberapa tetangga datang,meraka coba menengah kan ku,tapi aku masih sangat marah,akan ku bakar saja rumah ini begitu kesal nya aku


beberapa orang kurasakan menarik paksa tubuh ku dan mencengkeram nya sehingga aku tak bisa lagi bergerak, beberapa ku dengar menyuruh ku untuk istighfar,hinggalah aku berhenti melakukan aksi brutal itu dan terduduk lemas setelah mereka melepaskan tubuh ku


"ayah... kenapa..?" pertanyaan istriku yang di sertai Isak tangis itu tak bisa ku jawab,aku hanya menatap hampa pemandangan rumah yang sudah berantakan,banyak beling berserakan di lantai,barang pecah berhamburan,dan anak-anak yang menangis histeris melihat ayah nya yang seperti ke setanan


aku tersadar pada dinding rumah yang sudah porak poranda itu pandangan terasa gelap,aku benar-benar kalap


"kenapa bang Ikbal kak Tina?" salah seorang tetangga ku mananyai perihal tingkah laku yang tak pernah sebelum nya ku lakukan,aku bahkan di kenal suami yang sangat menyayangi istri dan anakku


"enggak tau Deni,bang Ikbal pulang ngamuk gini" ucap istriku masih dengan Isak tangis sambil mengelap tangan ku yang berlumuran darah karena serpihan kaca


beberapa orang tetangga berkerumunan di depan pintu,ada beberapa yang duduk menenangkan ku,ada juga yang membersihkan puing beling akibat ulah ku


nafas ku masih tak beraturan, seluruh tubuh ku penuh keringat,dalam fikiran ku hanya ada Ira,kemana Ira ku,jika mungkin aku akan berteriak memanggil nama nya,aku tak akan bisa tanpa Ira


"Ira di mana,dari tadi enggak nampak Ira,biar dia yang bersih kah rumah yang berantakan ini" tanya salah seorang yang ada di situ, istriku hanya hening mendengar pertanyaan itu sambil memandang ke arah ku dengan tatapan penuh tanya,pasti dia sedang berfikir kenapa reaksiku begitu kacau saat Ira pergi dari rumah,aku memang tak bisa lagi mengendalikan diriku,kehilangan Ira seperti kehilangan separuh hidup ku,terserah lah si Tina itu mau berfikir apa,aku hanya ingin Ira ku kembali

__ADS_1


"aku tau di mana Ira!" suara lantang itu terdengar dari kerumunan orang-orang yang sedang berdiri di depan pintu


__ADS_2